Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN IBU RUMAH TANGGA YANG BEKERJA SEBAGAI PEDAGANG BUAH TERHADAP PENDAPATAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA (Studi Kasus: Pasar Tradisional Simpang Limun, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Medan) Dwi Utari; Lily Fauzia; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pedagang buah di dalam keluarga, terutama untuk sumbangan pendapatannya dan pengambilan keputusan dalam keluarga dan juga motivasi ibu rumah tangga dalam pengambilan keputusan berdagang buah. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan, pasar tersebut merupakan pasar terluas kedua dan memiliki jumlah pedagang buah yang banyak yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Pengambilan subjek penelitian menggunakan Metode Sensus, dengan besarnya subjek penelitian sebanyak 18 pedagang. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif, metode perhitungan persentase sumbangan pendapatan responden terhadap pendapatan keluarga, metode analisis regresi linear berganda dan juga metode scoring dalam pengambilan keputusan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi responden dalam pengambilan keputusan berdagang buah sebagian besar dikarenakan pendapatan rumah tangga yang rendah, yaitu sebesar 50%, karena mengisi waktu luang sebesar 27,78% dan lain-lain sebesar 22,22%. Pendapatan responden sebesar Rp 7.522.223 per bulan dan sumbangannya terhadap pendapatan keluarga tergolong besar yaitu 75,13% dan berada di atasUpah Minimum Provinsi Sumatera Utara tahun 2015 sebesar Rp 1.625.000,00. Secara serempak faktor sosial ekonomi yaitu modal, umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman berdagang buah dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan responden dan secara parsial hanya modal yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan responden sedangkan variabel lainnya yaitu umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman berdagang buah dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan responden. Peran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pedagang buah lebih dominan dalam pengambilan keputusan keluarga. Kata Kunci: Ibu Rumah Tangga, Peran, Motivasi, Pendapatan, Pengambilan Keputusan
PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN YANG POSITIF DALAM MENGHADAPI PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA TEMAN SEBAYA PADA SISWA SMAN 2 DEWANTARA Alfi Syahrin; Fikri Sya’bana Daulay; Dwi Utari; Masjidah Khoiriah Hasibuan; Nadia Ulfa; Fitri, Miftahul; Dwi Aulia Anjani; Nur Afni Safarina; M. Fikri Jaka Pratama
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1371

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan regulasi emosi pada remaja melalui pendekatan psikoedukasi, guna mendukung kesehatan mental dan hubungan sosial positif. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Dewantara dengan partisipasi 21 siswa kelas XI, yang terdiri dari 5 laki-laki dan 16 perempuan berusia 16–17 tahun. Psikoedukasi memberikan pemahaman tentang konsep regulasi emosi, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan pentingnya kelekatan dengan teman sebaya. Metode pengabdian meliputi asesmen kebutuhan melalui pre-test dan post-test, serta penyampaian materi yang interaktif untuk mengajarkan keterampilan mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih paham akan arti regulasi emosi dan pentingnya hubungan positif dengan teman sebaya, yang berdampak pada ketahanan emosional dan kesiapan menghadapi tekanan sosial. Simpulan dari kegiatan ini adalah psikoedukasi memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ketahanan emosional dan akademik siswa. Kata Kunci: Regulasi Emosi, Kelekatan, Teman Sebaya, Psikoedukasi
Implementasi Penggunaan Teknologi Blockchain Dalam Keamanan Transaksi Digital Perbankan Syariah Di BSI KCP Pangkalan Brandan Dwi Utari; Khairani Sakdiah; Kamaliah R
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi blockchain hadir sebagai solusi strategis melalui sistem pencatatan terdesentralisasi yang menjamin transparansi, imutabilitas (data tidak dapat diubah), dan keamanan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi blockchain terhadap keamanan transaksi, mengidentifikasi indikator keamanan yang ditingkatkan, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip syariah di BSI KCP Pangkalan Brandan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pangkalan Brandan. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan pihak internal bank (seperti Branch Manager dan Customer Service) serta nasabah, didukung oleh data sekunder terkait operasional digital bank. Teknik analisis data dilakukan untuk mendapatkan gambaran empiris mengenai efektivitas dan tantangan implementasi blockchain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi blockchain (melalui mekanisme smart contract dan sistem terdesentralisasi) secara signifikan memperkuat keamanan transaksi dengan menghilangkan risiko manipulasi data dan meminimalisir human error. Secara teologis, teknologi ini selaras dengan prinsip syariah seperti Amanah, Siddiq, dan Al-Kitabah (perintah pencatatan transaksi secara adil dan jelas). Blockchain terbukti berfungsi sebagai trust enabler technology yang meningkatkan kepercayaan nasabah karena adanya jejak digital (digital footprint) yang transparan dan tidak dapat dimodifikasi secara sepihak. Namun, tantangan utama yang ditemukan adalah masih rendahnya literasi digital masyarakat terhadap teknologi yang dianggap kompleks ini.