cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN Juwita Sari Manullang; Lily Fauzia; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK JUWITA SARI MANULLANG (110304096/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi ¨PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG HASIL LAUT STUDI KASUS  DESA PANTAI PERCUT, KEC PERCUT SEI TUAN, KAB.DELI SERDANG¨. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 dengan dibimbing oleh Ibu Ir.Lily Fauzia, M.Si dan Bapak Ir.M.Jufri, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan pelelangan ikan, untuk mengetahui pendapatan pedagang hasil laut, untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi (Umur, pendidikan formal, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, biaya) terhadap pendapatan pedagang, untuk mengetahui kendala atau hambatan pedagang di daerah penelitian. Penentuan daerah dilakukan secara sengaja (purposive), Penentuan sampel dilakukan dengan metode Simple random sampling sebanyak 30 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis pendapatan, dan regeresi linear berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kegiatan dalam pelelangan ikan dilakukan dengan membawa hasil tangkapannya, mendaftarkan hasil laut yang diperoleh, memulai pelelangan dan menyepakati harga yang tertingi. Pendapatan bersih pedagang sebesar Rp 3.049.712 per bulan. Faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan formal, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, biaya) secara serempak berpengaruh nyata terhadap pendapatan, secara parsial faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan yaitu pendidikan formal dan biaya. Hambatan atau kendala yang dihadapi pedagang rendahnya permintaan selain hari besar, komoditi hasil laut yang mudah rusak, dan jika hasil laut yang diperoleh sedikit menyebabkan berkurangnya aktivitas pelelangan ikan.   Kata kunci: faktor sosial ekonomi, pendapatan, pedagang hasil laut
ANALISIS EFISIENSI DAN OPTIMASI SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN PUPUK KIMIA OLEH PETANI PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum Annum L) DI KABUPATEN SIMALUNGUN (Studi kasus : Desa Urung Purba,Kecamatan Purba) M. Arief W G; Salmiah Salmiah; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK M. Arief W G (120304093) dengan judul skripsi “Analisis Efisiensi Dan Optimasi Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Pupuk Kimia Oleh Petani Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L) Di Kabupaten Simalungun” dibawah bimbingan Ibu Dr.Ir.Salmiah,MS sebagai Ketua Komisi pembimbing dan Bapak Ir. M. Jufri, M.Si sebagai Anggota Komisi pembimbing. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomi penggunaan pupuk kimia, menganalisis penggunaan pupuk kimia yang optimal berdasarkan teori Law of Diminishing Returns (LDR), dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk kimia  (harga cabai merah, harga pupuk kimia dan pengalaman petani) oleh petani cabai merah. Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis efisiensi dengan metode stochastic frontier menggunakan metode pendugaan Maximum Likelihood (MLE) dengan alat bantu software Frontier 4.1c, metode analisis regresi linear berganda dengan alat bantu software spss 17, dan metode analisis optimasi dengan teori Law of Diminishing Returns (LDR). Hasil penelitian menyatakan peggunaan pupuk kimia pada tanaman cabai merah di daerah penelitian tidak efisien secara teknis, harga, dan ekonomi. Ada pengaruh nyata harga pupuk kimia terhadap penggunaan pupuk kimia oleh petani cabai merah. Tidak ada pengaruh nyata harga cabai merah terhadap penggunaan pupuk kimia oleh petani cabai merah. Tidak ada pengaruh nyata pengalaman bertani terhadap penggunaan pupuk kimia oleh petani cabai merah. Harga pupuk kimia, harga cabai merah, dan pengalaman bertani berpengaruh secara serempak terhadap penggunaan pupuk kimia oleh petani cabai merah. Penggunaan pupuk kimia yang optimal berdasarkan Law of Diminishing Returns (LDR) pada tanaman cabai merah yaitu 1.600 kg/Ha. Kata Kunci: Cabai Merah, Efisiensi, Optimasi
ANALISIS PENJUALAN SAYURAN DI KELURAHAN TANAH ENAM RATUS KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN Rizka Hasanah; HM. Mozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sistem penjualan hasil panen sayuran yang dilakukan petani di daerah penelitian, untuk menjelaskan fluktuasi penjualan pada setiap jenis sayuran yang diusahakan di daerah penelitian, dan untuk menjelaskan peluang meningkatkan penjualan berbagai jenis sayuran oleh petani di daerah penelitian. Petani di Kelurahan Tanah Enam Ratus mayoritas menjual hasil panen kepada pedagang pengumpul yang terdapat di Pasar V Marelan yaitu sebanyak 93,33% dengan sistem pembayaran langsung dibayar di tempat oleh pedagang pengumpul. Menurut hasil penelitian di lapangan bahwa tidak terjadi fluktuasi penjualan dikarenakan tergantung luas lahan yang ditanami. Jenis sayuran yang diminta setiap hari dengan harga rendah fluktuasi rendah dan dapat disimpan lama adalah kangkung seharga Rp.2000/kg dan bayam 3000/kg. Sayuran yang rutin diminta setiap hari, harga rendah, permintaan tidak berfluktuasi dan tidak dapat disimpan lama adalah sawi seharga Rp.3000/Kg. Sayur yang tidak rutin diminta tapi harga tinggi, fluktuasi tinggi dan dapat disimpan lama adalah terong ungu seharga Rp. 6500/Kg. Sayur yang tidak rutin diminta tapi harga tinggi fluktuasi tinggi dan tidak dapat dsimpan lama adalah kacang panjang seharga Rp.4000/Kg. Kepada Petani disarankan agar mampu mengatur penanganan pascapanen yang tepat agar hasil panen tidak cepat rusak sehingga penjualan maksimal.   Kata Kunci : Analisis Penjualan, Sayuran, Karakteristik Sayuran, Fluktuasi
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI UBI KAYU (STUDI KASUS : DESA MARINDAL II, KECAMATAN PATUMBAK, KABUPATEN DELI SERDANG) Suci Handayani; Meneth Ginting; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi ubi kayu didaerah penelitian, untuk mengetahui cara bercocok tanam dan pendapatan petani ubi kayu didaerah penelitian, untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan petani ubi kayu didaerah penelitian, serta mengetahui masalah apa saja yang dihadapi oleh petani ubi kayu didaerah penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan model penduga regresi linier berganda (Multiple Regresi) dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Perkembangan luas lahan dan produksi ubikayu selama lima tahun terus bertambah dan meningkat, pada tahun 2010 produksi ubikayu sebesar 1.815 Ton, dan pada tahun 2014 sebesar 3.891 Ton. Cara bercocok tanam ubi kayu di daerah penelitian masih dilakukan secara sederhana. Pendapatan usahatani ubi kayu permusim tanam sebesar Rp.12.289.555/MT, atau Rp. 21.407.542/Ha. Dari hasil secara serempak variabel umur, lama pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, harga, produktivitas dan jenis bibit berpengaruh nyata terhadap Pendapatan. Dan dengan secara parsial yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan adalah variabel lama pendidikan, luas lahan, harga, dan produktivitas. Sedangkan variabel umur, pengalaman bertani, dan jenis bibit tidak berpengaruh terhadap pendapatan. Masalah-masalah yang dihadapi petani dalam berusahatani Ubi Kayu adalah masalah kepemilikan lahan, Harga jual yang rendah, Serangan hama penyakit, dan juga keamanan yang kurang baik. Kata kunci : faktor sosial ekonomi, ubi kayu dan pendapatan.
ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN DAN TINGKAT KONSUMSI BERAS DAN NON BERAS (Studi Kasus : Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) Shella Agustia Purba; Satia Negara Lubis; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.75 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan masyarakat; mengetahui tingkat konsumsi beras dan non beras masyarakat; dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi beras masyarakat di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pola konsumsi pangan masyarakat di Desa Selotong didominasi oleh konsumsi pangan non beras; Tingkat konsumsi beras, non beras kelompok padi-padian dan umbiumbian berada di bawah angka ideal Nasional, sedangkan tingkat konsumsi non beras kelompok pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, kacangkacangan, gula, sayur dan buah, dan lain-lain (minuman dan  bumbu) berada di atas angka ideal Nasional. Secara serempak dan parsial keempat faktor (tingkat pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, umur, dan tingkat konsumsi non beras) berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi beras masyarakat di Desa Selotong.Kata Kunci : Pola Konsumsi Pangan, Tingkat Konsumsi Beras dan Non Beras
ANALISIS KOMODITI UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI SUMATERA UTARA TAHUN 2010 – 2014 Terry Praganda Sinaga; Meneth Ginting; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.87 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi komoditi tanaman pangan selama periode tahun 2010 - 2014 sehingga dapat menganalisis komoditi subsektor tanaman pangan yang menjadi unggulan di Sumatera Utara. Metode penentuan daerah yang digunakan yaitu secara Convenience Sampling, dan metode analisis data dengan menggunakan analisis Location Quotient. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi produksi untuk komoditi subsektor tanaman pangan berfluktuatif untuk setiap tahunnya namun cenderung mengalami penurunan dalam periode tahun 2010 – 2014. Berdasarkan nilai LQ di Sumatera Utara  tidak ada komoditi yang dapat diunggulkan dalam periode. Untuk komoditi setiap kabupaten/kota di Sumatera Utara didominasi oleh komoditi padi. Kabupaten/kota yang paling banyak memiliki komoditi unggulan pada periode tersebut adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Dairi dan Humbang Hasundutam. Tapanuli Tengah mengunggulkan padi sawah, padi ladang, kacang tanah, dan ubi kayu, Tapanuli Utara mengunggulkan padi ladang, kacang tanah, ubi kayu, dan ubi jalar, Dairi mengunggulkan padi ladang, jagung, kacang tanah dan ubi jalar, sedangkan Humbang Hasundutan mengunggulkan padi sawah, padi ladang, kacang tanah, dan ubi jalar. Kata Kunci: Komoditi Unggulan, Location Quotient, Tanaman Pangan
PERAN GANDA ISTRI NELAYAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Kasus: Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai) Dian Pebriyani Ayu; Thomoson Sebayang; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan waktu istri nelayan untuk urusan rumah tangga dan untuk bekerja/berusaha, menjelaskan kontribusi pendapatan istri nelayan yang berperan ganda terhadap pendapatan keluarga, dan menganalisis pengaruh faktor-faktor yang memotivasi istri nelayan untuk berperan ganda terhadap pendapatan istri nelayan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Data yang dikumpulkan adalah data primer yang didapat langsung dari responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Istri nelayan yang berperan ganda secara umum lebih dominan menggunakan waktunya untuk mengerjakan urusan rumah tangga; Pendapatan istri nelayan yang beperan ganda secara umum memberikan kontribusi yang kecil (<50%) terhadap pendapatan keluarga; Berdasarkan jenis pekerjaan pendapatan istri nelayan yang membuka usaha warung dan kedai kopi memberikan kontribusi besar (>50%) terhadap pendapatan keluarga sedangkan sebagai ART, buruh cuci, dan membantu berjualan memberikan kontribusi kecil (<50%) terhadap pendapatan keluarga; Faktor-faktor yang memotivasi untuk berperan ganda (kebutuhan ekonomi, kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri) secara simultan berpengaruh nyata terhadap pendapatan istri nelayan, namun secara parsial hanya faktor kebutuhan ekonomi yang berpengaruh nyata. Kata kunci: Istri Nelayan, Peran Ganda, Penggunaan Waktu, Kontribusi Pendapatan, Motivasi Berperan Ganda
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA Rizka Faradina; Iskandarini Iskandarini; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor tingkat pendapatan, tingkat pendidikan ibu rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan umur perkawinan terhadap pengeluaran pangan rumah tangga didaerah penelitian dan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga dilihat dari presentase pengeluaran untuk pangan pada rumah tangga di daerah penelitianMetode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive dengan pertimbangan bahwa Desa Karang Gading merupakan Desa dengan jumlah rumah tangga terbesar yang ada di kecamatan Secanggang. Metode penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slovin. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis regresi linier bergandadan metode kuantitatif dengan melihat persentase pengeluaran pangan.Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa secara serempak keempat faktor tersebut  berpengaruh nyata terhadap pengeluaran pangan, dan secara parsial, faktor–faktor yang memiliki pengaruh yang nyata terhadap pengeluaran pangan adalah pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga. dan faktor–faktor yang secara parsial tidak memiliki pengaruhyang nyata terhadap pengeluaran pangan adalah tingkat pendidikan ibu rumah tangga dan umur perkawinan. Serta rumah tangga yang ada di Desa Karang Gading termasuk rumah tangga tidak tahan pangan karena sebanyak 65% sampel rumah tangga memiliki persentase pengeluaran pangan yang tinggi.Kata Kunci: rumah tangga, pengeluaran pangan, pangsa pengeluaran pangan
DAMPAK TURUNNYA HARGA JUAL GETAH KARET TERHADAP PENGELOLAAN TANAMAN KARET RAKYAT (Hevea brasiliensis) Grace Anasthasya; Kelin Tarigan; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Luas lahan karet Indonesia pada tahun 2014 sebesar 3,6 juta hektar dengan produksi 3,15 juta ton. Beberapa tahun terakhir harga getah karet mengalami penurunan, salah satu penyebabnya adalah turunnya permintaan getah karet dari negara konsumen. Turunnya harga getah karet menyebabkan penerimaan menurun, penerimaan yang menurun menyebabkan pendapatan berkurang dan petani mengurangi biaya pengelolaan tanaman karet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak turunnya harga jual getah karet terhadap pengelolaan tanaman karet rakyat di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Pengelolaan tanaman karet yang dimaksud adalah pemupukan, pemakaian herbisida, dan penggunaan tenaga kerja sebelum dan sesudah harga jual getah karet turun. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Uji Chow. Regresi untuk sebelum dan sesudah harga jual getah karet turun menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan turunnya harga jual getah karet menyebabkan turunnya produksi dan pemakaian input. Turunnya harga jual getah karet berdampak terhadap jumlah pemakaian pupuk, jumlah pemakaian herbisida dan penggunaan tenaga kerja. Namun demikian, petani tidak mengalami kerugian saat turunnya harga getah karet.   Kata Kunci : Dampak Turunnya Harga, Harga Jual Getah Karet, Pengelolaan Tanaman Karet Rakyat
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH PERTANIAN DAN ADOPSI TEKNOLOGI TERHADAP PENDAPATAN PETANI JAGUNG (Studi Kasus : Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo) Natalina Sri Ulina Ginting; Satia Negara Lubis; H. Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.799 KB)

Abstract

ABSTRAK Natalina Sri Ulina Ginting*), Satia Negara Lubis **), H.Hasman Hasyim **) *) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara   **)  Staf Pengajar di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. A. Sofyan No. 3, Medan HP.0853 6114 2190, E-mail : natalina_ginting@yahoo.com Tujuan penelitian untuk menganalisis peran penyuluh pertanian mempengaruhi tingkat adopsi petani di Desa Sukanalu ; menganalisis perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah mengadopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Desa Sukanalu ; menganalisis hubungan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung di Desa Sukanalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, t-test dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Penyuluh tinggi sebagai edukator dan fasilitator ; Terdapat perbedaan pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah adopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu  di Desa Sukanalu ; Terdapat hubungan yang nyata antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung di Desa Sukanalu.Kata Kunci : Peran Penyuluh, adopsi, pendapatan, analisis korelasi

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue