cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI JAGUNG Hilmi F. Aribowo; Rahmanta Ginting; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.296 KB)

Abstract

ABSTRAK Prospek usahatani tanaman jagung cukup cerah melihat permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik dalam kebutuhan pangan maupun non pangan sehingga peluang pasar masih terbuka lebar untuk usaha tani jagung. Tujuan penelitian adalah : untuk menjelaskan produktivitas jagung dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas jagung serta menganalisis tingkat efisiensi penggunaan input produksi usahatani jagung. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Metode analisis untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas  digunakan Fungsi Produksi model Coob-Douglas, dan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan input produksi di gunakan analisis efisiensi ekonomi Hasil penelitian antara lain: Produktivitas jagung di daerah penelitian tergolong tinggi berdasarkan perbandingan dengan daerah lain akan tetapi masih relatif rendah jika di bandingkan dengan anjuran  Departemen Pertanian RI. Hasil analisis pengaruh input produksi terhadap produksi usahatani jagung di peroleh faktor Bibit (x1), Pupuk SP36 (x2), Pupuk Za (x3) dan Pupuk NPK (x4) secara serempak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi usahatani jagung, dan hasil analisis efisiensi penggunaan input produksi usahatani jagung di daerah penelitian di peroleh nilai efisiensi faktor produksi > 1, yaitu belum optimal. Kata Kunci : Produksi, Produktivitas, efisiensi input produksi
Studi Kelayakan Pengadaan Mobile Coolbox Dalam Rangka Mendukung Pengembangan Ekspor Kubis Ibrahim Syah Putra; Yusak Maryunianta; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.518 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1)Untuk mengetahui berapa besar biaya dari pengadaan mobile coolbox dalam rangka mendukung pengebangan ekspor kubis di daerah penelitian. (2) Untuk mengetahui benefit yang di peroleh dari pengadaan mobile coolbox dalam rangka mendukung pengebangan ekspor kubis di daerah penelitian . (3) Untuk mengetahui bagaimana tingkat kelayakan pengadaan mobile coolbox dalam rangka mendukung pengebangan ekspor kubis di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan lokasi yang akan diadakannya pengadaan mobile coolbox. Penentuan sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin. Pengujian hipotesis data menggunakan kriteria investasi dengan melihat kelayakan. Dari hasil penelitian diperoleh : (1) Total biaya pengadaan mobile coolbox adalah sebesar Rp 863.732.200. (2) Benefit yang diperoleh dari pengadaan mobile coolbox adalah sebesar Rp 776.041.174. (3) Berdasarkan kriteria investasi pengadaan mobile coolbox di daerah penelitian diperoleh nilai NPV pada tingkat OCC 12 persen sebesar Rp 644.209.460,-, Net B/C sebesar 3,22 dan EIRR sebesar 31,33 persen, dari hasil tingkat bunga diatas didapat nilai NPV > 0, Net B/C > 1, dan EIRR > dari tingkat OCC. yang artinya proyek pengadaan mobile coolbox layak untuk dilaksanakan. Dilihat dari analisis sensitivitas, jika biaya meningkat sebesar 10 persen dan 20 persen proyek masih tetap layak dilaksanakan dan masih memiliki kelenturan untuk menanggung perubahan biaya pada peningkatan biaya Kata kunci : studi kelayakan, pengadaan mobile coolbox, kubis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI SAYURAN DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus : Pasar Tradisional di Kota Medan) Esterina B.A Purba; Rahmanta Ginting; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.989 KB)

Abstract

ABSTRAK Komoditas hortikultura ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, bahkan sayuran saat ini telah mampu memasok kebutuhan konsumen melalui pasar tradisional dan pasar modern. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen membeli sayuran di pasar tradisional dan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik konsumen dengan tingkat keputusan konsumen membeli sayuran di pasar tradisional. Data yang digunakan berasal dari data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi yakni faktor kualitas produk (56%), faktor pengaruh peran orang lain atau keluarga (12%), faktor lokasi (78%), faktor harga (86%) dan faktor pelayanan pasar (28%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat keputusan konsumen membeli sayuran di pasar tradisional. Kata Kunci: Keputusan konsumen, sayuran, pasar tradisional.
EVALUASI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DALAM SISTEM TANAM LEGOWO 4:1 (Kasus : Desa Sei Buluh Kec. Teluk Mengkudu Kab. Serdang Bedagai) Susilo Sudarman; M. Jufri, Salimah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.201 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan sistem tanam legowo   4:1 di daerah penelitian (2) menganalisis tingkat pendapatan usahatani sistem tanam legowo 4:1 di daerah penelitian, (3) menganalisis pengaruh biaya sistem tanam legowo 4:1 (biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, iuran P3A, dan biaya tenaga kerja)  terhadap pendapatan usahatani di daerah penelitian, dan (4) menganalisis pengaruh faktor ekonomi petani (luas lahan dan kredit usahatani) terhadap pendapatan usahatani di daerah penelitian . Penelitian ini menggunakan metode (1) metode deskriptif yaitu dengan menjelaskan secara rinci mengenai pelaksanaan  sistem tanam legowo 4:1 di daerah penelitian, (2) analisis usahatani, (3) dan (4) metode regresi linear berganda dengan bantuan SPSS.  Hasil penelitian diperoleh (1) pelaksanaan sistem tanam legowo 4:1 berjalan dengan sesuai dengan anjuran PPL, (2) tingkat pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1 di daerah penelitian dikatakan layak, (3) secara serempak, variabel biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, iuran P3A, dan biaya tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan usahatani.  Namun secara parsial, hanya variabel biaya benih, biaya pestisida, dan biaya tenaga kerja  yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani, dan (4)secara serempak, variabel luas lahan dan kredit usahatani berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan usahatani.  Namun secara parsial, hanya variabel kredit usahatani yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani.   Kata Kunci: Evaluasi, Legowo 4:1, Pendapatan
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI GULA PASIR CURAH DAN PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN GULA PASIR CURAH DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Pasar Tradisional di Kecamatan Medan Kota, Kota Medan) Mahda Sari Putri; HM. Mozart B Darus; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.756 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen gula pasir curah, untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian gula pasir curah, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan preferensi konsumen terhadap gula pasir curah. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, di pasar taradisional di Kecamatan Medan Kota. Metode pengambilan sampel yaitu dengan metode penelusuran (Accedental). Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode regresi linier berganda. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan : (1) Konsumen yang membeli gula pasir curah didominasi oleh konsumen yang berada pada rentang umur 25 – 29 tahun. Tingkat pendidikan konsumen terbesar ada pada tingkat pendidikan SMA. Jumlah tanggungan konsumen terbesar pada rentang 3 – 5 orang. Sementara jumlah tanggungan konsumen terkecil berada pada rentang ≥ 5 orang. Jumlah pendapatan konsumen terbesar berada pada kelompok 2.000.000 – 3.000.000. (2) Proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian gula pasir curah meliputi pengenalan masalah/kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, proses pembelian dan perilaku pasca pembelian. (3) Harga beli konsumen dan pendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi gula pasir curah, sedangkan jumlah tanggungan berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi gula pasir curah.   Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Preferensi Konsumen, Gula Pasir Curah
ANALISIS KELAYAKAN PACKING HOUSE Fika Harini Sinaga; Yusak Maryunianta; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.039 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis berapa besar biaya pengembangan packing house (2) Menganalisis Berapakah benefit yang di peroleh dari pengembangan packing house dan (3) Menganalisis bagaimana tingkat kelayakan pengembangan packing house di Desa Siboras Kecamatan Pematang Silimahuta, Kabupaten Simalungun. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan lokasi dibangunnya packing house. Penentuan sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin. Pengujian hipotesis data menggunakan kriteria investasi dengan melihat kelayakan. Dari hasil penelitian diperoleh : (1) Besar biaya pengembangan packing house adalah sebesar Rp 776.635.147,07. (2) Benefit yang diperoleh dari pengembangan packing house sebesar Rp 388.500.030,86 (3) Berdasarkan kriteria investasi pengembangan packing house di daerah penelitian diperoleh nilai NPV pada SOCC 12 persen sebesar Rp 487.441.337,45, EIRR sebesar 24,47 dan Net B/C sebesar 1,66 dari hasil diatas didapat nilai NPV > 0, EIRR > dari SOCC yang ditentukan yaitu 12 persen, dan Net B/C > 1. Ini artinya proyek pengembangan packing house masih layak untuk dilaksanakan. Dilihat dari analisis sensitivitas, jika biaya meningkat sebesar 10 persen dan 20 persen proyek masih tetap layak dilaksanakan masih memiliki kelenturan untuk menanggung perubahan biaya pada peningkatan biaya Kata kunci : studi kelayakan, pengembangan, packing house, hortikultura.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG SISTEM EKSTENSIF DAN SISTEM INTENSIF (Studi Kasus: Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) Rizki Utami; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.451 KB)

Abstract

ABSTRAK Udang merupakan komoditas primadona dalam bidang perikanan yang dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Budidaya udang sistem ekstensif masih mendominasi tambak rakyat Indonesia karena pengelolaannya bergantung pada alam sehingga biaya produksi yang dikeluarkan kecil. Sedangkan budidaya udang sistem intensif memerlukan biaya produksi yang lebih besar karena lebih banyak menggunakan input produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis perbedaan biaya produksi budidaya tambak udang sistem ekstensif dan sistem intensif, (2) Menganalisis perbedaan pendapatan budidaya tambak udang sistem ekstensif dan sistem intensif dan (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tambak udang sistem ekstensif dan sistem intensif di daerah penelitian. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa daerah ini memiliki luas usaha budidaya tambak terbesar di Kabupaten Langkat. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Metode Sensus, yaitu seluruh populasi merupakan sampel dalam penelitian, dengan ukuran sampel adalah 23 petambak. Penelitian ini menggunakan analisis uji beda rata-rata (Independent Sample T Test) dan analisis regresi linier berganda dengan metode estimasi OLS (Ordinary Least Square). Dari hasil penelitian diperoleh: (1) biaya produksi budidaya tambak udang sistem intensif lebih tinggi dibandingkan biaya produksi budidaya tambak udang sistem ekstensif, (2) pendapatan budidaya tambak udang sistem intensif lebih tinggi dibandingkan pendapatan budidaya tambak udang sistem ekstensif dan (3) luas lahan, pakan, padat tebar, tenaga kerja dan teknologi berpengaruh nyata terhadap produksi tambak udang sistem ekstensif dan sistem intensif. Kata kunci: udang, produksi, sistem ekstensif, sistem intensif.
ANALISIS USAHA TERNAK SAPI POTONG (Studi Kasus: Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat) M. Iqbal Azhar Hasibuan; Meneth Ginting, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.822 KB)

Abstract

ABSTRAK Usaha peternakan di Indonesia didominasi oleh peternakan rakyat yang berskala kecil. Peternakan bukanlah suatu hal yang jarang dilaksanakan. Hanya saja skala pengelolaannya masih merupakan sampingan yang tidak diimbangi permodalan dan pengelolaan yang memadai. Beberapa peternak sapi potong  melakukan usaha peternakan dengan pola kemitraan. Kemitraan ini sering disebut dengan sistem gado yaitu bentuk pemeliharaan dengan sistem kerjasama antar pemilik modal dan peternak. Beberapa peternak lainnya mengusahakan usaha ternak dari modal sendiri yang disebut usaha non gado. Perbedaan sistem usaha ini ternyata memiliki output dan input yang berbeda. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 30 orang peternak usaha ternak sistem gado dan 30 orang peternak usaha ternak sistem non gado. Besar sampel ditentukan dengan berpedoman pada pendapat Roscoe. Data yang diperoleh dianalisis dengan rumus pendapatan, regresi linier berganda dan uji beda rata-rata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jumlah ternak sapi potong di Kabupaten Langkat mulai tahun 2007-2011 mengalami peningkatan jumlah populasi setiap tahun. (2) Terdapat perbedaan penggunaan input yaitu pada konsentrat, dimana pada usaha ternak sistem gado peternak tidak ada yang menggunakan konsentrat untuk pakan ternak. (3) Pendapatan usaha ternak sapi potong sistem non gado lebih besar dibanding pendapatan usaha ternak sistem gado. (4) Tingkat pendidikan peternak sistem usaha non gado lebih tinggi (SMA sederajat) dibanding tingkat pendidikan peternak sistem usaha gado (SMP sederajat) dan jumlah ternak peternak sistem usaha non gado lebih banyak (3 ekor) dibanding jumlah ternak sistem usaha gado (2ekor). (5) Jumlah ternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan sistem usaha ternak non gado dan sistem usaha ternak gado.   Kata Kunci : Sapi Potong, Usaha Sistem Gado, Usaha sistem Non Gado, Pendapatan, R/C Ratio.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI UBI KAYU (Studi Kasus : Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara) May Salina Ginting; Rahmanta Ginting; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.069 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani ubi kayu, rata-rata nilai tukar petani ubi kayu dan tingkat kesejahteraan petani ubi kayu. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan sistem simple random sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis linear berganda dengan alat bantu SPSS, perhitungan dengan konsep subsisten dan metode diskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan, harga jual, harga pupuk dan jumlah tanggungan keluarga secara serempak dan parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani ubi kayu. Rata-rata nilai tukar petani ubi kayu adalah sebesar 101,43% sehingga petani mengalami surplus. Secara umum pendapatan petani ubi kayu di daerah penelitian lebih rendah dari upah minimum regional sehingga petani masih belum sejahtera. Kata Kunci : ubi kayu, nilai tukar petani, kesejahteraan petani
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI KOPI ARABICA ( CO FFEA SP ) DI KABUPATEN GAYU ( Studi Kasus ; Desa Cane Baru Kecamatan Pantan Cuaca ) Khalida Utami; Lily Fauzia, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.021 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perkembangan luas tanaman dan produksi DiGayo Lues untuk 5 tahun terakhir, untuk menganalisis faktor internal yang dimiliki dalam usaha pengembangan usaha tani kopi gayo, untuk menganalisis faktor eksternal yang dihadapi petani dalam usaha tani kopi gayo dan untuk menganalisi bagaimana strategi pengembangan usaha tani yang dapat dilakukan didaerah penelitian.Metode analisis data adalah untuk menyelesaikan masalah 1 yaitu menganalisa perkembangan luas lahan dan produksi perkembangan usaha tani kopi gayo 5 tahun terakhir berdasarkan data yang diambil didaerah penelitian yaitu kabupaten Gayo Lues digunakan analisis deskriptif, untuk menyelesaikan masalah 2 yaitu menganalisis faktor internal apa saja yang dimiliki petani dalam pengembangan usahatani kopi gayo berdasarkan data yang diambil di daerah penelitian digunakan analisis deskriptif, untuk menyelesaikan masalah 3  yaitu menganalisis faktor eksternal apa saja dihadapi petani dalam pengembangan usahatani kopi berdasarkan data yang diambil di daerah penelitian digunakan analisis deskriptif. Untuk menyelesaikan masalah 4 digunakan metode analisis SWOT.  Data yang  digunakan adalah data sekunder dan primer. Dari hasil analisis dan QSPM diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : Hasil Penelitian diperoleh : 1) Luas Lahan dan Produksi Kopi Arabika di Kabupaten Gayo Lues berfluktuatif dari tahun 2007 – 2011 2) Faktor – faktor internal yang berpengaruh terhadap strategi perkembangan usaha tani kopi di Kabupaten Gayo yang  memiliki bobot IFAS tertinggi  yaitu Ketersediaan lahan yang cukup ( Kekuatan ) dan petani kekurangan modal serta tidak mengetahui hasil penelitian tentang kopi. 3) Faktor – faktor eksternal yang berpengaruh terhadap strategi perkembangan usaha tani kopi di Kabupaten Gayo dan yang memiliki bobot EFAS tertinggi  yaitu adanya perdagangan bebas yang membuat usaha tani terkenal ( Peluang ) dan perubahan harga kopi ( ancaman ) 4) Hasil analisis  diketahui Strategi yang diperoleh Dari  analisis matriks bahwa strategi – strategi yang menjadi prioritas utama adalah Meningkatkan mutu dan produksi kopi serta mitra memberikan harga kepada petani sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci : Faktor Internal dan Faktor Eksternal, Strategi Alternatif

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue