cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PENINGKATAN UNJUK KERJA VERIFIKASI CITRA SIDIK JARI BERMINYAK BERDASARKAN MINUTIAE DENGAN METODE GABOR FILTER Sayed Munazzar; Tulus Tulus; Fahmi Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: VOL 5 : SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.83 KB)

Abstract

Sidik jari merupakan salah satu sistem biometrik yang banyak digunakan untuk pengenalan secara otomatis maupun pemeriksaan identitas dikarenakan sifat dari citra sidik jari yang uniqness dan tidak pernah berubah. Dengan menggunakan 56 sampel sidik jari dari 7 orang yang berbeda, verifikasi citra sidik jari berminyak berdasarkan minutiae bertujuan untuk mendapat nilai minutiae dari citra sidik jari yang maksimal sehingga citra sidik jari bisa didapatkan kecocokan paling tinggi. Hasil dari verifikasi citra sidik jari normal dengan citra sidik jari berminyak sebelum gabor menghasilkan kecocokan sebesar 15,54% sedangkan verifikasi citra sidik jari normal dengan citra sidik jari berminyak setelah gabor menghasilkan kecocokan sebesar 20,46% sehingga persentase kecocokan meningkat 5%.
DETEKSI FITUR WAJAH MANUSIA TANPA MARKER AKTIF MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Muliyadi Muliyadi; Tulus Tulus; Fahmi Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: VOL 5 : SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.531 KB)

Abstract

Motion capture dengan menggunakan marker aktif yang ada saat ini membutuhkan perangkat dan pakaian khusus yang dipakai oleh aktor yang mengakibatkan aktor sulit untuk melakukan gerakan-gerakan yang kompleks. Hal ini kemungkinan ada bagian marker yang terlepas atau  tidak tertangkap oleh kamera sehingga mempengaruhi hasil capture. Dalam penelitian ini akan Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mendeteksi   fitur–fitur wajah yang meliputi alis, mata, hitung, mulut dan lengkungan wajah. tanpa menggunakan marker akan tetapi dengan menggunakan titik landmark pada setiap fitur-fitur wajah, yang nantinya dapat memberikan kontribusi pada bidang penelitian facial motion capture dan pada dunia animasi serta game development sehingga akan mempermudah para kreator dalam membuat animasi yang realistis sebagaimana gerakan aslinya atau alami dari Aktor tanpa menggunakan pakaian khusus atau marker.
Design of Contactless Hand Biometric System With Relative Geometric Parameters Antonius Siswanto; Pernantin Tarigan; Fahmi Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: VOL 5 : SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.396 KB)

Abstract

The main concern in contactless biometric system is the position of the hand that may vary relatively to camera. This variation of position result in different parameters of hand geometry captured from the same person, in different time, which is a serious problem in identification process. This paper presents a novel contactless biometric verification system based on relative geometric parameters of the hand, as the biometric feature. A webcam captured color image of the hand, which will be transformed into binary image for segmentation, based on thresholding technique. Binary image was extracted to get nine absolute geometrical sizes. The relative geometric parameters derived from ratios between those geometrical sizes were calculated. Feature extraction was processed by scanning technique. Matching was conducted based on match score, which is the output result by feeding relative geometric parameters to backpropagation-trained artificial neural network. Our design provided accuracy of 87.237%, precision of 85.798%, False Match Rate (FMR) of 14.780%, and False Non Match Rate (FNMR) of 10.747%.
ANALISIS PENGURANGAN DERAU PADA SINYAL LOUDSPEAKER MENGGUNAKAN FILTER ADAPTIF KALMAN Fitriani Christhien Simbolon; Arman Sani
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.455 KB)

Abstract

Derau acak pada loudspeaker dapat menyebabkan suara yang terdengar tidak jernih. Untuk itu diperlukan suatu metode supaya pola derau yang acak dapat dikenali dan ditekan seminimal mungkin. Metode yang digunakan pada paper adalah metode penapisan derau pada sinyal loudspeaker menggunakan filter adaptif Kalman. Sinyal loudspeaker yang mengandung derau diumpamakan dengan sinyal suara rusak yang diperoleh dari penambahan derau Gaussian acak dengan sinyal suara murni hasil rekaman. Pada paper dibahas analisis pengaruh variasi nilai parameter filter adaptif Kalman, yaitu orde filter, kovarians derau proses (Q), dan kovarians derau pengukuran (R) terhadap nilai Mean Square Error (MSE) dan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) output. Dengan diperolehnya nilai MSE yang minimum dan nilai SNR output yang maksimal dari simulasi Matlab menunjukkan bahwa filter adaptif Kalman mampu bekerja optimum untuk mengenali dan menekan derau pada sinyal suara yang rusak. Sampel sinyal suara yang ditapis adalah pengucapan kata “makan” dan “Jakarta”. Dari percobaan kata “makan” diperoleh bahwa filter bekerja optimal dengan Q=0.00001 dan R=0.1 pada orde 2 dengan hasil MSE=7.4352x10-5 dan SNR output= 25.8916 dB. Dari percobaan kata “Jakarta” diperoleh bahwa filter bekerja optimal dengan Q=0.00001 dan R=0.1 pada orde 1 dengan hasil MSE=2.8164x10-5 dan SNR output=27.2114 dB. Dari percobaan penapisan dengan amplitudo derau Gaussian yang semakin besar diperoleh bahwa semakin besar amplitudo derau Gaussian maka semakin sulit filter adaptif Kalman mengenali dan menekan derau tersebut.
STUDI KEANDALAN DAN KETERSEDIAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP UNIT 2 PT. PLN (Persero) SEKTOR PEMBANGKITAN BELAWAN Lukmanul Hakim Rambe; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses produksi listrik pembangkit listrik tenaga uap merupakan pembangkit listrik thermal yang memiliki kapasitas yang besar, karena merupakan pembangkit yang menyuplai beban dasar dalam sistem kelistrikan. Dari segi ekonomis PLTU merupakan pembangkit listrik yang hemat sehingga banyak digunakan, walaupun dalam investasi awal PLTU sangatlah mahal. Pembangkit Listrik Tenaga Uap memiliki beberapa komponen utama antara lain turbin uap, boiler, kondensor dan generator. Semua komponen tersebut terintegrasi menjadi satu kesatuan sistem unit yang bekerja untuk dapat menghasilkan energi listrik. Seperti yang diketahui, bahwa pembangkit sering mengalami pelepasan sebagian beban melihat perkembangan beban yang semakin besar sehingga perlu dilakukan evaluasi. Dari sisi kualitas PLTU dipengaruhi oleh besarnya kapasitas faktor dan faktor ketersediaan terhadap produksi listrik. Dalam penelitian ini didapat nilai kapasitas faktor PLTU unit 2 sebesar 70,52 % dan faktor ketersediaan sebesar 69,23%. Sedangkan secara kuantitas komponen yang memiliki keandalan terburuk selama 26304 jam adalah preasure gauge, untuk ketersediaan terbaik adalah modul i/o level. Agar keandalan tetap terjaga maka dilakukan rencana operasi dengan menjadwalkan perawatan pencegahan, dimana didapat bahwa komponen yang harus mengalami perawatan tercepat yaitu condensat pump dan termokopel 1.
ANALISA PERHITUNGAN SUSUT TEKNIS DENGAN PENDEKATAN KURVA BEBAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI PT. PLN (PERSERO) RAYON MEDAN KOTA Bayu Pradana Putra Purba; Eddy Warman
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pendistribusian energi listrik dari pembangkit hingga ke konsumen terjadi hilangnya energi atau susut energi (losses).  Susut energi pada suatu sistem kelistrikan pasti selalu ada. Hal ini disebabkan adanya kandungan tahanan pada penghantar yang bersifat permanen dan sifat alamiah jaringan itu sendiri. Berdasarkan standar nasional , losses pada saluran transmisi dan distribusi idealnya adalah sekitar 8% - 10%. Jurnal ini akan memperlihatkan pengaruh dari pertambahan beban daya listrik terhadap susut teknis pada jaringan. Semakin besar beban yang dilayani, maka akan menghasilkan susut teknis yang semakin membesar pula. Pada bulan Juni tahun 2013 total susut teknis pada Gardu Induk Glugur TD II mencapai 350690.76 kWH yang terdiri dari susut pada penyulang JTM  sebesar 64194.97 kWH  dan susut pada transformator distribusi sebesar 286495.79 kWH.
ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI Army Frans Tampubolon; Syiska Yana
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan daya listrik yang berkualitas. Kualitas daya listrik dipengaruhi salah satunya oleh kedip tegangan. Kedip tegangan adalah peristiwa turunnya tegangan dalam waktu kurang dari 1 menit. Dampak negatif dari kedip tegangan salah satunya adalah terganggunya proses penyampaian data jaringan komputer dan alat kontrol elektronika yang banyak digunakan saat ini. Penyebab terjadinya kedip tegangan adalah gangguan hubung singkat dan pengasutan motor induksi. Pada penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan analisis kedip tegangan yang terjadi akibat pengasutan motor induksi. Pengukuran dilakukan di PDAM Tirtanadi Instalasi Sunggal pada panel pompa air baku/RWP-1, dengan hasil terjadi kedip tegangan akibat pengasutan pompa air bersih/FWP pada fasa R, S dan T sebesar 67,4%, 78,2% dan 84,1%.
ANALISIS UNJUK KERJA JARINGAN PADA SISTEM CDMA (STUDI KASUS TELKOM FLEXI MEDAN) Elis Fronika Hutasoit; Naemah Mubarakah
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi seluler yang bersifat mobile berkembang begitu pesat seiring dengan kebutuhan informasi yang semakin meningkat. Sehingga diperlukan sistem yang mampu memberikan layanan komunikasi secara bebas dimana saja dengan kinerja jaringan tetap optimal. Flexi merupakan salah satu teknologi seluler CDMA, yang juga bersaing memberikan layanan komunikasi melalui peningkatan mutu jaringan. Untuk meningkatkan mutu jaringan perlu dilakukan monitoring dan analisis untuk mengetahui kinerja jaringan. Jurnal ini membahas tentang unjuk kerja jaringan pada sistem CDMA. Analisis dilakukan dari data yang diperoleh melalui data DT dan pengamatan M2000, dibahas juga hasil pengukuran parameter diantaranya KPI dan Call Sequence yang menunjukkan kinerja jaringan serta memberikan rujukan untuk peningkatan jaringan yang lebih optimal. Berdasarkan analisis diketahui bahwa jaringan pada cluster 2 meliputi (Medan Amplas, Sunggal, Medan Baru) lebih baik dibandingkan cluster 7 meliputi (Lubuk Pakam, Batang Kuis, Perbaungan, Talun Kenas, Langkat, Atau tergolong sub urban). Diperoleh nilai Key Performance Indikator terendah pada cluster 7 yaitu -15 dB≤EcIo≥-12dB, -115dBm≤Rx Power≥-95dBm, -10dBm≤Tx Power≥15dBm dan FFER mencapai 50,7%. Persentase nilai CSSR cluster 2 yaitu CSSR ≤ 99% sebesar 23%, CSSR≥ 99% sebesar 76%. Sedangkan pada cluster 7, CSSR≤99% sebesar 77,2%, CSSR≥99% hanya 22,7%. Persentase nilai CDR cluster 2 mencapai standar network performance improvement sedangkan cluster 7 memiliki area yang melebihi standar. Persentase nilai soft handoff Intra_BS cluster 2 dan cluster 7 mencapai nilai rata-rata sedangkan persentase soft handoff Inter_BS tidak merata. Diketahui bahwa unjuk kerja jaringan cluster 7 kurang bagus sehingga perlu dilakukan optimalisasi agar kualitas jaringan semakin baik.
PENGARUH UKURAN BUTIRAN AIR HUJAN TERHADAP TEGANGAN TEMBUS UDARA Join wan chanlyn Sigalingging; Hendra Zulkarnain
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dielektrik merupakan suatu bahan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik, dimana dielektrik berfungsi sebagai pelindung agar tidak terjadi tembus listrik yang tidak diinginkan.Apabila medan listrik yang diterapkan melebihi kekuatan dielektrik material tersebut maka akan terjadi breakdown. Tegangan tembus udara dipengaruhi beberapa hal antara lain temperatur, kelembaban, angin, dan tingkat kontaminasi udara. Adanya kondisi hujan akan mempengaruhi kekuatan dielektrik udara, karena telah dipengaruhi oleh faktor konduktivitas dari hujan itu sendiri. Pada paper  ini dikaji pengaruh ukuran butiran air hujan terhadap tegangan tembus udara, dengan pemodelan simulasi hujan buatan pada peralatan tegangan tinggi dengan elektroda bola - bola, elektroda jarum – jarum, dan jarum piring. Dimana hasil analisis penelitian ini terlihat semakin besar ukuran butiran air hujan maka semakin besar penurunan tegangan tembus udara yaitu penurunan tegangan terbesar yaitu pada elektroda bola-bola 61,46%, pada elektroda jarum – jarum 30,34% dan jarum piring 32,41%.   Kata Kunci: dielektrik, breakdown, kekuatan dielektrik, konduktivitasDielektrik merupakan suatu bahan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik, dimana dielektrik berfungsi sebagai pelindung agar tidak terjadi tembus listrik yang tidak diinginkan.Apabila medan listrik yang diterapkan melebihi kekuatan dielektrik material tersebut maka akan terjadi breakdown. Tegangan tembus udara dipengaruhi beberapa hal antara lain temperatur, kelembaban, angin, dan tingkat kontaminasi udara. Adanya kondisi hujan akan mempengaruhi kekuatan dielektrik udara, karena telah dipengaruhi oleh faktor konduktivitas dari hujan itu sendiri. Pada paper  ini dikaji pengaruh ukuran butiran air hujan terhadap tegangan tembus udara, dengan pemodelan simulasi hujan buatan pada peralatan tegangan tinggi dengan elektroda bola - bola, elektroda jarum – jarum, dan jarum piring. Dimana hasil analisis penelitian ini terlihat semakin besar ukuran butiran air hujan maka semakin besar penurunan tegangan tembus udara yaitu penurunan tegangan terbesar yaitu pada elektroda bola-bola 61,46%, pada elektroda jarum – jarum 30,34% dan jarum piring 32,41%.   Kata Kunci: dielektrik, breakdown, kekuatan dielektrik, konduktivitas
PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS UDARA PADA ELEKTRODA BOLA TERPOLUSI ASAM christian daniel simanjuntak; Syahrawardi Syahrawardi
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralatan listrik yang memerlukan udara sebagai bahan isolasinya banyak dijumpai pada daerah padat industri. Peralatan listrik ini tidak jauh dari kemungkinan terjadinya peristiwa korosi yang disebabkan oleh polusi seperti hujan asam di sekitar daerah tersebut. Peristiwa korosi ini akan menyebabkan perubahan bentuk peralatan listrik yang akan berpengaruh pada distribusi medan listriknya. Dimana distribusi medan listrik pada peralatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh korosi tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi temperatur di sekitar peralatan listrik. Pengujian dilakukan dengan cara melakukan percobaan pada tegangan tembus udara di antara sela elektroda bola dalam kondisi tidak terpolusi atau dalam keadaan normal dan temperatur dinaikan di sekitar elektroda bola. Kemudian percobaan berikutnya dilakukan pada elektroda bola yang telah terpolusi asam, dengan jarak sela yang berbeda. Elektroda yang digunakan berdiameter 5 cm dan 10 cm, serta asam yang digunakan adalah asam Nitrat (HNO3). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa terjadi penurunan tegangan tembus udara akibat dari kenaikan temperatur disekitar elektroda bola-bola dan polusi yang terdapat pada elektroda tersebut, besarnya persentase penurunan tegangan tembus pada berbagai sela sebesar 8,25 % Kata Kunci : Tegangan tembus udara, Pengaruh temperatur, dan polusi zat asam.

Page 11 of 31 | Total Record : 310