cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS EFISIENSI DAN OPTIMASI PENGGUNAAN PUPUK PADA USAHATANI BAWANG MERAH (Studi Kasus: Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi) Purnama Sari Sitorus; Salmiah Salmiah; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PURNAMA SARI SITORUS (120304031) dengan judul skripsi “Analisis Efisiensi dan Optimasi Penggunaan Pupuk pada Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus: Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi)” di bawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Salmiah, MS sebagai Ketua Komisi pembimbing dan Bapak Ir. Thomson Sebayang, MT sebagai Anggota Komisi pembimbing. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2016 di Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Daerah penelitian ditentukan secara purposive. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis, harga, dan ekonomis penggunaan pupuk pada usahatani Bawang Merah di daerah penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling dengan besar sampel 66 KK. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis efisiensi dengan stochastic frontier menggunakan metode pendugaan Maximum Likelihood (MLE) dengan alat bantu software Frontier 4.1c. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk pada usahatani Bawang Merah di daerah penelitian tidak efisien baik secara teknis, harga, maupun ekonomis. Hal ini dilihat dari nilai efisiensi teknis sebesar 0,93, efisiensi harga sebesar 0,17 dan efisiensi ekonomis sebesar 0,1581. Kata Kunci: Bawang Merah, Pupuk, Efisiensi
HAMBATAN YANG MENENTUKAN PETANI PADI SAWAH MENJADI WIRAUSAHAWAN (Studi Kasus : Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang) Reza Susanto; Iskandarini Iskandarini; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hambatan kewirausahaan dengan wirausahawan di daerah penelitian. Untuk menganalisis pengaruh faktor internal (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman bertani) terhadap wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian.Untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal (pola asuh keluarga, pesaing, peluang, dan kebijakan pemerinntah) terhadap wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive. Metode penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slovin. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Correlation dan metode regresi Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian masih dikatakan baik. Hambatan keuangan dan hambatan sumber daya manusia memiliki hubungan yang nyata dengan jiwa kewirausahawanan petani padi sawah di daerah penelitian sedangkan hambatan pemasaran dan hambatan kemitraan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian. Faktor internal (usia, jenis kelamin, dan pengalaman bertani) secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian, Sedangkan Faktor internal (pendidikan) secara parsial berpengaruh nyata terhadap wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian. Faktor eksternal (pola asuh keluarga dan pesaing) secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian, Sedangkan Faktor eksternal (peluang dan kebijakan pemerintah) secara parsial berpengaruh nyata terhadap wirausahawan petani padi sawah di daerah penelitian Kata Kunci : Kewirausahaan, Prioritas, Faktor Internal dan Eksternal
PERBEDAAN DINAMIKA ORGANISASI PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) BERBADAN HUKUM DAN BELUM BERBADAN HUKUM (Studi Kasus: Desa Bandar Jawa Dan Desa Bandar,Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun) Ristiwi Retno Palupy; Meneth Ginting; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah organisasi P3A, luas tanam, luas panen dan produksi tanaman padi sawah di daerah penelitian selama 5 tahun terakhir; Perbedaan karakteristik umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran iuran P3A antara organisasi P3A Berbadan Hukum dan Belum Berbadan Hukum; Perbedaan dinamika organisasi antara P3A Berbadan Hukum dengan Belum Berbadan Hukum; Hubungan antara umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran iuran P3A dengan dinamika organisasi P3A Berbadan Hukum dan Belum Berbadan Hukum; Serta pengaruh dari umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran iuran P3A terhadap dinamika organisasi P3A Berbadan Hukum dan Belum Berbadan Hukum di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, skoring, uji beda rata-rata (T-test), Korelasi Rank Spearman dan Regresi Linear Berganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada peningkatan jumlah organisasi P3A namun terjadi peningkatan luas tanam, luas panen, dan hasil produksi tanaman padi sawah selama 5 tahun terakhir di Kabupaten Simalungun; Tidak ada perbedaan karakteristik umur, luas lahan, pendidikan dan pengalaman bertani anggota, namun frekuensi pembayaran iuran P3A Berbadan Hukum dan Belum Berbadan Hukum berbeda, ada perbedaan yang nyata dinamika organisasi P3A Berbadan Hukum dengan Belum Berbadan Hukum; Tidak ada hubungan yang nyata antara umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran P3A dengan dinamika organisasi P3A Berbadan Hukum namun ada hubungan yang nyata antara umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran P3A organisasi P3A Belum Berbadan Hukum; Tidak ada pengaruh yang nyata dari umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran P3A terhadap dinamika organisasi P3A Berbadan Hukum namun ada pengaruh yang nyata dari umur, luas lahan, pendidikan, pengalaman bertani dan frekuensi pembayaran P3A terhadap dinamika organisasi P3A Belum Berbadan Hukum. Kata Kunci: Dinamika Organisasi, P3A, Berbadan Hukum, Belum Berbadan Hukum
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI PANGAN DI KOTA MEDAN Dhieni Maghfira; Satia Negara Lubis; Kelin Tarigan
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dhieni Maghfira (120304035) dengan judul skripsi “Analisis Ketersediaan dan Konsumsi Pangan Di Kota Medan” Studi Kasus Di Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, MEc selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Prof. Dr. Ir. Kelin Tarigan, MS selaku anggota komisi pembimbing. Penelitian ini bertujuanuntukmenganalisa ketersediaan pangan di Kota Medan dengan analisis diskriptif dengan cara menjelaskan dengan tabel dan gambar tentang produksi, impor, ekspor, serta untuk menganalisa konsumsi pangan di Kota Medan. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive area sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (tidak langsung) yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan energy dan protein pada kelompok pangan sudah melampaui angka konsumsi yang diharapkan/dianjurkan. Ketersediaan energy dan protein kelompok pangan di Kota Medan tahun 2014 sudah melebihi ketersediaan energy dan protein kelompok pangan yang dianjurkan, sedangkan ketersediaan lemak pada kelompok pangan masih dibawah angka konsumsi yang diharapkan / dianjurkan Kata Kunci :Ketersediaan dan Konsumsi Pangan
PERAN IBU RUMAH TANGGA YANG BEKERJA SEBAGAI PEDAGANG BUAH TERHADAP PENDAPATAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA (Studi Kasus: Pasar Tradisional Simpang Limun, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Medan) Dwi Utari; Lily Fauzia; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pedagang buah di dalam keluarga, terutama untuk sumbangan pendapatannya dan pengambilan keputusan dalam keluarga dan juga motivasi ibu rumah tangga dalam pengambilan keputusan berdagang buah. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan, pasar tersebut merupakan pasar terluas kedua dan memiliki jumlah pedagang buah yang banyak yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Pengambilan subjek penelitian menggunakan Metode Sensus, dengan besarnya subjek penelitian sebanyak 18 pedagang. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif, metode perhitungan persentase sumbangan pendapatan responden terhadap pendapatan keluarga, metode analisis regresi linear berganda dan juga metode scoring dalam pengambilan keputusan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi responden dalam pengambilan keputusan berdagang buah sebagian besar dikarenakan pendapatan rumah tangga yang rendah, yaitu sebesar 50%, karena mengisi waktu luang sebesar 27,78% dan lain-lain sebesar 22,22%. Pendapatan responden sebesar Rp 7.522.223 per bulan dan sumbangannya terhadap pendapatan keluarga tergolong besar yaitu 75,13% dan berada di atasUpah Minimum Provinsi Sumatera Utara tahun 2015 sebesar Rp 1.625.000,00. Secara serempak faktor sosial ekonomi yaitu modal, umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman berdagang buah dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan responden dan secara parsial hanya modal yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan responden sedangkan variabel lainnya yaitu umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman berdagang buah dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan responden. Peran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pedagang buah lebih dominan dalam pengambilan keputusan keluarga. Kata Kunci: Ibu Rumah Tangga, Peran, Motivasi, Pendapatan, Pengambilan Keputusan
ANALISIS DAN SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN PESTISIDA DAN PUPUK PADA TANAMAN CABAI DI KABUPATEN KARO Mukti Amsar; Tavi Supriana; HM Mozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aplikasi pestisida dan pupuk yang dilakukan petani pada tanaman cabai, untuk menganalisis sikap petani terhadap penggunaan pestisida dan pupuk pada tanaman cabai di daerah penelitian, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pestisida dan pupuk terhadap tanaman cabai di daerah penelitian, untuk menganalisis upaya petani dalam menanggulangi penggunaan pestisida dan pupuk pada tanaman cabai di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara purposive. Sampel ditentukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode penskalaan likert dan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aplikasi pestisida yang dilakukan petani pada tanaman cabai tidak sesuai standar, (2) aplikasi pupuk yang dilakukan petani pada tanaman cabai tidak sesuai standar, (3) sikap petani terhadap penggunaan pestisida pada tanaman cabai di daerah penelitian adalah positif, (4) sikap petani terhadap penggunaan pupuk pada tanaman cabai di daerah penelitian adalah negatif, (5) faktor luas lahan, lama pendidikan, dan lama berusahatani secara serempak berpengaruh nyata terhadap penggunaan pestisida, (6) faktor luas lahan, lama pendidikan, dan lama berusahatani secara serempak berpengaruh nyata terhadap penggunaan pupuk, dan (7) petani mengganti pestisida kimia dengan jamur tricoderma dan penggunaan pupuk kimia diimbangi dengan penggunaan pupuk kompos atau pupuk kandang. Kata Kunci:    Aplikasi Pestisida, Aplikasi Pupuk, Sikap Petani
ANALISIS PERBEDAAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI ANTAR SENTRA PRODUKSI (Studi Kasus : Desa Sumberejo, Kec. Pagar Merbau, Kab. Deli Serdang dan Desa Stabat Lama, Kec. Wampu, Kab. Langkat) Karolina Bangun; Thomson Sebayang; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kesesuaian pelaksanaan teknis budidaya kedelai antar sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat, untuk menganalisis pengaruh faktor produksi (benih, pupuk, dan tenaga kerja) terhadap produksi usahatani kedelai pada sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat, untuk menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan usahatani kedelai antar sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat, untuk menganalisis kelayakan usahatani kedelai pada dua sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. Perbedaan kesesuaian pelaksanaan teknis budidaya antar sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat dianalisis dengan metode skoring dengan menggunakan tabel standar pelaksanaan teknis budidaya sesuai dengan parameter anjuran yang ditentukan, dan perbedaan produktivitas dan pendapatan usahatani kedelai antar sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat diuji dengan analisis uji beda rata-rata, sementara kelayakan usahatani kedelai pada dua sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat dianalisis dengan Return Cost Ratio. Diketahui bahwa ada perbedaan skor teknis pelaksanaan budidaya kedelai antar sentra produksi. Pelaksanaan teknis budidaya kedelai yang dilakukan Kabupaten Deli Serdang cukup sesuai dengan anjuran, sedangkan pelaksanaan teknis budidaya di Kabupaten Langkat kurang sesuai dengan anjuran. Produktivitas usahatani kedelai di Kabupaten Deli Serdang lebih tinggi daripada produktivitas di Kabupaten Langkat. Pendapatan usahatani kedelai di Kabupaten Deli Serdang lebih tinggi daripada pendapatan di Kabupaten Langkat dan terdapat perbedaaan produktivitas dan pendapatan yang nyata antar kedua sentra produksi. Usahatani kedelai layak untuk diusahakan pada kedua sentra produksi.  Nilai R/C Kabupaten Deli Serdang adalah 2,29 dan nilai R/C Kabupaten Langkat adalah 1,4. Kata Kunci : Kedelai, Perbedaan, Produktivitas, Pendapatan, Kelayakan  Usahatani
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI BERAS (Studi Kasus : Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan) Donny L. Ebenezer S; Tavi Supriana; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik sosial ekonomi konsumen beras berdasarkan tingkat pendapatan, untuk menganalisis proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen dalam mengkonsumsi beras serta untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi konsumen terhadap jumlah konsumsi beras. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode penentuan responden yang digunakan adalah non probability sampling, kombinasi antara accidental sampling dan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif statistik dan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan : Terdapat beberapa perbedaan karakteristik sosial ekonomi konsumen beras meliputi jumlah anggota keluarga, umur, pekerjaan, pendidikan, dan kondisi kesehatan yang dilihat berdasarkan tingkat pendapatan. Hal ini mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi beras. Perbedaan dalam proses pengambilan keputusan terlihat dari alasan utama dalam mengkonsumsi beras, frekuensi konsumsi, sumber informasi produk, atribut-atribut beras yang paling dipertimbangkan, cara memutuskan pembelian, jenis/varietas beras, pengambil keputusan, lokasi pembelian, frekuensi dan ukuran pembelian, serta tindakan terhadap keluhan. Responden dengan pendapatan > Rp 15.000.000 lebih mempertimbangkan kualitas, ketersediaan, pelayanan, dan kenyamanan di tempat pembelian, pendapatan > Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000 dan pendapatan > Rp 6.000.000 – Rp 10.000.000 lebih mempertimbangkan kualitas yang sesuai dengan harga, ketersediaan, informasi dan lokasi pembelian, sedangkan pendapatan Rp 2.500.000 – Rp 6.000.000 dan pendapatan < Rp 2.500.000 lebih mempertimbangkan keterjangkauan harga. Variabel bebas karakteristik sosial ekonomi konsumen yaitu pendapatan, umur responden, jumlah anggota keluarga dan kondisi kesehatan secara serempak berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi beras dan secara parsial hanya variabel jumlah anggota keluarga dan kondisi kesehatan yang berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi beras. Kata Kunci: karakteristik sosial ekonomi, konsumen, jumlah konsumsi beras, pendapatan RT, beras.
ANALISIS PERBANDINGAN USAHA TANI PADI SAWAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN WILAYAH DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara) M. Fadhil Arrahman Lubis; Luhut Sihombing; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT M. FADHIL ARRAHMAN LUBIS (110304089) dengan judul skripsi “Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Pemekaran Wilayah di Kabupaten Padang Lawas Utara (Studi Kasus : Kecamatan Padang Bolak) ”. dibawah bimbingan Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec sebagai Anggota Komisi Pembimbing.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peerbandingan luas lahan sawah irigasi teknis, semi teknis dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan hasil produksi dan produktivitas padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan harga input produksi padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive yaitu daerah penelitian dipilih secara sengaja dengan pertimbangan tempat penelitian merupakan daerah yang dimekarkan. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive dengan jumlah sampel sebanyak 80 petani padi sawah. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui mengetahui perbandingan luas lahan sawah irigasi teknis, semi teknis dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan hasil produksi dan produktivitas padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan harga input produksi (pupuk, lahan, tenaga kerja, pestisida dan bibit)  padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah menggunakan metode compare means t-test.Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan luas lahan sawah irigasi teknis, semi teknis, dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran, terdapat perbedaan hasil produksi dan produktivitas padi sawah irigasi teknis, semi teknis, dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, terdapat perbedaan harga input produksi padi sawah (pupuk, lahan, tenaga kerja, pestisida dan bibit)  sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, terdapat perbedaan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah. Kata Kunci :Padi Sawah, Usahatani, Compare Means T-Test, Pemekaran Wilayah
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN Muhammad cahyadi; Salmiah Salmiah; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Muhammad Cahyadi (110304024/Agribisnis) dengan judul skripsi “Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Nelayan di Desa Percut Sei Tuan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang” Penelitian ini dilakukan pada bulan September tahun 2015 dengan dibimbing oleh Ibu Dr.Ir.Salmiah,MS dan Bapak Ir.M.Jufri,M.Si. Tujuan Penelitian  adalah  menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi (umur, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman,modal) terhadap pendapatan nelayan dan menganalisis tingkat pendapatan nelayan di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) karena desa ini memiliki populasi nelayan paling banyak di Kabupaten Deli Serdang dan tingginya pengunjung yang datang ke daerah penelitian sehingga meningkatkan pendapatan nelayan.Penarikan sampel dilakukan secara Random Sampling,dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data yang diperoleh merupakan data primer dan data sekunder.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian  menyimpulkan bahwa faktor pengalaman dan modal merupakan faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan, sedangkan faktor umur dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan di desa Percut Sei Tuan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang  dengan rata-rata pendapatan bersih nelayan sebesar Rp. Rp 724.032,41/ sekali melaut atau Rp. 5.792.259,28/bulan (dengan catatan 8 kali melaut/bulan).

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue