cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Influence of Rainfall and Rain Day on Rubber Production 7, 10, 13 Years Aged in Sei Baleh Estate PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk Dewi Merantika Sinaga; Irsal Irsal; Lisa Mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14186

Abstract

One of determining factors of water supply for rubber plants are rain fall and rain day. Water supply for rubber in field is obtained from rainfall. The amount of water that doesn’t consistent give negative impact to the productivity of rubber. This research was to determine the effect of rainfall and rain day as well as the correlation of both on rubber production in plants 7, 10 and 13 years aged. This research is done in Sei Baleh Estate PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk. from January to March 2016. Primary data for the purposes of data analysis includes latex production in 2012, 2013, and 2014; rainfall data and rain day monthly in 2011, 2012, and 2013. Analysis method used are double linier regression and correlation analysis. Model tested by classic asumption consists of normality test, heteroskedasticity test, multicollinearity, and autocorellations test by using statistic software SPSS.v.17 for windows. The regression analysis shows that rainfall and rain day variables don’t have significant influence to increased latex production of rubber plants 7, 10 and 13 years aged. Rainfall and rain day affect latex production 19,1%; 9,3%; 28,6% of rubber plants 7, 10 and 13 years aged. The correlation result in plants aged 7 and 10 years showed variable rainfall and rain day have a strong relationship (0,921 and 0,901)  against the latex production, meanwhile in plants aged 13 years have a sufficient relationship (0,776).
Distribusi Peta Awal Serangan Penyakit Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr)) pada Beberapa Perkebunan Karet Rakyat di Kabupaten Asahan Maya Sari Rahayu; Lahmuddin Lubis; Syahrial Oemry
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.702 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14190

Abstract

Kabupaten Asahan merupakan wilayah pertanaman karet yang masih rendah produktivitasnya di Sumatera Utara, salah satu penyebabnya adalah penyakit jamur akar putih dengan kerugian mencapai Rp. 1 miliar (8.53%) per tahunnya. Penelitian bertujuan untuk melakukan pemetaan serangan penyakit dan mengetahui keparahan penyakit jamur akar putih pada beberapa perkebunan karet rakyat di Kabupaten Asahan. Penelitian dilaksanakan di kebun karet rakyat Desa Aek Teluk Kiri Kecamatan Teluk Dalam, Desa Kampung Baru dan Silomlom Kecamatan Simpang Empat, Desa Sei Pulo Pale dan Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu dan Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara pada bulan Juli sampai Oktober 2015. Penelitian menggunakan metode survei dan pembuatan peta menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan distribusi peta serangan penyakit jamur akar putih tersebar pada letak geografis 2°83.167'54.5" - 2°91.055'23.4" LU dan 99°61.997'34.7" - 99°73.535'64.9" BT, keparahan penyakit tertinggi terdapat di kebun Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu yaitu 52,50%, terendah di kebun Desa Silomlom Kecamatan Simpang Empat yaitu 3,10%.  Hasil rata-rata kuisioner menunjukkan bahwa kurangnya keperdulian para petani dalam melakukan pengendalian yang optimal sehingga serangan penyakit dapat menyebar cepat.
Hubungan antara Anatomi Daun dengan Ketahanan Penyakit Gugur Daun pada Tanaman Karet (Hevea brassiliensis Muell. Arg) Rini Junita; Lahmuddin Lubis; Mukhtar Iskandar Pinem; Cici Indriani Dalimunthe
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.678 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14191

Abstract

Penyakit gugur daun merupakan penyakit yang penting pada tanaman karet. Penyakit daun tersebut dapat menyerang di pembibitan, tanaman muda, tanaman menghasilkan, tanaman tua dan di tanaman entress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anatomi daun dengan ketahanan klon karet anjuran terhadap penyakit gugur daun pada tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Silang dan Laboratorium Proteksi Tanaman Balai Penelitian Sungei Putih. Penelitian di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial untuk menentukan intensitas serangan sedangkan penelitian di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial untuk menentukan anatomi daun dengan 2 faktor yakni faktor 1 terdiri dari 14 klon ( RRIC 100, PB 260, IRR 112, IRR 118, IRR 104, IRR 5, IRR 220, IRR 230, IRR 119, PB 330, PB 340, BPM 24, GT-1, dan AVROS 2037)   dan faktor 2 terdiri dari 3 penyakit gugur daun (Oidium heveae, Colletotrichum gloeosporioides dan Corynespora casiicola) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  intensitas serangan dari ketiga penyakit gugur daun yang tertinggi pada klon BPM 24 sebesar 0,72%, O. heveae yang banyak menyerang klon karet sebesar 1,04%, interaksi antara klon dan penyakit gugur daun tidak berpengaruh nyata, stomata yang terbanyak yakni pada klon RRIC 100 sebesar 1772,85, kutikula yang paling tebal terdapat pada klon RRIC 100 sebesar 4,611 µm, antara intensitas serangan, jumlah stomata dan ketebalan kutikula tidak ada korelasi.
Pengaruh Media Tanam Top Soil, Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dan Kompos Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tembakau Deli (Nicotiana tabacum L.) Jogi Hendro Siahaan; Jonis Ginting; Rosita Sipayung
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.501 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debu vulkanik gunung Sinabung dan pupuk kompos jerami padi terhadap pertumbuhan tembakau Deli. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Tembakau Deli (BPTD) Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara pada ketinggian tempat + 15 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok  Non Faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan top soil: debu vulkanik : kompos jerami padi yaitu: M0 (15 kg: 0 kg: 0 kg), M1 (13 kg: 2 kg: 0 kg), M2 (13 kg: 1.5 kg: 0.5 kg), M3 (13 kg: 1 kg: 1 kg), M4 (13 kg: 0.5 kg: 1.5 kg), M5 (13 kg: 0 kg: 2 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan debu vulkanik dengan pupuk kompos jerami padi berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada 18 hari setelah pindah tanam (HSPT) – 46 HSPT dan jumlah daun per tanaman pada umur  46 hari setelah pindah tanam (HSPT). Perbandingan debu vulkanik dan kompos jerami padi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun pasir (Z), panjang daun kaki I (VA), lebar daun pasir (Z), lebar daun kaki I (VA), berat segar daun pasir (Z) dan berat segar daun kaki I (VA).
Effect of Plant Growth Regulator and Media Composition on Growth Budding Planting mukibat Cassava sutan tarmizi lubis; nini - rahmawati; T - Irmansyah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.759 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14593

Abstract

The purpose of research was effect of plant growth regulator and media composition on growth  budding  planting cassava.This research was conducted in the  screen house of  Agriculture Faculty USU (± 25 m asl) from February-April 2016 using factorial group randomized  design  (RAK) with 3 times repitition. The first factor was source of growth  regulators with  four  levels  ie: without  not  giving  the   source  of  ZPT  (P0), coconut  water  50%  (P1),shallot  extract  100%  (P2) and IAA 0.05% (P3) and the second factor was medium on the growth composition goat   manure: top soil: rice husk with three  levels of  treatment  are:  3: 1: 1  (M1),2: 1: 2 (M2) and 1: 1: 1 (M3).The observed parameters was the percentage of success, speed of bud, the bud length, and roots volume. The results of this research showed that the sources of growth regulators affected the speed of germination significantly. The best source of growth regulator treatment was in the level of 50% coconut water. Giving medium on the growth composition significantly affected to the speed germinate and the bud length. The best level of growing media composition is best to goat manuare: top soil: rice husk 3: 1: 1 (M1).  Interactions between source of growth regulators and medium on the growth composition significantly affect the success of percentage parameter, the diameter of bud and amount leaves. Thd best level of combination treatment contained in the shallot extract 100%,  coconut water 50% and growing media composition 3: 1: 1.   Key words : budding, plant growth regulator, the growth composition
Populasi Bakteri Tanah pada Piringan Tanaman Kelapa Sawit Akibat Pemberian Pupuk NPK Komplit Netanya Panggabean; T. Sabrina; Kemala Sari Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.199 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.14648

Abstract

Soil biota plays an important role several processes in soil. They are enchancing plant growth as inorganic fertilizer such as NPK complete fertilizer. This research was conducted to study population of some species of bacteria at Gajah Village, Sei Balai Subdistrict, Batubara District. The research was a survey by purposive sampling method that aimed to compare soil bacterial population (Azotobacter spp., Bacillus spp. and Lactobacillus spp.) in the oil palm’s weeded circle. The research was done by taking 60 soil samples in the oil palm’s weeded circle. The result showed that the population of bacteria Azotobacter spp. around the weeded circle of oil palm applied with the NPK complete differed with the oil palm’s weeded circle that has not been given a NPK complete fertilizer. The relationship between the occurrences of soil bacteria with the soil properties showed that the presence of Bacillus spp. affected the water soil content and the nitrogen total.   Keywords: Azotobacter spp., Bacillus spp., Lactobacillus spp., NPK complete fertilizer
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jack.) dan Kelengkeng (Euphoria longan Lamk.) di Kecamatan Na Ix - X Kabupaten Labuhanbatu Utara Rima Rahmadani Munthe; Posma Marbun; Purba Marpaung
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.706 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14728

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  kesesuaian  lahan  tanaman  tanaman Kelapa Sawit  (Elaeis guineensis Jacq.) dan  Kelengkeng                      (Euphoria longan Lamk.) di Kecamatan NA IX - X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dari hasil overlay peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, dan peta ketinggian  tempat, diperoleh 10 Satuan Peta Lahan  (SPL). SPL 1 memiliki  luas 2.376,73 ha, SPL 2 memiliki  luas 3.102,01 ha, dan SPL 3 memiliki  luas 413,28 ha, SPL 4 memiliki  luas 2.258,09 ha, SPL 5 memiliki  luas 1.058,37 ha, dan SPL 6  memiliki  luas 274,79 ha, SPL 7 memiliki  luas 12.916,04 ha, SPL 8 memiliki  luas 6.142,83 ha,  SPL 9 memiliki  luas 234,42 ha dan SPL 10  memiliki  luas 820,06 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan potensial tertinggi pada SPL 1 adalah kelapa sawit ( S1 ) dan kelengkeng ( S2 tc ), pada SPL 2 adalah kelapa sawit ( S1 ) dan kelengkeng ( S2 tc ), pada SPL 3 adalah kelapa sawit ( S1 ) dan kelengkeng ( S2 tc ), pada SPL 4 adalah kelapa sawit (S1 ) dan kelengkeng ( S2 tc ), pada SPL 5 adalah kelapa sawit ( S2 eh ) dan kelengkeng ( S2 tc, rc, eh ), pada SPL 6 adalah  kelapa sawit ( S2 tc, eh ) dan kelengkeng ( S2 eh ), pada SPL 7 adalah kelapa sawit ( S1 ) dan kelengkeng ( S2 tc ), pada SPL 8 adalah kelapa sawit ( S2 tc ) dan kelengkeng ( S2 tc ), pada SPL 9 adalah kelapa sawit ( S1 ) dan kelengkeng ( S2 tc ) dan SPL 10 adalah kelapa sawit ( S2 eh ) dan kelengkeng ( S3 eh ). Kata kunci : Kesesuaian lahan, Kelengkeng, Kelapa sawit
Perbaikan Beberapa Sifat Fisika Tanah Sawah Ditanami Semangka Melalui Pemberian Bahan Organik Welly Marojahan Meilardos Limbong; T SABRINA; ALIDA LUBIS
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.933 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisik tanah akibat pemberian bahan organik jerami padi, pupuk kandang kambing dan pupuk petroganik pada tanah sawah yang ditanami semangka di Desa Air Hitam, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara pada ketinggian tempat + 18 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014. Rancangan yang digunakan adalah adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 4 macam bahan organik, dengan 3 ulangan. Perlakuan pertama adalah perlakuan kontrol, perlakuan kedua adalah pemberian jerami padi (5 ton/ha), perlakuan ketiga adalah pupuk kandang kambing (2,5 ton/ha), dan perlakuan keempat adalah pupuk petroganik dan mulsa jerami (0,5 ton/ha).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jerami padi pada pertanaman semangka di lahan sawah tidak dapat memperbaiki total C-organik tanah, bulk density, kadar air tanah. C-organik pada perlakuan jerami padi hanya meningkat 0,5 % daripada C-organik tanah pada perlakuan kontrol. Pupuk kandang kambing yang diaplikasikan sebanyak 2,5 ton/ha mampu meningkatkan C-organik tanah, menurunkan bulk density tanah serta meningkatkan total ruang pori nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Demikian juga kadar air tanah pada perlakuan pupuk kandang kambing mampu meningkatkan kadar air tanah namun tidak berbeda nyata dengan kontrol. Jenis bahan organik yang terbaik adalah pada perlakuan pupuk kandang kambing dalam meningkatkan C-organik, kadar air, dan total ruang pori tanah.
Effect of Crab Shell Powder on Soil pH and Al-dd on Ultsiol Muhammad Rais; Alida Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.049 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14943

Abstract

This research was conducted at the Laboratory of Chemistry and Soil Fertility Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan in March 2016 to May 2016. This research aims to establish the incubation period and determine the best dosage application crab’s shell powder to increase the soil pH and aluminum adsorption in increasing available soil P on Ultisol. This research used non factorial randomized block design with three replications. Factor dosage ofcrab’s shell powder with eight treatments (0; 0.58; 1.08; 1.62; 2.16; 2.70; 3.24 and 3.78 tonnes/ha). The results of this researchhas shown that the incubation periods was significantly different inexchanging soil pH and AlddUltisol with application crab’s shell powder at 2 weeks of incubation. The best dosage of crab shell powder on soil pH, Aldd and soil available P (3.24 tonnes/ha). Application crab shell powder add C - organic soil although not significantly different at Ultisol.
Aplikasi Pupuk SP-36 dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Ketersediaan dan Serapan Fosfor pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala Rino Lindri Chuaca; MMB Damanik; Posma Marbun
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.852 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.15052

Abstract

The objective of this study is to determine the effect of SP-36 fertilizer application and cow manure on the availability and P uptake on Inceptisol taken from Kwala Bekala. This research conducted in gauze house, Soil Fertility Chemical Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra and PT. Nusa Pusaka Kencana & QC Analytical Laboratory (Asian Agri Group). This study used Randomized Block Design which consist of two factors with three replications Factor I: SP-36 fertilizer (P) with 4 levels dose (ppm / 10 kg BTKO) ie: P0 (0), P1 (100), P2 (200), P3 (300) and factor II: cow manure (S) with 4 levels dose (g / 10 kg BTKO), namely: S0 (0), S1 (50), S2 (100) and S3 (150). The results showed that SP-36 fertilizer application significantly increased soil available P and P-plant uptake. Cow manure significantly increased P-plant uptake. The interaction between SP-36 fertilizer and cow manure significantly increased P-plant uptake. The best treatment was the application 300 ppm P2O5 SP-36 and cow manure 20 tons/ha