cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISA PERHITUNGAN DEBIT DAN KEHILANGAN TINGGI TEKANAN (HEAD LOSS) PADA SISTEM JARINGAN PIPA DAERAH LAYANAN PDAM TIRTANADI CABANG SUNGGAL Aida Nurfadilah
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.226 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemakaian jaringan pipa dalam bidang teknik sipil salah satunya terdapat pada sistem jaringan distribusi air minum. Distribusi kebutuhan air minum untuk kebutuhan hidup sehari-hari sangat penting. Begitu juga analisis jaringan pipa cukup komplek dan memerlukan perhitungan yang besar. Dalam sistem jaringan distribusi air minum menggunakan pipa, faktor kehilangan tinggi tekanan perlu diperhatikan. Apabila debit dan kehilangan tinggi tekanan cukup besar dapat mengakibatkan tidak terdistribusinya air dengan baik. Tahapan-tahapan dalam penyelesain tugas akhir ini yaitu terlebih dahulu mengumpulkan data yang dibutuhkan baik data primer maupun sekunder dari PDAM Tirtanadi Cabang Sunggal. Tahapan berikutnya adalah menghitung debit dan kehilangan tinggi tekanan yang dilakukan dengan menggunakan Hardy-Cross dengan menggunakan persamaan Darcy Weisbach. Hasil perhitungan dan analisa kebutuhan air minum untuk salah satu PDAM Tirtanadi Cabang Sunggal yaitu Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah II, diperoleh total kebutuhan air 822,060 m3 per hari dengan jumlah pelanggan sebanyak 693 NPA. Adapun besarnya kapasitas beban puncak (kebutuhan airpada jam maksimum) sebesar 0,045545m3/det. Kehilangan tinggi tekanan karena adanya gesekan antara pipa (nilai hf ) sebesar 0,73097 m pada pipa 63-61. Selain itu, kehilangan tinggi tekanan yang terjadi di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah II berdasarkan analisa debit sebesar 4,67%. Dari hasil perhitungan disimpulkan bahwa kebutuhan air dalam sehari di Komplek Taman Setia Budi Indah II masih terpenuhi oleh PDAM Tirtanadi Cabang Sunggal. Pengaliran air yang terjadi di daerah Komplek Perumahan Taman Setia Budi II tergolong cukup baik lebih kecil dari 20%. Kehilangan tinggi tekanan ini disebabkan oleh faktor teknis, non teknis, dan penggunaan pompa ilegal oleh pelanggan. Kata Kunci: debit, kehilangan tinggi tekanan, metode Hardy-Cross
STUDI PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI ANTI STRIPPING AGENT WETFIX BE dan DERBO-401 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS PONDASI ATAS (AC-BASE) Chandra Benny Panjaitan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.353 KB)

Abstract

ABSTRAK Daya ikat antara bitumen dan agregat adalah merupakan hal yang sangat penting dalam perkerasan jalan. Hal ini sangat menentukan lama tidaknya umur perkerasan tersebut. Bila daya ikat antara bitumen dan agregat tidak baik, maka dapat menimbulkan terjadinya pengelupasan (stripping). Pengelupasan atau pelepasan butiran ini dapat memudahkan penyerapan air yang pada akhirnya akan mempercepat terjadinya kerusakan jalan. Meningkatkan daya lekat antara agregat dan aspal dapat dilakukan dengan penambahan zat aditif Anti Stripping Agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian dua jenis antistripping WETFIX BE dan DERBO-401 terhadap campuran AC-Base menurut Spesifikasi Umum Bina Marga 2010. Percobaan laboratorium dilakukan terhadap dua jenis gradasi kasar dan gradasi halus dengan penambahan jenis Anti Stripping Agent sebesar 0.2 %, 0.3 % dan 0.4 % terhadap berat aspal. Penelitian dilakukan dengan uji Marshall Test. Dari percobaan laboratorium menunjukkan bahwa hasil analisis volumetrik campuran dan analisis nilai empiris marshall memenuhi persyaratan spesifikasi Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga 2010. Dimana penambahan Anti Stripping Agent jenis Derbo-401 memiliki keunggulan dibandingkan Anti Stripping Agent jenis Wetfix-BE. Kata Kunci : Anti Stripping Agent, Marshall Test, Wetfix-BE, Derbo-401, Laston AC-Base
ANALISIS PENGARUH TORSI PADA KOLOM BANGUNAN BERTINGKAT YANG TIDAK SIMETRIS Bekro Sitepu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.312 KB)

Abstract

ABSTRAK Beban torsi pada struktur sering sekali diabaikan oleh perencana. Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa torsi yang terjadi pada struktur bangunan kenyataanya, pada saat terjadi gempa maka struktur bangunan akan mengalami beban torsi yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena beban gempa cendrung memutar sangat kecil sehingga dianggap tidak berbahaya pada komponen struktur. Namun bangunan dengan arah vertikal. Eksentrisitas diantara pusat kekakuan bangunan dan pusat massa bangunan dapat menyebabkan gerakan torsi selama terjadinya gempa. Beban torsi ini dapat meningkatkan displacement pada titik ekstrim banguan dan menimbulkan masalah pada elemen penahan beban lateral yang berlokasi pada tepi gedung. Kolom umumnya dapat dirancang dengan tipe bujur sangkar, bulat, peresegi panjang. Dalam torsi ada 3 jenis analisa antaralain 1. Torsi pada tampang tebal seperti bujur sangkar, bulat dan persegi panjang. 2. Torsi pada tampang tipis terbuka seperti profil I, profil canal, profil z. 3. Torsi pada tampang tipis teetutup seperti tampang hollow dan pipa. Dari hasil perhitungan diadapat persentase penambahan luasan tulangan torsi antara kolom bujur sangkar dan dan kolom bulat adalah sekitar 7.862 %, persentase untuk penambahan tulangan pada kolom bujur sangkar dan kolom persegi panjang adalah sekitar 6.983%, sedangkan persentase penambahan luasan tulangan kolom bulat dan kolom persegi panjang adalah 15.394%. Kata kunci: Torsi, kolom, tulangan torsi.
PERHITUNGAN BEBAN AKSIAL KRITIS PADA KOLOM BAJA DALAM SEBUAH STRUKTUR PORTAL BAJA Dedy Khairul Amin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Kolom adalah elemen penting yang ikut mendukung gaya tekan aksial pada suatu bangunan. Dalam pembahasan ini yang di tinjau adalah kolom baja pada sebuah struktur kolom tunggal dan portal baja. Kolom yang akan ditinjau adalah kolom baja profil IWF dengan perletakan sendi-sendi serta kondisi portal baja adalah tanpa goyangan dan dengan adanya goyangan. Gaya aksial tekan merupakan gaya yang utama dalam menyebabkan tekuk batang (kolom). Jika beban yang bekerja pada kolom ditambah besarnya secara berangsur-angsur, maka akibatnya kolom akan mengalami lenturan lateral dan kemudian mengalami keruntuhan. Beban yang mengakibatkan terjadinya lentur lateral pada kolom disebut beban kritis. Dalam pembahasan ini akan ditinjau mengenai besarnya beban kritis kolom berdasarkan kondisi portal yang bervariasi yaitu portal baja sederhana, Portal baja berjajar dua, portal baja berjajar tiga dan portal baja berjajar empat. Kemudian besarnya nilai beban kritis kolom tersebut dibandingkan satu sama lain sehingga diperoleh kesimpulan. Hasil dari perhitungan nilai beban kritis tersebut menunjukkan bahwa penambahan kolom dan balok pada portal baja sederhana sehingga menjadi portal baja berjajar ternyata berpengaruh bagi kekuatan kolom yang ditinjau beban kritisnya. Selain itu, Nilai beban kritis pada kolom baja tunggal lebih kecil dari pada nilai beban kritis kolom pada portal baja. Kata kunci : beban kritis, tekuk kolom, portal baja
PERENCANAN PORTAL BANGUNAN BERTINGKAT 10 DENGAN MENGGUNAKAN PRESTRESSED CONCRETE SESUAI DENGAN ACI 318-05 Kelvin Kelvin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.236 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemakaian balok prategang masih sangat jarang digunakan untuk pembangunan gedung tinggi di Indonesia sedangkan di negara maju sudah sangat sering digunakan . Pada tugas akhir ini akan direncanakan penggunaan balok prategang pada gedung bertingkat 10 yang akan direncanakan sebagai tempat parkir dan akan dibandingkan dengan penggunaan balok beton bertulang .Penggunaan beton bertulang sebenarnya tidak efisien karena bentang yang cukup besar yang terdapat pada gedung bertingkat 10 ini yakni 12 m. Oleh karena itu akan direncanakan dengan menggunakan balok prategang agar lebih efektif dan efisien untuk digunakan. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan penggunaan balok bertulang sesuai dengan SNI 1782-2002 dan akan dibandingkan dengan penggunaan balok prategang yang mengacu kepada ACI 318-05 agar bisa dilihat penggunaan balok yang lebih efektif dan efisien. Dalam mendesin blok prategang cukup berbeda dengan balok beton bertulang karena setelah momen primer dihitung dengan menggunakan program maka momen sekunder harus dihitung dengan manual agar bisa didapatkan momen balok prategang yang sesuai . dan dalam perencanaan juga terdapat perbedaan dari volume balok yang menggunakan beton bertulang dan beton prategang yaitu untuk balok beton bertulang , balok frame 1 volumenya = 28 m3 , balok frame 2 volumenya = 28 m3 sedangkan untuk balok beton prategang , balok frame 1 volumenya = 11,2 m3 , balok frame 2 volumenya = 11,2 m3 .Dari tugas akhir ini kita dapat menyimpulkan bahwa untuk bentang panjang akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan balok prategang karena akan menghemat penggunaan volume beton dan juga dimensi blok yang direncanakan dengan menggunakan balok prategang akan lebih kecil dan langsing dibandingkan dengan balok bertulang Kata Kunci : Balok, Beton Bertulang, Beton Prategang
ANALISIS PENGARUH PASAR TRADISIONAL TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi Kasus : Jalan Medan – Binjai Km.9 Pasar Kp.Lalang) Rudolf Eric Tampubolon
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.863 KB)

Abstract

ABSTRAK Jalan Medan – Binjai merupakan jalan utama (main street) penghubung kota Medan dengan kota Binjai yang seharusnya tidak boleh mengalami kemacetan namun pada kenyataannya hampir setiap hari mengalami kemacetan terutama di daerah Km.9 terutama pada pagi hari, di mana hal ini diakibatkan adanya aktivitas pasar yang menggunakan ruas jalan sebagai tempat berjualan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hambatan samping akibat pasar tersebut terhadap kapasitas ruas jalan,karakteristik lalulintas, dan mencari solusi yang memungkinkan untuk permasalahan pada lokasi penelitian. Kapasitas ruas jalan Medan – Binjai Km.9 pada saat mengalami hambatan samping mengalami penurunan kapasitas terutama pada pagi hari di mana pasar menggunakan satu ruas jalan sebagai tempat berjualan, dari pengamatan terjadi pengurangan kapasitas sebesar 1747,55 smp/jam atau 30,19 % dari kapasitas sebenarnya. Akibatnya terjadi penurunan kinerja ruas jalan dan kemacetan,di mana nilai V/C ratio menjadi lebih besar dari 0,80 di mana bila tidak terjadi pengurangan akibat hambatan samping nilai V/C ratio selalu lebih kecil dari 0,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas pasar di Jalan Medan – Binjai Km.9 mengakibatkan pengurangan kapasitas jalan yang cukup signifikan terutama pada pagi hari. Di mana hal ini juga merupakan penyebab sering nya terjadi kemacetan. Kata kunci : Kinerja Ruas Jalan, Kapasitas, Pasar
PENGARUH KOMBINASI SLAG DAN FLY ASH TERHADAP BETON RINGAN DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAJA (EKSPERIMENTAL) M. Dimas Prasetyo
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Dengan semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi diperlukan suatu bahan bangunan yang memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan bahan bangunan yang sudah ada selama ini. Selain itu bahan tersebut harus memiliki beberapa keuntungan seperti bentuk yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi teknis dan daya tahan yang kuat, kecepatan pelaksanaan konstruksi serta ramah lingkungan. Karena sudah hampir sebagian besar gedung-gedung dan sarana infrastruktur di daerah kota menggunakan beton sebagai bahan dasar dari bangunan mereka. Penggunaan beton pada gedung dilakukan dalam rangka menghemat pengeluaran dalam suatu proses konstruksi. Oleh karena itu beton ringan sangat mendukung dalam pembangunan sekarang ini sehingga dapat mengurangi pengeluaran yang ada. Dengan menggunaan agregat batu apung serta campuran fly ash, slag dan serat baja (fiber steel) dapat meningkatkan mutu dari beton ringan itu sendiri. Dalam hal ini penggunaan bahan campuran seperti slag, fly ash dan serat baja diharapakan dapat menigkatkan kualitas beton seperti kuat tekan yang baik, kuat tarik belah dan mengurangi absorbsi yang terjadi pada beton. Adapun variasi kombinasi slag, fly ash yang digunakan sebesar 5% dan 10% dari berat pasir dan serat baja yang digunakan adalah 1% dan 2% dari berat semen yang dipakai dan pengujian yang dilakukan berupa slump test, kuat tekan, kuat tarik belah dan absorbsi beton. Dari hasil pengujian didapat kuat tekan optimum terjadi pada Variasi BRSF2 sebesar 12.073Mpa, sedangkan kuat tarik belah optimum terdapat pada variasi BRSF2 sebesar 2.094 Mpa, hal ini diakibatkan terdapat 2% serat baja dialam campuran tersebut, sedangkan nilai absorbsi optimum terjadi pada variasi BRF2 sebesar 2.744%.   Kata kunci : Batu Apung, Slag, Fly Ash, Serat Baja, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Absorbsi
KAJIAN PERBANDINGAN RESPON BANGUNAN PADA RANGKA BETON PEMIKUL MOMEN DENGAN METODE GAYA LATERAL EKIVALEN DAN RESPON SPEKTRUM Benny Yohannes
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.117 KB)

Abstract

ABSTRACT This final project’s objective is to investigate the comparison of the response of structures in term of base shear and driftby usingstatic equivalentmethod and response spectrum methodwhich is obtained analitically SAP2000 programme version 10 at concrete structures 2D with beam and column element.The equation of equivalent lateral forces method constitutes a simple approximation contained in some building codes. There is difference between building code of Indonesia SNI 03-1726-2010 and SNI 2002 in that the former indicates equivalent static forces with the exponential factor which will be elaborated in this final project. On the other hand, the analytical solution of response spectrum method may show a discrepancy from that of empirical equation in equivalent static forces method since there have not been some variables considered in that empirical equation and this method amounts to a simple approximation.In that analysis, the writer uses some variation of 4 stories, 7 stories and 12 stories so discrepancy between response spectrum method and static equivalent method can be easily understood.The solution of this provides the elaboration of analytical results under study. The outcomes are then displayed in table together with their deviation. Keywords: Response of structure, empirical equation, response deviation of structure
PERENCANAAN PENULANGAN DINDING GESER (SHEAR WALL) BERDASARKAN TATA CARA SNI 03-2847-2002 Febry Ananda MS
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.686 KB)

Abstract

A B S T R A K Struktur bangunan bertingkat rawan terhadap gaya lateral, terutama akibat gaya yang ditimbulkan gempa. Indonesia juga termasuk ke dalam wilayah yang memiliki instensitas terjadi gempa yang tinggi. Dalam menghitung struktur bangunan bertingkat ada 2 cara, yakni dengan Open Frame dan kombinasi Open Frame dengan shear wall. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi yaitu dengan pemasangan dinding geser (shear wall) untuk menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser seiring dengan semakin tingginya struktur. Dinding geser (shear wall) adalah dinding yang berfungsi sebagai pengaku yang menerus sampai ke pondasi dan juga merupakan dinding inti untuk memperkaku seluruh bangunan yang dirancang untuk menahan gaya geser, gaya lateral akibat gempa bumi. Dinding geser pada umumnya bersifat kaku, sehingga deformasi (lendutan) horizontal menjadi kecil. Untuk mengetahui kuat geser dari dinding geser dilakukan sebuah desain bangunan dengan struktur kombinasi open frame dan dinding geser (shear wall). Direncanakan bangunan dengan komponen-komponen strukturnya yaitu balok (40x50)cm, kolom (40x40)cm, shear wall dengan tebal dinding 30 cm dan tebal pelat 12 cm. Dari hasil perhitungan menggunakan program SAP2000 didapat Vmax yang terjadi pada shear wall adalah 2875,46 kN, dan direncanakan tulangan shear wall secara konvensional menggunakan dua layer 16-300 mm. Kuat geser dinding geser (shear wall) Vn = 5015,179 kN > Vmax = 2875,46 kN, maka dinding geser cukup kuat menahan gaya geser yang terjadi pada struktur. Struktur kombinasi open frame dan shear wall dibandingkan dengan struktur open frame. Struktur open frame menggunakan balok (45x55)cm, kolom (50x50)cm untuk lantai 1,2,3,4 dan 5, untuk atap menggunakan balok (40x50)cm, kolom (50x50) cm serta menggunakan dinding bata sebagai struktur pendukung dan tebal pelat 12cm. Dari hasil perhitungan didapat volume pekerjaan struktur open frame dengan shear wall = 792,32 m3, tulangan yang dibutuhkan = 53098,807 kg dan volume pekerjaan struktur open frame = 803,13 m3, tulangan yang dibutuhkan = 61192,794 kg. Kata kunci : open frame, shear wall, tulangan, kuat geser.
ANALISA PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN KERJA (STUDI KASUS : KELURAHAN MABAR, MEDAN DELI ) Futri Fajarni Oktavia
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.254 KB)

Abstract

ABSTRAK Perjalanan kerja merupakan perjalanan utama yang harus rutin dilakukan setiap orang setiap hari. Perjalanan jenis ini akan menimbulkan peningkatan yang besar terhadap volume lalu lintas karena dilakukan pada waktu jam jam sibuk, baik pagi maupun sore .Di Kelurahan Mabar sebagian besar pekerjanya berprofesi sebagai buruh pabrik. Hal ini menyebabkan setiap hari kerja terjadi bangkitan pergerakan yang tinggi untuk mencapai lokasi kerja. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendefenisikan karakteristik para pekerja dalam menggunakan moda transportasi sepeda motor dan angkutan kota, serta memodelkan probabilitas pemilihan moda transportasi sepeda motor dan angkutan kota dari rumah menuju lokasi kerja.metode yang di digunakan yaitu metode stated preference kemudian dimodelkan dengan model binomial logit selisih dan model binomial logit nisbah untuk mengetahui probabilitas pemilihan moda transportasi sepeda motor dan angkutan kota.Dari hasil analisa, model binomial logit selisih yang diperoleh adalah Y = -0,242 + 0,00037 X1 – 0,038X2 -0,354 X3+0,083 X4 Sementara model binomial logit nisbah yang diperoleh adalah Y = 4,089 – 1,042 X1 – 1,488 X2 – 1,213 X3 + 0,307 X4 . Dengan X1 (atribut biaya), X2 (atribut waktu tempuh), X3 (atribut jarak tempuh), X4 (atribut kenyamanan). Dimana model binomial logit selisih merupakan model yang lebih baik yang nilai R2 =33,7% dibandingkan dengan model binomial logit nisbah yang nilai R2 = 29%   Kata kunci: stated preference, binomial logit selisih, binomial logit nisbah