cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
SEBARAN NORMAL KARAKTER PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HASIL PERSILANGAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) VARIETAS ANJASMORO DENGAN GENOTIPA KEDELAI TAHAN SALIN PADA F2 Narwiyan Narwiyan; Rosmayati Rosmayati; Eva Sartini Bayu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.349 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13484

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan penting karena banyak dibutuhkan untuk bahan pangan, pakan ternak dan industri. Kebutuhan kedelai mencapai 2 juta ton, sedangkan produksi hanya 1,2 jt ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi. Usaha ekstensifikasi dengan memanfaatkan tanah-tanah marginal. Salah satu tanah marginal adalah tanah salin. Di indonesia diperkirakan luas lahan salin 440.300 ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi  karakter pertumbuhan dan produksi tanaman  kedelai hasil persilangan pada tanah salin. Penelitian ini dilakukan di rumah plastik buatan dalam rumah kasa Fakultas Pertanian USU (± 25 meter dpl) pada bulan April  sampai bulan Agustus  2015. Benih F2 diperoleh dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan benih hasil persilangan varietas anjasmoro dengan genotipa kedelai tahan salin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, bobot biji, jumlah biji, dan umur panen tidak bersidtribusi normal, memiliki tingkat segregasi yang tinggi dengan adanya pengaruh gen aditif epistasis dan masih dipengaruhi oleh banyak gen.
Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Kedelai Hitam (glycine max (L.)Merril) Dengan Pemberian Berbagai Jenis Bahan Organik Riza Syifani Nasution; Jonatan Ginting; Nini Rahmawati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.997 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13485

Abstract

ABSTRACT The use of black soybean is still very little compared to yellow soybeans are widely used as raw material for food. The low production of soybean Indonesia one of them because there is not maximal knowledge of farmers in the use of technologies that support sustainable agricultural. Using improved varieties and availability of organic materials is the main requirement to increase soybean production. The objective of the research is to determine the variety and type of organic material on the growth and production of black soybeans.The experiment was conducted in Setia Budi Street, Simpang Pemda District of Medan Selayang on December 2015 to March 2016, using a factorial randomized block design with three factors, the first factor is varieties (Cikuray, Detam-2, Malikka) and the second factor is organic matter (Kontrol, Kompos Jerami Padi, Biochar, Bokashi). Observed were plant height, root dry weight, seeds per plant dry weight, dry weight of seeds per plots, the dry weight of 100 seeds, dry weight of seeds per hactare.The results showed that application of varieties increased plant height 4 and 6, dry weight of seeds per plots. The dry weight of 100 seeds, dry weight of seeds per hactare and organic matter increasing the seeds per plant dry weight, dry weight of seeds per plots and dry weight of 100 seeds. Keywords: black soybean, organic matter, varieties  ABSTRAK Penggunaan kedelai hitam masih sangat sedikit dibandingkan kedelai kuning yang banyak digunakan sebagai bahan baku pangan. Produktivitas tanaman kedelai nasional mengalami penurunan setiap tahunnya. Rendahnya produksi kedelai Indonesia salah satunya dikarenakan belum maksimalnya pengetahuan petani dalam penggunaan teknologi produksi yang mendukung pertanian berkelanjutan. Menggunakan varietas unggul dan tersedianya bahan organik merupakan syarat utama dalam meningkatkan produksi kedelai. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui varietas dan jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi   kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan di Jalan Setia Budi, Simpang Pemda Kecamatan Medan Selayang pada Desember 2015 sampai Maret 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Varietas (Cikuray, Detam-2, Malikka) dan Bahan Organik (Kontrol, Kompos Jerami Padi, Biochar, Bokashi). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot kering biji per plot, bobot 100 biji kering, bobot kering biji per hektar. Hasil penelitian varietas meningkatkan Tinggi tanaman 4 dan 6 MST, bobot kering biji per plot, bobot 100 biji, dan bobot kering biji/ha. Pemberian pemberian bahan organik meningkatkan bobot kering biji per tanaman, bobot kering biji per plot, dan bobot kering biji/ha. Kata kunci : bahan organik, kedelai hitam, varietas
Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun candra setiadi; Kemala Sari Lubis; Purba Marpaung
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.053 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13489

Abstract

Pengolahan tanah secara intensif tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat menurunkan kualitas tanah. Indeks plastisitas tanah pada lahan yang dibudidayakan dengan tanaman berbeda membutuhkan pengolahan tanah yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor dominan yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah di lahan Kecamatan Pamatang Sidamanik pada budidaya yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Sampel diambil secara acak dengan jumlah sampel yang diambil pada ordo tanah yakni 27 untuk lahan  kopi, 12 untuk lahan teh dan 21 untuk lahan hortikultura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara dominan indeks plastisitas tanah pada lahan yang ditanami kopi, teh dan hortikultura termasuk kriteria rendah serta bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah dengan nilai pengaruh sebesar 54,949%.
Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik dan Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun Sander Manganju Silalahi; Kemala Sari Lubis; Hamidah Hanum
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.061 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13492

Abstract

Pengolahan tanah secara intensif tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kadar liat, bahan organik serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun pada jenis tanah Andisol pada bulan Mei sampai dengan Nopember 2015. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda dan sederhana dengan faktor independent yaitu kadar liat, bahan organik, kandungan air dan faktor yang dipengaruhi yaitu indeks plastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks plastisitas pada tanah Andisol berkisar antara 0,28% – 10,24%, sebagian besar dalam kondisi kurang plastis. Tidak terdapat hubungan regeresi linear berganda antara kadar liat, bahan organik dan kandungan air terhadap indeks plastisitas, namun pada regresi sederhana terdapat hubungan antara kadar liat dengan indeks plastisitas tanah. Kadar liat merupakan faktor yang paling mempengaruhi indeks plastisitas pada tanah Andisol dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,476.
Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Beberapa Komposisi Media Tanam Dan Frekuensi Penyiraman juan winaldy s; Jonis Ginting; Irsal Irsal
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.376 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13493

Abstract

Use proper planting media can support the development of cocoa seeds. But its use should be based on the nature of the medium is able to absorb and hold water in relatively long. Hence required combination some composition media cropping and frequency watering to gain the mass seeds cocoa. This study was conducted in the greenhouse the Faculty Agricultural University of North Sumatra, located at an elevation of above sea level 25 from January 2015 until April 2015, using a random factorial group with two factors the Media Treatment Composition Planted with Topsoil treatment, Topsoil + Compost TKKS (1:2), Topsoil + Manure a Chicken (1:2)Topsoil + Sphagnum (1:2) and Frequency of treatment of Sprinkling with 100%KL/ml/one day, 100%KL/ml/two days, 100%/KL/ml/three days. Parameter examined is tall plant, diameter of the stem, broad leaves, wet weight header, wet roots, dry weight header, and weights dried root. The research results show that composition media planting had have real impact on parameter tall plant, diameter of the stem, wet weight roots and weight dried root. Treatment of frequency watering affect significant a tall parameters,diameter of stem, wet weight roots, and weight dried roort  observation.Interaction some composition media cropping and frequency watering do not affect significant a tall parameters observation.         Keywords: cocoa, planting media, watering frequency  
RESPON PERTUMBUHAN BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merrill) PADA KEADAAN TERGENANG TERHADAP PEMBERIAN GA3 MEILINA J SEMBIRING; REVANDY I. M DAMANIK; LUTHFI A. M SIREGAR
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.554 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan beberapa varietas kedelai pada keadaan tergenang terhadap pemberian GA3. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, pada bulan Juli - Desember 2015 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga faktor perlakuan yaitu varietas (Grobogan, Willis dan Gepak Kuning), genangan (kontrol dan tergenang), dan konsentrasi GA3 (0 ppm dan 150 ppm). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, persentase daun menguning, dan analisis enzim peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 - 5 MST, jumlah daun 3 - 5 MST, dan persentase daun menguning. Perlakuan GA3 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3 - 5 MST, dan jumlah daun 5 MST. Interaksi varietas dan GA3 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3 MST. Interaksi antara varietas, genangan dan GA3 berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 5 MST. Hasil analisis enzim peroksidase menunjukkan bahwa Willis mampu beradaptasi pada keadaan tergenang.
PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN N,P,K BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA MEDIA TANAM LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY MEYLIN KRISTINA SARAGIH; Chairani Hanum; Diana Sofia Hanafiah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.223 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan dan kandungan NPK bibit Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq) dengan Media Tanam Limbah di Main Nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK), dengan 2 faktor perlakuan, media tanam yang terdiri dari 5 komposisi Faktor I, M0 : Top Soil, M1 : Top Soil + Serat Kelapa Sawit, M2 : Top Soil + TKKS, M3 : Top Soil + Solid decanter, M4 : Top Soil +Serat Kelapa Sawit + TKKS + Solid decanter, faktor II adalah, Varietas yang terdiri dari 3 jenis yaitu: V1 : D x P 239, V2 : D x P Simalungun, V3: D x P Avros. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan komposisi media tanaman (Top Soil + Solid decanter + TKKS + Serat) 1:1:1:1, memberikan respon yang baik  terhadap tinggi tanaman, lingkar batang dan kandungan fosfor pada varietas DXP239.
Pengaruh Asal Stek dan Zat Pengatur Tumbuh Atonik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Lamb. Cut Tia Mardi; Hot Setiado; Khairunnisa Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.7 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal stek dan zat pengatur tumbuh Atonik terhadap pertumbuhan dan produksi dua varietas ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat bajak V, kelurahan Harjosari II kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, Medan, dengan ketinggian tempat +33 m dpl, dilaksanakan pada bulan September 2015 sampai Januari 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga faktor perlakuan yaitu varietas (Antin-1 dan Kidal), bahan asal stek (stek pucuk dan stek pangkal) dan zat pengatur tumbuh Atonik (0,25 ml dan 0,50 ml). Peubah amatan yang diamati adalah pertambahan panjang tanaman, jumlah umbi per sampel, panjang umbi per sampel, diameter umbi per sampel, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berbeda nyata terhadap pertambahan panjang tanaman, jumlah umbi per sampel, panjang umbi per sampel, diameter umbi per sampel, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot. Stek berbeda nyata terhadap pertambahan panjang tanaman, Interaksi antara varietas, stek, dan Zat pengatur tumbuh Atonik tidak berpengaruh nyata.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Terhadap Pemberian Pupuk Bokashi dan Frekuensi Pembumbunan AUDIRA AININDYA; NINI RAHMAWATI; LISA MAWARNI
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.644 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokashi dan frekuensi pembumbunan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Anom, Medan Sunggal pada Oktober 2015 sampai Januari 2016. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk bokashi (0, 5, 10, 15 ton/ha) dan frekuensi pembumbunan (2, 3 dan 4 kali). Parameter yang diamati adalah pertambahan panjang tanaman per sampel, jumlah umbi per sampel, panjang umbi per sampel, diameter umbi per sampel, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot, bobot biomassa tanaman per sampel, rataan bobot umbi dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk bokashi berpengaruh nyata meningkatkan bobot umbi per sampel. Frekuensi pembumbunan berpengaruh nyata meningkatkan diameter umbi per sampel. Interaksi antara dosis pupuk bokashi dan frekuensi pembumbunan berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter.
evaluasi beberapa karakteristik kimia pada lahan sawah untuk tanaman kacang tanah (Arachis hypogeae L.) di desa banuaji kecamatan adiankoting kabupaten tapanuli utara novita sari tobing; abdul rauf; sarifuddin mp
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.853 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13564

Abstract

Penelitin ini bertujuan mengevaluasi beberapa karakteristik kimia pada area sawah untuk tanaman kacang tanah (Arachis hypogeae L.) di Desa Banuaji Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian dimulai pada bulan juni – September 2015, dengan menggunakan metode grid bebas. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS dan menginterpretasikan dalam peta status hara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa N-total dibedakan menjadi tiga golongan yaitu sangat rendah (10.7 Ha), rendah (161 Ha), dan sedang (150.3 Ha). P-potensial dibedakan menjadi dua golongan yaitu sangat tinggi (64.4 Ha), tinggi (257.6 Ha). K-tukar digolongkan menjadi tiga golongan yaitu sedang (171.7), tinggi (118.1 Ha), dan sangat tinggi (32.2 Ha). C-organik digolongkan menjadi tiga golongan yaitu Sangat rendah (53.7 Ha), rendah (257.6 Ha), dan tinggi (10.7 Ha). pH tanah digolongkan menjadi dua yaitu masam (289.8 Ha), dan  agak masam (32.2 Ha)