cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Seleksi Individu Berdasarkan Karakter Umur Genjah dan Produksi Tinggi Persilangan Kedelai (Glycine Max L. Merr.) pada Generasi F3 Nurul Hidayah Sinaga; Diana Sofia Hanafiah; Mbue Kata Bangun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.135 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan individu berumur genjah dan produksi tinggi hasil persilangan kedelai pada generasi F3. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian ± 25 mdpl, dari bulan Maret sampai Juli 2016. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah polong berisi pertanaman, jumlah biji pertanaman, bobot biji pertanaman, dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi F3 terhadap tetua betina menunjukkan perbedaan sangat nyata terhadap karakter umur berbunga, umur panen, dan bobot 100 biji sementara populasi F3 terhadap tetua jantan  menunjukkan perbedaan nyata terhadap karakter bobot 100 biji. Kata kunci : F3, kedelai, produksi tinggi, seleksi, umur genjah 
Response of Growth Bud Chip Seeds Sugarcane (Saccharum officinarum L.) on the Distance between Pot Tray and Leaf Clypping Gede Raharjo Purwo Wardoyo
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.727 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15333

Abstract

Response of Growth Bud Chip Seeds Sugarcane (Saccharum officinarum L.) on the Distance between Pot Tray and Leaf Clypping. Supervised by ROSITA SIPAYUNG and T. SABRINA. The aims of this study was to determine research the effect of distance between Pot Tray and leaf clypping on the growth of bud chip seeds sugarcane. This research was held at the nursery area of the Research and Development Center PTPN II, Sei Semayang from November 2015 to January 2016. Experiment design used was a split plot design with two factors, the first factor was distance between Pot Tray (0, 10, 20 and 30 cm) and the second factor was leaf clypping (control, on 4 weeks after planting (WAP) and on 8 WAP). The result showed that the distance between Pot Tray effected to the plant height, the number of leaf and the number of tillers significantly. The highest yield was found treatment on the distance between Pot Tray 20 cm (J2), whereas shoot dry the highest weight and seedling quality index was found treatment on the distance between Pot Tray 30 cm (J3). Leaf clypping treatment effected to the seedling quality index with the highest yield was found at treatment without clypping (0,42). Meanwhile the interaction of both treatments effected to the number of tillers (0,84), with highest yield was found at combination treatment J2P1 (the distance between Pot Tray 20 cm and clypping on 4 WAP). Key word : bud chip, leaf clypping, sugarcane, the distance between Pot Tray
Aplikasi Pupuk Organik Cair dari Sabut Kelapa dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Ketersediaan dan Serapan Kalium serta Pertumbuhan Tanaman Jagung pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala Ray Wijaya; M Madjid B Damanik; Fauzi Fauzi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.757 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi pupuk cair organik sabut kelapa dan pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan dan serapan K dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah Inceptisol Kwala Bekala. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama, pupuk organik cair sabut kelapa dengan 4 taraf; K0(0 ml/pot), K1(100 ml/pot), K2(200 ml/pot), dan K3(300 ml/pot). Faktor kedua, pupuk kandang ayam dengan 4 taraf; A0(0 ton/ha), A1(10 ton/ha), A2(20 ton/ha), dan A3(30 ton/ha) dengan total 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk dan serapan K tanaman sedangkan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pH tanah, C-organik, K-dd, bobot kering tajuk dan serapan K. Interaksi antara keduanya hanya berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk. Kata kunci :  Pupuk organik cair sabut kelapa, Pupuk kandang ayam, Kalium, Inceptisol, Jagung
Pengaruh Pemberian Beberapa Sumber Bahan Organik dan Masa Inkubasi Terhadap Beberapa Aspek Kimia Kesuburan Tanah Ultisol prengki siregar; fauzi fauzi; supriadi supriadi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.629 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa sumber bahan organik dan masa inkubasi terhadap pH, P-tersedia, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Al-dd pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor I : bahan organik (B) dengan dosis 10g/pot (20 ton/ha), yaitu : B0 (tanpa bahan organik 0g/pot), B1 (kompos titonia 10g/pot), B2 (kompos kulit durian 10g/pot), B3 (kompos TKKS 10g/pot), B4 (pupuk kandang ayam 10g/pot), B5 (kompos titonia 5g/pot + pukan ayam 5g/pot), (kompos kulit durian 5g/pot + pukan ayam 5g/pot), B7 (kompos TKKS 5g/pot + pukan ayam 5g/pot) dan Faktor II ialah lama inkubasi (I), yaitu : I1 (inkubasi satu minggu), I2 (inkubasi dua minggu). Hasil penelitian menunjukkan pemberian beberapa sumber bahan organik berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH, P-tersedia, KTK dan menurunkan Al-dd tanah. Perlakuan masa inkubasi berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH tanah. Interaksi antara beberapa sumber bahan organik dan masa inkubasi berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH tanah. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dan kompos titonia (Tithonia diversivolia) dengan dosis 20 ton/ha. Kata Kunci : Bahan Organik, inkubasi, P-tersedia, Ultisol
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kerbau dan Dosis Pupuk Anorganik Terhadap Hara N, P, K Tanah, Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Erkwan Martinus; Hamidah Hanum; Alida Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.128 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hara N, P, K tanah, respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah varietas Medan terhadap pemberian pupuk kandang kerbau dan dosis pupuk anorganik di Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium PT Nusa Pusaka Kencana, Tebing Tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai April 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yang terdiri dari 2x5 taraf yaitu K0 (0 ton/ha pupuk kandang kerbau), K1 (15 ton/ha pupuk kandang kerbau), P0 (0 kg/ha NPK,  0 kg/ha ZA, 0 kg/ha KCl), P1 (65 kg/ha NPK, 65 kg/ha ZA, 15 kg/ha KCl), P2 (130 kg/ha NPK, 130 kg/ha ZA, 30 kg/ha KCl), P3 (195 kg/ha NPK, 195 kg/ha ZA, 45 kg/ha KCl),  Px (800 kg/ha NPK, 400 kg/ha ZA, 0 kg/ha KCl) dengan jumlah ulangan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang meningkatkan panjang tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi bawang merah. Pemberian pupuk anorganik meningkatkan hara N dan P tanah, akan tetapi pada dosis tinggi, semakin tinggi dosis pupuk anorganik yang diberikan dapat menurunkan hasil produksi bawang merah. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan K1P1 (15 ton/ha pupuk kandang kerbau, 65 kg/ha NPK, 65 kg/ha ZA, 15 kg/ha KCl). Kata Kunci : bawang merah, pupuk anorganik, pupuk kandang kerbau
Pemanfaatan Limbah Lumpur Padat (Sludge) Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Sebagai Alternatif Penyediaan Unsur Hara Di Tanah Ultisol Chrisman Daniel Pandapotan; Mukhlis Mukhlis; Posma Marbun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.493 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15389

Abstract

Pemanfaatan sludge pabrik pengolahan kelapa sawit masih belum optimal, oleh sebab itu perlu pengkajian pemanfaatan sludge sebagai alternatif penyediaan unsur hara di tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dimulai pada bulan November 2015 hingga Maret 2016 di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan analisis tanah serta tanaman dilakukan di Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian USU. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan tanpa perlakuan (Z0), 21,25 g sludge/pot (Z1), 42,50 g sludge/pot (Z2), 63,275 g sludge/pot (Z3), 85,00 g sludge/pot (Z4), 106,25 g sludge/pot (Z5), 127,50 g sludge/pot (Z6), 148,75 g sludge/pot (Z7), dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian sludge berpengaruh nyata dalam meningkatkan unsur hara dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah Ultisol yaitu : pH tanah, C-organik, P tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tajuk dan serapan P tanaman. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan N total, K tukar, dan KTK tanah Ultisol. Kata Kunci : sludge, Ultisol,unsur hara
Some Changes in Chemical Properties on Ultisol Soil Giving Due Some of Organic Fertilizer and The Incubation Period Armada Karokaro; Alida Lubis; Fauzi jamal
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.328 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15390

Abstract

This research was conducted in the room of Laboratory, Agriculture Faculty , University of North Sumatera, Medan and soil analize in Analitical Laboratory of PT. Socfindo Medan in Maret-Juni 2016. This research used Completly Randomized Factorial Design, with 2 factors. The first factor is organic fertilizer consist of without organic fertilizers (P0), compost of Tithonia (P1), compost of durian’s shell (P2), compost of palm oil fruit bunches waste (P3), chicken manure (P4), compost of Tithonia + chicken manure (P5), compost of durian’s shell + chicken manure (P6), compost of palm oil fruit bunches waste + chicken manure (P7). The second factor is incubation period (I) are one week and two weeks. The result showed that application of organic fertilizer are compost of Tithonia, compost of durian’s shell, compost of palm oil fruit bunches waste, chicken manure, and the mixed compost with chicken manure was significant for  C-Organic, totally soil-N, totally soil-P, and K exchange soil in Ultisol. The period incubation was not significant for C-Organik, totally soil-N, totally soil-P, and  K exchange. The interaction of organic fertilizer application and period of incubation treatments was not significant for all parametric
Pengaruh Bahan Setek dan Pemberian ZPT NAA Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis (Web) Britton & Rose) Lisanul Fahmi Sihombing; Rosita Sipayung; Meiriani Meiriani
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.62 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15398

Abstract

Red dragon fruit is a commodity with high economic value and it provides many benefits. However the supply of seeds that are less optimal causes high price. The use of cutting material and the provision of planting cuttings of growth regulators sought to increase the production of dragon fruit. The experiment was conducted in in the field of research Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, on February to April 2016, using a factorial randomized block design with two factors, the first factor ispart of the stem cuttings (Bottom, middle, top) and the second factor is concentration of NAA (0, 100, 200, 300, 400, 500 ppm). Observed were increase sprouting age, the number of shoots, The sprouting of percentage, The average of shoot length, The rooting of percentage, volume of root, root wet weight, root dry weight. The results showed that application of part of the stem cuttings increasedThe number of shoots and root dry weight.The giving plant growth increased the sprouting age,the sprouting of percentage, the number of shoots,the average of shoot length , and root dry weight. andthe interaction increased theroot dry weight. Keywords: cuttings, NAA, red dragon fruit  Abstrak Buah naga merah merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak memberikan manfaat. Namun penyediaan bibit yang kurang optimal menyebabkan harga jual yang tinggi. Penggunaan bahan tanam setek dan pemberian zat pengatur tumbuh diupayakan dapat meningkatkan produksi buah naga.Penelitian dilaksanakan dilahan penelitian Fakultas Pertanian,Univeristas Sumatera Utara,pada bulan Februari sampai April 2016,menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Bahan Setek (Bawah, Tengah, Ujung) dan Konsentrasi NAA (0, 100, 200, 300, 400, 500 ppm). Peubah yang diamati adalah umur bertunas, persentase setek bertunas, jumlah tunas, rata-rata panjang tunas, persentase setek berakar, volume akar, bobot basah akar, bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bagian batang setek meningkatkan jumlah tunas dan bobot kering akar. Pemberian konsentrasi NAA meningkatkan umur bertunas,persentase setek bertunas,jumlah tunas,panjang tunas dan bobot kering akar. Interaksi keduanya nyata meningkatkan bobot kering akar. Kata kunci : buah naga merah, NAA, setek
Pertumbuhan Berbagai Umur Bahan Tanam Bud Set Tebu (Saccharum officinarum L.) dengan Konsentrasi NAA yang Berbeda Monica Yunita; Meiriani Sembiring; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.771 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15409

Abstract

Guna menghemat penggunaan bibit bagal tebu maka digunakan bahan tanam bud set dengan umur yang sesuai dan pemberian NAA sebagai perangsang pertunasan serta perakaran pada pembibitan tebu. Penelitian ini dilaksanakan di lahan PTPN II Kebun Tanjung Jati, Kecamatan Binjai Barat, Binjai pada bulan April hingga dengan Juni 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu umur bahan tanam (6,7 dan 8 bulan) dan pemberian NAA (0,100,200 dan 300 ppm). Persentase bertunas dan bobot kering akar tertinggi diperoleh pada penggunaan bahan tanam umur 6 bulan sedangkan panjang tanaman, laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan relatif dan bobot basah tajuk tertinggi diperoleh pada penggunaan bahan tanam umur 7 bulan. Panjang tanaman, jumlah daun, laju pertumbuhan tanaman dan laju pertumbuhan relatif tertinggi diperoleh pada pemberian NAA 100 ppm. Interaksi tertinggi laju pertumbuhan tanaman dan laju pertumbuhan relatif  6-8 MST diperoleh pada umur bahan tanam 7 bulan dengan pemberian 300 ppm serta bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk tertinggi diperoleh pada umur bahan tanam 6 bulan dengan pemberian NAA 100 ppm. Untuk pertumbuhan terbaik, sebaiknya menggunakan umur bahan tanam 6 bulan dengan 100 ppm NAA.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Terhadap Aplikasi Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Organik Cair hendri tamba; T. Irmansyah; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.174 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15423

Abstract

Produksi kedelai nasional mengalami penurunan setiap tahunnya. Rendahnya produksi kedelai Indonesia salah satunya dikarenakan belum maksimalnya pengetahuan petani dalam penggunaan teknologi produksi yang mendukung pertanian berkelanjutan. Banyak cara yang digunakan untuk memenuhi ketersediaan unsur hara dalam tanah salah satunya adalah melalui pemupukan.Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi   kedelai terhadap aplikasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Jalan Setia Budi, Simpang Pemda, Kecamatan Medan Selayang pada Januari - Maret 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Pupuk Kandang Sapi  (0, 4, 8, 12 t/ha) dan Pupuk Organik Cair (20, 40, 60 ml/l). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, berat kering akar, bobot 100 biji, dan diameter batang, dan jumlah polong berisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi meningkatkan tinggi tanaman 3 – 5 MST. Pemberian pupuk organik cair meningkatkan tinggi tanaman 3 MST, diameter batang, dan jumlah polong berisi. Interaksi berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif.Kata kunci : kedelai, pupukkandang sapi, pupuk organik cair