cover
Contact Name
-
Contact Email
ijc@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : -     EISSN : 27146189     DOI : https://doi.org/10.15294/ijc
Core Subject : Education,
All manuscripts submitted to this journal must follow focus and scope and author guidelines of this journal. The submitted manuscripts must address scientific merit or novelty appropriate to the focus and scope. All manuscripts must be free from plagiarism contents. All authors are suggested to use plagiarism detection software to do the similarity checking. Editors check the plagiarism detection of articles in this journal by using a Turnitin software.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025" : 6 Documents clear
OPTIMALISASI SEBARAN DAN KAPASITAS TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA SAMPAH UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI KOTA MAGELANG Gilang Sadewa Mahardika Putra; M. Fikri Amrullah; Vina Nurul Husna
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.30832

Abstract

Permasalahan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi penduduk yang ada di Kota Magelang, luas wilayah yang terbatas 18,56 km2 dan jumlah penduduk yang tinggi dapat menyebabkan tingginya volume sampah yang dihasilkan. Sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis sebaran dan kapasitas TPS untuk pengelolaan sampah berkelanjutan menggunakan metode analisis spasial, analisis deskriptif dan analisis kapasitas TPS. Hasil penelitian menunjukan bahwa TPS tersebar di tiap-tiap kelurahan, namun terdapat 6 kelurahan yang tidak memiliki tempat penampungan sementara, selain itu terdapat dua kelurahan yang memiliki lebih dari 1 TPS. Kemudian terdapat 3 TPS melebihi kapasitas yaitu TPS Maluku 125%, TPS Perum Korpri, 111,11 %, dan TPS Tarumanegara 111,11 %, dan TPS lain masih dalam kategori dapat menampung sampah penduduk. Tempat penampungan sementara sampah di Kota Magelang masuk kedalam kategori Transfer Depo dengan mayoritas tipe III dan hanya TPS Cacaban yang bertipe II.
Optimalisasi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Meningkatkan Keberlanjutan Lingkungan Di Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Benardi, Andi Irwan; Uddin, Hafiz Rafi; Dwi Utomo Aji, Muhammad; Yusuf Anugrah, Muhammad; Amri, Yassirli
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.32906

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam konteks pendidikan tinggi. Artikel ini membahas optimalisasi pengelolaan RTH di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan fokus pada manfaat ekologis, sosial, dan akademik, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam pemanfaatannya. Metode penelitian yang digunakan mencakup tinjauan pustaka dan analisis data lapangan melalui survei dan wawancara dengan mahasiswa serta staf kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH di UNNES terdiri dari berbagai area hijau, seperti taman, pelataran gedung, dan lapangan, yang berfungsi tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran, penelitian, serta interaksi sosial. RTH memberikan manfaat ekologis berupa pengurangan polusi udara, perbaikan kualitas tanah dan air, serta penurunan suhu mikro lingkungan. Dari sisi sosial, RTH mendukung kesehatan mental, meningkatkan interaksi sosial, dan memperkuat solidaritas antar mahasiswa. Selain itu, RTH juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam yang mendukung kegiatan akademik. Namun, pengelolaan RTH menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran mahasiswa, dan masalah pemeliharaan. Beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain peningkatan anggaran, pengembangan program edukasi lingkungan, pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan, serta keterlibatan partisipatif mahasiswa dan staf dalam pemeliharaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengelolaan RTH yang terintegrasi dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung visi UNNES sebagai kampus konservasi. Temuan ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain dalam upaya meningkatkan kualitas RTH sebagai bagian dari pengembangan kampus berkelanjutan.
Studi Literatur Dinamika Populasi, Pola Aktivitas, dan Preferensi Habitat Monyet Ekor Panjang untuk Strategi Penanganan Konflik dengan Manusia di Yogyakarta Salma, Anjani Ulya; Laksono, Ferdyan Ery; Widianto, Lutfi Dani; Zahro, Salsabila Firdaus; Maharani, Yessy Wika; Sutomo
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.32973

Abstract

Tingginya intensitas konflik antara monyet ekor panjang (MEP) dengan manusia yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memerlukan strategi penanganan. Studi literatur ini bertujuan untuk menentukan strategi penanganan konflik dengan berdasarkan pada dinamika populasi MEP, pola perilaku dan preferensi habitat. Hasil menunjukkan bahwa strategi penanganan konflik MEP dengan manusia meliputi perluasan habitat, pemindahan ke tempat lain, dan sterilisasi induk. Mengingat status MEP sebagai hewan yang dilindungi, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan peneliti sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup MEP dan mengurangi dampak negatif terhadap pertanian serta kesejahteraan manusia.
Analisis Perubahan Penutupan Lahan dan Upaya Konservasi di Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang Husodo, Sujiwo; Aji, Ananto; Hanafi, Fahrudin
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.36987

Abstract

Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet di Kabupaten Pemalang merupakan ekosistem penting yang berperan sebagai kawasan terlindungi sebagai keseimbangan ekologis wilayah. Namun, dalam dua dekade terakhir (2004–2024), kawasan ini mengalami tekanan signifikan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat yang menyebabkan perubahan penutupan lahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan penutupan lahan,, serta dampak dan upaya konservasi. Data utama diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dari citra satelit multitemporal (2004, 2014, 2024 Hasil menunjukkan terjadi penurunan Hutan Lahan Kering Primer (10,7%), sebaliknya Pertanian Lahan Kering meningkat sangat signifikan (4.505,54 ha) dan Permukiman (673,39 ha). Perubahan ini menyimpulkan bahwa terjadi degradasi hutan, dan upaya konservasi oleh Perhutani BKPH Moga.
Pemetaan Kepadatan Permukiman untuk Mendukung Konservasi Lahan Berkelanjutan Menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) Tahun 2024 Ainatul, Ainatul Maghfiroh; Merli Apriyantika; Kasanah
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.37138

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar dan kepadatan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertumbuhan penduduk terhadap kepadatan permukiman di Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah pendekatan mix metode melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk selama 10 tahun terakhir berkontribusi pada perubahan signifikan dalam pola penggunaan lahan dan kepadatan permukiman. Melalui analisis spasial, ditemukan beberapa desa dengan kepadatan tinggi yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan tata ruang. SIG terbukti efektif dalam memetakan distribusi permukiman dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam mengelola perkembangan wilayah secara berkelanjutan dan mendorong penggunaan teknologi geospasial dalam perencanaan wilayah
KONSERVASI WILAYAH PESISIR MELALUI PEMETAAN KERAWANAN BANJIR BERBASIS SIG DI KECAMATAN SAYUNG, DEMAK Rahayuono; Siti Nurindah Sari; Alifta Luthfiaazahra
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i02.37139

Abstract

Wilayah pesisir Kecamatan Sayung merupakan lanskap yang terus mengalami transformasi ekologis akibat tekanan hidrometeorologis, perubahan penggunaan lahan, dan peningkatan aktivitas manusia. Dalam kondisi tersebut, konservasi wilayah pesisir tidak dapat lagi dipahami sekadar sebagai upaya perlindungan lingkungan, melainkan sebagai proses adaptif yang menuntut integrasi pengetahuan spasial dan kebijakan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerawanan banjir di Kecamatan Sayung melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta mengkaji implikasinya terhadap strategi konservasi wilayah pesisir. Data curah hujan, elevasi, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jaringan sungai dianalisis melalui teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa-desa pesisir seperti Timbulsloko, Bedono, Sidorejo, dan Surodadi membentuk zona sangat rawan banjir yang dipengaruhi kombinasi faktor fisik dan antropogenik. Zona rawan sedang muncul pada wilayah tengah dengan pola permukiman dan pertanian yang berkembang. Temuan ini menegaskan bahwa konservasi pesisir tidak dapat dilepaskan dari peran SIG sebagai alat diagnostik ekologis yang mampu memetakan risiko spasial secara komprehensif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6