cover
Contact Name
Nanang Qosim
Contact Email
m.nanang.qosim.mjk@gmail.com
Phone
+6281332873806
Journal Mail Official
m.nanang.qosim.mjk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wedoro PP no. 66 Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Economics Studies and Practices (JIESP).
ISSN : 29621011     EISSN : 29883024     DOI : https://doi.org/10.54180/jiesp
Core Subject : Economy,
Journal of Islamic Economics Studies and Practices (JIESP) invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islamic economics, Islamic public finance, Islamic finance, Islamic accounting, Islamic business ethics, Islamic banking, Islamic insurance, Islamic economic thoughts, Islamic human resource management, Islamic microfinance, Islamic development economics, Islamic monetary economics, Islamic fiscal economics, Islamic capital market, and other relevant themes. We hope that JIESP can collect all of researchers or academicians to contribute their ideas as a solution to increase the developing of Islamic economics and finance in this world.
Articles 78 Documents
Strategi Manajemen Risiko Operasional pada Brand Parfum Rogzi Menggunakan Analisis ISO 31000 Zakariya, Novie Andriani; Nizam, Maulana; Lifahmi, Elzy Aureliya; Sandi, Naisya; Razana, Aufa Wahyu; Naja, Irsyandiah Nurin
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.233-242

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan risiko operasional pada merek parfum Rogzi dengan menerapkan kerangka ISO 31000 sebagai pedoman global dalam manajemen risiko. Proses penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif, yang mencakup wawancara mendalam dengan pemilik usaha, pengamatan aktivitas produksi, dan analisis dokumen internal. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa perusahaan menghadapi sejumlah risiko signifikan, seperti terbatasnya kapasitas produksi, fluktuasi kualitas parfum, kurangnya minat terhadap varian baru, penurunan kepercayaan dari konsumen, dan ketidaksesuaian produk dengan harapan pelanggan. Melalui identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko, terungkap bahwa risiko utama terdiri dari rendahnya kepercayaan konsumen dan ketidaksesuaian produk dengan harapan pelanggan. Rencana penanganan risiko dibuat berdasarkan pedoman ISO 31000, yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, memperkuat kontrol kualitas, melakukan riset tentang preferensi konsumen, mengoptimalkan promosi, meningkatkan layanan pelanggan, serta menyusun prosedur operasional standar yang lebih baik. Penelitian ini menekankan betapa krusialnya penerapan manajemen risiko secara terstruktur dan terus-menerus demi meningkatkan stabilitas operasional, menjaga mutu produk, dan memperkuat daya saing industri parfum lokal.
Reconstructing Fiqh Muamalah for the Digital Age : A Framework for Shariah-Tech Integration Mansur, Mansur; Assulthoni, Fahmi; Nikmah, Fathiyatun; Masithoh, Fitria Nur
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.150-159

Abstract

Fiqh Muamalah Iqtishadiyah, as the legal framework for Islamic economics, faces transformative challenges amidst the rapid development of the digital financial landscape. This article aims to provide a critical review of the classical paradigm of Fiqh Muamalah Iqtishadiyah and identify opportunities and challenges for its integration into contemporary digital financial systems. Employing a descriptive-analytical qualitative approach and an in-depth literature study, this research analyses the gap between the theoretical constructions of traditional fiqh muamalah and the operational demands of the digital economy, including Shariah fintech, cryptocurrency, smart contracts, and digital-based funding platforms. The study's findings indicate that while fundamental principles such as al-'uqud (contracts), the prohibition of riba (usury), gharar (excessive uncertainty), and maysir (gambling) remain relevant, the classical paradigm faces limitations concerning contract mechanisms, transaction oversight, and consumer protection in the digital ecosystem. On the other hand, significant opportunities for integration are found through the reinterpretation (ilhaq) of the concept of 'urf (custom), the strengthening of digital Shariah standards (Shariah Compliance Tech), and the development of hybrid models that accommodate blockchain and artificial intelligence. This article concludes that the transformation of Fiqh Muamalah Iqtishadiyah is not only necessary but inevitable, proposing an evolutionary framework that combines the resilience of normative Islamic values and the flexibility of technological adaptation. The implications of this study provide direction for regulators, academics, and practitioners in designing a robust, inclusive, and competitive Islamic financial architecture for the digital era.
Efektifitas Sistem Manajemen Informasi Baznas pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gresik Ardana, Septian
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.226-232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). SIMBA merupakan sistem berbasis digital yang dirancang untuk membantu proses pendataan muzakki, pencatatan penerimaan dan penyaluran dana, serta pelaporan keuangan secara real-time dan terintegrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi langsung, wawancara dengan pengelola zakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMBA memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja petugas BAZNAS, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat kepercayaan masyarakat melalui transparansi laporan keuangan. Meskipun masih terdapat beberapa tantangan teknis dan kebutuhan pelatihan SDM, SIMBA terbukti menjadi solusi strategis dalam digitalisasi manajemen zakat di tingkat daerah.
Pengaruh Kualitas dan Harga Produk Es Krim Aice Terhadap Consumptive Behavior bagi Konsumen di Lirboyo Kediri Imma Rokhmatul Aysa; Dewi Ayu Intan Lestari
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.249-255

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas dan harga produk es krim aice terhadap consumtive behavior bagi konsumen di Asrama Ar-Roudloh Lirboyo Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel berjumlah 44 orang dari populasi yang berjumlah 431 orang dan pelaksanaan penelitian di Asrama Ar-Roudloh Lirboyo Kediri, pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian yaitu: 1) Kualitas produk es krim Aice tidak berpengaruh secara parsial terhadap consumtive behavior bagi konsumen di Asrama Ar-Roudloh Lirboyo Kediri. 2) Harga produk es krim Aice berpengaruh secara parsial terhadap consumtive behavior bagi konsumen di Asrama Ar-Roudloh Lirboyo Kediri. 3) Kualitas dan Harga produk es krim Aice berpengaruh secara simultan terhadap consumtive behavior bagi konsumen di Asrama Ar-Roudloh Lirboyo Kediri. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji F, nilai F hitung lebih besar dibanding dengan nilai F tabel. Meskipun hasil penelitian ini mengatakan bahwa kualitas tidak berpengaruh, Perusahaan harus tetap menjaga kualitas produk dan varian rasa dan kemasan yang menarik. Karena hal tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Digitalisasi Pengelolaan Zakat: Penguatan Transparansi dan Efesiensi dalam Keuangan Publik Islam Miftahul Muharromi; Moch. Basori; Muhammad Zahid
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.256-266

Abstract

Zakat merupakan instrumen utama dalam keuangan publik Islam yang berfungsi sebagai mekanisme redistribusi pendapatan, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan keadilan sosial. Meskipun potensi zakat di Indonesia sangat besar, realisasi penghimpunannya masih belum optimal, antara lain disebabkan oleh lemahnya transparansi, efisiensi, dan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat. Perkembangan teknologi informasi mendorong munculnya digitalisasi pengelolaan zakat sebagai inovasi dalam tata kelola keuangan publik Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi pengelolaan zakat dalam memperkuat transparansi dan efisiensi keuangan publik Islam serta implikasinya terhadap tata kelola zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap buku ilmiah, artikel jurnal, laporan resmi lembaga zakat, dan dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan zakat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi melalui pelaporan keuangan yang lebih terbuka dan mudah diakses, serta meningkatkan efisiensi melalui pengurangan biaya operasional dan percepatan proses administrasi. Selain itu, digitalisasi juga berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pengelolaan zakat merupakan instrumen strategis dalam reformasi tata kelola keuangan publik Islam yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai normatif syariah dengan praktik manajemen publik modern.
Analysis of the Effect of NPF, CAR, and FDR on the Profitability of Sharia Commercial Banks in Indonesia for the Period 2017-2022 Lina Nugraha Rani; Fahrul Rozi
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2026.5.1.1-15

Abstract

This study examines the impact of Non-Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), and Financing to Deposit Ratio (FDR) on the profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia during the 2017–2022 period. Using a quantitative approach, this research employs panel data regression analysis based on secondary data obtained from the financial statements of nine selected banks through purposive sampling. Profitability is proxied by Return on Assets (ROA), while NPF, CAR, and FDR serve as key financial indicators representing credit risk, capital adequacy, and liquidity, respectively. The findings reveal that partially, NPF and FDR have a significant negative effect on profitability, indicating that higher financing risk and suboptimal fund distribution reduce bank performance. Meanwhile, CAR shows a positive but statistically insignificant relationship with profitability, suggesting that capital adequacy alone does not directly drive profit generation. Simultaneously, all independent variables significantly influence profitability. These results highlight the importance of effective risk management, particularly in controlling non-performing financing and optimizing liquidity, to enhance the financial performance and stability of Islamic banking institutions.
Integrasi Local Wisdom dalam Mereduksi Inclusion-Exclusion Error Pendistribusian Zakat: Studi Kolaborasi BAZNAS dan UPZ Masjid di Bojonegoro Amilatul Hidayati; Airlangga Bramayudha
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2026.5.1.37-53

Abstract

Zakat distribution in Indonesia still faces serious targeting challenges, particularly related to the gap between the number of eligible recipients (mustahik) and the distribution capacity of official zakat institutions. This study aims to analyze how local wisdom can be integrated through collaboration between the Bojonegoro Regency BAZNAS (National Zakat Agency) and the Mosque Zakat Collection Unit (UPZ) to strengthen the accuracy of zakat distribution and identify potential structural inclusion and exclusion errors. This study uses a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with BAZNAS Bojonegoro staff in the collection and distribution sector, direct observation, and documentation studies. The study shows that BAZNAS Bojonegoro has implemented a well-planned distribution error prevention system through the Annual Work Plan and Budget and multi-layered assessments before distribution. Mustahik who have not received zakat within a certain period are not excluded errors, but follow the planned RKAT allocation sequence. The Mosque UPZ acts as a supporter of BAZNAS, which is required to report all its programs and finances to BAZNAS. It also functions as a community communication bridge that reduces the difference in expectations between BAZNAS's formal mechanisms and the views of mustahik. The mechanism for renewing the UPZ decree every five years, accompanied by a re-eligibility test, has proven effective in rigorously maintaining the quality of the mosque UPZ ecosystem. This research contributes to a hybrid zakat distribution model that combines formal BAZNAS planning with the intelligence of the local mosque UPZ. Pendistribusian zakat di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam penargetan, terutama terkait dengan kesenjangan antara jumlah mustahik yang berhak dan kapasitas distribusi lembaga zakat resmi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara integrasi kearifan lokal melalui kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bojonegoro dan Unit Pengumpul Zakat Masjid dalam memperkuat akurasi distribusi zakat, serta mengidentifikasi potensi kesalahan inklusi dan eksklusi yang bersifat struktural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap staf BAZNAS Bojonegoro di sektor pengumpulan dan pendistribusian, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Bojonegoro telah menerapkan sistem pencegahan kesalahan distribusi yang terencana dengan baik melalui Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan serta penilaian berlapis sebelum distribusi. Mustahik yang belum mendapatkan zakat dalam periode tertentu bukanlah kesalahan eksklusi, tetapi mengikuti urutan alokasi RKAT yang telah direncanakan. UPZ Masjid berperan sebagai pendukung BAZNAS yang wajib melaporkan seluruh program dan keuangannya kepada BAZNAS, serta berfungsi sebagai jembatan komunikasi komunitas yang mengurangi perbedaan harapan antara mekanisme formal BAZNAS dan pandangan mustahik. Mekanisme pembaruan SK UPZ setiap lima tahun dengan uji kelayakan ulang terbukti efektif dalam menjaga kualitas ekosistem UPZ Masjid secara ketat. Penelitian ini memberikan kontribusi pada model distribusi zakat hibrid yang menggabungkan perencanaan formal BAZNAS dengan kecerdasan komunitas lokal UPZ Masjid
Negotiating Sharia and Sustainability: An Empirical Study of Dynamic Margin Strategies in Indonesian BMTs Mansur Mansur; Moh. Khoirul Umam; Fathiyatun Nikmah; Fitria Nur Masithoh
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2026.5.1.16-36

Abstract

This study analyzes how Indonesian BMTs balance Sharia compliance and financial viability through dynamic margin strategies in Murabaha financing. Using a qualitative case study of BMT Al-Iktisab, Aeng Nyonok Branch, East Java, data were collected via in-depth interviews with the branch manager, financing officers, and selected members, supported by observation and internal document review. Thematic analysis revealed that margin determination is negotiated rather than fixed: a base pricing formula is applied but adjusted through term-shortening discounts and loyalty-based rebates, framed as flexible ribḥ within a transparent cost-plus structure. This adaptability strengthens competitiveness and customer loyalty while maintaining institutional sustainability, illustrating a practical negotiation between commercial pragmatism and religious principles. The study contributes to Islamic microfinance scholarship by providing empirical evidence of how Sharia compliance is operationalized in resource-limited community contexts. It advances the concept of “negotiated sustainability” to explain the hybrid logic guiding BMT practices and their innovation in adapting classical Islamic finance contracts to local socioeconomic realities.