cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
STUDI PERANCANGAN JARINGAN AKSES FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK (GPON) DI PERUMAHAN CBD POLONIA MEDAN ISMAIL FARUQI; SIHAR P PANJAITAN
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GPON (gigabit passive optical network) adalah salah satu teknologi akses kecepatan tinggi yang memiliki keunggulan multiple services, dan ketersediaan bandwidth besar yang mendukung aplikasi triple play (voice, data, dan video). Akan tetapi, proses transmisi melalui media serat optik mengakibatkan adanya degradasi sinyal yang disebabkan redaman dan dispersi sehingga dapat mengganggu proses transmisi. Pada Penelitian  ini akan dirancang implementasi jaringan FTTH (fiber to the home) menggunakan teknologi GPON dari STO sampai ke perumahan CBD Polonia Medan. Dalam perancangan dilakukan penentuan perangkat, tata letak, dan volume perangkat yang digunakan. Kemudian untuk menentukan kelayakan sistem dianalisis dengan parameter rise time budget dan power link budget. Hasil analisis perhitungan dari perancangan FTTH di perumahan CBD Polonia Medan, bahwa  rise time total untuk downlink dan uplink menghasilkan total waktu sistem sebesar   0,2534 ns dan 0,251 ns. Nilai power margin untuk downlink dan uplink sebesar   9,1 dB dan 8,68 dB sehingga mengindikasikan bahwa link memenuhi kelayakan power link budget.
STUDI PERANCANGAN SALURAN PENCATU UNTUK ANTENA MIKROSTRIP ARRAY ELEMEN 2X2 DENGAN PENCATUAN APERTURE COUPLED Pindo Ahmad Alfadil; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan salah satu aplikasi pengembangan dari wireless yang digunakan untuk komunikasi data. Salah satu perangkat yang dibutuhkan pada sistem WLAN adalah antena. Ada berbagai jenis antena yang dapat digunakan pada WLAN diantaranya adalah antena mikrostrip.  Antena mikrostrip array elemen 2x2 banyak digunakan karena antena ini memiliki nilai gain yang lebih baik dibandingkan dengan antena mikrostrip elemen tunggal. Terdapat beberapa teknik konfigurasi saluran pencatu yang dapat digunakan sebagai sistem pencatuan antena mikrostrip array elemen 2x2. Pada  penulisan ini telah dirancang 4(empat) teknik konfigurasi yang dapat digunakan sebagai sistem pencatuan untuk antena mikrostrip array elemen 2x2. Dari hasil perancangan diperoleh salah satu antena dengan nilai       VSWR  1.504 dan nilai gain sebesar 11.32 dB dengan pola radiasi directional.
STUDI PERBANDINGAN PARAMETER-PARAMETER PRIMER ANTENA MIKROSTRIP Franklin Torangma Sianturi; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena mikrostrip saat ini merupakan salah satu antena yang sangat pesat perkembangannya dalam sistem telekomunikasi. Sehingga banyak diaplikasikan pada peralatan-peralatan telekomunikasi modren saat ini. Untuk mendukung kinerja dan daya guna suatu antena dapat dilihat dari nilai parameter-parameter antena. Parameter-parameter antena yang biasanya digunakan untuk menganalisa suatu antena adalah Voltage Wave Standing Ratio (VSWR), dimensi antena (ukuran patch dan ukuran feed) dan gain (penguatan). Tulisan ini membahas perbandingan parameter-parameter primer antena mikrostrip yaitu ukuran patch, ukuran saluran pencatu, ukuran groundplane dan gain dengan menggunakan software VB (Visual Basic) dari antena mikrostrip patch rectangular, sirkular dan triagular. Dari hasil analisis diperoleh jika semakin kecil konstanta dielektrik maka ukuran patch, saluran pencatu, dan groundplane akan semakin besar. Hal ini dikarenakan ukuran patch, saluran pencatu dan groundplane berbanding terbalik dengan konstanta dielektrik. Gain yang diperoleh pada antena mikrostrip patch regtangular adalah 5,989 dBi, antena mikrostrip patch sirkular adalah 2,610 dBi, antena mikrostrip patch triangular adalah  6,178 dBi.
ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START DAN ARUS START,DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGASUTAN AUTOTRAFO, STAR DELTA DAN DOL (DIRECT ON LINE) PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU) Jupiter Arnold Purba; Panusur SML Tobing
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa metode pengasutan motor induksi 3 fasa kebanyakan menghasilkan besaran arus start dan torsi start yg sangat besar dan nilai yang sangat besar tersebut harus dihindari dengan menggunakan beberapa metode pengasutan yang bisa menghasilkan arus start  dan torsi start yang kecil. Besaran arus start dan torsi start pada motor dapat dibandingkan satu per satu dengan menggunakan beberapa jenis metode pengasutan seperti autotrafo, star delta dan DOL (Direct On Line). Perbandingan besaran tersebut akan menghasilkan suatu karakteristik dengan tujuan untuk mengetahui cara dan waktu pengasutan motor yang paling bagus.. Dipercobaan ini pengasutan Direct On Line (DOL) menghasilkan arus start sebesar 6,7 A dan torsi start sebesar 3,19 Nm. Untuk pengasutan Star – Delta menghasilkan arus start sebesar 4,3 A dan torsi start sebesar 1,1 Nm. Pengasutan Autotrafo terdapat tiga pilihan persentase tegangan untuk melakukan pengasutan yaitu 60%, 70% dan 80 % dimana pada persentase tegangan 60% menghasilkan arus start sebesar 4,46 A dan torsi start sebesar 1,5 Nm, di. Pada persentase tegangan 70% menghasilkan arus start sebesar 4,57 A dan torsi start sebesar 2 Nm d. Pada persentase tegangan 80% menghasilkan arus start sebesar 4,77 A dan torsi start sebesar 2,25 Nm.
PERBANDINGAN KILOWATTHOUR METER ANALOG DENGAN KILOWATTHOUR METER DIGITAL ( Aplikasi Pada PT. PLN (Persero) Cabang Medan) juri saputra sebayang; masykur sj
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kWh Meter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur atau menghitung besar energi yang digunakan oleh konsumen. Energi yang digunakan tersebut dihitung dalam persatuan jam. Seperti yang diketahui kWh meter dibagi atas dua jenis yaitu kWh meter digital dan kWh meter analog. Kedua kWh meter tersebut memiliki perbedaan dalam cara kerja, keuntungan dan kerugian serta memiliki ketelitian yang berbeda juga. Untuk melihat perbedaan ketelitian tersebut telah dilakukan penelitian dan diperoleh data yaitu pada kWh analog dengan cos  = 1 diperoleh persentase kesalahan kWh Analog sebesar 0.56%-.1.12% dan kWh digital sebesar 0.4% sedangkan pada cos  = 0.5 diperoleh persentase kesalahan kWh meter Analog sebesar 0.69%-1.54% dan kWh digital sebesar 0.4% tetapi pada beban minimum terjadi kenaikan persentase kesalahan sebesar 0.75%. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa kWh meter digital memiliki tingkat ketelitan yang lebih baik dibandingkan dengan kWh digital hal ini dapat dilihat dari persentase kesalahan kWh Meter.
ANALISIS PENINGKATAN KINERJA SOFT HANDOFF TIGA BTS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROPAGASI OKUMURA Ari Purwanto; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.24 KB)

Abstract

Kondisi propagasi di sepanjang lintasan sangat berpengaruh terhadap handoff dan merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kinerja dari handoff itu sendiri. Parameter dalam model propagasi seperti tinggi antena base station (BS) dan tinggi antena mobile station (MS) digunakan untuk mengetahui pengaruh parameter terhadap nilai probabilitas outage dan active set. Pada penelitian ini, dianalisis bagaimana kinerja soff handoff tiga BTS yang disimulasikan dengan software serta menggunakan model propagasi Okumura. Dari hasil analisis diperoleh bahwa semakin tinggi BS dan MS maka probabilitas outage akan semakin kecil. Pada tinggi BS 50 m probabilitas outagenya sebesar 4,36.10­-6 dan pada tinggi BS 100 m probabilitas outagenya 2,38.10-8. Pada tinggi MS 1 m probabilitas outagenya sebesar 3,1.10-3 dan pada tinggi MS 6 m probabilitas outagenya sebesar 8,97.10-12. Pertambahan tinggi BS dan MS tidak akan mempengaruhi nilai rata-rata active set.
ANALISIS KUALITAS VIDEO CALL MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXI PACKET RADIO Mukhlis Hadi Lubis; Arman Sani
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.981 KB)

Abstract

Saat ini sistem komunikasi dengan mengunakan Video Call seringkali menjadi alternatif dalam berkomunikasi. Salah satu software pilihan untuk layananan komunikasi Video Call adalah FaceTime Video Phone. Pada Penelitian ini dilakukan analisis implementasi aplikasi Video Call menggunakan FaceTime Video Phone pada perangkat NSN FlexiPacket Radio yang ada di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik USU. Pada  Penelitian ini diamati layanan Video Call menggunakan FaceTime Video Phone dengan mengubah-ubah bandwidth untuk mengamati kualitas video yang dihasilkan berupa packet loss, delay dan throughput .  Adapun  format Video Call yang   diuji   pada   penelitian  ini  adalah    FLV  (Flash Video)   dengan  menggunakan     resolusi    640 x 480,   320 x 240 dan 160 x 120. Dengan mengacu pada standar ITU-T G.1010 tentang parameter QoS dan setelah melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 128 Kbps, 256 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps dan 2048 Kbps diperoleh bahwa untuk resolusi 640 x 480 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 1 Mbps, untuk resolusi 320 x 240 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 512 Kbps dan untuk resolusi 160 x 120 dapat berjalan dengan minimum bandwidth 256 Kbps.
ANALISA ANTENA DIPOLE LAMBDA/2 PADA MODUL PRAKTIKUM B4520 MENGGUNAKAN SIMULATOR ANSOFT HFSS VERSI 10.0 DAN CST MICROWAVE STUDIO 2010 Muhammad Rumi Ramadhan; Arman Sani
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.76 KB)

Abstract

Untuk mengetahui parameter suatu antena diperlukan analisis yang didasarkan pada berbagai macam asumsi yang bisa diterima secara praktis. Saat ini terdapat sejumlah perangkat lunak yang dapat membantu analisa dalam perancangan antena yang diinginkan. Masing-masing perangkat lunak tersebut menggunakan formulasi pendekatan yang berbeda-beda yang sekaligus menjadi kelebihan masing-masingnya. Dalam Penelitian ini dianalisa Antena Dipole-
RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) Winny Friska Uli; Ali Hanafiah Rambe
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.933 KB)

Abstract

ABSTRAK Antena mikrostrip saat ini merupakan salah satu antena yang sangat pesat perkembangannya dalam sistem telekomunikasi. Antena mikrostrip telah banyak digunakan karena memiliki banyak keuntungan seperti bentuknya yang ringkas, praktis dan mudah untuk mengatur polarisasinya. Sehingga banyak diaplikasikan pada peralatan-peralatan telekomunikasi modern saat ini. Pada Tugas Akhir ini, dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip pada rentang frekuensi 2.400 MHz – 2.500 MHz untuk mendukung teknologi WiFi (Wireless Fidelity) dengan menggunakan software simulator Ansoft HFSS v.9. Metode pencatuan yang digunakan adalah EMC (Electromagnetically Coupled) yang menggunakan dielektrik udara pada struktur pencatuan L-strip, dengan bentuk patch segiempat. Pada simulasi, dilakukan pengulangan ukuran dimensi antena untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan spesifikasi rancangan antena, yaitu dengan mengubah ukuran patch, groundplane, dan feeder. Adapun hasil yang diperoleh dari rancang bangun antena mikrostrip patch rectangular berupa VSWR dengan nilai 1,37 pada frekuensi 2,45 GHz dan gain dengan nilai 9,06 dBi.
ANALISIS KINERJA JARINGAN SWITCHING BATCHER-BANYAN Chairunnisa FR Tanjung; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.252 KB)

Abstract

Abstrak Batcher banyan network adalah  jaringan self-rute yang  mampu bergerak serentak pada routing paket data dalam slot waktu dari satu set terminal masukan untuk set terminal output tanpa kendali terpusat. Routing yang melalui  network  tersebut di tentukan dari alamat yang  terdapat dalam  header  pada setiap data. Dalam penelitian  ini dianalisis kinerja jaringan switching Banyan yang menambahkan Batcher didepannya. Probabilitas blocking pada jaringan Banyan,  untuk input/output 2,4,8,16,32,64,128,256  maka  jumlah  tingkat  switching yang dibutuhkan adalah 1,3,5,7,9,11,13,15. Untuk  hasil crosspoint pada Banyan switch untuk input/output 2,8,16,32 maka nilai  crosspoint adalah 1,12,32,80, untuk  Batcher switch dengan input/output 2,8,16,32 maka hasil crosspoint adalah 1,24,80,240 dan untuk Batcher-banyan switch dengan input/output 2,8,16,32 maka hasil crosspoint adalah 2,54,112,320. Apabila ditambahkan dengan menggunakan jaringan Batcher di depan  jaringan Banyan maka Probabilitas blocking (Pb) = 0.

Page 9 of 31 | Total Record : 310