cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Respons Pertumbuhan Dua Bahan Tanam Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Terhadap Pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid) Viki Rikatari; Yaya Hasanah; Jonatan Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.932 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan respons pertumbuhan dua bahan tanam setek nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid). Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari  bulan Agustus sampai dengan Oktober 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor perlakuan yaitu  bahan tanam setek (setek pucuk dan setek batang) dan  konsentrasi NAA (0; 100; 200; dan 300 ppm). Peubah yang diamati yaitu persentase setek hidup, jumlah tunas, berat basah tajuk, dan berat kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tanam setek terbaik adalah setek batang pada persentase setek hidup, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk. Konsentrasi NAA terbaik adalah 200 ppm pada persentase setek hidup. Interaksi antara bahan tanam setek dan konsentrasi NAA terbaik pada kombinasi setek batang dengan konsentrasi NAA 200 ppm pada persentase setek hidup.
Respon Terbentuknya Tunas Mikro Pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Akibat Lama Penyinaran dan GA3 Irfansyah Irfan; Luthfi A. M. Siregar; Diana Sofia Hanafiah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.032 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran dan teknik aplikasi  GA3 terhadap pembentukan tunas mikro pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Microcutting Tanaman Karet PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Gunung Pamela Tebin Tinggi, Sumatera Utara, Medan pada April 2015- Juli 2015,menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama penyinaran dan konsentrasi GA3 dengan 7 ulangan. Peubah amatan yang diamati adalah persentase eksplan membentuk tunas dan umur munculnya tunas. Hasil penelitian menunjukkan lama penyinaran dan konsentrasi GA3 serta interaksi keduanya belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase eksplan membentuk tunas.
The Effect of Egg shell Flour and Chicken Manure Toward Soil pH, P-availability and Ca of Inceptisol with P-absorption and Ca-absorption on Maize (Zea mays. L) Desi Simanjuntak; M Madjid Damanik; Bintang Sitorus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.437 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13383

Abstract

The aim of this research was to know the effect of egg shell flour and chicken  manure toward soil pH, P- availability and Ca of inceptisol with P-absorption and Ca-absorption on maize  (Zea mays L.). The research had been conducted from March to September 2015  at gause, Faculty of Agriculture,University of Sumatera Utara. The method used  was Randomized  Block  Design with 2 factors and 2 replications. The first factor was dosage  of chicken  manure  0,  18,75,  37,5 and  56,25 g /5 kg (soil) and  second factor was dossage of chicken egg shell flour 0, 4, 8, 12 g/5 kg (soil). The result showed that chicken  manure was effect significantly to increas soil pH, organic- C, P-availability and P-absorption, Ca-absorption with growth of maize. Application chicken egg shell flour only was significant effect in increasing P-availibility. Interaction manure and chicken egg shell flour was  significant effects on plant height and P-availibility.
Evaluasi Sifat Fisik Tanah Terhadap Laju Infeksi Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus : PT. PD. PATI) Kartika Utami; Supriadi Supriadi; Kemala Sari Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.297 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13385

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma sp.) menurunkan produktifitas kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit PT. PD. PATI. Perbaikan kondisi lingkungan tanah perlu dilakukan agar wilayah perakaran hingga pangkal batang dapat terhindar dari penyakit ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik tanah antara lain persentase fraksi liat, fraksi pasir, kelembaban tanah, dan kandungan karbon organik tanah terhadap laju infeksi penyakit busuk pangkal batang. Penelitian dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT.PD.PATI dengan metode survey. Sampel diambil dengan metode proportional purposive random sampling. Data diuji dengan asumsi data klasik, analisis korelasi dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan laju infeksi penyakit busuk pangkal batang dipengaruhi oleh kelembaban tanah tetapi tidak dipengaruhi oleh fraksi liat, debu dan kandungan karbon organik tanah.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (glycine max (L.)Merril) Terhadap Pemberian Biochar dan Pupuk Organik Cair muhammad habib sampurno; Yaya Hasanah; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.83 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13387

Abstract

Kedelai merupakan bahan protein nabati dan komoditas penting Indonesia. Produksi kedelai nasional mengalami penurunan setiap tahunnya. Rendahnya produksi kedelai Indonesia salah satunya dikarenakan belum maksimalnya pengetahuan petani dalam penggunaan teknologi produksi yang mendukung pertanian berkelanjutan. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan kembali ke alam meningkatkan pemberdayaan sistem pertanian organik. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi   kedelai terhadap pemberian biochar dan pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Desa Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan pada Juni - Agustus 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Biochar (0, 4, 8, 12 t/ha) dan Pupuk Organik Cair (20, 40, 60 ml/l). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, total luas daun, bobot kering biji per tanaman, dan bobot kering biji per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar meningkatkan total luas daun 3,4 dan 6 MST dan bobot kering biji per plot. Pemberian pupuk organik cair meningkatkan jumlah diameter batang dan total luas daun 4 dan 6 MST.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril.) Terhadap Aplikasi Pupuk Hayati dan Tepung Cangkang Telur sri dora saragih; Yaya Hasanah; Eva Sartini Bayu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.903 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13406

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan  Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang berada ± 25 m dpl mulai Mei sampai Agustus 2015. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan pupuk hayati dan tepung cangkang telur dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk hayati yaitu 0 ; 5 dan 10 g/kg benih dan faktor kedua tepung cangkang telur yaitu 0 ; 25 ;  50 dan  75 g/polibeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati meningkatkan jumlah dan berat bintil akar efektif dan bobot biji kering per tanaman. Sedangkan perlakuan tepung cangkang telur nyata dalam meningkatkan jumlah dan bobot bintil akar efektif. Sedangkan interaksi antara pupuk hayati dan  tepung cangkang telur cenderung meningkatkan jumlah dan berat bintil akar efektif dan bobot biji kering per tanaman
Respons Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Kompos Sampah Kota dan Pupuk K Sando Franciskus Sinaga; Toga Simanungkalit; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.215 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13410

Abstract

ABSTRACT Shallot is an essential vegetable commodity in Indonesia. In north of Sumatera, shallot yield has decreased each year. Low production of shallot Indonesia one of them due to the application of cultivation technology. One way to increase the production of shallot is the improvement of cultivation techniques and organic fertilizer.The objective of the research was to determine the response of the growth and production of shallot on the application of municipal waste compost and K fertilizer. Research conducted at the Research Field of Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, Medan on June to August 2015, using a randomized block design factorial with two factors: Municipal Solid Waste Compost (0, 7.5, 15, 22.5 t / ha) and K fertilizers (0, 75, 150 KCl / ha). Variables observed was the length of the plant , number of leaves and diameter of bulbs dry. The results showed that the urban waste compost  not significantly effect on all variables observation, whereas the K fertilizer significantly effect of  3-5 MST plant length and diameter of bulbs dry. Interaction between urban  waste compost 7,5 ton/ha and K  fertilizer 75 kg KCl/ha is the best treatment to increase the growth and production of shallot. Keywords: K fertilizer, shallot, urban waste compost  ABSTRAK Bawang merah merupakan komoditas sayuran penting Indonesia. Produksi bawang merah di sumatera utara mengalami penurunan setiap tahunnya. Rendahnya produksi bawang merah Indonesia salah satunya dikarenakan penerapan teknologi budidaya. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah perbaikan teknik budidaya dan pemberian pupuk organik. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi bawang merah terhadap  pemberian kompos sampah kota dan pupuk K. Penelitian dilaksanakan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan pada Juni - Agustus 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Kompos Sampah Kota (0, 7,5, 15, 22,5 ton/ha) dan Pupuk K (0, 75, 150 kg KCl/ha). Peubah yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah daun per rumpun dan diameter umbi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah amatan. Sedangkan pupuk K  berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3-5 MST dan diameter umbi kering. Kombinasi perlakuan kompos sampah kota dan pupuk K terbaik adalah kompos sampah kota sebanyak 7,5 ton/ha dan pupuk K sebanyak 75 kg KCl/ha  meningkatkan pertumbuhan produksi bawang merah. Kata kunci : bawang merah, kompos sampah kota, pupuk K
Response in growth of shallot (Allium ascalonicum L.) to application of mulch and some plant spacing Irfan Fauzi; Yaya Hasanah; Toga Simanungkalit
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.612 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13413

Abstract

This research has been conducted to obtain a certain application of mulch and some plant spacing which can improve the growth of the shallot. This research had been conducted at experimental field of Faculty of Agriculture University of Sumatera Utara on October to December 2015 using a factorial randomized block design with two factor, i.e. types of mulch (no mulch, straw mulch, silver black plastic mulch) and plant spacing (20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm,20 cm x 25 cm). Parameter observed were plant height, number of leaves, number of tillers, diameter of the bulbs per sample. The result showed that types of mulch significantly affect of plant height at 2 week after planting (WAP), number of leaves at 2 and 3 WAP in which types of silver black plasctic mulch showed the highest yields. Plant spacing significantly affect the parameters plant height at 3 and 4 WAP. The interaction between types of mulch and plant spacing were not significantly affect on all parameters observed.
The Growth and Yield of Sweet Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) On The Mulch Treatments and Organic Matter Novrizal Siregar; Teuku Irmansyah; Mariati Mariati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.577 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13415

Abstract

The research has been conducted to evaluation growth and yield of sweet sorghum on the mulch treatments and organic matter. The research was conducted at experimental field, Agricultural Faculty University of Sumatera Utara, Medan with altitude ± 25 meter above sea level, began from April up to August 2015. The experiment was arranged by split plot design with mulch as main plot (without mulch, hay mulch) and organic matter as sub plot i.e., without organic matter, empty fruit bunch compost,chicken manure and mixture of empty fruit bunch compost and chicken manure. Parameters observed were plant lenght, leaves number, stem diameter, flowering time, seed weight per sample, seed weight per plot and weight of 1000 seeds. The results showed that, among all parameters observed, only leaves number was significantly affected by mulch treatment. However there were variations of plant lenght, leaves number, and stem diameter on organic matter treatments. B3 treatments (mixture of empty fruit bunch compost and chicken manure) produced the highest plant length (296.88 cm), the highest leaves number (5.83 strands) and the largest stem diameter (5.38 mm).There was no interaction between mulch treatments and organic matter.
perbaikan sifat kimia tanah sawah akibat pemberian bahan organik pada pertanaman semangka (citrullus lanatus) jonson armando simamora; Abdul Rauf; Purba Marpaung; Jamila Jamila
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.608 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13417

Abstract

Tanah  sawah  adalah  tanah  yang  digunakan  untuk  bertanam  padi  sawah sepanjang  tahun maupun  bergiliran  dengan  tanaman  palawija. Kandungan bahan organik tanah yang rendah merupakan salah satu permasalahan utama yang menyebabkan rendahnya produktivitas lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat kimia tanah sawah akibat pemberian bahan  organik pada pola tanam padi - semangka. Penelitian ini dilakukan di Desa Air Hitam Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara mulai April sampai Juli 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan Bahan Organik yaitu Tanpa bahan organik, Jerami padi 5ton/ha, pupuk kandang domba 2,5ton/ha, pupuk petroganik dan mulsa jerami 0,5ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk petroganik dan mulsa jerami 0,5ton/ha nyata meningkatkan C-organik tanah dan pH tanah, dan pemberian pupuk kandang domba 2,5ton/ha nyata meningkatkan K-tukar tanah serta pemberian jerami padi 5ton/ha nyata meningkatkan berat buah dan diameter buah.