cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair dan Mulsa Aulia Abdul Rahman; Asil Barus; Rosita Sipayung
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.603 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15084

Abstract

ABSTRAK Rendahnya produksi kedelai diakibatkan oleh berkurangnya lahan subur yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan dengan cara penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi tanaman Kedelai terhadap konsentrasi POC dan berat mulsa jerami padi.  Penelitian ini dilaksanakan di Lahan masyarakat Desa Aras Kabu, Kec. Beringin Kab. Deli serdang dengan ketinggian tempat ± 25 meter dpl dari bulan November 2015 sampai Februari 2016, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (0; 40; 80; dan 120 ml/L air) dan faktor kedua yaitu berat Mulsa Jerami Padi (0: 2,5: 5 dan 7,5 ton per ha). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, total luas daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, jumlah cabang produktif, bobot kering 100 biji dan bobot kering biji per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC 120 ml/L cenderung meningkatkan hasil produksi tanaman kedelai pada hampir semua peubah amatan. Berat Mulsa jerami padi 5 ton per ha cenderung meningkatkan hasil produksi tanaman kedelai pada semua peubah amatan. Interaksi perlakuan konsentrasi dan berat  mulsa jerami padi cenderung meningkatkan hasil produksi kedelai pada kombinasi perlakuan terbaik konsentrasi 120 ml dan berat mulsa jerami 5 ton per ha.   Kata Kunci : kedelai, konsentrasi, mulsa jerami, pupuk organik cair.
Respon Pertumbuhan StumpKaret(Hevea brassiliensis Muell Arg.)Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dengan Cara Pengolesan Di Luka Pemotongan Akar Tunggang Pada Beberapa Komposisi Media Tanam Y HERNAWATI P; CHARLOQ ROSA NABABAN; TOGA SIMANUNGKALIT
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.608 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15110

Abstract

One of the problems encountered in rubber cultivation with stump is the high percentage of stump death in field caused by the inhibition of roots and shoots growth. So that to accelerate the growth of rooting can be applied by growth regulator. The aim of the research was to found out the response of stump rubber (Hevea brassiliensis Muell Arg.) used of growth regulator in varieth of planting media. The research was conducted in September 2015 until February 2016 of Agriculture Faculty experimental field, Sumatera Utara University, Medan. The research used the completely randomized design with two factors and three replications. The first factor was concentration of growth regulator, i.e : yaitu 0 mg / 2mL water per stum, 25 mg / 2mL water per stum, 50 mg / 2mL water per stum, dan 75 mg / 2mL water per stum mg and the second factor was the plant media comparison of top soil and sand, i.e : 1:0, 1:1, 1:2, 1:3.The results showed the concentration of growth regulator, the plant media top soil : sand (1:1) and their interaction had no significant increased the growth.of.rubber.stump. Keywords: Growth regulator, Plant media, Stump
Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi Sub DAS Petani Sumatera Utara RORIA RENTA SILALAHI; SUPRIADI SUPRIADI SUPRIADI; RAZALI RAZALI RAZALI
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.263 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya erosi  pada sub daerah aliran sungai Petani. Penelitian ini dilakukan di Sub Daerah Aliran Sungai Petani Sumatera Utara dan Laboratorium Sistem Informasi Geografis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Oktober 2015 sampai dengan April 2016. Metode penilaian tingkat kerusakan lahan yang dilakukan adalah metode scoring (penilaian) kelas tingkat laju erosi. Perkiraan besarnya erosi diketahui dengan metode USLE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi pada kelas I (sangat ringan) memiliki luas sebesar 29540,39 ha, kelas II (ringan) memiliki luas sebesar 6343,89 ha, kelas III (sedang) memiliki luas sebesar 132,39, kelas IV (berat) memiliki luas sebesar 108,01 ha dan kelas V (sangat berat)  memiliki luas sebesar 102,38 ha.Kata kunci : metode skoring, sub DAS, tingkat bahaya erosi.
Klasifikasi Tanah Di Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba Samosir Berdasarkan Keys To Soil Taxonomy 2014 Martin Binarta; Purba Marpaung; Sarifuddin Sarifuddin
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.003 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan tanah pada kategori ordo, sub-ordo, great-group dan sub-group. Lokasi penelitian dilakukan di empat desa: desa Sionggang Selatan, Jangga Toruan, Sibaruang dan Hatinggian, dimulai dari bulan Juli sampai Desember, 2015. Morfologi tanah merupakan deskripsi profil tanah untuk mengetahui sifat tanah, horison tanah dan horison penciri. Sampel tanah diambil dari setiap horison untuk analisis laboratorium yaitu tekstur tanah, kerapatan isi, pH(H2O), pH(KCl), P2O5, C-organik, basa-basa dapat tukar (Ca2+, Mg2+, K+,Na+), retensi P, kejenuhan basa serta kapasitas tukar kation (KTK) di Laboratorium Socfindo dan  Asian Agri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Sionggang Selatan dan Sibaruang adalah Inceptisol, Udept, Humudept, dan Fluventic Humudept. Desa Jangga Toruan dan Hatinggian adalah Inceptisol, Udept,  Humudept, dan Eutric Humudept. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan nama tanah Andisol (Soil Taxonomy, 1998) menjadi Inceptisol (Soil Taxonomy, 2014).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) DENGAN BEBERAPA SISTEM OLAH TANAH DAN KONSORSIUM MIKROBA SYUKRON HAMDALAH SIREGAR; LISA MAWARNI; T. IRMANSYAH
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.987 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15182

Abstract

Kacang tanah merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi dan kandungan lemak serta protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogea L.) dengan beberapa sistem olah tanah dan pemberian konsorsium mikroba. Penelitian dilakukan di lahan masyarakat, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara pada bulan Januari sampai dengan April 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (RPT), sebagai petak utama yaitu pengolahan tanah dengan 2 taraf; pengolahan tanah konservasi dan pengolahan tanah konvensional, anak petak yaitu aplikasi konsorsium mikroba dengan 4 taraf; 0, 6, 12, 18g/kg benih. Dari perlakuan tersebut terdapat 8 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengolahan tanah,  pemberian konsorsium mikroba, dan interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Kata kunci : kacang tanah, konsorsium mikroba, pengolahan tanah.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) TERHADAP WAKTU APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI MUHAMMAD REIZA; T. IRMANSYAH; FERRY EZRA T. SITEPU
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.504 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon Pertumbuhan dan Produksi DuaVarietas Kacang Tanah (Arachis hypogaeaL.) terhadapWaktu AplikasiPupuk Kandang Sapi.Penelitian dilakukan di lahan penduduk di Binjai pada November2015 sampai April 2016.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan dua perlakuan, yakni perlakuan pertama V1(VarietasHypoma 2) danV2(Varietas Bima), dan perlakuan kedua yakni T0 (tanpa pemberian pupuk), T1 (waktu aplikasi pupuk kandang sapi 1 minggu sebelum tanam), T2 (3minggu sebelum tanam), danT3 (5 minggu sebelum tanam). Parameter yang diamati adalah tinggi  tanaman, jumlah cabang primer, jumlah bunga yang terbentuk,bobot 100 biji, dan jumlah ginofor yang tidak jadi polong.Hasil penelitian menunjukkan Penggunaan Varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman.Waktu Aplikasi Pupuk Kandang Sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Interaksiantara keduanya berpengaruh tidak nyata pada semua perlakuan. Perlakuan terbaik pada parameter bobot 100 biji terdapat pada perlakuan kontrol(tanpa pemupukan) dan pada penggunaan varietas Bima. Kata kunci: Kacang tanah, Pupuk kandang sapi, Varietas, Waktu aplikasi.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam, Pupuk Hijau, dan Kapur CaCO3 Pada Tanah Ultisol Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Taufik Atmaja; M Madjid B Damanik; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.109 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15307

Abstract

Penelitian ini menguji tiga bahan amandemen berupa pupuk kandang ayam, pupuk hijau, dan kapur CaCO3 pada tanah Ultisol terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Hasil pengukuran diterapkan pada tanah di rumah kasa dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 taraf, yaitu : pupuk kandang ayam dosis 12,5 g/pot, 25 g/pot, 37,5 g/pot; pupuk hijau dosis 12,5 g/pot, 25 g/pot, 37,5 g/pot; kapur CaCO3 dosis 2,5 g/pot, 3,75 g/pot, 5 g/pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan amandemen berupa kapur CaCO3 lebih baik dalam hal mengatasi kemasaman tanah Ultisol daripada pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk hijau karena mampu meningkatkan pH H2O, pH KCl, dan menurunkan Al-dd tanah secara nyata. Sedangkan untuk pertumbuhan tanaman, pemberian bahan amandemen pupuk kandang ayam lebih baik daripada pemberian pupuk hijau dan kapur CaCO3 karena mampu meningkatkan serapan P, tinggi tanaman, berat kering tajuk, berat kering akar, dan memperpendek umur berbunga tanaman. Kata Kunci : kapur CaCO3, pupuk hijau, pupuk kandang ayam, Ultisol.
Response of Latex Production At Various Times Application In Quick starter Clone Rubber Plant of Giving Stimulant Ethylene Peel of Banana Below the Tapping tomi sandi gultom; charloq charloq
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.412 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15308

Abstract

The experiment was conducted for six months, began in September 2015 to Februari 2016 in Sungei Putih Rubber Research Institute, Deli Serdang. Three-Stage Nested Design was applied with three replications. The first step was time application, i.e., a first application, a second application, the second step of clones treatment, i.e., IRR 118 clones, PB 260 clones and the third step was stimulants, i.e., without stimulants, stimulant extract 50 grams the peel of banana, stimulant extract 100 grams the peel of banana, stimulant extract 150 grams the peel of banana, stimulant extract 200 grams the peel of banana. Observed parameters was total solid contents. The results showed that first application was more bigger than the second application to produced the latex. PB 260 clones were clones that experienced the highest increase in producing due to the provision treatment of stimulants. Stimulant extract 100 gram the peel of banana is stimulant that tends to increase production latex higher than others.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Sawah, Padi Gogo (Oryza sativa L.), Dan Sorgum (Shorgum bicolor) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai waskito waskito; Purba Marpaung; Alida Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.011 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15314

Abstract

This study aimed to evaluate the suitability of land on rice, upland rice and sorghum crops in Sei Bamban SubDistric of  Serdang Bedagai District. It can be obtained 3 Land Mapping Units (SPL) which is determined based on the overlay result from the soil type map, slope maps and altitude map that is Inceptisol SPL 1, Ultisol SPL 2, and Ultisol SPL 3. This study used survey method. The results showed that the land suitability classes of actual rice and upland rice crops in the SPL 1 and SPL 3 is Marginally Suitable/S3nr by a nutrient retention barrier factor, for rice crops in the SPL 2 is Suitable/S2nr, and Suitable/S2wanr for upland rice crops with the barrier factor of excessive water availability (wa). While the  potential classes of land suitability for rice and upland rice crops is Very Suitable/S1 for SPL 1, 2 and 3. The suitability class for actual sorghum crops on SPL 1, 2, and  3 is Not Suitable/Nwa with the barrier factor of excessive water availability (wa). While the potential land suitability classes is Suitable/S2tcwa by the barrier factor of temperature (tc) and the excessive water availability (wa) for SPL 1, 2, and 3. The conclusion is the low production of rice crops (55,96 qw/ha) on Inceptisol SPL 1 due to low C-organic content. On Ultisol SPL 2 due to low C-organic content and clay CEC. On Ultisol SPL 3 due to low C-organic content, clay CEC, and the slope is a little bit ramped.
Klasifikasi Tanah Gambut di Dataran Tinggi Toba Dody King T. Purba; Mukhlis Mukhlis; Supriadi Supriadi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.614 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15318

Abstract

Penelitian survey yang mengklasifikasikan tanah gambut dataran tinggi Toba, dilakukan di tiga areal lahan gambut berlokasi di Kecamatan Lintong Nihuta, Kecamatan Doloksanggul dan Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Analisa tanah di Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Pada masing-masing areal dibuat profil pewakil dan diamati morfologi serta diklasifikasikan menurut klasifikasi taksonomi tanah 2014, klasifikasi tanah nasional dan world reference base for soil resources 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi tanah masing-masing areal menurut taksonomi tanah 2014 berturut-turut adalah Hemic Haplofibrist, Hydric Haplohemist, dan Typic Haplosaprist. Klasifikasi tanah pada masing-masing areal menurut Klasifikasi Tanah Nasional berturut-turut adalah Organosol fibrik, Organosol Hemik dan Organosol Saprik. Klasifikasi tanah ketiga areal menurut world reference base for soil resources 2014 berturut-turut adalah Fibric Hyperorganic Histosols, Hemic Hyperorganic Histosols, dan Sapric Hyperorganic Histosols. Kata kunci :gambut dataran tinggi, klasifikasi tanah