cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
‘‘The Utilization of Local Multi Microbial With Different Dose and Duration Incubation Time on the Dry Matterand Organic Matter Digestibility of Oil Palm Frond In Vitro’’ wike sujana
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Oil palm frond is one of waste oil palm plantations , where its presence is quite abundant throughout the year in Indonesia , especially North Sumatra . This study aims to assess the ability of microorganisms with dose and different incubation time in improving digestibility of dry matter (DMD) and organic matter digestibility (OMD) of the oil palm frond in vitro. The design used in this study was factorial design using randomized block design. The treatment consists of a dose of P1 (0.2%) and P2 (0.4%) and time incubation 0, 3, 6 and 9 days. Oil palm frond fermented by local microbe (Aspergilusniger + Saccharomyces cerevisiae + bacteria buffalo). The result showed that the dose had significant effect (P 0.05) on the DMD and OMD in vitro. Local multi microbial doses of 0.4% showed higher than 0.2% on the DMD and OMD of oil palm frond. Conversely, incubation time 0 – 9 days did not affect (P> 0.05) the digestibility value. There is no interaction between dose and time incubation on the DMD and OMD. It is concluded that dose localmulti microbial increase digestibility of oil palm frond in vitro. Keywords: Oil palm frond, local multi microbial, dose, incubation time, digestibility, In vitro
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONSUMSI DAGING AYAM BROILER DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Mara Nagan Dalimunthe
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.766 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi daging broiler di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini dilaksanakan di 4 Kecamatan (Padang Bolak, Portibi, Halongonan dan Padang Bolak Julu) mulai bulan Januari sampai Februari 2015. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan unit responden yaitu konsumen daging ayam broiler. Sampel diperoleh dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 320 konsumen. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika harga daging ayam broiler turun maka permintaan terhadap daging ayam meningkat, meningkatnya pendapatan konsumen maka akan meningkat pula peluang konsumen untuk mengkonsumsi daging ayam broiler, semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka jumlah permintaan akan meningkat dan semakin tinggi harga komoditi lain seperti daging sapi maka jumlah permintaan daging ayam broiler juga akan semakin tinggi. Hal ini menyimpulkan bahwa permintaan daging broiler di kabupaten Padang Lawas Utara  elastis.  
PEMANFAATAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS AYAM BROILER rosnikah manullang
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.084 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu  potensi sumber protein Indonesia adalah ayam broiler. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah ikan gabus pasir terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Penelitian ini dilakukan  di Jln Pelita Baru, Binjai pada bulan Agustus – September 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 5 ekor ayam broiler. Perlakuan terdiri atas  P0 (tepung ikan komersil), P1 (50% tepung ikan gabus pasir), P2 (100% tepung limbah ikan gabus pasir). Hasil penelitian menunjukan Rataan bobot potong (g) secara berturut- turut untuk perlakuan P0, P1 dan P2 sebesar  ; (1261,94, 1279,39 dan 1085,00). Bobot karkas (g) ; (913,72, 938,39 dan 785,89). Persentase karkas (g) ; (72,41, 73,32 dan 72,49). Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas. Kesimpulannya adalah bahwa tepung ikan gabus pasir dapat digunakan dalam ransum untuk menggantikan tepung ikan komersil hingga batas pemberian maksimal.
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT BUAH MARKISA (Passiflora edulis var. edulis) FERMENTASI Phanerochaete chrysosporium DALAM RANSUM BENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH meika putri sitepu
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.046 KB)

Abstract

ABSTRAK Kulit buah markisa merupakan limbah dari buah markisa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dalam ransum bentuk pelet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemanfaatan tepung kulit buah markisa (KBM) fermentasi Phanerochaete chrysosporium dalam ransum bentuk pelet terhadap performans kelinci rex jantan lepas sapih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari berbagai level yaitu  P0 (0%); P1 (10%); P2 (20%) dan P3 (30%). Hasil penelitian menunjukan rataan konsumsi (g/ekor/hari) (71.07;69.34;71.18;71.28), pertambahan bobot badan (14.96; 17.00; 17.04;17.36), konversi ransum sebesar (4.78; 4.28; 4.28;4.03). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Kesimpulannya adalah penggunaan tepung kulit buah markisa fermentasi dan tanpa fermentasi dapat digunakan sebagai pakan alternatif sampai level 30% dalam ransum kelinci rex jantan.  
KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN PROTEIN KASAR RANSUM YANG MENGANDUNG TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN PADA BROILER ‘‘Digestibility of Dry Matter, Organic Matter, and Crude Protein The Diet Which rahmayanti boangmanalu
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.387 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine value of the effect of gabus pasir (Butis amboinensis) waste fish meal on digestibility of dry matter, organic matter, and crude protein. This research was conducted at the Laboratory of Animal Biology, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of  Sumatra Utara from October to November 2015. The design used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications, each replication consisted of 2 broilers. Treatments were consisted of P0 = control, P1 = gabus pasir waste meal 5% and 5% commercial fish meal, P2 = gabus pasir waste meal 10%. The result showed the average dry matter digestibility (%) for the treatments of P0, P1, and P2 were 76,57, 77,96 and 76,26, respectively. Organic matter digestibility (%) 77,02, 78,41 and 76,75, respectively. Digestibility of crude protein (%) 84,52, 85,81 and 83,79, respectively. Statistic analysis showed that the treatment of P1 had high significant (P<0.05) higher than P0 and P2 on the dry matter, organic matter and crude protein digestibility. The conclusion of this research that gabus pasir waste fish meal can be used up to 5% to subtitute fish meal in broiler chicken diet.   Keywords : waste of gabus pasir meal, digestibility, broiler ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar ransum yang mengandung limbah tepung ikan gabus pasir. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dari bulan Oktober sampai dengan November 2015. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 2 ekor broiler. Perlakuan terdiri atas  P0= kontrol, P1= tepung limbah ikan gabus pasir 5% dan komersil 5%, P2= tepung limbah ikan gabus pasir 10%. Hasil penelitan ini menunjukkan rataan kecernaan bahan kering (%) secara berturut-turut untuk perlakuan P0, P1, dan P2 sebesar ; 76,57, 77,96 dan 76,26. Kecernaan bahan organik ; 77,02, 78,41 dan 76,75. Kecernaan protein kasar ; 84,52, 85,81 dan 83,79.  Uji statistik penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P1 memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) dibandingkan dengan perlakuan P0 dan P2 dalam meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar. Kesimpulannya bahwa tepung limbah ikan gabus pasir dapat digunakan sampai dengan 5%  untuk menggantikan tepung ikan dalam ransum  broiler.   Kata kunci: Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir, Kecernaan, Broiler.
PENAMBAHAN ENZIM FITASE DALAM PAKAN KONVENSIONAL TERHADAP PERFORMANS, PEMANFAATAN FOSFOR DAN INCOME OVER FEED COST (IOFC) AYAM BROILER *The Effect Of Phytase Enzyme In Conventional Diet On Body Weight Gain Of Chicken, Phosphorus Utilization And Income idaman manik
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.163 KB)

Abstract

ABSTRACT This research aimed to determine the effect of phytase enzyme in conventional diet on body weight gain of chicken, Income Over feed Cost and phosphorus utilization in broiler chicken. The research was conducted in Biology Laboratory, from  November to Desember 2015. The design experiment used Completly Random Design (CRD). The treatment that given phytase doses (FTU/kg feed)  on this research consist of 0 (P0), 500 (P1), 1000 (P2), 1500 (P3) and 2000 (P4). The variable that observed are feed consumption, daily body weight gain, feed convertion ratio and phosphorus of utilization.The result showed that the utlilization of fitase up to 2000 FTU/kg had no significantly effect (P>0,05) on feed consumption, body weight gain and feed convertion ratio. but gave significantly effect (P<0,01) on utilization of posphor in diet, unifority of body weight gain and Income Ove Feed Cost. The conclusion of this research that enzime phytase be use to level 1000 FTU/kg in feed increase posphor utilization, the uniformity of body weight, the Income Over Feed Cost of broiler chicken. Keywords : phytat acid, phytase enzyme, performances, phospor, broiler chicken ABSTRAK Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi, pada bulan November-Desember 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan dengan dosis fitase (FTU). Dalam penelitian ini terdiri dari 0 FTU/kg ransum (P0), 500 FTU/kg ransum (P1), 1000 FTU/kg ransum (P2), 1500 FTU/kg ransum (P3) dan 2000 FTU/kg ransum (P4). Parameter yang diteliti adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, Feed Convertion Ratio (FCR) dan pemanfaatan fosfor, keseragaman PBB dan Income over feed cost (IOFC).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase sampai level 2000 FTU/kg dalam ransum tidak memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan FCR. Tetapi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap pemanfaatan fosfor didalam pakan konvensional dan keseragaman pertambahan bobot badan dan Icome Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan enzim fitase sampai level 1000 FTU/kg dalam ransum mempengaruhi peningkatkan pemanfaatan fosfor dalam pakan konvensional dan meningkatkan keseragaman pertambahan bobot badan ayam broiler.   Kata kunci : Asam Fitat, Enzim Fitase, Performans, fosfor dan ayam broiler
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN USAHA SAPI POTONG DI KABUPATEN LANGKAT achmad syahdani
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pendapatan dan efisiensi pemasaran usaha sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Langkat mulai bulan Juni sampai September 2014. Penelitian ini menggunakan proportional stratified random sampling dan diperoleh 219 responden, yaitu kecamatan Batang Serangan (111 responden), Besitang (69 responden) dan Sirapit (39 responden). Efisiensi pemasaran didapat melalui metode wawancara terhadap peternak, pengumpul, rumah potong hewan, pedagang pasar dan konsumen akhir mengenai harga jual sapi potong. Hasil penelitian menujukkan bahwa skala usaha berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pendapatan peternak, sedangkan umur peternak, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga dan  biaya prduksi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pendapatan peternak. Terdapat 3 pola saluran pemasaran sapi potong dimana pola I (peternak, pedagang pasar dan konsumen akhir) adalah saluran pemasaran yang paling efisien. Kesimpulan penelitian ini adalah skala usaha memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan dan semakin pendek saluran pemasaran maka meningkatkan efisiensi pemasaran sapi potong. Kata Kunci : Pendapatan Peternak, Efisiensi Pemasaran, Sapi Potong
ANALISIS USAHA PEMANFAATKAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) PADA ITIK PEKING UMUR 1 HARI SAMPAI 8 MINGGU Heri Nirwanto
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha pemanfaatan tepung limbah ikan gabus pasir terhadap biaya produksi, hasil produksi, laba/rugi, income over feed cost (IOFC) dan revenue cost ratio (R/C ratio). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, yang berlangsung pada bulan Agustus sampai Oktober 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan analisis ekonomi. Penelitian tediri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan menggunakan perbandingan tepung ikan komersial dengan tepung limbah ikan gabus pasir antara P0 (10%:0%), P1 (5%:5%), P2 (0%:10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan P0, P1 dan P2 memberikan hasil yang berbeda terhadap rataan total biaya produksi (Rp/ekor/periode): 45.905,52; 45.092,33 dan 44.857,98, total hasil produksi (Rp/ekor/periode): 46.188,33; 46.779,83 dan 47.868,33, laba / rugi (Rp/ekor/periode): 282,80; 1.687,50 dan 3.010,34, income over feed cost (IOFC) (Rp/ekor/periode): 17.673,12; 19.077,81 dan 20.400,88  dan R / C ratio : 1.01; 1.04 and 1.07.  Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa Penggunaan tepung limbah ikan gabus pasir dengan level 10% dapat meningkatkan total hasil produksi, R/C Ratio, analisis laba rugi dan IOFC (Income Over Feed Cost). Dan dapat menurunkan harga pakan, biaya konsumsi dan total biaya produksi pada pemeliharaan itik peking. Penggunaan tepung limbah ikan gabus pasir dengan level 10% dapat meningkatkan pendapatan dan menggantikan tepung ikan komersil dalam ransum ternak itik peking. Kata kunci : Analisa Usaha, Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir, Itik Peking.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM SIFAT PERTUMBUHAN PADA BANGSA BABI YORKSHIRE Ekani Putri
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengestimasi nilai parameter genetik dan komponen ragam dari sifat pertumbuhan pada Babi Yorkshire. Penelitian dilakukan di BPTU-HPT Siborongborong pada bulan Juni 2015. Materi penelitian terdiri dari catatan produksi babi Yorkshire selama satu generasi sebanyak 249 ekor yang berasal dari 4 ekor pejantan dan 37 ekor induk babi Yorkshire. Variabel yang diamati adalah bobot lahir, bobot sapih dan jumlah anak sekelahiran. Heritabilitas dan korelasi genetik diestimasi menggunakan metode pola tersarang (nested design) model unbalanced dan nilai pemuliaan dihitung menggunakan pengukuran tunggal dirinya sendiri. Hasil penelitian menunjukan nilai koefisen keragaman sifat bobot lahir, bobot sapih dan jumlah anak sekelahiran berturut-turut adalah 21,8%, 20,5% dan 22%. Nilai heritabilitas sifat bobot lahir dan bobot sapih berturut-turut adalah 0,21 dan 0,13. Nilai korelasi genetik bobot lahir dengan bobot sapih, jumlah anak sekelahiran dengan bobot lahir dan jumlah anak sekelahiran dengan bobot sapih berturut-turut adalah 0,264, 0,050 dan -0,110. Kesimpulan penelitian adalah nilai koefisien keragaman dari sifat pertumbuhan termasuk kategori tinggi, nilai heritabilitas termasuk kategori sedang, dan nilai korelasi genetik termasuk kategori rendah sampai sedang. 261Kata kunci : Babi Yorkshire, parameter genetik, sifat pertumbuhan, heritabilitas,  korelasi genetik.  
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM SIFAT PERTUMBUHAN PADA BANGSA BABI LANDRACE Marida Nababan
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Informasi genetik babi Landrace menentukan strategi pemuliaan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai heritabilitas, korelasi genetik, dan nilai pemuliaan babi Landrace. Penelitian dilakukan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Desa Siaro Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah pola tersarang data tidak seimbang. Materi penelitian merupakan data produksi dari 465 ekor Babi Landrace dengan jantan sebanyak 245 ekor dan betina sebanyak 220 ekor. Hasil penelitian menunjukkan nilai heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih berturut-turut adalah 0.14 dan 0.36. Nilai korelasi genetik (bobot lahir-bobot sapih) (jumlah anak sekelahiran-bobot lahir) (jumlah anak sekelahiran-bobot sapih) dengan nilai masing-masing adalah: 0.24%; -0.06% dan -0.14%. Kesimpulan penelitian adalah nilai koefisien keragaman sifat pertumbuhan pada babi Landrace memiliki keragaman yang tinggi namun korelasi genetiknya rendah. Kriteria terhadap seleksi sifat pertumbuhan pada babi Landrace didasarkan pada bobot lahir dan bobot sapih.   Kata kunci : Babi Landrace, heritabilitas, korelasi genetik, nilai pemuliaan.