cover
Contact Name
I Gusti Kadek Agus Dwi Putr
Contact Email
agusdwiputra212@gmail.com
Phone
+6281936090966
Journal Mail Official
lppm.advaita@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perkutut No. 25 Pasekan Belodan, Tabanan, Bali
Location
Kab. tabanan,
Bali
INDONESIA
Jurnal Medika Usada
ISSN : 26145421     EISSN : 26145685     DOI : https://doi.org/10.54107/medikausada.v8i1
Core Subject : Health,
Jurnal Medika Usada merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan resmi oleh STIKES Advaita Medika Tabanan sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan sharing perkembangan ilmu kesehatan, Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu keperawatan dan ilmu kebidanan. Penulis artikel tidak dibatasi pada civitas akademika STIKES Advaita Medika Tabanan, tetapi terbuka juga bagi masyarakat umum yang memiliki artikel ilmiah dibidang ilmu keperawatan dan kebidanan. informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan.Semua artikel yang masuk akan melelui "peer-review process" setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali yaitu pada bulan Februari dan bulan Agustus.
Articles 146 Documents
Hubungan Pemberian ASI Dan Susu Formula Dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan EKA FRELESTANTY; Yunida Haryanti
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.22

Abstract

Latar belakang dan Tujuan: Kekurangan Gizi dapat mengakibatkan gangguan pada perkembangan dan pertumbuhan tubuh bayi dan ASI memberikan banyak manfaat pada bayi terutama nutrisi (zat gizi) dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Masalah gizi di dunia (WHO) merupakan masalah utama yang belum terselesaikan. Kekurangan gizi mengakibatkan sekitar 35% kematian anak balita di dunia. Secara nasional (RISKESDAS) prevalensi gizi burut-kurang di Indonesia adalah 19,6 %. Rekapitulasi data Gizi pada tahun 2014 di wilayah kerja Puskesmas Dara Juanti Sintang yaitu, dari 420 balita dari usia 0-60 bulan dengan penilaian status gizi buruk 2,62%, status gizi kurang 15,48%, status gizi baik 80,48%, status gizi lebih 1,43%. Cakupan ASI yaitu sebesar 29,4 %. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI dan Susu Formula Dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Dara Juanti Kabupaten Sintang Tahun 2017”. Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriftif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan j um lah sampel 46 responden instrument penelitian menggunakan checlist. Hasil: Hasil sebagian besar (54,3 %) bayi di berikan ASI, (45,7%) bayi di berikan Susu Formula dan hampir seluruh bayi di kategorikan status gizi baik (84,8%) Simpulan: Terdapat Hubungan Yang Signifikan Antara Pemberian ASI Dan Susu Formula Dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Dara Juanti Sintang Tahun 2017 di peroleh hasil p-value= 0,002.
Intensitas Pelaksanaan Program PIK-R Dan Perilaku Kesehatan Reproduksi Siswa Di SMA Kabupaten Tabanan Bali Tahun 2017 Kadek Sri Ariyanti; Made Dewi Sariyani
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.23

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Masa remaja merupakan periode kritis. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, sehingga sangat rentan terhadap perilaku berisiko. Perilaku berisiko tersebut antara lain penggunaan narkoba dan alkohol, serta hubungan seks pranikah. Proporsi penyalahgunaan narkoba dengan tingkat pendidikan SMA sangat tinggi, yaitu 64% pada tahun 2015. Persentase seks pranikah pada remaja cukup tinggi, yaitu 4,5% pada laki-laki usia 15-19 tahun dan 14,6% pada usia 20-24 tahun. Sedangkan pada remaja perempuan usia 15-19 tahun sekitar 0,7% dan 1,8% pada usia 20-24 tahun. Pemerintah Kabupaten Tabanan Provinsi Bali melaksanakan program kesehatan reproduksi (PIK-R) sejak tahun 2010, namun belum pernah dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran intensitas pelaksanaan Program PIK-R dan perilaku kesehatan reproduksi siswa di SMA Kabupaten Tabanan. Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada 150 siswa dari tiga SMA Negeri di Kabupaten Tabanan yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PIK-R dan siswa dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Intensitas pelaksanaan program PIK-R yang diukur meliputi kegiatan wajib dan tidak wajib. Siswa dikatakan memiliki intensitas yang cukup apabila pernah melakukan kegiatan wajib minimal 1 kali. Perilaku siswa diukur dengan kuesioner. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Intensitas pelaksanaan Program PIK-R pada siswa SMA di Kabupaten Tabanan sebagian besar dalam kategori kurang (86,00%). Kegiatan wajib yang paling jarang diikuti adalah penyuluhan ke luar sekolah (80,67%). Sedangkan kegiatan tidak wajib yang paling jarang diikuti adalah jambore PIK-R (86,00%). Perilaku kesehatan reproduksi siswa sebagian besar positif (78%). Simpulan: Intensitas pelaksanaan Program PIK-R pada siswa SMA di Kabupaten Tabanan masih kurang baik, sedangkan perilaku siswa sebagian besar positif.
TINGKAT KEDISIPLINAN TIM BEDAH DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI RUANG OK IGD RSUP SANGLAH DENPASAR Desak Gede Yenny Apriani
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.24

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi sesorang dalam pekerjaan yang berfungsi mengisolasi pekerja dari bahaya di tempat kerja. APD yang efektif harus digunakan secara tepat dan sesuai dengan risiko yang dihadapi. Pemilihan APD khususnya bagi tenaga keperawatan harus berdasarkan risiko atau pun bahaya saat melakukan kegiatan keperawatan. APD tenaga kesehatan ketika praktik terdiri dari Sarung tangan, masker, penutup kepala, gaun pelindung, apron, kaca mata, sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan tim bedah dalam penggunaan alat pelindung diri di ruang operasi IGD RSUP Sanglah Denpasar Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua tim bedah yang sudah dirata-ratakan dengan jumlah 24 responden, dengan tehnik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Hasil: Didapat bahwa dari 24 responden tim bedah, sebagian besar responden yang tidak disiplin sebanyak 16 orang (67%) dan sebagian kecil responden yang disiplin sebanyak 8 orang (33%) APD yang paling sering tidak digunakan oleh tim bedah terdapat pada alat pelindung diri (googgles) yaitu dengan jumlah 16 orang (67%). Simpulan: Tingkat kedisiplinan tim bedah dalam penggunaan APD ditemukan sebagian besar responden yang tidak disiplin dan sebagian kecil responden yang disiplin
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN REMAJA DI SMK N 2 TABANAN Hesteria Friska Armynia Subratha; Cokorda Istri Mita Pemayun
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.25

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Dampak kehamilan resiko tinggi pada remaja yaitu seperti keguguran, pesalinan yang belum cukup bulan, mudah terjadinya infeksi, keracunan kehamilan dan kematian ibu yang tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan di SMK N 2 Tabanan tahun 2016 didapatkan 5 orang siswi mengalami kehamilan usia dini. Penelitian ini bertujuan ddduntuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang kehamilan remaja, sikap remaja putri tentang kehamilan remaja dan mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang kehamilan remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan crosss sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Juli 2018. Sempel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas XI SMK N 2 Tabanan yang berjumlah 41 responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa data menggunakan uji korelasi sperman rank (Rho) dengan bantuan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% responden berpengetahuan baik, 29% berpengetahuan cukup, dan 7% berpengetahuan kurang. Berdasarkan hasil uji kolerasi yaitu ada hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan remaja di SMK N 2 Tabanan yaitu sebesar 62,7%. Simpulan: ada hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan remaja di SMK N 2 Tabanan.
TINGKAT KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DALAM MELAKUKAN FIVE MOMENTS FOR HAND HYGIENE DI RUANG ICU BARAT RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2018 Desak Made Firsia Sastra Putri
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.26

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Mencuci tangan merupakan rutinitas yang murah dan penting dalam prosedur pengontrolan infeksi dan merupakan metode terbaik untuk mencegah transmisi mikroorganisme. Salah satu upaya yang dijalankan di RSUP Sanglah Denpasar dalam mencegah infeksi nosokomial (HAIs) adalah dengan membudayakan kepatuhan mencuci tangan di kalangan petugas kesehatan. Adapun five moments for hand hygiene tersebut yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum melaksanakan prosedur aseptik, setelah terpapar atau menyentuh cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan tenaga kesehatan dalam melakukan five moments for hand hygiene di ruang ICU Barat RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2018. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang bertugas di ruang ICU Barat dengan teknik sampling yaitu purposive sampling dengan sampel sebanyak 40 responden. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Hasil: Hasil yang diperoleh yaitu tingkat kepatuhan tenaga kesehatan sebagian besar dalam kategori patuh yaitu sebanyak 36 orang (90,0%). Simpulan: Tingkat kepatuhan tenaga kesehatan sudah dalam kategori patuh dan perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai nilai 100% dengan cara seperti adanya penyuluhan dan penilaian tentang five moments for hand hygiene.
Pemberian Komik Jajanan Terhadap Perilaku Jajan Anak Kelas IV Dan V SD Sintha Pratiwi
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.27

Abstract

Street food is so plentiful in the neighborhood around the school and consumed by school children. The high interest and consumption spending on school age children not accompanied by the provision of healthy snacks. One of the efforts to improve the behavior of the run is through health promotion. One of the right health promotion media used on school children, especially those aged nine to 12 years or who generally sit in classes IV and V of elementary school are the main consument. Children aged nine to 12 years has been able to hold a logical and logic synthesis child begins to develop. This study aimed to determine the effect of health promotion through the medium of comics snacks on snacks behavior grade IV and V in SD Negeri 3 Senganan. This study was pre-experimental studies (one-group pre-post test design without control group). The sample consisted of 43 grade IV and V SD obtained with a total sampling. The data was collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. All respondents are given three different comic series every week for three weeks to read. The results showed that behavioral changes snacks, where before reading comics snacks, snack behavior with both categories increased by 9.3% to 93% after reading the comic snacks. Snack behaviors were categorized enough of 90.7% decreased to 7% after reading the comic snacks. Based on the Wilcoxon Signed Rank Test, this difference was statistically significant, with a value Asymp.Sig. (2-tailed) 0.000 which means there is the effect of health promotion through the medium of comics snacks on snacks behavior grade IV and V in SD Negeri 3 Senganan. Keywords: Health Promotion, Snacks Behavior, Comics Snacks
Tingkat Kepatuhan Tim Bedah Terhadap Prinsip Asepsis Di Ruang OK IGD RSUP Sanglah Denpasar Desak Gede Yenny Apriani
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.30

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Asepsis adalah keadaan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya melalui teknik asepsis. Teknik asepsis adalah segala upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam yang kemungkinan besar akan mengakibatkan infeksi. Tindakan asepsis ini bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme yang terdapat pada permukaan benda hidup atau benda mati. Tindakan ini meliputi aseptis, desinfektan dan sterilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan tim bedah terhadap prinsip asepsis di ruang OK IGD RSUP Sanglah Denpasar. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua tim bedah yang sudah dirata-ratakan dengan jumlah 24 responden, dengan tehnik total sampling. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Hasil: Didapat bahwa dari 24 responden tim bedah, sebagian besar responden yang tidak patuh sebanyak 13 orang (54,2%) dan sebagian kecil responden yang patuh sebanyak 11 orang (45,8%). Simpulan: Prinsip asepsis yang paling sering diterapkan oleh tim bedah bedah yaitu pada alat pelindung diri. Prinsip asepsis yang paling sering tidak diterapkan oleh tim bedah bedah yaitu (8%) penggunaan sepatu boot dan prilaku menyentuh area pinggang kebawah.
Asupan Gizi Balita Yang Berada Di Tempat Pengungsian Kabupaten Karangasem Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Pada bayi, balita dan anak, dampak pengungsian yang timbul dalam bidang kesehatan yaitu resiko terjadinya penyakit infeksi, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang dan gangguan psikososial. Meski jarang terjadi, letusan Gunung Agung termasuk yang terbesar di antara aktivitas vulkanik global dalam 100 tahun terakhir. Lebih dari 1.000 orang meninggal dalam letusan terakhir pada 1963 Gunung Agung adalah satu dari sekian banyak gunung berapi di Indonesia dan wilayah Cincin Api yang mengelilingi Samudera Pasifik dan samudera timur India. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan gizi balita yang berada di tempat pengungsian Kabupaten Karangasem. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengunakan studi kasus karena permasalahan gizi balita berbeda. Pada penelitian ini, sumber data yang digunakan antara lain data primer yaitu data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari informan pada satu waktu tertentu. Hasil: Ibu menyusui di tempat pengungsian Kabupaten Karangasem mengalami hambatan dalam pemberian ASI. Makanan yang diberikan pada balita di tempat pengungsian belum dapat memenuhi kebutuhan gizi balita baik dari jumlahnya dan jenis makanannya. Simpulan dan saran: Penyediaan makanan direncanakan dengan baik sesuai kebutuhan gizi kelompok umur dan disediakan bilik menyusui serta segera dibangun dapur umum MPASI di posko pengungsian.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Ekslusif Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian ASI Ekslusif Di PMB Hj. Sulini, Denpasar Pande Putu Indah Purnamayanthi
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.39

Abstract

Pendidikan Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Ibu Nifas dalam Pemberian ASI eksklusif. Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementrian Kesehatan Slamet Riyadi Yuwono menyebutkan, baru ada 33,6 % bayi umur 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Dan pengetahuan yang dimiliki ibu dapat berpengaruh dalam pemberian ASI eksklusif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Asi Eksklusif terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas dalam pemberian ASI Eksklusif di PMB Hj.Sulini, Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimen one group pre test-post test. Teknik sampling yang digunakan adalah non random sampling purposive dengan melibatkan 30 responden yaitu ibu nifas yang melakukan kunjungan ke PMB Hj. Sulini, Denpasar. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan rencana analisa statistik menggunakan uji Wilcoxon Matched Pair. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu nilai Z sebesar - 5,208 dengan P value 0,000 dan menggunakan tingkat kepercayaan α = 0,05. Nilai P value 0,000 <α sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang asi eksklusif terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas dalam pemberian ASI Eksklusif di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Hj. Sulini, Denpasar.
PENGARUH VENTILATORY MUSCLE TRAINING (VMT) TERHADAP PENURUNAN DYSPNEA PADA PENDERITA CONGESTIVE HEART FAILURE Kasron Kasron
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.40

Abstract

Dyspnea pada pasien Congestive Hearth Failure (CHF) menyebabkan terbatasnya aktivitas hidup sehari-hari, menurunkan kapasitas fungsional, dapat menyebabkan masalah gangguan tidur, peningkatan respon cemas dan depresi, selain itu juga kondisi dyspnea akan meningkatkan angka kematian. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Ventilatory Muscle Training (VMT) untuk menurunkan dyspnea. Metode penelitian menggunakan quasi-eksperiment pendekatan pre-posttest without control group design. Metode sampling secara accidental. Pengukuran dyspnea dengan skala modifikasi Borg. Intervensi VMT dilakukan selama 3 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dyspnea sebelum intervensi 4,2±0,9 dan setelah intervensi 3,6±1,1, analisis perbandingan menunjukan ada perbedaan skala dyspnea antara sebelum dan setelah VMT dengan p-value: 0,012. Kesimpulan menunjukan ada perbedaan dyspnea pada pasien CHF yang mengalami dyspnea setelah dilakukan pemberian VMT. Perlu penelitian lanjutan pengunaan VMT dengan adanya kelompok kontrol.

Page 2 of 15 | Total Record : 146