cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
Analisis Kinerja Optical Switch Pada Jaringan Banyan Muhammad Ikbal Kurniawan; M Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.62 KB)

Abstract

Jaringan Switch Optik Banyan adalah sebuah jaringan switching bertingkat (Multistage Interconnection Network/MIN) yang biasanya terdiri dari sejumlah elemen switching yang digabungkan ke dalam. Salah satu masalah yang paling serius dalam switching optik adalah adanya crosstalk optik. Crosstalk ini terjadi ketika dua kanal sinyal saling berinteraksi satu sama lain. Dalam penulisan ini dianalisis kinerja switching optik dengan menggunakan jaringan Banyan dengan input/output 2, 4, 8, 16, 32, 64 dan seterusnya. Dalam hal ini tolak ukur kinerja yang digunakan adalah crosstalk dengan parameter rancangan adalah ratio perbandingan stateON-OFF pada gate adalah -50 dB, crosstalk yang terdapat pada gate adalah -0.1 mW-1dan faktor pentransmisian filter pada kanal optical switch -40 dB dan nilai probabilitas paket yang dianalisis adalah 0.1 – 1. Setelah dilakukan analisis probabilitasblockingpada jaringan Banyan, diperoleh hasil bahwa apabila jumlah input/output jaringan Banyan semakin besar, dengan nilai probabilitas paket yang dihasilkan pada jaringan sebelum memasuki switchingyang tetap, maka probabilitasblocking-nya akan semakin kecil. Namun jika nilai probabilitas paket yang dihasilkan pada jaringan sebelum memasuki switchingdiperbesar, Probabilitas blocking akan semakin besar. Sedangkan untuk nilai crosstalk, jumlahInput/Outputnya dinaikkan, maka nilai crosstalk akan semakin besar.
STUDI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT DENGAN METODE WARD LEONARD Dimas Harind Yudha Putra; Riswan Dinzi
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.838 KB)

Abstract

Motor arus searah merupakan salah satu motor listrik yang sering digunakanoleh industri – industri terutama industri yang membutuhkan kecepatan putaran yang konstan. Motor arus searah mempunyai pengaturan yang sangat mudah dilakukan dalam berbagai kecepatan dan beban yang bervariasi. Pengaturan kecepatan pada motor arus searah dapat dilakukan dengan metode ward leonard. Pengaturan putaran motor ini dilakukan dengan mengubah-ubah tegangan terminal yang memiliki daerah pengaturan yang luas. Dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa variasi tegangan dari yang terkecil 20 volt sampai yang terbesar 220 volt untuk mendapatkan hasil putaran yang juga akan bervariasi. Nilai kecepatan putaran tertinggi yang didapat sebesar 1850 rpm ketika diberi tegangan 220 volt dan kecepatan terendah sebesar 750 rpm ketika diberi tegangan 20 volt.
ANALISIS PENGARUH JATUH TEGANGAN TERHADAP TORSI DAN PUTARAN PADA MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN SHUNT agung khairi; Syamsul Amien
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.602 KB)

Abstract

Penggunaan motor arus searah akhir - akhir  ini mengalami perkembangan, khususnya dalam pemakaiannya sebagai motor penggerak. Oleh sebab itu, motor DC dituntut harus memiliki torsi dan putaran yang tinggi. Untuk dapat mencapai putaran yang konstan maka diperlukan supply tegangan yang baik. Tetapi hal itu tidak sepenuhnya dapat tercapai mengingat adanya gangguan berupa tegangan jatuh pada saluran penghantar. Turunnya tegangan supply pada motor selain mempengaruhi putaran juga mempengaruhi torsi yang dihasilkan oleh motor. Pada penelitian ini ini, penulis menganalisis pengaruh jatuh tegangan terhadap torsi dan putaran motor DC penguatan shunt dengan menentukan 6 nilai tegangan terminal yaitu 220, 210, 200, 190, 180 dan 170 Volt. Dari hasil pengujian, nilai tegangan terminal 220 Volt memiliki torsi dan putaran motor tertinggi yaitu 9,45 N-m dan 1390 rpm.
ANALISIS KINERJA ALGORITMA SUBOPTIMAL HANDOVER PADA SISTEM KOMUNIKASI WIRELESS Rudy Chandra; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.933 KB)

Abstract

Handover adalah peristiwa pengalihan layanan BTS terhadap mobile. Pada jurnal ini akan dibahas algoritma suboptimal handover yang melakukan proses pengambilan keputusan handover dengan mengolah sinyal kuat terima (Relative Signal Strength) dari BTS berdasarkan prediksi satu langkah (k+1) ke depan dari mobile. Terdapat tiga jenis variasi dari suboptimal handover yang dibandingkan kinerjanya yaitu Signal Degradation Handover (SDH), Delay Handover (DH), dan Delay Handover Signal Degradation (DHSD). Dari hasil simulasi dengan memvariasikan nilai cost dari ketiga varian suboptimal handover didapatkan bahwa algoritma DHSD (nilai minimum; link degradation= 0,5675/detik, delay=4 meter) memiliki nilai terbaik dibandingkan algoritma DH (nilai minimum; link degradation= 0,5675/detik, delay=4 meter pada nilai cost tinggi nilai algoritma DH lebih tinggi) dan algoritma SDH (nilai minimum; link degradation= 0,5856/detik, delay=510,7 meter)
EVALUASI PARAMETER TRADEOFF HANDOFF PADA METODE THRESHOLD DENGAN HISTERESIS ADAPTIF Leonardo Siregar; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.367 KB)

Abstract

Evaluasi kinerja metode handoff merupakan hal penting untuk memilih metode handoff yang optimal sebagai fungsi manajemen. Pemilihan akan mencegah penggunaan sumber transmisi radio yang mahal sementara dicapai standard QoS yang diharapkan oleh user. Pada jurnal ini, pembahasan metode Threshold dengan Histeresis Adaptif dianalisis berdasarkan pengaruh variasi parameter threshold dan panjang rata-rata window terhadap parameter tradeoff handoff, yaitu: level sinyal diterima, delay dan jumlah handoff. Dari hasil analisis, nilai threshold 17 dB, dengan panjang rata-rata window, dr = 10, merupakan titik operasi yang prioritas dipilih untuk memperoleh parameter tradeoff handoff yang optimum.  
ANALISIS KUALITAS LAYANAN DATA PADA JARINGAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS CDMA EVDO Rev.A Herman Susandi; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.229 KB)

Abstract

Pada saat ini  penggunaan berupa akses data telah menjadi kebutuhan utama hal ini dapat dilihat dari perkembangan teknologi yang sangat pesat khususnya layanan data. CDMA sendiri menerapkan suatu teknologi layanan data kecepatan tinggi yaitu CDMA-1X EV-DO. Evolution Data Optimized (EV-DO) adalah sebuah teknologi 3G yang di kembangkan oleh jaringan CDMA 2000 untuk menyediakan akses kepada perangkat telekomunikasi jaringan bergerak dengan interface pada kecepatan 2,4 Mbps untuk EVDO Rev.0, dan 3,1 Mbps untuk EVDO Rev.A. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas layanan data yang telah diberikan operator dengan menggunakan Tiphon sebagai standarisasi. Dari hasil penelitian diperoleh throughput rata-rata yaitu sebesar 725,025  Kbps (baik) untuk operator A dan 613,515 Kbps (baik) untuk operator B nilai round trip time (RTT) rata-rata sebesar 176,35 ms (baik) untuk A  dan 213 ms (baik) untuk B nilai packet loss sebesar 0% - 14% (baik) untuk A dan 1% -8% (baik) untuk operator B.
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA SALURAN PENCATU FEED LINE DAN PROXIMITY COUPLED UNTUK ANTENA MIKROSTRIP PACTH SEGIEMPAT Ramando Sinaga; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.427 KB)

Abstract

ABSTRAK Antena mikrostrip saat ini merupakan salah satu antena yang sangat pesat perkembangannya dalam sistem telekomunikasi. Sehingga banyak diaplikasikan pada peralatan-peralatan telekomunikasi modern saat ini. Antena mikrostrip mempunyai beberapa kelebihan yaitu memiliki bentuk yang kompak, dimensi kecil, mudah untuk dipabrikasi, dan mudah untuk dihubungkan dengan perangkat komunikasi nirkabel yang ada.Pencatuan pada antena mikrostrip dapat dibedakan 2 jenis yaitu pencatuan langsung dan pencatuan tidak langsung. Pencatuan langsung merupakan teknik pertama sekali ditemukan dan memiliki susunan yang sederhana. Sedangkan pencatuan tidak langsung merupakan teknik yang dikembangkan untuk mendukung berbagai kelebihan antena miktrostrip. Pada tulisan ini dianalisis perbandingan antara saluran pencatu feed line dan proximity coupled. Untuk membandingkan kedua saluran pencatu ini dengan menggunakan simulator Ansoft HFSSv10. Adapun parameter pencapaian yang akan dianalisis adalah bandwith, VSWR, gain, dan ukuran patch. Hasil yang didapat setelah dilakukan simulasi dan iterasi yaitu VSWR feed line = 1,22 sedangkan proximity coupled = 1,58, gain feed line = 1,48 dBi sedangkan proximity coupled = 2,57 dBi. Teknik pencatu proximity coupled dapat memperlebar bandwidth 100% dari pencatu feed line, serta besarnya nilai L(panjang) dan W (lebar) sangat memepengaruhi frekuensi kerja kedua saluran pencatu.
ANALISIS CARA KERJA LAYAR SENTUH BERSIFAT RESISTIF Harist Fadhillah Nasution; Ahri Bahriun
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.158 KB)

Abstract

Teknologi sensor sentuh sekarang ini telah banyak mengalami perkembangan, sehingga sudah banyak jenisnya. Salah satunya adalah teknologi sensor sentuh bersifat resistif. Paper ini membahas tentang analisis cara kerja sensor sentuh yang bersifat resistif, dalam menentukan posisi sentuhan dengan mengukur besar tegangan pada titik sentuhan tersebut. Untuk mempermudah dalam menjelaskan cara kerja dari sensor sentuh resistif tersebut maka dibuat suatu alat peraga sederhana, yaitu untuk menyalakan dan memadamkan lampu LED serta menampilkan posisi koordinat sentuhannya. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh suatu alat peraga yang dapat memnyalakan dan memadamkan lampu LED apabila area tertentu pada sensor disentuh lalu menampilkan posisi sentuhan dalam bentuk koordinat X,Y.  
Pengenalan Tingkat Kematangan Buah Pepaya Paya Rabo Menggunakan Pengolahan Citra Berdasarkan Warna RGB Dengan K-Means Clustering Eliyani Eliyani; Tulus Tulus; Fahmi Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: VOL 5 : SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.669 KB)

Abstract

Proses identifikasi buah-buahan secara tradisional mengalami banyak kendala akibat sifat manusia yang mempunyai kelemahan yang menyebabkan hasil yang diinginkan tidak efektif. Kemajuan teknologi komputer telah menyentuh dunia pertanian dari segi sebelum panen maupun pasca panen. Di sini timbul permasalahan bagaimana mengenali buah sehingga sesuai dengan kondisi nyata. Kondisi buah pepaya ditentukan oleh tingkat kematangan yang dilihat dari sisi warna pepaya. Klasifikasi yang lakukan oleh petani biasanya mengelompokkan pepaya dalam katagori muda, mengkal, dan masak penuh. Metode pengolahan citra mempunyai kemampuan untuk menganalisa kondisi kematangan pepaya dengan menggunakan nilai Red, Green, Blue (RGB) sebagai acuan. Penentuan klasifikasi dengan metode K-means clustering yang  menggunakan selisih jarak eucludian sebagai acuannya. Untuk hasil pada kelompok pepaya muda 60% berhasil dikenali sebagai pepaya muda, kelompok pepaya mengkal 90% berhasil dikenali sebagai masak mengkal sedangkan pada kelompok  pepaya penuh 100 % dikenali sebagai masak penuh. Sehingga dapat disimpulkan metode K-means Clustering hampir sama dengan proses klasifikasi oleh  petani yang sudah berpengalaman bertahun tahun.
KLASIFIKASI DAN PENINGKATAN KUALITAS CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) Salahuddin Salahuddin; Tulus Tulus; Fahmi Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: VOL 5 : SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.334 KB)

Abstract

Sistem pengenalan sidik jari bertujuan untuk mengidentifikasi sidik jari seseorang sehingga dapat di kenali ciri unik dari orang tersebut. Hasil dari ekstraksi ciri sidik jari sangat bergantung pada kualitas dari citra sidik jari itu sendiri, seperti halnya kejelasan ridge structure pada citra sidik jari. Citra yang baik akan memiliki kontras yang baik dan dapat menggambarkan ridges dan valleys. Jenis sidik jari didefinisikan diantaranya: sidik jari berminyak yang memiliki piksel ridges cenderung sangat tebal, sidik jari kering yang memiliki ridges yang kasar pada tingkat lokal dan terdapat piksel putih/ valley yang banyak, serta sidik jari netral secara umum tidak memiliki sifat khusus seperti berminyak dan kering. Untuk mendapatkan citra yang baik pada citra sidik jari kering dilakukan ekstraksi garis tengahnya dan menghapus piksel putih/valley sehingga nilai ridge meningkat. Penelitian ini menggunakan metode FFT karena FFT merupakan salah satu algoritma yang dapat menghitung secara cepat dan mendukung dilakukan proses secara real time. Dengan metode FFT citra sidik jari dengan ridges yang terputus dianalisa dan dihitung probabilitasnya dari ridge frequency dan ridge orientation, setelah ditingkatkan kualitasnya dengan menggunakan FFT maka didapatkan peningkatan piksel ridge 97.52 % pada konstanta k=0,6. Dan Hasil Verifikasi Persentase Matching Sidik jari tertinggi pada nilai konstanta k=0,6 yaitu 54,29%.

Page 10 of 31 | Total Record : 310