cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Singuda ENSIKOM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PENGARUH MOISTURE CONTENT EFB TERHADAP KURVA INPUT OUTPUT PLTBS Yusak Victory Sitorus; M Natsir Amin; Surya Tarmizi Kasim
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.71 KB)

Abstract

Kurva input output menggambarkan besarnya masukan (bahan bakar EFB) yang harus diberikan pada unit pembangkit sebagai fungsi dari keluarannya. Bahan bakar yang digunakan adalah Empty Fruit Bunch (EFB) dengan tingkat moisture content 58,32%(wet-basis), 38,58%(wet-basis), dan 14,07%(wet-basis). Diperoleh nilai LHV (Low Heating Value) dari ketiga tingkat moisture content EFB berturut-turut adalah  1931,09 kkal/kg, 2844,50 kkal/kg, dan 3863,31 kkal/kg. Semakin rendah moisture content EFB, maka nilai kalornya akan semakin tinggi. Pada pembebanan harian yang diasumsikan sama untuk ketiga tingkat moisture content EFB, didapat total jumlah EFB yang dibutuhkan PLTBS selama satu hari untuk masing-masing tingkat moisture content berturut-turut adalah 79,128 ton, 53,719 ton, dan 39,553 ton. Harga pengolahan EFB berturut-turut sebesar Rp30,00/kg, Rp40,00/kg, dan Rp50,00/kg, maka biaya bahan bakar rata-rata dalam sehari berturut-turut sebesar Rp59,35/kWh, Rp53,72/kWh, dan Rp39,55/kWh. Sehingga dari kurva input output dapat dilihat bahwa EFB dengan tingkat moisture content tertinggi relatif membutuhkan biaya bahan bakar yang lebih besar setiap jamnya.
STUDI PERENCANAAN JARINGAN SELULER INDOOR Silpina Abmi Siregar; Maksum Pinem
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.315 KB)

Abstract

Sistem Jaringan seluler indoor sudah menjadi suatu kebutuhan mutlak di area tertutup berupa gedung. Ketika cakupan sinyal yang dipancarkan BTS makro lemah untuk masuk dalam gedung maka perencanaan sistem jaringan seluler indoor merupakan solusi yang baik. Paper ini membahas tentang perhitungan parameter Link Budget pada jaringan seluler indoor. Dalam pelaksanaannya perhitungan ini menggunakan kelima antena indoor yaitu LD1, LD2, LD3, LD4, dan LD5 dengan jarak masing-masing antena 10 meter. Berdasarkan perhitungan link budget; EIRP, FSL, dan RSL , maka diperoleh hasil bahwa antena yang terbaik secara drive test, perencanaan, dan perhitungan adalah antena LD5 dengan RSL -62 dBm (drive test); RSL -109,6298 dBm dan FSL -27,4217 dB (perhitungan) ; RSL -131,7081 dBm dan FSL -87,9217 dB (secara perencanaan). Sedangkan antena yang terburuk kualitas sinyalnya baik secara drive test, perhitungan, maupun perencanaan adalah antena LD1 dengan nilai RSL -40 dBm (drive test), FSL -9,5783 dB dan RSL -56,3645 dBm (perhitungan), FSL -4,5783 dB dan RSL -51,3647 dBm (perencanaan).
Analisis Perbandingan Unjuk Kerja Motor Induksi Satu Fasa Split-Phase Dan Motor Induksi Satu Fasa Kapasitor Start-Run Dengan Menggunakan Matlab Simulink Andry Nico Manik; Riswan Dinzi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.1 KB)

Abstract

Motor induksi satu fasa split-phase adalah motor induksi satu fasa yang dioperasikan dengan bantuan belitan bantu pada belitan utama stator. Belitan bantu dan belitan utama stator terpisah 90° listrik dan memiliki saklar sentrifugal yang dirancang untuk memutuskan rangkaian dari belitan bantu setelah motor mencapai kecepatan nominal. Motor induksi satu fasa kapasitor start-run adalah jenis motor induksi satu fasa yang mempunyai dua buah kapasitor, kapasitor run yang secara permanen dihubungkan seri dengan belitan bantu dan belitan bantu tersebut paralel dengan belitan utama dan kapasitor start yang diparalelkan dengan kapasitor run yang dilengkapi dengan saklar sentrifugal yang digunakan untuk memutuskan rangkaian dari kapasitor start saat putaran mendekati putaran nominal. Dalam penggunaan motor induksi satu fasa ini perlu diketahui unjuk kerja motor agar dapat dipilih motor yang lebih baik dan efisien. Paper ini membahas analisis perbandingan unjuk kerja antara kedua motor induksi satu fasa split-phase dan motor kapasitor start- run dengan menggunakan simulasi.  Setelah dilakukan simulasi didapat nilai efisiensi pada motor induksi satu fasa split-phase bernilai 0,02 sementara pada motor jenis kapasitor start-run sebesar 0,2257. Nilai faktor daya pada motor induksi satu fasa split-phase adalah 0,6497 dan pada motor kapasitor start-run adalah 0,98. Arus start pada motor induksi satu fasa split-phase adalah 29 A dan pada motor kapasitor start-run adalah 22 A. Torsi  pada motor induksi split-phase bernilai 2 N.m yang bernilai lebih kecil dari torsi start pada motor kapasitor start-run yang bernilai 20 N.m.
ANALISIS PERBANDINGAN EFEK PEMBEBANAN TERHADAP GGL BALIK DAN EFISIENSI PADA MOTOR DC PENGUATAN KOMPON PANJANG DAN MOTOR INDUKSI Jean Jhenesly Firnandus Tumanggor; Riswan Dinzi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.011 KB)

Abstract

Motor adalah mesin yang mengubah energi listrik menjadi enegi mekanis. orang beranggapan bahwa tidak perlu lagi dipelajari motor arus searah karena dipergunakan pada industri-industri sudah sangat kurang. Namun akhirnya beberapa tahun terakhir ini motor arus searah mengalami perkembangan ada beberapa alasan untuk dilanjutkan popularitas dari motor dc. Paper ini membahas analisis perbandingan efek pembebanan terhadap GGL balik dan efisiensi pada motor dc kompon panjang dan motor induksi. Besar efisiensi maksimum pada motor dc kompon panjang adalah 43,8081 % dengan besar GGL lawan 193,9960 V pada arus beban atau arus beban 5,91 A dan efisiensi minimum pada motor induksi tiga fasa rotor belitan adalah 17,8196% dengan besar GGL lawan 204,9520 A dan arus beban sebesar 3,42 A. Motor induksi adalah mesin yang paling banyak digunakan dalam industri. Dalam aplikasinya motor induksi banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk industri. Perhitungan GGL balik dan efisiensi motor secara akurat diperlukan untuk mengetahui kondisi aktual motor induksi yang pada akhirnya bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja sistem secara keseluruhan. Tingkat efisiensi motor induksi dipengaruhi oleh rugi–ruginya. Besar efisiensi maksimum pada motor induksi tiga fasa rotor belitan adalah 84,6419 % dengan besar GGL lawan 370,8318 V pada arus beban atau arus stator 5,16 A dan efisiensi minimum pada motor induksi tiga fasa rotor belitan adalah 80,5003% dengan besar GGL lawan 369,4386 V dan arus beban sebesar 5,94 A.
ANALISIS KINERJA SPECTRUM SENSING MENGGUNAKAN METODE CYCLOSTATIONARY PADA COGNITIVE RADIO Dedi Panjaitan; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.198 KB)

Abstract

Spektrum frekuensi dalam telekomunikasi memiliki peranan penting, karena melalui spektrum ini data dapat dikirimkan. Penggunaan frekuensi maksimal dapat mengakibatkan interferensi sehingga dibutuhkan sistem yang dapat mengatur pengelolaan spektrum frekuensi. Dengan sistem cognitive radio diharapkan dapat menanggulangi masalah pengelolaan spektrum frekuensi. Paper ini membahas tentang kinerja metode cyclostationary dalam mendeteksi spektrum frekuensi FM radio pada sistem cognitive radio dengan menggunakan tiga window yaitu Hamming, Blackman dan Kaiser. Dari hasil simulasi yang dilakukan diperoleh window Kaiser lebih  sensitif dalam mendeteksi Primary User pada kenaikan presentase pembangkitan data sebesar 60%, 70% dan 80% yaitu sebanyak 30, 35 dan 40 primary user. Dengan menggunakan window Blackman mampu mendeteksi Primary user pada kenaikan 80 % dan 50 % dengan jumlah kanal frekuensi 40 dan 50 sedangkan window Hamming pada kenaikan 100% saja dengan jumah kanal frekuensi acak 50 dari rentang band frekuensi FM radio yang ditetapkan yaitu dari 87,5 sampai 108 MHz.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI E-LEARNING VERSI MOBILE BERBASIS ANDROID Elda Belina; Fakhrudin Rizal Batubara
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Pembelajaran jarak jauh atau e-Learning tidak hanya terbatas pada penggunaan komputer saja, dengan pemanfaatan komunikasi pada perangkat bergerak memungkinkan pengembangan fitur e-Learning. Dengan menggunakan web mobile, aplikasi e-Learning dapat diakses melalui mobile browser dengan menggunakan koneksi internet. Namun dalam penggunaannya mempunyai keterbatasan seperti pada kualitas koneksi internet yang tidak stabil, kapasitas penyimpanan, pengaksesan dan layar tampilan yang terbatas. Pada paper ini membahas bagaimana  aplikasi moodle berbasis web dapat mengakses fungsi-fungsi internal pada perangkat mobile pada platform Android. Dengan menggunakan antar muka program (API) yang disediakan oleh PhoneGap sehingga aplikasi berbasis web mobile dapat berperan sebagai aplikasi native dengan perantara PhoneGap  yang mengakses sistem secara langsung pada platform Android. Karena keterbatsan sumber daya, maka perancangan aplikasi ini dilakukan di localhost, sehingga mengeliminasi koneksi ke internet. Agar aplikasi e-Learning pada platform Android dapat berkomunikasi dengan service moodle pada localhost maka dibutuhkan koneksi wireless. Hasil pengujian membuktikan aplikasi mobile learning dapat mengakses konten yang berupa materi pelajaran dengan bentuk teks maupun gambar dan juga dapat mendownload materi pelajaran.  Perancangan aplikasi ini menyediakan fitur-fitur seperti upload, participant, contents, web dan about.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL PENERANGAN, PENDINGIN RUANGAN, DAN TELEPON OTOMATIS TERJADWAL BERBASIS MIKROKONTROLER Ratih Puspadini; Ahri Bariun
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu perusahaan sering dijumpai suatu masalah tentang penerangan dan pendingin ruangan yang beroperasi tidak berdasarkan kebutuhan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya ketidak efisienan energi dan biaya. Paper ini membahas tentang perancangan suatu alat sistem kontrol penerangan, pendingin ruangan dan telepon yang terjadwal berbasis mikrokontroler AT89S52. Rancangan ini diharapkan untuk diaplikasikan pada gedung perkantoran dalam rangka penghematan energi. Sebagai penentu waktu digunakan RTC (Real Time Clock) tipe DS12887 dan sebagai penampil informasi digunakan panel LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. Sebagai tambahan alat ini juga dilengkapi dengan sensor gerak sehingga penerangan dan pendingin ruangan akan bekerja selama ada pergerakan. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan saklar on/off yang dapat dioperasikan khususnya pada saat jam kerja tambahan (lembur). Berdasarkan hasil pengujian diperoleh, rangkaian pengatur hidup dan mati sistem penerangan, pendingin ruangan dan pengalihan saluran telepon pada ruangan pimpinan, ruangan karyawan dan ruangan satpam sesuai dengan waktu yang terjadwal telah berfungsi dengan baik.
ANALISA RUGI-RUGI PELENGKUNGAN PADA SERAT OPTIK SINGEL MODE TERHADAP PELEMAHAN INTENSITAS CAHAYA Yovi Hamdani; Muhammad Zulfin
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelengkungan yang terjadi pada sebuah kabel serat optik sangat berpotensi menimbulkan rugi daya yang cukup serius dan lebih jauh lagi menyebabkan pecahnya serat optik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran pengaruh pelengkungan serat optik terhadap rugi daya yang dihasilkan ketika serat optik dilengkungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan intensitas cahaya keluaran yang melalui serat optik plastik.  Tugas akhir ini hanya membahas mengenai perhitungan keluaran cahaya yang telah dipengaruhi oleh lekukan pada serat optik. Dari analisa yang dilakukan dengan panjang kabel fiber optik 100 m, redaman sebesar 0,2 dB/km dan radius pelengkungan yang bervariasi dengan radius pelengkungan sebesar 15 cm, 10 cm, 7 cm, 5 cm dan 2,25 cm, maka diperoleh rugi-rugi pelengkungan serat optik berturut -0,366 dB, -0,312 dB, -0,689 dB, -0,914 dB, -1,658 dB.
ANALISA KINERJA JARINGAN TULANG PUNGGUNG (BACKBONE) MENGGUNAKAN SERAT OPTIK DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA johannes baringin sebastian sibarani; Ir. M Zulfin, MT
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.961 KB)

Abstract

Dengan meningkatnya kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan akademis Universitas Sumatera Utara (USU), dosen dan mahasiswa memerlukan adanya sarana komunikasi yang handal dan canggih yang harus berorientasi untuk memenuhi kebutuhan layanan yang berlaku tidak hanya saat ini, namun juga diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan layanan di masa mendatang. Guna memenuhi kebutuhan itu maka digunakan media transmisi serat optik dalam membentuk jaringan backbone USU. Karena adanya keheterogenan dalam penggunaan jaringan internet, maka perlu dilakukan monitoring kinerja dari jaringan untuk mengevaluasi performa dan untuk memastikan efisiensi dari jaringan backbone tersebut.Analisa dan monitoring trafik diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan dengan penggunaan analisa statistik untuk memperoleh karakteristik trafik.Paper ini membahas tentang analisa kinerja jaringan backbone menggunakan serat optic di USU. Dari analisis yang dilakukan diperoleh bahwa bit rate maksimum 108,92 Mbps yang kemungkinan besar penyebabnya adalah meningkatnya jumlah user karena mahasiswa telah selesai kuliah. Bit rate maksimum  harian rata-rata adalah 79,64 Mbps yang biasa terjadi jam 11.00 WIB sampai dengan jam 12.00 WIB, dimana pada rentang waktu tersebut mahasiswa diperkirakan sedang menunggu mengikuti perkuliahan.  
STUDI PERBAIKAN TORSI DAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN MEMPERBAIKI FAKTOR DAYA MOTOR INDUKSI Muhammad Fahmi Syawali Rizki; A. Rachman Hasibuan
Singuda ENSIKOM Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Faktor daya motor induksi yang rendah akan sangat merugikan konsumen terutama kalangan industri sebagai pengguna terbesar. Bagi industri kondisi faktor daya rendah tak dapat dihindari karena beban motor yang bervariasi. Motor induksi dengan beban penuh dapat memberikan faktor daya tinggi, namun pada saat motor berbeban rendah faktor dayanya akan turun hingga dapat mencapai 0,3. Kondisi semacam ini dapat diatasi dengan penambahan kapasitor. Kapasitor yang dipasang secara paralel dengan motor dapat digunakan untuk memperbaiki faktor daya. Besarnya nilai kapasitor tergantung pada

Page 8 of 31 | Total Record : 310