cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS PENDAPATAN SISTEM TANAM SRI (System of Rice Intensification) PADA PETANI PADI SAWAH (Studi Kasus: Desa Pematang Setrak, Kecamatan Tanjung Buluh, Kabupaten Serdang Bedagai) Sri Rizky Amalya M; HM. Mozart B. Darus; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.048 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk (1) mengetahui pelaksanaan sistem tanam SRI (System of Rice Intensification) pada Petani Padi Sawah Terhadap Pendapatan Usaha Tani, (2) Untuk menganalisis pengaruh karakteristik (umur, tingkat pendidikan, lamanya berusahatani, luas lahan,dan jumlah tanggungan)   terhadap pendapatan usahatani sistem tanam SRI di daerah penelitian, (3) Untuk  menganalisis pengaruh biaya (bibit, Pupuk, Pestisida, Tenaga Kerja, dan Penyusutan) terhadap pendapatan usahatani sistem tanam SRI di daerah penelitian, (4) Untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem tanam SRI (System of Rice Intensification) di daerah penelitian, (5) Untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem tanam SRI (System of Rice Intensification) di daerah penelitian. Metode penelitian menggunakan (1) metode deskriptif yaitu dengan menjelaskan secara rinci mengenai pelaksanaan sistem tanam (System of Rice Intensification) pada usaha tani padi sawah, (2) dan (3) menggunakan metode regresi linier dengan bantuan spss 16, (4) dan (5) menggunakan metode deskriptif yaitu dengan mengamati masalah-masalah apa saja yang dihadapi petani padi sawah sistem tanam SRI (System of Rice Intensification) di daerah penelitian dan upaya apa yang dilakukan petani dalam mengetahui masalah yang dihadapi di daerah penelitian. Hasil penelitian diperoleh (1) pelaksanaan sistem tanam SRI (System of Rice Intensification) berjalan dengan sesuai  anjuran penyuluh petani lapangan, (2) secara serempak variabel karakteristik umur, tingkat pendidikan, lama berusaha tani, luas lahan, jumlah tanggungan berpengaruh nyata terhadap variabel pendapata usaha tani, (3) secara serempak  variabel biaya bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan penyusutan berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan, (4) masalah yang dihadapi petani padi sawah sistem SRI yaitu sulit menanam dengan bibit muda, sulit mencari tenaga kerja, sulit menanam dengan jarak tenggang dan lebar,petani masih senang dengan pupuk kimia,sulit memberantan hama dan penyakit tanaman, (5) upaya yang dilakukan yaitu mengaktifkan kelompoktani dengan bantuan badan penyuluh. Kata kunci: evaluasi, SRI (System of Rice Intensification), padi sawah,pendapatan
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP TINGKAT UPAH YANG DITERIMA DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN BALIMBINGAN M. Rian Ramadhan Batubara; Hasman Hasyim, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335 KB)

Abstract

  ABSTRAK Kebutuhan karyawan diusahakan dapat terpenuhi melalui pekerjaannya. Apabila seorang karyawan sudah terpenuhi segala kebutuhannya maka dia akan mencapai kepuasan kerja dan memiliki komitmen terhadap perusahaan. Perusahaan adalah semua jenis kegiatan yang berbentuk usaha dengan atau tanpa badan hukum, yang menggunakan atau mempekerjakan karyawan/pekerja. Upah sebenarnya merupakan salah satu syarat perjanjian kerja yang diatur oleh pengusaha dan karyawan atau karyawan serta pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem pengupahan karyawan, jaminan yang diterima karyawan serta untuk menganalisis tingkat kepuasan karyawan perkebunan terhadap sistem pengupahan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Balimbingan. Metode penelitian yang digunakan dengan metode Likert. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa sistem pengupahan karyawan perkebunan di PTPN IV Kebun Balimbingan telah sesuai dengan perjanjian kerja bersama yang telah disepakati antara perusahan dengan serikat pekerja perkebunan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Balimbingan; Jaminan yang diterima karyawan perkebunan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Balimbingan sudah terpenuhi oleh pihak perusahaan kepada karyawan perkebunan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Balimbingan; serta tingkat kepuasan karyawan terhadap sistem pengupahan di perkebunan PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Balimbingan adalah puas dengan skor 36.42.   Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, Tingkat Upah dan Karyawan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN MINYAK GORENG CURAH DI KOTA MEDAN Berry Dhiya Shavana; HM Mozart B. Darus; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.02 KB)

Abstract

ABSTRAK Minyak goreng merupakan salah satu bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pada saat ini minyak goreng dipasarkan dalam dua bentuk, yaitu secara curah dan dalam kemasan dengan merek/label tertentu. Meskipun minyak goreng bermerek memiliki banyak keunggulan dan kian marak beredar di pasaran Kota Medan, namun permintaan terhadap minyak goreng curah masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak goreng bermerek. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis (1) faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan minyak goreng curah di Kota Medan, (2) faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran minyak goreng curah di Kota Medan. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel aksidental (accidental sampling) yaitu menentukan sampel berdasarkan orang yang ditemui secara kebetulan atau siapa saja yang memenuhi kriteria. Sampel yang diteliti sebanyak 30 sampel pembeli minyak goreng curah dan 30 sampel pedagang minyak goreng curah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Dari sisi permintaan secara serempak jumlah permintaan minyak goreng curah dipengaruhi oleh harga beli konsumen, pendapatan rata-rata per bulan, dan jumlah tanggungan. Secara parsial, variabel harga beli konsumen dan jumlah tanggungan berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan minyak goreng curah, sedangkan pendapatan rata-rata per bulan tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan minyak goreng curah (2) Dari sisi penawaran secara serempak jumlah penawaran minyak goreng curah dipengaruhi oleh harga beli pedagang, keuntungan, dan harga barang lain. Secara parsial, variabel keuntungan berpengaruh nyata terhadap jumlah penawaran minyak goreng curah, sedangkan harga beli pedagang dan harga barang lain tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran minyak goreng curah.   Kata kunci : Permintaan, Penawaran, Minyak Goreng Curah
ANALISIS NILAI TAMBAH JAGUNG (Zea mays) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN TERNAK UNGGAS (Studi Kasus: PT. Charoen Pokphand KIM Mabar) Rizky Agung Pramisto; Satia Negara Lubis, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.293 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) proses produksi pakan ternak unggas serta input produksinya, (2) penerimaan dan pendapatan perusahaan pakan ternak unggas, (3) nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan jagung menjadi pakan ternak unggas. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober tahun 2013 di PT. Charoen Pokphand KIM Mabar, Medan. Metode penelitian adalah dengan menggunakan analisis deskriptif terhadap proses produksi dan input produksi, analisis penerimaan dan pendapatan, perhitungan nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi pakan ternak dilakukan dengan mesin dan peralatan bertekhnologi tinggi. Penerimaan PT. Charoen Pokphand per bulan adalah Rp 48.750.000.000 dengan pendapatan Rp 7.666.589.865. Nilai tambah yang diperoleh adalah sebesar Rp 308 / kg jagung pipil. Dapat disimpulkan bahwa proses produksi pakan ternak dilakukan dengan mesin dan peralatan yang modern serta dengan tenaga kerja yang ahli, dalam setiap satu kilogram jagung pipil dapat menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 308 Kata Kunci : nilai tambah, produksi, Metode Hayami
ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN TELUR AYAM RAS DI SUMATERA UTARA Nurhidayati Ma’rifah Sitompul; Satia Negara Lubis; A.T. Hutajulu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.105 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan telur ayam ras di Sumatera Utara, sehingga memperoleh keseimbangan harga telur ayam ras di Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder periode tahun 1997-2012 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dan berbagai sumber lainnya.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS dan analisis keseimbangan harga. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran telur ayam ras di Sumatera Utara adalah harga telur ayam ras dan populasi ayam ras petelur. Harga telur ayam ras dan populasi ayam ras petelur berpengaruh nyata terhadap penawaran telur ayam ras. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras di Sumatera Utara adalah harga telur ayam ras, produksi telur ayam ras, dan pendapatan perkapita terhadap permintaan telur ayam ras. Harga telur ayam ras, produksi telur ayam ras, dan pendapatan perkapita berpengaruh nyata terhadap permintaan  telur ayam ras. Keseimbangan penawaran dan permintaan telur ayam ras di Sumatera Utara terjadi pada saat harga telur ayam ras sebesar Rp 6.879.506/Ton dan jumlah telur ayam ras sebesar 81.460,893 Ton. Kata kunci : Telur ayam ras, Permintaan, Penawaran, Keseimbangan harga  
ANALISIS TREND PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN HARGA GULA KRISTAL PUTIH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Samuel Noviantara Purba; Rahmanta Ginting; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.283 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis permintaan dan penawaran  serta elastisitas gula kristal putih tahun 2001-2011, serta menganalisis dan meramalkan  trend permintaan, penawaran, harga gula serta elastisitas gula kristal putih  di Provinsi Sumatera Utara pada periode 2012-2020. Metode analisis  yang digunakan adalah analisis peramalan trend linear dengan menggunakan software Minitab 16 dengan periode peramalan 2012 hingga 2020. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari tahun 2001-2011 permintaan gula kristal putih mengalami penurunan  sebesar 0,03% dan penawaran gula kristal putih juga turun hingga mencapai 0,09%. Trend permintaan dan trend harga gula kristal putih tahun 2012-2020 adalah meningkat sedangkan trend penawaran gula kristal putih adalah menurun. Elastisitas permintaan dan penawaran gula kristal putih tahun 2001-2011 adalah sebesar -0,0023 (inelastis) dan -0,0075 (inelastis). Sedangkan Elastisitas permintaan dan penawaran gula kristal putih tahun 2012-2020 diramalkan  sebesar 0,0067 (inelastis) dan -0,1524 (inelastis). Kata kunci: Permintaan, Penawaran, Harga, Trend, Dan Elastisitas
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG (Studi Kasus: Desa Kuala, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo) Friska E D Panjaitan; Satia Negara Lubis; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.071 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi produksi usahatani jagung di daerah penelitian, (2) menganalisis jumlah penerimaan dan pendapatan usahatani jagung di daerah penelitian, (3) menganalisis nilai return cost ratio (R/C) serta nilai break even point (BEP) volume dan harga usahatani jagung di daerah penelitian. Metode penetuan sampel yang digunakan pada penelitian adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 82 petani yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengujian hipotesis menggunakan metode (1) metode analisis fungsi Coob-Douglas serta alat bantu SPSS dan program Data Envelopment Analysis (DEA) untuk memperoleh nilai efisiensi, (2) metode analisis penerimaan dan pendapatan, dan (3) metode analisis R/C (Return Cost Ratio) dan BEP (Break Even Point). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Nilai efisiensi harga untuk setiap input yaitu bibit 11,221; pupuk 2,709; herbisida 1,816 dan tenaga kerja 1,188 dikatakan belum efisiensi (> 1) dalam penggunaan input, perlu penambahan jumlah untuk setiap input yang digunakan. Secara teknis, penggunaan input produksi tidak efisien dengan nilai efisiensi 0,94125 < 1 (2) Jumlah penerimaan usahatani jagung di daerah penelitian adalah Rp 2.709.525.000,00 dengan jumlah biaya produksi 1.513.197.460,00 sehingga diperoleh total pendapatan bersih usahatani jagung di daerah penelitian sebesar Rp 1.196.327.540,00 dan pendapatan petani per ha sebesar Rp 9.650.915,94 (3) Nilai R/C yang diperoleh 1,79 > 1 serta nilai BEP volume 540.722 kg dan BEP harga Rp 1.572,97 maka usahatani jagung didaerah penelitian layak diusahakan dan menguntungkan. Kata kunci: efisiensi produksi, return cost ratio, break even point, analisis pendapatan
PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA KEMITRAAN KELOMPOK TANI DENGAN PERUSAHAAN EKSPORTIR PD RAMA PUTRA (Kasus : Kelompok Tani Lau Lengit, Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo) Febrina Soraya Tanjung; Yusak Maryunianta, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.899 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja kemitraan antara        Kelompok Tani Lau Lengit dengan PD Rama Putra dan untuk mengetahui persepsi petani terhadap kinerja kemitraan antara Kelompok Tani Lau Lengit dengan PD Rama Putra. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan  pertimbangan tertentu. Metode  pengambilan  sampel  adalah  metode sensus, yaitu  seluruh petani yang ada di kelompok tani menjadi sampel dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian  ini  adalah  metode  CIPP (context,  input, process, product) dan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kemitraan antara Kelompok Tani  Lau  Lengit dengan PD Rama Putra adalah baik. Persepsi petani terhadap  kinerja  kemitraan antara Kelompok Tani Lau Lengit dengan PD Rama Putra adalah positif. Kata Kunci : Persepsi, Kinerja Kemitraan, Petani, Perusahaan Eksportir
SIKAP DAN PERILAKU PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN PADANG LAWAS (Kasus: Desa Gunung Manobot Kec. Lubuk Barumun Kab. Padang Lawas) Pinta Marito Daulay; Yusak Maryunianta, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.139 KB)

Abstract

Abstrak Pinta Marito Daulay (080309004) Dengan Judul Penelitian “Sikap dan Perilaku Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Padang Lawas (Kasus: Desa Gunung Manobot Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas)”. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. Yusak Maryunianta, MSi, dan Ibu Emalisa SP, MSi. Penyuluh pertanian diharapkan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar kemampuan profesional tertentu, termasuk ketrampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggungjawab mandiri pada tingkat tertentu, memiliki ketrampilan manajerial serta mampu mengikuti perkembangan, pengetahuan, dan teknologi di dalam bidang keahliannya. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian di daerah penelitian, mengetahui sikap dan perilaku petani terhadap kinerja penyuluh pertanian. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa tersebut salah satu desa yang sering mengikuti penyuluhan. Metode analisis yang digunakan adalah metode pemberian skor dan metode skala likert. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: kinerja penyuluh pertanian sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan kebutuhan petani. Dengan kinerja atau tingkat keberhasilan yang tinggi. Sehingga petani memberikan respon sikap yang positif dan respon perilaku yang terbuka.   Kata Kunci: penyuluh, kinerja penyuluh, sikap, perilaku
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET RAKYAT BERDASARKAN SKALA USAHA MINIMUM (Studi Kasus: Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat) Murni Artha Christy Tampubolon; Tavi Supriana; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.921 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui berapa produksi dan produktivitas perkebunan karet rakyat di daerah penelitian, (2) Untuk menganalisis berapa pendapatan petani perkebunan karet rakyat per hektar di daerah penelitian, (3) Untuk menganalisis berapa skala usaha minimum untuk memenuhi skala efisien dan kebutuhan hidup petani perkebunan karet rakyat. Penentuan daerah penelitian  dilakukan secara purposive dengan jumlah sampel 50 petani yang dihitung menggunakan rumus slovin. Pengujian hipotesis menggunakan metode (1) metode deskriptif yaitu dengan menjelaskan bagaimana produksi karet di daerah penelitian, (2) besar pendapatan yang dicari dengan rumus pengurangan dari penerimaan dengan biaya total, (3) metode analisis skala ekonomi dengan menggunakan pendekatan analisis Minimum Efficient Scale (MES). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa (1) produksi dan produktivitas perkebunan karet rakyat di desa Naman Jahe, Kec.Salapian, Kab.Langkat Sumatera Utara untuk untuk skala  (≤ 1) ha produksinya 78.055 kg/tahun, produktivitas 2.054,07 kg/ha/tahun dan untuk skala (> 1) ha produksinya 22.127 kg/tahun, produktivitas 2.011,54 kg/ha/tahun.  (2) Pendapatan petani untuk skala (≤ 1) ha Rp 6.208.400/ha/tahun dan untuk skala (> 1) ha Rp 5.715.800/ha/tahun, (3) Skala usaha minimum untuk perkebunan karet rakyat berada pada skala usaha 1 ha, dimana petani akan mengeluarkan biaya rata-rata yang lebih efisien dengan hasil produksi yang  banyak dan memberikan pendapatan yang menguntungkan kepada petani.   Kata kunci : karet, produksi, analisis pendapatan, analisis Minimum Efficient Scale.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue