cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) pada Pemberian Pupuk Cair Muhammad Rizky Andry; Ratna Rosanty lahay; Revandi I M Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.129 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i1.12980

Abstract

The objective of this research was acquired of effect on addition of liquid fertilizer of growth and production of mustard greens. Therefor, research has been conducted at experimental field of Agriculture USU (± 25 m asl.) in August-September 2014 using a randomized block design with one factor. that was addition of liquid fertilizer consist of control, basic fertilizer (urea, SP36, KCl), organic liquid fertilizer (1, 2 and 3 ml/l water per plant) and anorganic liquid fertilizer (1, 5, 3, and 4,5 ml/l water per plant). The results showed that 2 and 3 weeks after planting (MST) of plant height, 2, 3, and 5 MST of leaf total, fresh root weight, sell fresh weight be significantly different of addition liquid fertilizer. We recommend that basic fertilizer should be given on mustard greens cultivation, because the results on growth and production of mustard greens was well.Keywords : Mustard Greens, Fertilizer, Liquid Fertilizer
Karakteristik Fisika Tanah Pada Beberapa Tegakan di Subdas Petani Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Vidiya Novelin Lubis; Abdul Rauf; Bintang Sitorus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.876 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13024

Abstract

Penggunaan lahan di daerah hulu DAS terdiri dari kawasan hutan, pertanian, dan agroforestri. Berbagai komposisi tegakan tanaman yang  berbeda–beda akan mempengaruhi kondisi tanah baik pada sifat fisika maupun kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik fisika tanah pada beberapa tegakan di Sub DAS Petani. Lokasi penelitian di desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Laboratorium Fisika Tanah dan Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2015. Teknik sampling berdasarkan metode purposive sampling dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data diolah dengan uji Anova dan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permeabilitas tanah tertinggi terdapat pada  tegakan tanaman durian (7,310 cm/jam) dan berbeda nyata pada tanah tegakan tanaman aren   (3,842 cm/jam) dan karet (4,606 cm/jam) tetapi tidak berbeda nyata dengan hutan (5,712 cm/jam). Tegakan hutan dan tegakan tanaman serbaguna tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan isi  (bulk density), porositas tanah dan kadar air tanah.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica), Kentang (Solanum tuberosum L.) Kubis (Brassica oleraceae L.) Dan Jeruk (Citrus Sp.) Di Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Sumina Silaban; Bintang sitorus; Posma Marbun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.488 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman kopi arabika, kentang, kubis dan jeruk Di Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Diperoleh 9 (sembilan) SPL (satuan peta lahan) yang ditentukan berdasarkan peta jenis tanah, peta kemiringan lereng dan peta ketinggian tempat yang dihasilkan dari peta topografi dengan skala 1 : 50.000, kemudian dilakukan overlay. Penilaian kelas kesesuaian lahan berdasarkan kriteria Staf Pusat Penelitian Tanah Bogor Tahun 1993 dan metode evaluasi lahan adalah metode limit berdasarkan Djaenuddin, 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan potensial tertinggi pada SPL 1 adalah jeruk (S1), pada SPL 2 adalah kubis S2 (wa) dan jeruk (S2 tc), pada SPL 3 adalah jeruk (S1), pada SPL 4 adalah kopi, kentang, kubis dan jeruk (S3 wa,rc,eh), pada SPL 5 dan 6 adalah tidak sesuai (N rc)  SPL 7 adalah kopi, kentang, kubis dan jeruk (S3 wa, rc, eh), pada SPL 8 adalah jeruk (S1) dan pada SPL 9 adalah kopi, kentang, kubis dan jeruk (S3 wa, rc, eh).
Karakteristik Biologi Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Sub DAS Petani Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara arif ghazali ritonga; abdul rauf; Jamilah Jamilah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.531 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13167

Abstract

Penggunaan lahan yang didominasi dengan berbagai vegetasi penutup lahan yang memiliki sifat biologi tanah yang baik merupakan salah satu indikator DAS yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik biologi tanah pada berbagai penggunaan lahan di Sub DAS Petani. Penelitiandilakukan di desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, di Laboratorium BPT Bogor, Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara padabulan Maret sampai dengan November 2015. Penelitian ini menggunakan teknik sampling berdasarkan metode purposive sampling.Parameter yang diukur yaitu C–organik, N–total, C/N, respirasi tanah, populasi cacing tanah dan total populasi mikroorganisme.Data diuji dengan uji t taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tegakan hutan menjadi berbagai tegakan menurunkan kandungan C–organik tanah, N–total tanah, populasi cacing tanah, respirasi tanah dan populasi mikroorganisme, meningkatkan  rasio C/N. Meskipun tidak menunjukan perbedaan karakteristik biologi tanah, namun  tanaman aren dan durian lebih dianjurkan.  
Uji Metode Pengukuran Aldd Ekstraktan KCl dan LaCl3 dalam Menetapkan Kebutuhan Kapur di Tanah Ultisol Fitria Permata Sari; Mukhlis Mukhlis; Fauzi Fauzi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.362 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13255

Abstract

Penelitian yang menguji dua metode pengukuran Aldd, yaitu dengan ekstraktan KCl dan LaCl3 untuk menetapkan kebutuhan kapur di tanah Ultisol. Hasil pengukuran diterapkan pada tanah di rumah kasa menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, 7 perlakuan dosis kapur CaCO3 yaitu 0.0 xAldd; 1.0xAldd-KCl; 1.5xAldd-KCl; 2.0xAldd-KCl; 1.0xAldd-LaCl3; 1.5xAldd-LaCl3; 2.0xAldd-LaCl3 dengan 4 ulangan. Kapur diinkubasi selama 14 hari dalam keadaan kapasitas lapang. Tanaman indikator kedelai ditanam hingga fase pertumbuhan vegetatif. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, tinggi tanaman, volume akar, berat kering tajuk, berat kering akar, dan serapan N, P, K tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis kapur hanya meningkatkan pH H2O dan pH KCl tanah. Kebutuhan kapur tanah Ultisol lebih tepat ditentukan menggunakan Aldd ekstrak KCl 1 N. Kata Kunci : Aldd, KCl, LaCl3, kapur, Ultisol
Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah, Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala Akibat Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Beberapa Sumber P Eko Andreas Sihite; M.M.B. Damanik; Mariani Sembiring
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.108 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13257

Abstract

Tanah Inceptisol memiliki kandungan bahan organik yang rendah dan pH yang rendah.Kandungan bahan organik rendah dengan ratio C/N tergolong rendah dan kandungan P potensial rendah.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.Pada bulan Agustus tahun 2015 sampai dengan selesai.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor.  Faktor I adalah pupuk kandang ayam dengan 4 taraf yaitu: tanpa aplikasi  pupuk kandang ayam, 40 g/polibag, 80 g/polibag, dan 120 g/polibag. Faktor II adalah beberapa sumber Pyang terdiri dari: tanpa aplikasi pupuk P, pupuk SP-36, dan pupuk TSP. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang ayam dapat merubah beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan produksi tanaman jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala. Pemberian beberapa sumber P dapat  merubah beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan pertumbuhan tanaman jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala. Interaksi antara pupuk kandang ayam dan beberapa sumber P dapat merubah beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan produksi tanaman jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala.
Keragaan Fenotipe M3 Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Pada Pemberian Air 40% Kapasitas Lapang Heru Ibnu Lestari; lollie Agustina P. Putri; Mbue Kata Bangun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.776 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan fenotipe M3 kacang hijau pada pemberian air 40% kapasitas lapang. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Medan, yang dimulai sejak Februari 2015 sampai dengan April 2015 dengan perlakuan 4 genotipe yaitu A: merupakan genotipe F3R0C0 (varietas Vima-1 sebagai kontrol), D: merupakan genotipe M3R1C3 (turunan ketiga (M3) varietas Vima-1 pada 10 krad pada 40% Kapasitas Lapang), F:  merupakan genotipe M3R2C1 (turunan ketiga (M3) varietas Vima-1 pada 20 krad pada 80% Kapasitas Lapang), I: merupakan genotipe M3R3C0 (turunan ketiga (M3) varietas Vima-1 pada 30 krad pada 100% Kapasitas Lapang) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, kandungan klorofil daun, luas daun, umur berbunga, umur panen, jumlah polong berisi, bobot biji, bobot 100 biji, volume akar, bobot kering akar, bobot kering tajuk, dan nisbah bobot kering tajuk-akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe F (M3R2C1) berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, 4 MST, dan jumlah cabang produktif dan genotipe I (M3R3C0) berbeda nyata terhadap parameter luas daun, volume akar dan umur berbunga sedangkan genotipe A (F3R0C0) berbeda nyata terhadap parameter umur panen.
Keragaan Fenotipe Berdasarkan Karakter Agronomi Pada Generasi F2 Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merril.) Dini Rizkita Pulungan; Diana Sofia Hanafiah; Revandy I.M. Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.695 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13281

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaan fenotipe berdasarkan karakter agronomi dan pewarisan maternal dari tetua betina pada persilangan resiprokal generasi F2 beberapa varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Medan, dimulai Juni 2015 sampai September 2015 menggunakan hasil persilangan kombinasi antara varietas V1 : Anjasmoro, V2 : Detam II, V3 : Grobogan sebagai tetua dengan empat kombinasi persilangan G1 : Anjasmoro x Detam II, G2 : Detam II x Anjasmoro, G3 : Detam II x Grobogan, G4 : Grobogan x Detam II dengan uji t. Data dianalisis dengan Uji Sebaran Normalitas dan Heritabilitas. Parameter diamati adalah umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 1, jumlah polong berbiji 2, jumlah polong berbiji 3, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, jumlah biji polong berbiji 1, jumlah biji polong berbiji 2, jumlah biji polong berbiji 3, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji. Hasil uji t F2 dan tetua betina menunjukkan genotipe persilangan G1, G2, G3, dan G4 berbeda nyata terhadap jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 1, jumlah polong berbiji 3, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah biji polong berisi 1, jumlah biji polong berisi 3, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji per tanaman.. Uji t F1 dan F2 menunjukkan berbeda nyata terhadap umur berbunga, jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 2, jumlah polong berbiji 3, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah biji polong berisi 2, jumlah biji polong berisi 3, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Sebaran frekuensi karakter agronomis menunjukkan kurva tidak berdistribusi normal karena segregasi tertinggi terjadi pada F2.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Deli (Nicotiana tabacum L.) terhadap Pemberian Kompos dan Pupuk Daun Christofel Pratama Hasudungan Pasaribu; Asil Barus; Irsal Irsal
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.781 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13322

Abstract

ABSTRACT This research aimed to determine the effect of compost and foliar fertilizer on the growth and production of Deli tobacco. It was conducted at the Experimental Farm of the Agricultural Faculty, University of North Sumatera, Medan (± 25 m above sea level) began from August until October 2015. The research was arranged with factorial randomized block design with two factors, the first factor was compost (0 g/polybag, 300 g/polybag, 600 g/polybag, and 900 g/polybag) and the second factor was foliar fertilizer (0 g/l of water, 2 g/l of water, 4 g/l of water and 6 g/l of water). The result showed that compost was giving significant effect on diameter of stem 8 weeks after transplanting, length of the sand leaf, width of the sand leaf, length of the feet  leaf I, width of the feet leaf I, length of the feet leaf II, width of the feet leaf II, and root volume. Foliar fertilizer and both of interaction were not giving significant effect on all parameters. Keywords : compost, Deli tobacco, foliar fertilizer ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan produksi tembakau Deli. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan (± 25 m dpl) pada bulan Agustus sampai Oktober 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian kompos (0 g/polibeg, 300 g/polibeg, 600 g/polibeg, dan 900 g/polibeg). Faktor kedua adalah pupuk daun (0 g/l air, 2 g/l air, 4 g/l air dan 6 g/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang 8 MSPT, panjang daun pasir, lebar daun pasir, panjang daun kaki I, lebar daun kaki I, panjang daun kaki I, lebar daun kaki II, dan volume akar. Pemberian pupuk daun serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Kata kunci : kompos, pupuk daun, tembakau Deli
The influence of percentage of shade on the growth of Mucuna bracteata D.C. seedling origin cuttings with different IAA concentration. rizki fauzi; Meiriani Meiriani; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.951 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13343

Abstract

The influence of percentage of shade on the growth of Mucuna bracteata D.C. seedling origin cuttings with different IAA concentration. The research was conducted in Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat with altitude ± 50 m above the sea level from Juni to September 2015. This research used factorial split plot design with 2 factors. The first factor was Intensity of Shade  ( 0 %, 25 %, 50 %, 75 % ) and the second factors was IAA concentration ( 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm ) with 3 replication. The result of the research showed that mucuna seed growth were significantly effect to without shade (0 %) than with application if shade. Application of IAA PGR 200 ppm were significantly effect to increased mucuna growth in 8 week after planting. The best treatment of the research were without shade 0 % (N0) with application of IAA 200 ppm (N0A2).