cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,091 Documents
Hubungan antara Self-Acceptance dengan Resiliensi pada Narapidana Nabilla, Jasmine Najla; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1170-1180

Abstract

Kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan menempatkan narapidana pada berbagai tekanan psikologis, seperti hilangnya kebebasan dan keterbatasan sosial, yang dapat memengaruhi kondisi mental mereka secara signifikan. Dalam situasi tersebut, self-acceptance dan resiliensi menjadi kapasitas psikologis yang penting dalam proses adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-acceptance dengan resiliensi pada narapidana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 105 narapidana laki-laki di Lapas Kelas I Surabaya (Lapas Porong, Jawa Timur) yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Berger’s Self-Acceptance Scale dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-acceptance dan resiliensi pada narapidana (r = 0,226; p = 0,020), namun dengan kekuatan korelasi yang tergolong lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa self-acceptance berperan mendukung resiliensi narapidana, namun kontribusinya terbatas mengingat adanya faktor lain yang lebih dominan. Temuan deskriptif juga menunjukkan bahwa mayoritas narapidana berada pada kategori sedang untuk kedua variabel. Abstract Life within correctional institutions exposes prisoners to various psychological pressures, such as loss of liberty and social limitations, which can significantly affect their mental condition. In such situations, self-acceptance and resilience become crucial psychological capacities for adaptation. This study aimed to examine the relationship between self-acceptance and resilience among prisoners. A quantitative research method with a correlational design was employed involving 105 male prisoners at the Class I Correctional Institution of Surabaya (Porong Prison, East Java), selected through purposive sampling. The data collection instruments used were Berger’s Self-Acceptance Scale and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data analysis was conducted using the Pearson’s Product Moment correlation test. The results indicated a positive and significant relationship between self-acceptance and resilience among prisoners (r = 0.226; p = 0.020), although the correlation strength was classified as weak. This implies that while self-acceptance plays a role in supporting prisoner resilience, its contribution is limited, suggesting the presence of other more dominant factors. Descriptive findings also showed that the majority of prisoners fell into the moderate category for both variables.
Gambaran Makna Kerja dan Kesiapan Psikologis Karyawan Menjelang Purnabakti di PT X Amalia, Restu Citra; Harita, Adiwignya Nugraha Widhi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1181-1189

Abstract

Transisi menuju masa purnabakti merupakan fase krusial dalam perjalanan karier yang melibatkan perubahan peran, rutinitas, dan identitas, sekaligus menuntut kesiapan psikologis individu dalam menghadapi akhir peran kerja formal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kerja dan kesiapan psikologis karyawan menjelang purnabakti dalam konteks organisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan dua partisipan karyawan pada PT X yang mendekati masa purnabakti, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara sebelum dan setelah konseling pra-purnabakti serta observasi non-partisipan, kemudian dianalisis secara tematik untuk menafsirkan esensi pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kerja, yang terbentuk dari pengalaman kerja jangka panjang, nilai-nilai personal, dan refleksi diri, berperan penting dalam membentuk kesiapan psikologis menghadapi purnabakti. Partisipan yang memaknai pekerjaan secara bermakna dan memiliki dukungan sosial yang baik, menunjukkan kesiapan adaptif, mampu menerima perubahan peran, serta mempertahankan kesejahteraan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa pemaknaan kerja dan kesiapan psikologis merupakan faktor kunci dalam transisi purnabakti, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan intervensi atau konseling pra-purnabakti yang lebih komprehensif dan adaptif. Abstract The transition to retirement is a crucial phase in one's career journey, involving changes in roles, routines, and identity, while also requiring individuals to be psychologically prepared to face the end of their formal working life. This study aims to understand the meaning of work and the psychological readiness of employees approaching retirement in an organizational context. The approach used is qualitative with a phenomenological design, involving two employee participants at PT X who are approaching retirement, selected through purposive sampling. Data were collected through interviews before and after pre-retirement counseling and non-participant observation, then analyzed thematically to interpret the essence of the participants' experiences. The results show that the meaning of work, which is formed from long-term work experience, personal values, and self-reflection, plays an important role in shaping psychological readiness for retirement. Participants who found meaning in their work and had good social support showed adaptive readiness, were able to accept role changes, and maintained psychological well-being. These findings confirm that work meaning and psychological readiness are key factors in the retirement transition, as well as the basis for developing more comprehensive and adaptive pre-retirement interventions or counseling.
Pengaruh Doomscrolling terhadap Kecemasan pada Emerging Adult Firmansyah, Fahmi Adiya; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p1-11

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi berita negatif secara berlebihan di media sosial atau yang dikenal sebagai doomscrolling semakin sering dikaitkan dengan meningkatnya gangguan kesehatan mental. Salah satu dampak psikologis yang paling umum dari perilaku ini adalah munculnya kecemasan khususnya pada kelompok emerging adult. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara kuantitatif pengaruh dari perilaku doomscrolling terhadap tingkat kecemasan pada populasi emerging adult. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 330 partisipan emerging adult yang mayoritas adalah perempuan (81.52%) dengan dominasi usia 21 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Social Media Doomscrolling scale dan Generalized Anxiety Disorder-7. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa doomcsrolling memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kecemasan (F = 74.12, p = <.001). Perilaku ini mampu menjelaskan 18.4% varians kecemasan (R² = 0.184) dengan koefisien regresi B = 0.264. Secara deskriptif, mayoritas partisipan berada pada kategori doomscrolling rendah hingga sedang Temuan ini menegaskan bahwa perilaku doomscrolling berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan pada emerging adult. Dengan demikian, penting baik bagi indiividu maupun praktisi kesehatan mental untuk memerhatikan pola penggunaan media sosial sebagai salah satu faktor risiko psikologis yang perlu diantisipasi.  Abstarct The habit of excessively consuming negative news on social media commonly referred to as doomscrolling, it has increasingly been associated with rising mental health problems. One of the most common psychological impacts of this behavior is anxiety particularly among the emerging adult population.. A quantitative approach was employed, involving 330 emerging adult participants, the majority of whom were female (81.52%) with a dominant age of 21 years, selected through purposive sampling. The research instruments used were the Social Media Doomscrolling Scale and the Generalized Anxiety Disorder-7. Data analysis was conducted using simple linear regression. The findings indicate that doomscrolling has a significant effect on anxiety (F = 74.12, p < .001). This behavior accounted for 18.4% of the variance in anxiety (R² = 0.184) with a regression coefficient of B = 0.264. Descriptive results also showed that most participants fell into the low to moderate doomscrolling category. These findings highlight that doomscrolling contributes to increased anxiety among emerging adults. Therefore, it is important for both individuals and mental health practitioners to pay attention to social media usage patterns as a psychological risk factor that requires anticipation.
Gambaran Celebrity Worship pada Penggemar K-Pop Usia Remaja Hidayah, Muflihatul; Rasyada, Dien Amrina; Sholikhah, Annisaus; Maulidiyah, Elok Faiqoh
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p20-27

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena celebrity worship di kalangan remaja seiring dengan pesatnya popularitas K-pop sebagai bagian dari Korean Wave global. Pada masa remaja, keterikatan terhadap figur publik berpotensi memengaruhi perkembangan identitas, regulasi emosi, dan aktivitas keseharian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk celebrity worship pada penggemar K-pop usia remaja serta memahami pengalaman subjektif mereka dalam mengidolakan selebriti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Partisipan terdiri dari empat remaja perempuan berusia 15–16 tahun yang merupakan siswa SMA dan penggemar K-pop. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka terstruktur dan dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity worship pada partisipan didominasi oleh dimensi entertainment social dan intense personal, sementara indikasi borderline pathological tidak ditemukan secara signifikan. Partisipan memaknai k-pop sebagai sumber hiburan, motivasi, dan dukungan emosional, serta menunjukkan kontrol diri yang baik dalam membatasi pengidolaan agar tidak mengganggu fungsi akademik dan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa celebrity worship pada remaja penggemar K-pop dapat bersifat adaptif apabila disertai dengan kesadaran batasan dan regulasi diri yang memadai. Abstract This study was motivated by the increasing phenomenon of celebrity worship among adolescents alongside the growing global popularity of K-Pop as part of the Korean Wave. During adolescence, emotional attachment to public figures may influence identity development, emotional regulation, and daily activities. This study aimed to describe celebrity worship among adolescent K-Pop fans and explore their subjective experiences of idolizing celebrities. A qualitative descriptive approach was employed using purposive sampling. The participants consisted of four female high school students aged 15–16 years who identified as K-Pop fans. Data were collected through structured
Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung Anak ADHD: Analisis Hasil Asesmen Akademik pada Siswa Kelas 1 SD Kota Malang Zuandi, Natania Caroline Putri; Hastuti, Wiwik Dwi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p12-19

Abstract

Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering mengalami hambatan dalam belajar akibat kesulitan perhatian, impulsivitas, dan regulasi perilaku, terutama pada kemampuan akademik dasar. Kondisi ini menuntut asesmen yang komprehensif untuk memahami kemampuan anak. Penelitian studi kasus ini bertujuan mengetahui kemampuan membaca, menulis, dan berhitung seorang siswa kelas 1 SD dengan ADHD. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara guru, serta tes akademik terstruktur pada aspek membaca, menulis, dan berhitung. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak berada pada kategori cukup (56,25%), kemampuan menulis juga berada pada kategori cukup (50%), sedangkan kemampuan berhitung berada pada kategori baik (75%). Kesimpulan dari asesmen ini menunjukkan adanya ketimpangan kemampuan akademik yang dipengaruhi oleh hambatan perhatian dan fungsi eksekutif. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan pendekatan fonetik bertahap untuk membaca, latihan menulis multisensori dan bertahap, serta penggunaan alat konkret dalam pembelajaran matematika, disertai strategi manajemen perilaku untuk mendukung keberhasilan belajar. Abstract Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often experience learning difficultiesdue to problems with attention, impulsivity, and behavioral regulation, particularly in basic academicskills. This condition requires comprehensive assessment to understand the child’s abilities. This casestudy aimed to identify the reading, writing, and arithmetic abilities of a first-grade elementary schoolstudent with ADHD. The methods used included observation, teacher interviews, and structuredacademic tests assessing reading, writing, and arithmetic skills. The assessment results showed thatthe child’s reading ability was in the fair category (56.25%), writing ability was also in the faircategory (50%), while arithmetic ability was in the good category (75%). The conclusion of thisassessment indicates an imbalance in academic abilities influenced by attention difficulties andexecutive function deficits. Based on these results, it is recommended to implement a gradual phoneticapproach for reading, multisensory and step-by-step writing practice, and the use of concretematerials in mathematics instruction, accompanied by behavior management strategies to supportlearning success.
The Hubungan Online Disinhibition Effect dengan Self-Disclosure Generasi Z di Media Sosial X Putriyani, Yuvita Mulya Dwi; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p28-40

Abstract

Online Disinhibition Effect (ODE) merupakan perilaku seseorang yang berbeda di dunia nyata dengan di dunia maya. Hal ini dipengaruhi oleh anonimitas, lack of eye contact, minimnya otoritas, serta faktor lain dalam interaksi daring. Kondisi ini berpotensi meningkatkan keterbukaan diri (self-disclosure), khususnya pada generasi Z sebagai pengguna aktif media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara online disinhibition effect dan self-disclosure pada partisipan generasi Z pengguna media sosial X. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelational dengan melibatkan 210 partisipan generasi Z yang berusia 13-28 tahun serta pengguna media sosial X. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan Online Disinhibition Scale (ODS) dan Self-Disclosure Scale. Analisis data menggunakan pearson’s correlation yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan positif antara ODE dengan Self-disclosure pada partisipan generasi Z pengguna sosial media X (r = 0.385 dan p < .001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ODE, semakin tinggi pula tingkat self-disclosure yang ditampilkan oleh partisipan di media sosial X. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan literasi digital serta perancangan intervensi preventif untuk mendorong perilaku komunikasi daring yang lebih aman dan bertanggung jawab pada pengguna media sosial. Abstract Online Disinhibition Effect (ODE) refers to differences in individuals’ behavior between offline and online contexts. These differences are influenced by anonymity, lack of eye contact, minimal authority, and other factors inherent in online interactions. Such conditions may increase self-disclosure, particularly among Generation Z as active users of social media. This study aims to examine the relationship between online disinhibition effect and self-disclosure among Generation Z participants who use social media X. This research employed a quantitative correlational design involving 210 Generation Z participants aged 13–28 years who were active users of social media X. Data were collected through questionnaires using the Online Disinhibition Scale (ODS) and the Self-Disclosure Scale. Data analysis using Pearson’s correlation revealed a significant positive relationship between online disinhibition effect and self-disclosure among Generation Z participants who use social media X (r = 0.385, p < .001). These findings indicate that higher levels of online disinhibition effect are associated with higher levels of self-disclosure displayed by participants on social media X. The results of this study provide a basis for the development of digital literacy initiatives and preventive interventions aimed at promoting safer and more responsible online communication behavior among social media users.
The Dynamics of Meaning in Life Among Older Adults Living Alone and Those Living with Family Rohmah, Salsabilla Rofiatur; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p100-119

Abstract

Differences in older adults’ living arrangements shape how physical, emotional, and social needs aremet, and they can influence quality of life and life satisfaction. Older adults who live alone may facegreater risks of loneliness, limited access to day-to-day assistance, and declining well-being. Incontrast, older adults who live with family often receive instrumental care, yet they do not alwaysexperience adequate emotional support and appreciation. This qualitative phenomenological studyaimed to understand the dynamics of meaning in life among older adults living alone and those livingwith family. Six participants were recruited (three living alone and three living with family). Datawere collected through semi-structured interviews, observations, and documentation, and wereanalyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings indicate that olderadults’ meaning in life is constructed through self-acceptance, independence and productivity,gratitude and sources of happiness, spirituality, social relationships, contributions to others, and goalsand future hopes. Dynamics of meaning in life are influenced not only by living arrangement but alsoby the primary anchor of meaning where older adults living alone tend to emphasize independenceand local social networks, whereas those living with family tend to emphasize attachment and supportwithin family relationships. Abstrak Perbedaan status hunian lansia memberikan dampak yang berbeda pada pemenuhan kebutuhan fisik,emosional, dan sosial, serta pada kualitas dan kepuasan hidup mereka. Lansia yang tinggal sendiriberisiko mengalami kesepian, keterbatasan akses bantuan, dan penurunan kualitas hidup, sementaralansia yang tinggal bersama keluarga mendapatkan perawatan namun tidak selalu merasakandukungan emosional dan penghargaan yang memadai sehingga dari kondisi-kondisi ini menarikuntuk melihat bagaimana lansia memaknai hidupnya. Tujuan penelitian adalah memahami dinamikamakna hidup pada lansia yang tinggal sendiri dan lansia yang tinggal bersama keluarga. Penelitianmenggunakan metode kualitatif fenomenologi dan enam partisipan dipilih terdiri dari tiga lansiayang tinggal sendiri dan tiga lansia yang tinggal bersama keluarga. Data dikumpulkan melaluiwawancara semi-terstruktur, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknikInterpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna hiduplansia terbentuk melalui penerimaan diri, kemandirian dan produktivitas, rasa syukur dan sumberkebahagiaan, spiritualitas, hubungan sosial, kontribusi pada orang lain, tujuan serta harapan masa mendatang. Dinamika makna hidup lansia tidak hanya dipengaruhi oleh status hunian, tetapi padatitik tumpu makna dimana lansia yang tinggal sendiri lebih menekankan pada kemandirian danjejaring sosial sekitar, sementara lansia yang tinggal bersama keluarga lebih menekankan kelekatandan dukungan dalam hubungan dengan keluarga.
Gambaran Psikologis Pasien dengan Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik Di RSJ X Luthfiah, Aulia; Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p302-315

Abstract

Gangguan depresi berat merupakan masalah kesehatan mental yang berdampak signifikan terhadap fungsi emosional, kognitif, sosial, dan fisik individu. Depresi berkembang melalui interaksi antara kerentanan psikologis dan stresor kehidupan yang berkepanjangan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika psikologis dan faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan depresi berat tanpa gejala psikotik pada dewasa awal. Penelitian menggunakan desain studi kasus klinis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek adalah perempuan dewasa awal berusia 27 tahun yang menjalani asesmen psikologis di RSJI X. Data dikumpulkan melalui observasi klinis, autoanamnesis, alloanamnesis, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil asesmen menunjukkan subjek memenuhi kriteria F32.2 Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik, ditandai gejala emosional, kognitif, perilaku, sosial, dan fisik yang signifikan, termasuk ide bunuh diri. Faktor dominan meliputi tekanan peran keluarga, kehilangan ibu, kegagalan hubungan, keterbatasan dukungan sosial, dan distorsi kognitif negatif. Depresi berat pada subjek dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor psikologis dan lingkungan, sehingga memerlukan intervensi komprehensif berbasis kognitif serta dukungan keluarga.  Abstract Severe depressive disorder is a mental health condition that significantly impairs emotional, cognitive, social, and physical functioning. It develops through the interaction between psychological vulnerability and prolonged life stressors. This case study aims to describe the psychological dynamics and contributing factors of severe depressive disorder without psychotic features in early adulthood. A qualitative descriptive clinical case study design was applied. The subject was a 27-year-old early adult female undergoing psychological assessment at RSJ X. Data were collected through clinical observation, auto-anamnesis, allo-anamnesis, and medical record review. The assessment revealed that the subject met the criteria for F32.2 Severe Depressive Disorder without Psychotic Features, characterized by significant emotional, cognitive, behavioral, social, and physical symptoms, including suicidal ideation. Contributing factors included family role pressure, maternal loss, relationship failure, limited social support, and negative cognitive distortions. Severe depression in this case is shaped by the interaction of psychological vulnerability and environmental stressors, indicating the need for comprehensive cognitive-based interventions and family support.
Gambaran Strategi Coping Tamtama TNI Angkatan Darat Dalam Mengatasi Stres Psikologis Akibat Tuntutan Pekerjaan Pramudya, Anindyta Risti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p41-68

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian kualitatif ini berusaha untuk mengungkapkan gambaran strategi coping Tamtama TNI Angkatan Darat dalam mengatasi stres psikologis akibat tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi coping yang telah digunakan oleh seorang Tamtama TNI Angkatan Darat dalam mengatasi stres psikologis akibat tuntutan pekerjaan. Data didapatkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan para subjek, yaitu empat laki-laki Tamtama TNI Angkatan Darat yang masih berstatus bujangan. Interpretative phenomenological analysis (IPA) data penelitian memunculkan tiga tema besar: a) Permasalahan yang dihadapi, b) Strategi coping, c) Sumber dukungan sosial. Tema pertama menjelaskan berbagai permasalahan serta tekanan yang dialami prajurit Tamtama yang meliputi permasalahan pekerjaan, non pekerjaan, pribadi yang mempengaruhi kondisi psikologis pada keempat subjek. Tema kedua menjelaskan para Tamtama menggunakan kedua jenis strategi coping yaitu problem focused coping dan emotional focused coping, dengan hasil ketiga subjek menggunakan emotional focused coping dan stu subjek menggunakan problem focused coping. Tema ketiga menjelaskan sumber dukungan sosial yang meliputi dukungan instrumental, dukungan appraisal, dukungan emosional, dukungan informasi. Abstract  This study uses a phenomenological approach, this qualitative study seeks to reveal a picture of the coping strategies of the Indonesian Army Privates in dealing with psychological stress due to work demands. This study aims to describe the coping strategies that have been used by an Indonesian Army Private in dealing with psychological stress due to work demands. Data were obtained through in-depth semi-structured interviews with the subjects, namely four male Indonesian Army Privates who are still single. Interpretive phenomenological analysis (IPA) of the research data emerged three major themes: a) Problems faced, b) Coping strategies, c) Sources of social support. The first theme explains the various problems and pressures experienced by Private soldiers which include work, non-work, personal problems that affect the psychological condition of the four subjects. The second theme explains the Privates using both types of coping strategies, namely problem-focused coping and emotion-focused coping, with the results of three subjects using emotion-focused coping and one subject using problem-focused coping. The third theme explains the sources of social support which include instrumental support, appraisal support, emotional support, and information support.
Fear of Missing Out (FoMO) dan Cyberloafing dalam Konteks Adaptasi Mahasiswa Tahun Pertama Fitriani, Berlian; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p68-80

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital membuat individu semakin terhubung dengan lingkungan sosialnya. Namun, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu perilaku cyberloafing. Fenomena ini banyak dialami mahasiswa tahun pertama yang berada pada fase emerging adulthood, di mana kebutuhan relatedness yang tidak terpenuhi dapat memicu munculnya fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara fear of missing out (FoMO) dan cyberloafing pada mahasiswa tahun pertama Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 231 mahasiswa tahun pertama yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) dan skala Cyberloafing. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson melalui program JASP versi 0.95.4. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara fear of missing out  (FoMO) dan cyberloafing dengan koefisien korelasi r = 0,503 (p < .001) yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat fear of missing out (FoMO) yang dimiliki mahasiswa tahun pertama, semakin tinggi pula kecenderungan mereka melakukan cyberloafing. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan strategi pendampingan mahasiswa tahun pertama dalam mengelola penggunaan media sosial secara lebih adaptif. Abstract  The development of social media in the digital era makes individuals increasingly connected to their social environment. However, unwise use of social media can trigger cyberloafing behavior. This phenomenon is often experienced by first-year students who are in the emerging adulthood phase, where unmet relatedness needs can trigger the emergence of fear of missing out (FoMO). This study aims to examine the relationship between fear of missing out (FoMO) and cyberloafing in first-year students at Surabaya State University. This study used a quantitative approach with a correlational design. The research sample consisted of 231 first-year students selected using a purposive sampling technique. The instruments used were the Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) scale and the Cyberloafing scale. Data analysis was performed using Pearson Product Moment correlation through the JASP program version 0.95.4. The results of the analysis showed a significant positive relationship between fear of missing out (FoMO) and cyberloafing with acorrelation coefficient of r = 0.503 (p < .001) which is in the moderate category. These findings indicate that the higher the level of fear of missing out (FoMO) experienced by first-year students, the higher their tendency to engage in cyberloafing. These findings have important implications for developing strategies to assist first-year students in managing their social media use more adaptively.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue