cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
ISSN : 2303386X     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT TANDUK KOPI MEKANIS (Design and Construction of Coffee Bean Huller) Annisa Fatin Amran; Achwil Putra Munir; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.265 KB)

Abstract

ABSTRACT The hulling of coffee bean is one of important processes in affecting the quality of green beans before roasted and grinded. The purpose of this research was to design, build, test and analyze the economic value of coffee bean huller. The parameters observed were working capacity, percentage of broken bean, percentage of unpeeled bean, percentage of bean left in huller and economic analysis. Based on this research, it was summarized that the working capacity of the equipment was 29,411 kg/hour, the percentage of broken bean was 12,534 %, the percentage of unpeeled bean was 5,3 % and the percentage of bean left in huller was 0,7 %. Economic analysis was as follows: basic costs for the first to the fifth year was Rp 400,033/kg, Rp 401,118/kg, Rp 402,284/kg, Rp 403,538/kg and Rp 404,888/kg respectively. Break even point (BEP) for the first to the fifth year was 3745,768 kg, 3951,157 kg, 4172,021 kg, 4409,455 kg and 4664,963 kg respectively. Internal rate of return (IRR) was 46,47%. Keywords: coffee, huller, machine ABSTRAK   Pengupasan kulit tanduk kopi merupakan salah satu proses yang penting dalam menentukan kualitas biji kopi sebelum disangrai dan digiling. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji serta menganalisis nilai ekonomis alat pengupas kulit tanduk kopi mekanis. Parameter yang diamati yaitu kapasitas kerja alat, persentase biji pecah, persentase biji tidak terkupas, persentase biji tertinggal di dalam alat dan analisis ekonomi. Dari hasil penelitian diperoleh kapasitas kerja alat sebesar 29,411 kg/jam, persentase biji pecah sebesar 12,534 %, persentase biji tidak terkupas 5,3 %, persentase biji tertinggal di dalam alat 0,7 %. Analisis ekonomi, biaya pokok untuk tahun pertama sampai tahun kelima berturut-turut yaitu Rp 400,033/kg, Rp 401,118/kg, Rp 402,284/kg, Rp 403,538/kg dan Rp 404,888/kg. Nilai titik impas (BEP) untuk tahun pertama sampai tahun kelima sebanyak 3745,768 kg, 3951,157 kg, 4172,021 kg, 4409,455 kg dan  4664,963 kg. Internal rate of return (IRR) sebesar 46,47 %.   Kata kunci: kopi, alat pengupas, mesin
UJI BERBAGAI KOMODITAS PERTANIAN MENGGUNAKAN ALAT PENGIRIS KENTANG MEKANIS TIPE SPIRAL (Various Agricultural Commodities Test Using Mechanically Spiral Potato Slicer) Desmon Putra Sianturi; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.928 KB)

Abstract

ABSTRACT Post-harvest processing is useful to increase the production of agricultural produce into products which have a higher economic value compare to before processing. This study was aimed to calculate the effective capacity of the tool, uncut the material, the material that left in the appliance, and organoleptic value of chips produced by mechanical spiral slicer from some agricultural commodities, namely potatoes, cassava, yams and taro. Parameter observed were the effective capacity of the tool, the uncut material, the material that was left in the device, and organoleptic test. The results showed that the four commodities, had no significant  effect on the effective capacity of the tools and tools and organoleptic values ( crispness and aroma) but the four commodities had significant effect on the material cut, the left material and value of organoleptic taste. Key words: potato, cassava, yams, taro. ABSTRAK   Pengolahan pasca panen berguna untuk meningkatkan produksi pengolahan hasil pertanian menjadi produk  olahan yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas efektif alat, bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di dalam alat, dan nilai organoleptik keripik yang di  hasilkan alat pengiris spiral mekanis pada beberapa komoditas pertanian yaitu kentang, singkong , ubi rambat dan talas. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di dalam alat, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat bahan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat dan nilai organoleptik  kerenyahan dan organoleptik aroma namun  Perlakuan keempat bahan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di alat dan nilai organoleptik rasa.   Kata kunci : kentang, singkong, ubi rambat, talas.
UJI MATA PISAU PADA ALAT PEMBUAT BUBUR KERTAS (Test of Blade Eedged of Paper Pulp Maker) Doli Arlando Manik; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.596 KB)

Abstract

ABSTRACT Processing of recycled paper is solution to sustain the environment,as the recycling of paper can be made from the natural fiber, as from the paper waste which is then converted into a piece of a new paper or thing that has value to sell. The research was aimed to test the effect of the number of blade edge on the unshreded paper, pulp yield and cutting power of the pulp maker. The parameters observed were the percentage of unshreded paper, pulp yield and cutting power. The result of the research show either the percentage of on shreded paper was 3.05%, pulp yield 90.08% and cutting power was 1,48 Hp. Keywords: Paper waste, Water, Processing, Blade edged. ABSTRAK   Pengolahan daur ulang kertas menjadi solusi untuk menjaga lingkungan, sebab pembuatan kertas daur ulang selain dapat dibuat dari serat alami dapat pula menggunakan kertas limbah yang kemudian diubah menjadi selembar kertas baru maupun menjadi benda yang mempunyai nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jumlah mata pisau terhadap persentase bahan tidak tercacah, rendemen pulp dan daya pemotongan yang dihasilkan pada alat pembuat bubur kertas. Parameter yang diamati adalah persentase bahan tidak tercacah, rendemen pulp dan daya pemotongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tidak tercacah sebesar 3,05% dengan 90,08%  rendemen pulp dan dengan 1,48 Hp daya pemotongan.   Kata kunci : kertas, bubur kertas, alat pembuat bubur kertas.
UJI JENIS DEKOMPOSER PADA PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH KULIT DURIAN TERHADAP MUTU KOMPOS YANG DIHASILKAN (Effect of Decomposer Type During Compost Making From Durian Peel Waste On Compost Quality) Ita Sidauruk; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.013 KB)

Abstract

ABSTRACT Durian is a tropical plant which has prickly peel. Durian peel can be utilized as a raw material in compost makings. Compost isa decayed organic matter that is different from its material origin and as a provider of nutrient element for plant. This research was intended to examine decomposer type effect on compost quality. The study was conducted fromMay until August 2015 at agricultural engineeringLaboratory department of Agricultural EngineeringUniversity of North Sumatera and Soil Laboratory, Agricultural Technology Research Agency of North Sumatera. Parameters measured were C/N, acidity (pH), water rate and yield. The results showed that decomposer type had no significant effecton theC/N, acidity(pH), water content, and yield.   Key words: compost, decomposer, durian peel. ABSTRAK   Tanaman durian merupakan tanaman tropis yang memiliki buah dengan  kulit berduri. Kulit durian dapat digunakan menjadi bahan baku dalam pembuatan kompos. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari bahan organik yang sudah dilapukkan menjadi bahan yang berbeda dengan asalnya dan sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jenis dekomposer terhadap mutu kompos yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Parameter yang diamati adalah perbandingan C/N, keasaman (pH), kadar air dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dekomposer  memberikan pengaruh tidak nyata terhadap perbandingan C/N, keasaman (pH), kadar air, dan rendemen.   Kata Kunci: Kompos, Dekomposer, Kulit durian.
MODIFIKASI ALAT PENGUPAS SABUT KELAPA MEKANIS (Modification of Mechanical Coconut Fiber Peeler) Annisa Purnamasari Damanik; Achwil Putra Munir; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.464 KB)

Abstract

ABSTRACT Coconut plant is a plant of life, because all its parts can be utilized to meet human needs. This study was aimed to determine the effective capacity of Mechanical Coconut Fiber Peeler and its modification using human anthropometry. This research was conducted in August until Oktober 2015 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, by literature study, testing equipment and parameters observation. Parameters measured were effective capacity and economic analisis. The results showed that the highest capacity after modification was 170,61 fruits/hour and the lowest capacity before modification was 145,45 fruits/hour. The highest main cost before modification in fifth year was Rp 166,652/fruit and the lowest main cost after modification in the first year was Rp 141,268/fruit. The highest BEP before modification in the fifth year was 6.366,248 fruits and the lowest after modification in the first year was 3.713,454 fruits. The highest NPV 7,5% after modification was Rp 256.177.017,22 and the lowest NPV 7,5% before modification was Rp 195.203.600,12. The highest IRR before modification was 55,06% and the lowerst IRR after modification was 48,61%. Key words: agricultural machinery, coconut fiber, peeler. ABSTRAK Tanaman kelapa merupakan tanaman kehidupan, karena keseluruhan bagiannya dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas efektif alat pengupas sabut kelapa mekanis dan memodifikasi alat pengupas sabut kelapa mekanis dengan analisis antropometri manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan cara studi literatur, pengujian alat dan pengamatan parameter. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas tertinggi pada alat setelah modifikasi yaitu 170,61 buah/jam dan kapasitas terendah terdapat pada alat sebelum modifikasi yaitu 145,45 buah/jam. Biaya pokok tertinggi pada alat sebelum modifikasi pada tahun kelima sebesar Rp 166,652/buah dan terendah pada alat setelah modifikasi pada tahun pertama sebesar Rp 141,268/buah. BEP tertinggi pada alat sebelum modifikasi pada tahun kelima sebesar 6.366,248 buah dan terendah pada alat setelah modifikasi pada tahun pertama sebesar 3.713,454 buah. NPV 7,5% tertinggi pada alat setelah modifikasi sebesar Rp 256.177.017,22 dan terendah pada alat sebelum modifikasi sebesar Rp 195.203.600,12. IRR tertinggi pada alat sebelum modifikasi sebesar 55,06% dan terendah pada alat setelah modifikasi sebesar 48,61%.   Kata Kunci: alat dan mesin pertanian, sabut kelapa, pengupas
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENDUGAAN KEBUTUHAN RICE MILLING UNIT (RMU) STUDI KASUS DI KOTA PEMATANG SIANTAR (Decision Support System Of Rice Milling Unit (RMU) Estimation Needs Case Study in Pematangsiantar City) Albert Trimitra Siahaan; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.424 KB)

Abstract

ABSTRACT The role of food commodity particularly rice in Indonesia was enormous since years ago, as rice is a basic foodstuff for the majority of Indonesian. Food needs of rice is never reduced, but increased from year to year, in accordance to population growth. The importance of this report was to estimate rice production by using Monte Carlo method, so rice milling unit needs can be predicted in the future. The result showed that the availability of rice milling unit was unable to meet the rice milling rate in Pematangsiantar City, therefore a number of rice milling unit should be added. Keywords: Rice, Monte Carlo, Rice Milling Unit ABSTRAK   Sejak zaman dahulu peranan komoditi pangan di Indonesia khususnya beras sangatlah besar, sebab beras merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian penduduk Indonesia. Kebutuhan bahan pangan akan beras tidak akan berkurang, melainkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Pentingnya penelitian ini dilakukan untuk menduga produksi padi dengan menggunakan metode Monte Carlo sehingga dapat dilakukan pendugaan kebutuhan rice milling unit untuk waktu yang akan datang. Dari hasil yang diperoleh, ketersediaan mesin penggiling padi tidak dapat memenuhi penggilingan padi di Kota Pematangsiantar, sehingga perlu diadakan pengadaan sejumlah mesin penggiling.   Kata Kunci: Padi, Monte Carlo, Rice Milling Unit
UJI KUALITAS TALI SERAT PELEPAH PISANG BARANGAN (Musa acuminata) (Barangan’s Banana (Musa acuminata) Midrib Fiber Rope Tensile Quality Test) Eri Sutiawan; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Banana fiber wet-resistant property and tensile strength are high enough, depending on the type of the plant itself. The characteristics, could be used to make rope that could be used for binding, pulling, trapping, tethering, hanging. The research was aimed to test the quality of Barangan’s banana fiber rope with  and without NaOH solution on the rope tensile test. Results of the research indicated that the straps that were made from Barangan’s banana midrib fiber with the same weight produces different diameters in each treatment with and without 5% NaOH solution treatment for 2 and 4 hours gave different tensile stress, strain, deformation, elasticity and flexibility. The highest result of tensile strength was on the rope with length of  immersion treatment of 5% NaOH for 4 hours (340.5 x 105 N / m2). The highest result of strain was on the rope  with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (0.19). The highest result of deformation was on the rope with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (0.0158 m). The highest result of elasticity was on the ropes with fiber without NaOH treatment (2007 x 105 N / m2). The highest result of flexing was on the rope fiber flexibility with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (19.62%). Key words: Barangan’s banana stems fiber, rope, NaOH, tensile test. ABSTRAK   Serat pelepah pisang memiliki sifat tahan basah dan kekuatan tarik cukup tinggi, tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Sifat-sifat inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu tali yang dapat digunakan untuk mengikat, menarik, menjerat, menambat, menggantung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas tali serat tanaman pisang barangan dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH terhadap uji tarik yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tali yang terbuat dari pelepah pisang barangan dengan berat yang sama menghasilkan diameter yang berbeda pada masing-masing perlakuan dengan dan tanpa larutan NaOH 5% selama 2 dan 4 jam memberikan nilai tegangan tarik, regangan, deformasi, elastisitas dan kelenturan yang berbeda. Nilai tegangan tarik terbesar pada tali serat dengan perlakuan lama perendaman NaOH 5% 4 jam yaitu 340,5 x 105 N/m2. Nilai regangan terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan NaOH 5% selama 4 jam sebesar 0,19. Nilai deformasi terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan  NaOH 5% selama 4 jam sebesar 0,0158 m. Nilai elastisitas terbesar pada tali serat dengan perlakuan tanpa NaOH sebesar 2007 x 105 N/m2. Nilai kelenturan terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan NaOH 5% 4 jam sebesar 19,62 %.   Kata kunci: serat pelepah pisang barangan, tali, NaOH , uji tarik.
RANCANG BANGUN ALAT PENGIRIS KENTANG BENTUK SPIRAL (Design of Spiral Potato Slicer Equipment) Indra Lesmana Julianto Mungkur; Ainun Rohanah; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.206 KB)

Abstract

ABSTRACT The use of spiral potato slicer is one of handling method in scaling up production quality of potato post-harvest processing. To support this, we need a spiral potato slicer which is designed for manually slicing the potatoes into spiral shape. The study was conducted by literature study andobservation on the spiral potato slicer, andthen to design the shape of simple coupling components of the spiral potato slicer. The effective capacity of the tool was 9.54 kg/h. Basic costs to be incurred inslicing potato with the equipment was Rp 847,15/kgin the 1st year, Rp. 808,87/kg in the 2nd year, Rp 796,13/kg in the 3rd year, Rp. 789,77/kgin the 4th year, and Rp 785,97/kg in the 5th year. The equipment will reach the break even point if the amount of slicing potato was 3.223 kg/year. Net present value of theequipment with an interest rate of 6% wasRp. 7.775.704,41which meant that the business was feasible to run. The internal rate of return was 42,20%. Keywords: equipment design, spiral slicer, potato ABSTRAK   Penggunaan alat pengiris kentang spiral merupakan salah satu penanganan dalam meningkatkan mutu produksi pengolahan pascapanen kentang.Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan suatu alat pengiris kentang spiral yang dirancang untuk mengiris kentangyang membentuk spiral secara manual.Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan melakukan pengamatan tentang alat pengiris kentang spiral.Kemudian dilakukan perancangan bentuk perangkaian komponen-komponen alat pengiris kentang spiral secara sederhana. Kapasitas efektif alat sebesar 9,54 kg/jam. Biaya pokok yang harus dikeluarkan dalam mengiris kentang dengan alat ini adalah Rp 847,15/kg pada tahun ke-1, Rp. 808,87/kg pada tahun ke-2, Rp 796,13/kg pada tahun ke-3, Rp. 789,77/kgpada tahun ke-4, dan Rp 785,97/kg pada tahun ke-5. Alat ini akan mencapai nilai break even point apabila telah mengiris kentang sebesar 3.223 kg/tahun. Net present value alat ini dengan suku bunga 6% adalah Rp. 7.775.704,41 yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan.Internal rate of return pada alat ini adalah sebesar 42,20%.   Kata kunci: rancang bangun alat, alat pengiris spiral, kentang
UJI VARIASI SUHU PENGERINGAN BIJI KAKAO DENGAN ALAT PENGERING TIPE KABINET TERHADAP MUTU BUBUK KAKAO (Drying Temperature Test of Cocoa beans on Cocoa Powder Quality Using a Cabinet Dryer) Norman Wilson Sidabariba; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.234 KB)

Abstract

ABSTRACT The temperature of cabinet dryer is needed to control. The temperature will affect product quality. This research was testing of variation of drying temperature on cocoa powder quality using a cabinet dryer. Research had been conducted by using a non-factorial completely randomized design at 550C, 600C, 650C. Parameters observed were moisture content, fat content, and organoleptic test (aroma and color). The results showed that the temperature had highly significant effect on moisture content and color, had significant effect on fat content, and had no significant effect on aroma. The best treatment was at T2 (600C) which produced 3,13% moisture, 38,53% fat content. Color 2,97 (brown), and  aroma 1,57 (less favored) Keywords : cabinet dryer, temperature, cocoa powder ABSTRAK   Pada alat pengering tipe kabinet pengaturan suhu pengeringan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil pengeringan biji kakao. Penelitian ini adalah pengujian variasi suhu pengeringan pada alat pengering tipe kabinet terhadap mutu kakao bubuk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap non faktorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 550C, 600C, 650C. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar lemak dan organoleptik (aroma dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air dan warna, memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar lemak dan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap aroma. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan suhu 600C yang menghasilkan kadar air 3,13%, kadar lemak 38,53%. Warna 2,97 (cokelat), aroma 1,57 (kurang disukai).   Kata kunci : alat pengering tipe kabinet, suhu, kakao bubuk.
UJI KOMPOSISI BAHAN BAKU TERASI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENCETAK TERASI (Shrimp Paste Composition Test Using Shrimp Paste Molder) Suwandi Suwandi; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.059 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste is one kind of fermented fish or shrimp that only have salting treatment and then left for several days in order to allow fermentation process happened. This research was purposed to test the composition of shrimp paste using shrimp paste molder and the shrimp paste quality produced. Parameters observed were percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, protein content, number of E.coli, water content, and organoleptic tests. The results showed that the combination of shrimp paste raw material had significant effect on percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, water content, and organoleptics test but had no significant effect on protein content and number of E.coli. Salt ratio had significant effect on percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, water content, and organoleptics test but had no significant effect on protein content and number of E.coli. Key words: shrimp paste, composition, shrimp, fish, salt. ABSTRAK   Terasi adalah salah satu produk hasil fermentasi ikan atau udang yang hanya mengalami perlakuan penggaraman, kemudian dibiarkan beberapa hari agar terjadi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji komposisi bahan baku terasi dengan menggunakan alat pencetak terasi dan kualitas terasi yang dihasilkan. Parameter yang diamati adalah persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tak larut dalam asam, kadar protein, jumlah bakteri E.coli, kadar air, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan baku terasi berpengaruh nyata terhadap persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar air, dan uji organoleptik namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein dan kadar bakteri E. coli. Kadar garam berpengaruh nyata terhadap persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar air, dan uji organoleptik namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein dan kadar bakteri E. coli.   Kata kunci: terasi, komposisi, udang, ikan, garam.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian More Issue