cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Perspektif Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
PEMETAAN KONFLIK NELAYAN TRADISIONAL DENGAN NELAYAN PUKAT TRAWL MENGGUNAKAN MODEL SIPABIO Rudyanto Rudyanto
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan pukat trawl dengan menggunakan model SIPABIO ( Sumber, Isu, Pihak, Sikap, Perilaku, Intervensi, Hasil Akhir). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitan untuk menggambarkan atau memetakan konflik antar nelayan di pesisir Tanjung Balai Asahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab konflik di antara nelayan tradisional dengan nelayan pukat trawl dikarenakan 1)berkurangnya hasil tangkapan nelayan tradisional, 2)pengrusakan lingkungan oleh nelayan trawl 3)kesenjangan antar nelayan sehingga  menimbulkan rasa iri, 4)adanya oknum yang memprovokasi nelayan tradisional, 5)kurangnya fungsi pengawasan dan tindakan dari lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah dalam mengatasi penyebab konflik.
EKSPRESI IDENTITAS ETNIS MELALUI ASOSIASI ETNIS (Studi Kasus Organisasi “HIKMA” di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung) Ernita Yanthi Siregar
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajemukan masyarakat yang tinggal di suatu wilayah akan mengakibatkan terjadinya interaksi-interaksi sosial antar individu-individu dengan latar belakang yang berbeda. Sehingga memungkinkan terjadinya perubahan ataupun pergeseran pada identitas etnis individu baik dari segi adat istiadat, nilai sosial ataupun tindakan atau kebiasaan dari kampung halaman. Sehingga diperlukan sebuah wadah sebagai penguatan dan pelestarian identitas etnis, sebab keberadaan suatu masyarakat di suatu daerah diakui dan semakin dikenal karena adanya organisasi sosial masyarakat, terutama masyarakat perantau. HIKMA merupakan salah satu organisasi masyarakat yang berbasis etnis dan dijadikan sebagai wadah untuk mengekspresikan identitas Etnis Mandailing. Maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekspresi identitas etnis melalui asosiasi etnis dan  strategi sosial budaya dan politik Masyarakat Mandailing dalam mempertahankan identitas etnis di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Eksprei identitas etnis melalui asosiasi etnis dapat dilihat dari sosialisasi dan penggunaan Bahasa Mandailing baik di HIKMA ataupun di kelurahan tempat tinggal, penggunaan adat istiadat baik acara suka duka, suka cita dan juga kelahiran anak, serta penggunaan marga. Selain hal tersebut strategi sosial yaitu terdapat nilai-nilai sosial Masyarakat  Mandailing yaitu poda na lima. Sedangkan strategi politik  Etnis Mandailing yaitu ada 9 nilai utama yang menjadi pegangan dan sebagai pemberi arah orientasi pada kehidupan Masyarakat Mandailing yaitu Kekerabatan, Religi, Hagabeon (banyak keturunan), Hamajuon (kemajuan), Hasangapon (terpandang), Hamoraon (keteladanan perilaku, sopan santun), Uhum (hukum), Pengayoman (menghargai nilai-nilai kebenaran) dan kelola konflik (konflik sebagai aib). Kata Kunci: Identitas Etnis, Ekspresi, Asosiasi, HIKMA
KEBERADAAN PEMELUK DAN PENERAPAN NILAI-NILAI ALIRAN KEPERCAYAAN PEMENA DI DESA PERGENDANGEN, KABUPATEN KARO Terangta Tarigan
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bentuk kepercayaan lokal. Kepercayaan lokal merupakan kepercayaan asli dari setiap daerah sebelum masuknya agama-agama resmi ke Indonesia. Demikian halnya dengan kepercayaan tradisional pada masyarakat Karo yang dinamakan Pemena. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan serta penerapan nilai-nilai aliran kepercayaan Pemena pada masyarakat Karo terkhusus pada masyarakat Desa Pergendangen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi secara langsung, melakukan wawancara, dan didukung dengan berbagai literatur. Hasil data yang ditemukan dilapangan memperlihatkan bahwa pemeluk aliran Pemena masih tetap ada dan masih menjalankan beberapa nilai-nilai kepercayaannya, namun sudah sangat berbeda dengan yang dulu. Hal ini dikarenakan kuantitas pemeluknya yang berakibat pada kualitas religiusnya yang semakin menurun karena hanya dilakukan secara pribadi. Penelitian ini merupakan penelitian pertama untuk kepercayaan Pemena, sehingga masih membutuhkan untuk penelitian lebih lanjut terkait kepercayaan Pemena. (Kata kunci: kepercayaan tradisional, keberadaan, nilai)
KESERASIAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT “BERBILANG KAUM” DI KOTA SIBOLGA SAFRILLAH safrillah
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.919 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana implementasi konstruksi keragaman masyarakat Indonesia di Kota Sibolga yang dikenal sebagai “Negeri Berbilang Kaum”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahasa pesisir sebagai bahasa pemersatu diantara etnis yang berbeda, sehingga keberadaan bahasa pesisir tersebut dapat mendukung terciptanya masyarakat yang serasi dan rukun. Kondisi keserasian sosial ini juga terlihat dari adanya Adat Sumando sebagai adat pemersatu dalam setiap perkawinan yang dilakukan. Adat Sumando adalah pertambahan atau percampuran satu keluarga dengan keluarga lain yang seagama, yang diikat dengan tali pernikahan menurut hukum Islam dan disahkan dengan suatu acara adat Pesisir. Adat ini merupakan campuran dari hukum Islam, adat Minangkabau, dan adat Batak. Keberadaan Adat Sumando inilah yang membuat kota ini menjadi lebih unik, dimana ketika etnis Batak yang sudah masuk ke dalam Adat Sumando yang notabene beragama Islam, maka marga yang ada tetap dipakai. Hal inilah membuat masyarakat yang bermarga Batak tetapi beretnis Pesisir. Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa faktor pendukung terciptanya keserasian sosial dalam masyarakat multi etnis di Kota Sibolga sebagai berikut: Pertama; faktor historis, dimana sejak berdirinya kota ini telah ramai di kunjungi oleh pendatang dari berbagai daerah dan beragam etnis yang terjalin dalam interaksi sosial yang harmonis sehingga menjadikan kota ini sebagai kota yang dinamis dan terbuka serta menjadi kota yang mapan dalam mengelola masyarakat yang harmonis dalam keberagaman (harmony in diversity). Kedua; faktor adaptasi, dimana kemampuan masyarakat yang tinggal di kota ini dalam menguasai bahasa Pesisir dalam berinteraksi sehari-hari, sehingga kemampuan adaptif inilah yang membuat masyarakat hidup serasi dan rukun. Ketiga; faktor demografi dan pola pemukiman, dimana dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi di kota ini mengakibatkan pola pemukiman membaur yang cenderung meniadakan garis pemisah (border line) atau mereduksi komunikasi yang terbatas, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kontak sosial yang semakin intens. Kata Kunci : Keserasian Sosial, Adat Sumando, Masyarakat Multi Etnis, Bahasa Pesisir
STRATEGI MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PESANTREN BERBASIS PEMBERDAYAAN SANTRI Syahid Ismail
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.668 KB)

Abstract

Model pendidikan Barat yang diadopsi pemerintah menjadi pendidikan formal di Indonesia telah memberikan tantangan dan warna terhadap perkembangan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pemberdayaan yang berbasis santri, faktor pendorong dan penghambatnya, serta bentuk program dan manfaatnya bagi kemandirian Pesantren Hidayatullah Medan dalam menghadapi tantangan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesantren mengembangkan beberapa metode pemberdayaan berdasarkan kreativitasnya  yaitu: Dewan Santri, mewadahi potensi, pengabdian, kurikulum khas, dan kordinasi buttom up. Pemberdayaan dilakukan karena tuntutan pendidikan, ekonomi, dan dakwah. Program tersebut mengalami beberapa hambatan yaitu: SDM, sarana prasarana, dan dana. Namun juga sudah dirasakan manfaatnya untuk kemandirian pesantren, santri, dan masyarakat. Pernah menjuarai ketahanan pangan pesantren tahun 2009, kini mengalami penurunan karena pergeseran prioritas program lebih fokus untuk memanfaatkan dana pemerintah. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Pemberdayaan, Pendidikan
MENGUKUR TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT KOTA GUNUNGSITOLI TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE (3R) Suartri Weli Krismeinar Harefa
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.234 KB)

Abstract

Masalah sampah adalah masalah yang akan terus berkembang dan berproses, semakin banyak aktivitas manusia akan berpengaruh pada jumlah produksi sampah yang dihasilkan. Masyarakat sebagai produsen sampah memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat partisipasi masyarakat terhadap program pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (3R). Tingkat partisipasi masyarakat dilihat dari tingkat pengetahuan dan tindakan masyarakat Kota Gunungsitoli terhadap 3R. Dalam penelitian ini, akan dilihat hubungan antara partisipasi, pengetahuan dan tindakan. Penelitian ini menggunakan teori perilaku B.F Skinner dan teori tindakan sosial Max Weber. Metode penelitian adalah metode survey yang bersifat kuantitatif dan mendeskripsikan tingkat partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Gunungsitoli memiliki tingkat partisipasi yang baik, tetapi partisipasi tersebut tidak didukung oleh sistem pengelolaan sampah yang baik atau penguatan partisipasi.   Kata kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pengelolaan, Sampah, Program 3R
MANIFESTASI MISI BUDAYA PERANTAUAN ETNIS MINANGKABAU (Studi Deskriptif Penjahit Minang Perantauan di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo) FITRI YATI
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.887 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola-pola migrasi serta bagaimana bentuk manifestasi misi budaya perantauan para penjahit minang perantauan di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah sebelas orang yang terdiri dari sembilan perantau Minangkabau pemilik usaha jahit dan dua orang perantau Minangkabau yang merupakan karyawan jahit. Temuan dari penelitian ini adalah 1). Penjahit minang perantauan di Kelurahan Lau Cimba dalam perantauannya melakukan pola-pola migrasi diantaranya pengiriman remitan, aktivitas pulang kampung, dan migrasi intra-interkota. 2) Penjahit minang perantauan telah melakukan apa yang disebut Merantau Cino (merantau permanen/setengah permanen) yang kemudian berujung pada berubahnya misi budaya perantauan mereka. Perubahan itu diantaranya (1) Perubahan peran dan tanggung jawab ninikmamak (paman), (2) Perubahan pandangan terhadap dua alam kosmologis dimana alam rantau sebagai basis usaha mereka juga tidak kalah penting dibanding alam Minangkabau. Disamping itu rantau juga sudah dianggap sebagai tempat tinggal permanen dan tidak kalah pentingnya dengan alam kosmologis Minangkabau, serta (3) perubahan penekanan investasi mereka yang semula dilakukan di kampung halaman menjadi di rantau. Kata kunci: misi budaya perantauan, etnis Minangkabau, penjahit minang perantauan
“NINJA SAWIT” Di Desa Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun Sumatera Utara NURMAWATI NURMAWATI
Perspektif Sosiologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.087 KB)

Abstract

Desa Mariah Jambi merupakan salah satu Desa di Kabupaten Simalungun yang letaknya dikelilingi oleh perkebunan sawit milik negara (PTPN IV) Bah Jambi. Masyarakat yang tinggal di Desa Mariah Jambi memiliki beragam mata pencaharian seperti: petani, buruh pabrik, buruh bangungan, buruh tani tetapi ada pula sebahagian kecil masyarakatnya yang bekerja pada instansi pemerintahan. Di Desa Mariah Jambi ada suatu perilaku yang tidak biasa dilakukan di Desa-Desa lain yaitu “Ninja Sawit”. Ninja Sawit ini dijadikan sebagai suatu usaha untuk menambah penghasilan bagi masyarakat, oleh karena itu peneliti tertarik untu meneliti tentang “Ninja Sawit”. “Ninja Sawit” dijadikan  salah satu sasaran bagi mereka untuk menambah penghasilan. Para “Ninja Sawit beroperasi dalam bentuk kelompok (kerja sama) dan menggunakan kekompakan yang sangat tinggi karena cara beroperasi “Ninja Sawit” harus cepat maka mereka harus membagi tugas masing-masing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi dan gambaran secara sistematis sehingga dapat mempelajari hubungan dan situasi dari masalah yang diteliti. Wawancara mendalam, observasi non-partisipasi dan pengumpulan data melalui studi pustaka menjadi tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini.  Penelitian ini dilakukan di Desa Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun. Hasi penelitian menunjukkan bahwa dapat dikatakan terjadi suatu perilaku menyimpang berupa tindakan kriminal “Ninja Sawit” yang dilakukan oleh sebahagian masyarakat Desa Mariah Jambi yang tidak memiliki pekerjaan tetap. “Ninja Sawit” tidak lagi menjadi kerja sampingan bagi orang yang bekerja sebagai buruh serabutan, kini sebahagian orang menjadikan “Ninja Sawit” sebagai pekerjaan utama mereka. Kata Kunci : “ Ninja Sawit ”, jaringan kerja, masyarakat desa

Page 1 of 1 | Total Record : 8