cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK PADA USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L) DENGAN PENDEKATAN DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS) (Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kec. Barusjahe, Kab. Karo) Debora H Sirait; Salmiah Salmiah; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harga cabai merah, harga pupuk, pengalaman bertani, dan luas lahan memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat penggunaan pupuk pada usahatani cabai di daerah penelitian, untuk mengetahui bagaimana tingkat efisiensi teknis, harga dan ekonomi penggunaan pupuk pada usahatani cabai merah didaerah penelitian, dan untuk mengetahui berapakah dosis optimum pupuk yang seharusnya diaplikasikan oleh para petani cabai merah di daerah peneltian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk oleh petani cabai merah (harga cabai merah, harga pupuk, pengalaman bertani dan luas lahan), analisis yang digunakan adalah analisis efisiensi untuk menganalisis efisiensi penggunaan pupuk  pada tanaman cabai merah, dan teori LDR untuk menganalisis penentuan dosis optimal pada tanaman cabai merah. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dengan sampel sebanyak 32 sampel. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Penggunaan pupuk pada cabai merah tidak efisien baik secara teknis, harga dan ekonomis. Harga pupuk dan luas lahan berpengaruh nyata terhadap penggunaan pupuk pada cabai merah. Penggunaan pupuk efisien berdasarkan LDR pada cabai 510 kg/Ha.   Kata Kunci: Dosis Pupuk, Tanaman Cabai Merah, Teori DEA.
ANALISIS TATANIAGA JAMBU MADU (Studi Kasus : Desa Delitua, Kecamatan Namo Rambe, Kababupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara) Novawati Silalahi; Lily Fauzia; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Novawati Silalahi (130304114) dengan judul Analisis Tataniaga Jambu Madu Di Desa Delitua, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si dan Bapak Ir.M. Jufri, M.Si. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 bertujuan Untuk mengetahui bagaimana saluran tataniaga jambu madu, biaya tataniaga, price spread dan share margin disetiap saluran tataniaga jambu madu dan tingkat efisiensi tataniaga jambu madu di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan sensus. Hasil penelitian ini adalah terdapat 3 saluran tataniaga jambu madu di Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang yaitu (petani - pedagang pengumpul - pedagang pengecer - konsumen), (petani - pedagang pengecer - konsumen), (petani - konsumen) . Pada saluran tataniaga I di tingkat petani, price spread untuk profit petani sebesar Rp13.204,12 dengan share margin sebesar 37,73% dan price spread untuk biaya produksi dan tataniaga sebesar 13.795,88 dengan share margin sebesar 39,42.  Pada tingkatan pedagang pengumpul, price spread untuk biaya tataniaga adalah sebesar Rp1.623,07 dengan share margin sebesar 4,64%. Sedangkan untuk pedagang pengecer, price spread untuk biaya tataniaga adalah sebesar Rp821,29 dengan share margin sebesar 2,33%. Pada saluran tataniaga II di tingkat petani, price spread untuk profit petani sebesar Rp14.204,12 dengan share margin sebesar 40,58% dan price spread untuk biaya produksi dan tataniaga sebesar 13.795,88 dengan share margin sebesar 39,42. Sedangkan untuk pedagang pengecer, price spread untuk biaya tataniaga adalah sebesar Rp913,30/Kg dengan share margin sebesar 2,61%. Pada saluran tataniaga III di tingkat petani, price spread untuk profit petani sebesar Rp16.204,12 dengan share margin sebesar 54,01% dan price spread untuk biaya produksi dan tataniaga sebesar 13.795,88 dengan share margin sebesar 39,42.Ketiga saluran tataniaga didaerah penelitian adalah efisien yang dilihat dari enam metode efisiensi tataniaga. Kata kunci : tataniaga, share margin, price spread, Efisiensi tataniaga.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L. ) DENGAN PENDEKATAN PENDEKATAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (Studi Kasus : Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo Angel Santana Tarihoran; Salmiah Salmiah; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk pada tanaman kubis di daerah penelitian, untuk menganalisis bagaimana tingkat efisiensi teknis, harga dan ekonomi penggunaan pupuk pada tanaman kubis di daerah penelitian, dan untuk mengetahui dosis optimum pupuk yang seharusnya diaplikasikan oleh para petani kubis di daerah peneltian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk pada tanaman kubis (harga pupuk, harga kubis, luas lahan, dan pengalaman bertani), metode analisis Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi input oriented yang digunakan untuk mengukur  efisiensi penggunaan pupuk pada tanaman kubis dari masing-masing usahatani yang diamati, serta teori The Law of Diminishing Returns (LDR) untuk menganalisis penentuan dosis optimal pada tanaman kubis di daerah penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 30 petani yang ditentukan berdasarkan teori Bailey. Hasil penelitian menunjukan harga pupuk dan harga kubis berpengaruh nyata terhadap penggunaan pupuk pada tanaman kubis. Berdasarkan perhitungan DEA-CRS hanya 1 usahatani kubis telah efisien, sedangkan dengan perhitungan DEA-VRS sebanyak 3 usahatani kubis yang efisien secara teknis. Secara keseluruhan penggunaan pupuk pada tanaman kubis tidak efisien baik secara teknis, harga dan ekonomis. Penggunaan pupuk optium pada tanaman kubis di daerah penelitian berdasarkan LDR adalah 1.000 kg/Ha.   Kata Kunci: Efisiensi, Dosis Pupuk, Tanaman Kubis, Teori Data Envelopment Analysis (DEA).
ANALISIS KOMPONEN BIAYA PRODUKSI ON-FARM DAN OFF-FARM KOMODITAS JAGUNG (Zea Mays L.) DI DESA NAMU UKUR UTARA KECAMATAN SEI BINGAI KABUPATEN LANGKAT Novita Dwiyana Siagian; Salmiah Salmiah; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK NOVITA DWIYANA SIAGIAN (130304046) dengan judul penelitian ANALISIS KOMPONEN BIAYA PRODUKSI ON-FARM DAN OFF-FARM KOMODITAS JAGUNG (Zea Mays L.) DI DESA NAMU UKUR UTARA KECAMATAN SEI BINGAI KABUPATEN LANGKAT. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr.Ir. Salmiah, MS dan Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP.   Tujuan penelitian adalah mengetahui besar biaya produksi on-farm, pendapatan bersih, kelayakan finansial dan biaya produksi off-farm usahatani jagung di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja yaitu di Desa Namu Ukur Utara Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Metode analisis  data yang digunakan yaitu untuk menganalisis biaya produksi on-farm dengan menghitung total biaya, untuk menganalisis pendapatan dengan menghitung selisih antara penerimaan dengan total biaya, untuk menganalisis kelayakan digunakan kelayakan finansial, untuk menganalisis biaya produksi off-farm dengan menghitung biaya pasca panen sampai hasil produksi menjadi jagung pipil. Hasil penelitian diperoleh besar biaya produksi on-farm usahatani jagung yaitu sebesar Rp.19.478.348,- per petani dan Rp. 10.416.228,- per hektar dengan pendapat petani sebesar Rp. 20.470.208,- per petani dan Rp. 10.946.635,- per hektar. Usahatani jagung di daerah penelitian adalah usaha yang menguntungkan secara finansial ditinjau dari kriteria kelayakan finansial R/C : 2,05 dan B/C : 1,05 serta telah melewati  titik impas yaitu BEP produksi dan BEP harga. Besar biaya produksi off-farm usahatani jagung yaitu Rp. 3.384.583,- per petani dan Rp. 1.809.936,- per hektar.   Kata Kunci : Biaya produksi on-farm dan off-farm, Pendapatan Usahatani, Kelayakan Finansisal
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI ANTARA POLA TANAM TUMPANG SARI CABAI MERAH KERITING DAN KUBIS KROP DENGAN MONOKULTUR CABAI MERAH KERITING (Kasus: Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi) Hadi Suryanto; Yusak Maryunianta; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan budidaya, perbandingan penggunaan input, perbandingan total biaya produksi, total penerimaan dan pendapatan serta perbandingan kelayakan usahatani antara pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop dengan monokultur cabai merah keriting di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling (sengaja). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling (berstrata proporsional), dimana petani sampel usahatani pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop sebesar 15 petani dengan monokultur cabai merah keriting sebesar 15 petani. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya pada usahatani pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop lebih kompleks dibandingkan dengan monokultur cabai merah keriting. Penggunaan input pada usahatani pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop lebih tinggi dibandingkan dengan monokultur cabai merah keriting. Ada perbedaan yang nyata antara total biaya produksi, total penerimaan dan pendapatan usahatani pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop dengan monokultur cabai merah keriting. Usahatani pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop dengan monokultur cabai merah keriting sama-sama layak diusahakan dan dikembangkan. Usahatani pola tanam tumpang sari cabai merah keriting dan kubis krop lebih layak diusahakan dan dikembangkan dibandingkan monokultur cabai merah keriting. Kata Kunci: Analisis Usahatani, Pola Tanam Tumpang Sari Cabai Merah Keriting dan Kubis Krop, Monokultur Cabai Merah Keriting
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK OLEH PETANI PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (Kasus: Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo) Nur Asiah; Salmiah Salmiah; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomi penggunaan pupuk pada usahatani bawang merah di Desa Tongging, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk pada tanaman bawang merah (luas lahan, harga bawang merah, harga pupuk, dan pengalaman bertani) oleh petani bawang merah dan untuk mengetahui dosis optimal oleh petani di Kecamatan Merek  Kabupaten Karo. Daerah Penelitian ini ditentukan  secara purvosive (sengaja), dengan metode Slovin sebanyak 70 responden petani bawang merah. Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis efisiensi dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA), analisis Law of Diminishing Returns (LDR),analisis regresi linier berganda. Metode Data Envelopment Analysis digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi secara teknis. Perbandingan nilai produksi marginal (NPM) Cobb-Douglas untuk menganalisis efisiensi harga. Analisis regresi linear berganda Metode analisis regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk pada tanaman bawang merah bawang merah (luas lahan, harga bawang merah, harga pupuk, dan pengalaman bertani,) oleh petani bawang merah. Analisis The Law of Diminishing Returns (LDR) digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan pupuk pada tanaman bawang merah di daerah penelitian. Hasil penelitian menyatakan peggunaan pupuk pada tanaman bawang merah berdasarkan Metode Data Envelopment Analysis tidak efisien,baik secara teknis, harga dan ekonomi. Ada pengaruh nyata luas lahan, harga bawang merah, harga pupuk dan pengalaman bertani  secara bersama-sama terhadap penggunaan pupuk pada tanaman bawang merah. Penggunaan pupuk optimal berdasarkan The Law of Diminishing Returns (LDR) oleh petani pada tanaman bawang merah yaitu 184 Kg/0,13Ha. Kata Kunci: Bawang merah , Data Envelopment Analysis, The Law of Diminishing Returns,  Dosis Pupuk.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PESTISIDA PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum Annum L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (Studi Kasus: Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo) Ade Irma; Sri Fajar Ayu; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ade Irma (130304039), dengan judul “Analisis Efisiensi Penggunaan Pestisida Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L. Dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) (Studi Kasus: Desa Sukanali, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)” dibawah bimbingan Ibu Sri Fajar Ayu SP. MM, DBA sebagai Ketua Komisi pembimbing dan Ibu Dr. Ir. Salmiah, MS sebagai Anggota Komisi pembimbing. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh luas lahan, harga cabai merah, harga pestisida dan pengalaman bertani terhadap penggunaan pestisida. Dan untuk menanalisis bagaimana tingkat efisiensi penggunaan pestisida oleh petani cabai merah. Serta untuk mengetahui dosis optimum penggunaan pestisida yang ada di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive, sementara penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teori baley bahwa ukuran minimum pengambilan sampel yaitu 30 sampel. Data dianalisis dengan analisis Regresi Linier Berganda menggunakan software SPSS 17. Selanjutnya penentuan efisiensi teknis dengan menggunakan metode DEA dan tingkat efisiensi dianalisis dengan metode Nilai Produksi Marginal (NPM) dibagi dengan harga input. Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai signifikasi F 0,000 < 0,05 yang berarti secara bersama-sama luas lahan, harga cabai merah, harga pestisida, dan pengalaman bertani berpengaruh nyata terhadap penggunaan pestisida cabai merah, sedangkan secara parsial hanya variabel luas lahan yang berpengaruh nyata terhadap penggunaan pestisida cabai merah. Nilai R2 sebesar 0,835 menunjukkan bahwa 83,5% variabel penggunaan pestisida dapat dijelaskan oleh variabel luas lahan, harga cabai merah, harga pestisida dan pengalaman bertani. Hasil analisis efisiensi penggunaan pestisida  di daerah penelitian dinyatakan belum efisien baik secara teknis, harga dan ekonomi. Penggunaan dosis optimum pestisida yaitu pada penggunaan pestisida 4,9 Kg/0,5 Ha. Kata Kunci: Cabai merah, Penggunaan Pestisida, Efisien, Optimum
ANALISIS PEMASARAN BUAH JAMBU AIR DELI HIJAU DI KOTA BINJAI (Studi Kasus : Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai) Rahmat Nur Yaqin; Rahmanta Ginting; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui pola saluran pemasaran jambu air deli hijau, untuk mengetahui besarnya biaya, keuntungan, dan margin pemasaran jambu air deli hijau, untuk mengetahui pemasaran yang mana dari pemasaran jambu air deli hijau (Syzygium aquaeum) di Kec. Binjai Utara, Kota Binjai yang paling efisien secara ekonomi. Metode penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), dengan metode sensus sebanyak 30 petani. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya marjin, marjin pemasaran, yaitu dengan menghitung besarnya biaya, keuntungan dan marjin pemasaran pada tiap lembaga pemasaran pada berbagai saluran.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pemasaran jambu air deli hijau (Syzygium aquaeum) dari petani di Binjai Utara, hingga konsumen akhir melibatkan beberapa lembaga pemasaran, yaitu agen, pedagang besar, dan pengecer. Terdapat tiga pola saluran pemasaran jambu air deli hijau dari petani sampai konsumen akhir. Saluran yang paling banyak digunakan petani adalah pola saluran 2 yaitu digunakan oleh sebanyak 21 orang petani responden (56,67 persen). Dilihat dari struktur pasar yang ada pada para pelaku pemasaran jambu air deli hijau (Syzygium aquaeum), maka untuk petani cenderung oligopsoni, sementara untuk agen, pedagang besar, dan pengecer cenderung mengarah pada pasar besar. Dilihat dari perilaku pasar yang dihadapi, maka dalam praktek pembelian dan penjualan telah terjalin kerjasama sebagai cara untuk menciptakan stabilitas pasar. Kata Kunci : Jambu Air Deli Hijau, Pemasaran, Margin Tata Niaga
ANALISIS TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG DAN HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI (Kasus: Desa Palding Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi) Rani Crystian Purba; Salmiah Salmiah; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK RANI CRYSTIAN PURBA (100304046/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi ”Analisis Tingkat Adopsi Petani Terhadap Teknologi Budidaya Jagung dan Hubungannya Dengan Faktor Sosial Ekonomi” Kasus penelitian di Desa Palding, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi. Ketua Komisi Pembimbing dalam penelitian ini adalah Dr. Ir. Salmiah, MS dan Anggota Komisi Pembimbing adalah Ir. Thomson Sebayang, MT. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat adopsi petani terhadap teknologi budidaya jagung yang dianjurkan, serta menganalisis hubungan tingkat adopsi petani dengan produktivitasnya, dan juga hubungannya dengan faktor-faktor sosial ekonomi yang meliputi umur petani, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga, sumber modal usahatani dan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sample dilakukan dengan metode simple random sampling dan penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode perhitungan Slovin. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode scoring untuk menentukan tingkat adopsi petani, dan metode analisis korelasi Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap teknologi budidaya jagung di daera penelitian termasuk dalam kategori”Sedang”. Tingkat adopsi tidak brhubungan nyata dengan tingkat produktivitas. Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat adopsi petani, sementara umur petani, pengalaman bertani, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga, sumber modal dan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat adopsi petani dalam teknologi budidaya jagung. Kata Kunci: Jagung, Produktivitas, Tingkat Adopsi
ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL TELUR AYAM RAS MELALUI PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI (Kasus:CV Jaya Bersama Poultry Farm Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat) Eka Kartika Sari; HM Mozart B. Darus; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di CV Jaya Bersama Poultry Farm, yang dipilih secara purposive sampling dengan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penetapan harga pokok produksi yang diterapkan perusahaan, untuk menganalisis perbandingan antara harga pokok produksi metode full costing dan variable costing dengan metode perusahaan, untuk menganalisis harga jual telur ayam ras petelur yang dihasilkan dengan menggunakan metode penetapan harga pokok produksi full costing dan variable costing. Hasil penelitian ini adalah harga pokok produksi perusahaan lebih rendah dibandingkan harga pokok produksi metode full costing dan variable costing dan harga jual telur ayam ras perusahaan adalah sebesarRp. 465/butir sedangkan dengan menggunakan metodeFull Costing dan variable costing adalah sebesar Rp. 696/butir dan Rp. 577,5/butir Kata Kunci: Break Even Point, Kelapa Sawit, Faktor Produksi

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue