cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
PEMBERIAN METODE KANGAROO MOTHER CARE (KMC) TERHADAP KESTABILAN SUHU TUBUH dan BERAT BADAN BAYI BBLR di RUANG ANYELIR RUMAH SAKIT UMUM RA KARTINI JEPARA D FARIDA; A R Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.40

Abstract

 Berat badan lahir rendah adalah bayi lahir hidup dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan. BBLR merupakan suatu indikasi adanya masalah kegawatan pada bayi, masalah yang sering terjadi pada BBLR yaitu berat badan yang kurang dari normal dan hipotermi. Banyak kasus kejadian BBLR di Jawa Tengah pada tahun 2012 sebanyak 21,573 (3,75%) kasus BBLR dan di RSU RA Kartini Jepara pada tahun 2015 sebanyak 200 kasus BBLR dari 2700 angka kelahiran. Adapun cara yang dilakukan dalam merawat bayi dengan berat badan lahir rendah yaitu dengan kangaroo mother care (KMC) , KMC merupakan cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi yaitu kehangatan, ASI, dan kasih sayang. Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui manfaat dari kangaroo mother care dalam menstabilkan suhu tubuh dan meningkatkan berat badan bayi BBLR di ruang anyelir RSU RA Kartini Jepara pada tahun 2015. Metodologi yang penulis lakukan pada kasus yaitu evaluative dalam bentuk studi kasus, dan untuk analisa data menggunakan deskriptif analitik, Hasil evaluasi setelah dilakukan metode kanguru selama 3 hari dengan frekwensi 3 kali sehari dan intensitas waktu 2 jam diperoleh peningkatan suhu tubuh sebanyak 10C dari yang sebelumnya suhu tubuh 35,60C menjadi 36,60C, Dan didapatkan juga peningkatan berat badan sebanyak 110 gram, dari yang semula berat badan hanya 1500 gram menjadi 1610 gram. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian metode kanguru terhadap kestabilan suhu tubuh dan peningkatan berat badan pada bayi BBLR.            Kata kunci: BBLR, Kangaroo Mother Care, Suhu dan Berat Badan.
TERAPI RELAKSASI TEKNIK NAFAS DALAM (DEEP BREATHING) DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II rizki maulia; Ambarwati Ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.35

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II atau yang disebut Non Insulin Dependent Diabetes (NIDDM) atau diabetes melitus yang tidak tergantung pada insulin yang disebabkan oleh kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin, faktor resiko yang berhubungan dengan proses terjadinya Diabetes Melitus Tipe II adalah usia, obesitas, riwayat dan keluarga. Tujuan dari studi kasus ini menggambarkan dan mendeskripsikan terapi relaksasi teknik nafas dalam (deep breathing) untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien Diabates Melitus Tipe II. Metode penulisan ini menggunakan rancangan studi kasus evaluasi mengenai terapi relaksasi teknik nafas dalam dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil yang diperoleh saat pengkajian memiliki keluhan yang sama yaitu stress yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi meningkat/tinggi sehingga dilakukan tindakan keperawatan teknik relaksasi nafas dalam. Hal ini menunjukan bahwa penerapan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe II sangat efektif dikarenakan dapat merilekskan dan mengurangi stress sehingga kadar gula darah dapat turun.
SENAM REMATIK TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA NY.S KELUARGA TN.A DALAM MELAKUKAN ADL (ACTIVITY DAILY LIVING) DUKUH PENDEM KULON DESA JEPANG KECAMATAN MEJOBO KABUPATEN KUDUS Eny pujiati; W H A.mayasari
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.36

Abstract

Hasil survey badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan jumlah lansia adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Secara global pada tahun 2015 proporsi dari populasi penduduk berusia lebih dari 60 tahun adalah 13,7% dari total populasi dunia. Masalah muskuloskeletal seperti gangguan pada sendi dan tulang yang mempengaruhi mobilitas dan aktivitas, merupakan hal vital bagi kesehatan lansia. Beberapa kelainan akibat perubahan sendi yang banyak terjadi pada lansia antara lain; osteoartritis, arthritis rheumatoid dan gout, namun yang sering terkena yaitu sendi yang menanggung beban berat badan seperti panggul, lutut, dan sendi tulang belakang bagian lumbal bawah.S enam rematik merupakan senam yang befokus untuk mempertahankan lingkup gerak sendi secara maksimal. Tujuan lain dari senam rematik yaitu untuk meningkatkan kemampuan gerak, fungsi, kekuatan dan daya tahan otot, kapasitas aerobic, keseimbangan, biomedik, sendi dan rasa posisi sendi. Tujuan: mengetahui pengaruh senam rematik terhadap peningkatan kualitas hidup lansia dalam melakukan ADL (Activity Daily Living) secara mandiri  pada Ny.S keluarga Tn.A didukuh pendem kulon. Metode penulisan : Rancangan study evaluasi mengenai tindakan senam rematik dengan teknik dan penyajian data secara deskriptif. Kesimpulan : Hasil tindakan penyuluhan dan demonstrasi senam rematik yang dilakukan selama 2 minggu mengalami perubahan khususnya pada Ny.S dalam melakukan ADL secara mandiri.
PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY DAN IRINGAN MUSIK TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN DENGAN POST APENDIKTOMI HARI I DI RUANG CEMPAKA RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK jamaludin jamaludin; nur khikmatul ulya
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.37

Abstract

Ada dua tipe dasar intervensi keperawatan untuk penatalaksanaan nyeri yaitu pendekatan farmakologi dan pendekatan nonfarmakologi. Pendekatan farmakologi merupakan pendekatan kolaborasi antara perawat dan dokter yang menekankan pada pemberian obat yang mampu menghilangkan sensasi nyeri9. Sedangkan pendekatan nonfarmakologi merupakan pendekatan untuk menghilangkan nyeri dengan menggunakan teknik manajemen nyeri yang meliputi: stimulasi dan masase kutaneus, kompres hangat dan dingin, stimulasi saraf elektris transkutan (TENS), distraksi, imajinasi terbimbing (guided imagery), hipnosis dan teknik relaksasi; seperti tarik nafas dalam. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah guided imagery. Guided imagery (imajinasi terbimbing) merupakan penciptaan khayalan pasien dengan tuntunan dari pemberi pelayanan keperawatan untuk mendorong pasien mevisualisasikan atau memikirkan pemandangan atau situasi yang disenangi pasien. Iringan musik juga dapat digunakan untuk menjadi faktor penunjang dalam penatalaksanaan guided imagery. Penelitian ini merupakan laporan kasus yang bertujuan untuk mengetahui hasil penurunan nyeri pada pasien post apendiktomi hari ke-1 di Ruang Cempaka RSUD Sunan Kalijaga Demak dengan menggunakan terapi guided imagery dan iringan musik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah single case study non-exeprimental. Penelitian dengan studi kasus tunggal (case study) lazim untuk menguji efektifitas sebuah terapi. Laporan kasus ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan implementasi pada pasien selama 4 hari di Ruang Cempaka dengan partisipan sebanyak 4 pasien post apendiktomi. Hasil manajemen nyeri dengan menggunakan terapi guided imagery dan iringan musik pada pasien post appendiktomi menunjukkan adanya penurunan nyeri yang semula dari skala nyeri berat pada pengelolaan hari pertama menjadi skala nyeri ringan pada pengelolaan hari keempat dengan ekspresi wajah pasien terlihat rileks. Hasil Pemberian terapi guided imagery  terbukti berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien post apendiktomi.Kata kunci: post apendiktomi, nyeri, terapi guided imagery dan iringan musik.
PENATALAKSANAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN HIPERTENSI UNTUK MENGURANGI NYERI DI RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus luluk cahyanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.38

Abstract

Tekanan darah normal untuk dewasa memiliki sistolik di bawah 120 mmHg dan diastolic di bawah 80 mmHg. Tekanan darah yang tidak normal lebih tinggi dari 120/80 mmHg. Tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg, atau diastolic diatas 90 mmHg merupakan hipertensi. Penyakit hipertensi terdiri atas dya klasifikasi yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Nyeri kepala merupakan gejala penting dari berbagai kealinan tubuh organic maupun fungsional, nyeri kepala adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan emosi dengan kerusakan jaringan. Terapi non farmakologi untuk menurunkan nyeri salah satunya adalah teknik relaksasi nafas dalam yang terdiri dari pernapasan dada dan perut dengan frekuensi lambat berirama yang memiliki manfaat sebagai pereda nyeri akut maupun kronis dengan cara melakukannya secara konstan. Penulisan ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus. Metode penulisan ini adalah analisa deskriptif terhadap pasien hipertensi di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus. Penulis menyimpulkan bahwa untuk mengurangi nyeri kepala pada pasien hipertensi dilakukan pemberian teknik relaksasi nafas dalam, namun jika sudah dilakukan pemberian teknik relaksasi nafas dalam harus di imbangi juga dengan pola makan yang baik terutama makanan yang mengandung garam dan kelosterol harus dihindari pada pasien hipertensi. Tindakan pemberian teknik relaksasi nafas dalam dilakukan selama 2 hari. Dari hasil kesimpulan yang didapat ada pengaruh terhadap pemberian teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri pada pasien hipertensi. Kata Kunci    : Hipertensi, Nyeri Kepala, Relaksasi Nafas Dalam
PENGARUH STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI LUTUT PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS icca narayani Pramudaningsih; wahyu sarayosa rahmawati devi
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.50

Abstract

Abstract Knee osteoarthritis (OA) is a chronic knee joint disorder with knee joint damage, in the form of disintegration and bony edge growth (osteophytes) that cause pain in the knee. One of the non-pharmacological therapy that can reduce the intensity of pain is to do Strengthening Exercise The purpose of this study was to determine the effect of Strengthening Exercise in decreased knee pain intensity in Osteoarthritis patients This case study design is Quesy experiment using a control group design pre-post-test with a total sample of 46 people using total sampling technique, 23 intervention samples and 23 control samples. The results of this study were knee pain in the control group before and after without strengthening exercise average respondents experienced moderate knee pain as much as 17 people (73.9%) and Pain knee respondents in the intervention group before doing Strengthening Exercise average respondents had knee pain while as many as 17 people (73.9%) and after strengthening exercise the average respondents experienced mild joint pain as much as 16 people (69.6%). Based on the research, it can be concluded that there is a difference of knee pain in the intervention group with p value of 0.000 and the difference of knee pain in the control group with p value of 0.011 Keywords: Knee osteoarthritis, knee pain, strengthening exercise.  Intisari             Osteoarthritis (OA) lutut adalah gangguan sendi lutut yang bersifat kronis disertai kerusakan tulang sendi lutut, berupa disintegrasi dan pertumbuhan tepi tulang (osteofit) yang menyebabkan nyeri pada lutut. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan intensitas nyeri adalah dengan melakukan Strengthening Exercise Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Strengthening Exercise dalam penurunan intensitas nyeri lutut pada penderita Osteoarthritis Rancangan studi kasus ini adalah Quesy eksperimen dengan menggunakan bentuk rancangan control group pre test-post test dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang dengan menggunakan teknik total sampling, 23 sampel intervensi dan 23 sampel kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah Nyeri lutut pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah tanpa melakukan strengthening exercise rata-rata responden mengalami nyeri lutut sedang sebanyak 17 orang (73.9%) dan Nyeri lutut responden pada kelompok intervensi sebelum melakukan Strengthening Exercise rata-rata responden mengalami nyeri lutut sedang sebanyak 17 orang (73.9%) dan sesudah melakukan strengthening exercise rata-rata responden mengalami nyeri sendi ringan sebanyak 16 orang (69.6%). Berdasarkan penelitian tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa Adanya perbedaan nyeri lutut pada kelompok intervensi dengan nilai p value sebesar 0.000 dan adanya perbedaan nyeri lutut pada kelompok kontrol dengan p value sebesar 0.011 Kata kunci : Osteoarthritis lutut, Nyeri lutut, strengthening exercise. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6