cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS RISIKO DAN PROFITABILITAS USAHA TERNAK ITIK (Studi Kasus : Desa Percut, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang) Santa Agnes H Manik; Satia Negara Lubis; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SANTA AGNES H MANIK (130304123) dengan judul skripsi “Analisis Risiko Dan Profitabilitas Usaha Ternak Itik ( Studi Kasus: Desa Percut, Kec.Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang). Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr.Ir.Satia Negara Lubis, M.Ec., sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA., sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, dan profitabilitas dari usaha ternak itik di DesaPercut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengetahui besarnya tingkat kelayakan usaha ternak itik di DesaPercut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang serta mengetahui besarnya risiko usaha dari ternak itik di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis kelayakan usaha dengan menggunakan kriteria R/C ratio, analisis profitabilitas dengan menggunakan kriteria Return of Investment serta analisis risiko usaha dengan menggunakan kriteria koefisien variasi dan batas bawah keuntungan. Sampel ditentukan dengan metode sensus yaitu 15 sampel. Penentuan lokasi penelitan dilakukan secara sengaja (purposive). Dari penelitian diperoleh hasil bahwa biaya variabel lebih besar dibandingkan biaya tetap, keuntungan rata-rata peternak itik di daerah penelitian dalam satu bulan untuk 100 ekor itik adalah Rp 547.327, usaha ternak menguntungkan dengan indikator Return of Investment sebesar 18,23%, usaha ternak layak dilakukan di daerah penelitian karena indikator-indikator kelayakan sudah terpenuhi dengan rincian nilai R/C ratio 1,18, serta usaha ternak itik juga ada peluang mengalami kerugian (berisiko) dengan indikitor CV 0,52 dan L sebesar Rp -18.753. Kata kunci: analisis biaya, profitabilitas, risiko
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK KAMBING (Studi Kasus : Desa Pegajahan Kecamatan Pegejahan Kabupaten Serdang Bedagai) Albert Ifolala Zebua; Hasman Hasyim; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ALBERT IFOLALA ZEBUA (130304167/AGRIBISINIS) dengan judul Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kambing (Studi Kasus : Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai). Peneliti dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. M. Jufri, M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan modal usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor di daerah penelitian, mengetahui berapa besar penerimaan produksi dari usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor, untuk mengetahui berapa besar pendapatan usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor, menganalisis kelayakan usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor dan mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi terhadap pendapatan usaha ternak kambing. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus kelayakan yaitu R/C , BEP, ,ROI dan metode analisis linear berganda alat bantu SPSS 16. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan teori Bailey dengan jumlah sampel 30 peternak. Penelitian ini dilakukan bulan Juni tahun 2017. Hasil penelian menunjukkan bahwa  ketersediaan modal dengan rincian dari segi jumlah dan waktu cukup tersedia ketika dibutuhkan. Penerimaan rata-rata peternak kambing untuk 10 ekor kambing adalah Rp 13.852.000 Pendapatan rata-rata peternak kambing untuk 10 ekor kambing adalah  Rp 1.867.000. Usaha ternak kambing layak dilakukan karena indikator-indikator kelayakan sudah terpenuhi. Dengan rincian nilai R/C ratio 1,16 ,BEP harga telur Rp 1.198.400 dan ROI 21 %. Karakteristik Sosial Ekonomi Peternak secara parsial menunjukkan bahwa koefisien variabel bebas umur dan pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan usaha ternak, sedangkan variabel jumlah tanggungan, lama berusaha ternak dan luas kandang secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan usaha ternak. Kata Kunci : Kelayakan, Karakteristik Sosial Ekonomi, Peternak Kambing
ANALISIS FINANSIAL DAN PEMASARAN HORTIKULTURA SAYURAN DAN BUAH DI DATARAN TINGGI KARO PASCA ERUPSI SINABUNG (Studi Kasus : Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) Veronika Sitanggang; Salmiah Salmiah; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan on-farm usaha budidaya produk hortikultura sayuran dan buah pada kondisi harga minimum pada daerah yang terkena erupsi sinabung, dan mengetahui system tataniaga produk hortikultura sayuran dan buah meliputi saluran tataniaga, margin dan efisiensinya di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis kuantitatif meliputi analisis finansial Return Cost Ratio (R/C), Benefit Cost Ratio (B/C), dan Break Even Point (BEP) yaitu BEP Harga dan BEP Produksi. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling, dan penentuan jumlah sampel ditentukan dengan metode Slovin dan diperoleh jumlah sampel sebesar 82 petani. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah usaha budidaya komoditi hortikultura sayuran dan buah (on-farm) tergolong layak secara finansial di daerah penelitian yang terkena erupsi Sinabung, dan saluran tataniaga hortikultura di daerah penelitian tergolong panjang, nisbah margin keuntungan hortikultura yang diperoleh produsen yang tertinggi adalah komoditi tomat dan yang terendah adalah komoditi sawi, tingkat efisiensi pemasaran hortikultura untuk komoditi tomat, kol, dan wortel tergolong tinggi (efisien) sedangkan untuk komoditi kentang, sawi, dan buncis masih rendah (tidak efisien). Kata Kunci : finansial, hortikultura, kelayakan, pemasaran, pasca erupsi sinabung
KONTRIBUSI USAHA TERNAK SAPI TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI PETERNAK (Studi Kasus: Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Rizal Adha Ananda; Satia Negara Lubis; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rizal Adha Ananda (130304070) dengan judul skripsi “Kontribusi Usaha Ternak Sapi Terhadap Pendapatan Keluarga Petani Peternak (Studi Kasus: Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai)” Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, MEc selaku ketua komisi pembimbing dan Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS selaku anggota komisi pembimbing.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak sapi dan tatalaksana usaha ternak sapi, menganalisis besarnya kontribusi usaha ternak sapi terhadap pendapatan keluarga masyarakat petani peternak, dan menganalisis hambatan-hambatan teknis usaha ternak sapi dalam upaya peningkatan produktivitas normal. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripsi dan analisis proporsi. Responden diambil dengan menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 20 orang petani peternak.   Hasil penelitian menunjukkan bahwasistem pemeliharaan usaha ternak sapi potong di daerah penelitian masih tergolong sederhana atau tradisional (ekstensif). Rataan pendapatan bersih usaha ternak sapi potong adalah sebesar Rp.25.095.889 per peternak/tahun, dengan kontribusi usaha ternak sapi terhadap pendapatan keluarga adalah > 50% yakni sebesar 54,28% yang berarti memberikan kontribusi cukup besar. Hambatan yang dihadapi petani peternak umumnya adalah kurangnya pendidikan dan kurang tersedia modal untuk meningkatkan usaha ternak sapi di daerah penelitian.   Kata kunci :usaha ternak sapi, analisis finansial, kontribusi pendapatan
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Hasbul Hadi; Diana Chalil; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan iklim ditandai dengan musim hujan semakin singkat dengan curah hujan yang semakin tinggi. Disamping itu frekuensi suhu dan kelembaban udara juga semakin meningkat. Hal tersebut dapat mempengaruhi produksi komoditi-komoditi, jumlah pendapatan petani. Hal tersebut dapat terjadi diberbagai sentra produksi, termasuk di sentra-sentra produksi padi di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan iklim mempengaruhi produksi padi sawah di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data kwartalan dari tiap Kabupaten, dari tahun 2011 – 2015. Variabel yang digunakan mencakup variabel terkontrol (suhu, curah hujan, kelembaban udara) dan variabel terkontrol (luas panen dan pupuk subsidi) Dari hasil estimasi model regresi data panel diperoleh : nilai koefisien regresi suhu adalah sebesar 14554.79, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 oC  maka produksi padi akan meningkat 14554.79 ton/ha atau 0,62 ton/MT,  nilai koefisien regresi curah hujan 51.772, dimana setiap kenaikan 1mm curah hujan maka produksi padi di Provinsi Sumatera Utara meningkat 51.772 ton/ha, Juga diketahui nilai koefisien regresi kelembaban adalah sebesar 1233.638, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% tingkat kelembaban maka produksi padi akan meningkat 1233.638 ton/ha. Dan untuk luas panen adalah sebesar 5.650, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1Ha  maka produksi akan meningkat sebesar 5.650 ton, (Kab. Deli Serdang produksi meningkat 148.075 ton/ha, produksi Kab. Serdang Bedagai 128.301 ton/ha, produksi Kab. Simalungun 180.555 ton/ha, produksi Kab. Langkat 141.971 ton/ha dan untuk Kab Tapanuli Tengah produksi meningkat 540.708 ton/ha), nilai regresi pupuk subsidi adalah sebesar 0.773, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 ton maka produksi akan meningkat sebesar 0,773 ton/ha. Kata kunci : Padi Sawah, Perubahan Iklim, Produksi
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODITAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Kasus: Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara ) Elita Talenta Lumban Tobing; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman)  yang dihadapi dan dimiliki oleh agribisnis bawang merah di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara dan untuk memformulasikan strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan agribisnis bawang merah di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.  Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary) dan analisis matriks SWOT yaitu untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Alternatif strategi  yang paling tepat untuk dikembangkan di daerah penelitian tersebut yaitu strategi kekuatan-peluang (Strenght-Opportunity Strategy). Kata kunci : Bawang Merah, IFAS, EFAS, SWOT, Strategi Pengembangan Agribisnis
ANALISIS RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN (Kasus: Kelompok Tani Karya Maju, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan) Ayu Hartati Anggreini Limbong; Sri Fajar Ayu; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK AYU HARTATI ANGGREINI LIMBONG (130304091) dengan judul skripsi ANALISIS RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN (Kasus: Kelompok Tani Karya Maju, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan). Skripsi ini dibimbing oleh Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA. Selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si. selaku anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat pendapatan yang diterima oleh petani Kelompok Tani Karya Maju dalam menjalankan usahatani kacang panjang, bayam dan sawi dan untuk menganalisis bagaimana risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan pada Kelompok Tani Karya Maju di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Metode penelitian dalam melakukan penentuan daerah dilakukan secara purposive sampling sedangkan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel pada bunga kol adalah metode sensus yaitu dengan menjadikan semua populasi menjadi sampel sebnayak 25 responden. Responden yang dipilih terdiri dari 5 petani kacang panjang, 10 petani bayam, dan 10 petani sawi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, uji beda rata-rata independen (independent sample t-test), dan analisis risiko. Dimana ukuran risiko yang digunakan meliputi variance, standard deviation, dan coefficient variation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per hektar usahatani kacang panjang adalah sebesar  Rp 833.047.900, sedangkan pendapatan rata-rata per hektar usahatani bayam sebesar Rp 198.535.555,56 serta pendapatan rata-rata usahatani sawi ialah sebesar Rp 158.187.072,92. Swdangkan dari ketiga usahatani yang memiliki nilai risiko produksi tertinggi adalah usahatani sawi, sedangkan risiko harga dan risiko pendapatan tertinggi adalah  usahatani bayam.   Kata Kunci: pendapatan, risiko produksi, risiko harga, risiko pendapatan
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, L.) (Kasus : Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara) Ivana Marsinta L. Sitorus; Tavi Supriana; Lily Fauziah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis produktivitas, biaya produksi dan pendapatan petani dan untuk mengetahui budidaya usahatani dan kelayakan usahatani bawang merah di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sample dilakukan secara Sensus dengan jumlah populasi sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kelayakan  usahatani. Hasil penelitian ini menunjukkan besar biaya produksi sebesar Rp.29.848.529 per hektar. Penerimaan yang didapat sebesar Rp.144.066.667 per hektar dan pendapatan petani bawang merah sebesar Rp. 19.036.356 per bulan. Usahatani Bawang Merah layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 5,08 per hektar. Berdasarkan analisis Break Even Point dapat diketahui bahwa BEP produksi bawang merah per hektarnya selama ini sudah melampaui titik impas yaitu dengan rata-rata titik impas sebesar 1.523,128/Kg dan BEP harga per hektarnya sebesar Rp..4.451/kg. Berdasarkan hasil diatas, usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan. Kata Kunci: Pendapatan, Kelayakan, Bawang Merah.
ANALISIS USAHA TANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Studi Kasus: Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara) Dhika Permata Ulvi; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK DHIKA PERMATA ULVI (130304111/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi”Analisis Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Studi Kasus penelitian di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Ketua Komisi Pembimbing dalam penelitian ini adalahDr. Ir. Tavi Supriana, MS dan Anggota Komisi Pembimbing adalah Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran umum sistem pengelolaan usahatani bawang merah, besar biaya produksi, besar penerimaan dan pendapatan dan kelayakan usahatani di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sample dilakukan secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kelayakan finansial usahatani.Hasil penelitian ini menunjukkan besar biaya produksi per petani sebesar Rp. 2.808.432,69 dan sebesar Rp.32.263.439,07 per hektar. Penerimaan yang didapat sebesar Rp. 6.525.333,33 perpetani Rp.78.113.888,9  per hektar dan pendapatan sebesar Rp. 3.716.900,6 per petaniRp.45.850.449,8 per hektar. Usahatani Bawang Merah secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C >1 yaitu sebesar 2,54 per petani dan 2,54 per hektar. Berdasarkan analisis Break Even Point dapat diketahui bahwa jumlah produksi bawang merah selama ini sudah melampaui titik impas yaitu dengan rata-rata titik impas sebesar Rp. 8.375,68/Kg. Berdasarkan hasil diatas, usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan.   Kata Kunci: Analisis usahatani, bawang merah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA MEDAN Dwi Utari Sianturi; Diana Chalil; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Dwi Utari Sianturi (130304131) dengan judul skripsi Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keputusan Petani dalam Melakukan Usahatani Sayuran Hidroponik di Kota Medan. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Diana Chalil, M.Si., Ph. D., selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si., selaku anggota komisi pembimbing. Di Kota Medan permintaan sayuran hidroponik semakin meningkat, namun jumlah produsennya masih sangat terbatas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam mengusahakan usahatani sayuran hidroponik di Kota Medan. Data diperoleh dari 14 petani sayuran hidroponik dan 16 petani sayuran non hidroponik yang dipilih dengan menggunakan metode snowball. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan analisis kontingensi melalui uji Chi. Square. Hasil penelitian menunujukkan bahwa fakor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam melakukan usahatani sayuran hidroponik di daerah penelitian adalah pendidikan, tingkat kosmopolitan, luas lahan, dan pendapatan. Sedangkan faktor seperti umur, lama usahatani dan jumlah tanggungan tidak mempengaruhi keputusan petani. Kata Kunci: sayuran hidroponik, keputusan, analisis kontingensi.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue