cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS DESAIN KOLOM KOMPOSIT BAJA-BETON DENGAN METODE LOAD AND RESISTANCE FACTOR DESIGN Alfin Rico Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.534 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini kolom bangunan tinggi banyak menggunakan material beton bertulang. Seiring dengan berkembangnya teknologi bahan konstruksi di beberapa negara, kini sudah mulai banyak digunakan material baja dalam konstruksi bangunan tinggi. Dewasa ini juga telah dikembangkan penggunaan material komposit dalam konstruksi kolom Dalam tugas akhir ini penulis mendesain 3 model gedung 10 lantai dengan material kolom yang berbeda, yaitu kolom beton bertulang, kolom baja dan kolom komposit beton – baja. 3 model struktur ini di desain dengan fungsi gedung, wilayah gempa dan pembebanan yang sama. Kemudian akan di bandingkan material yang paling optimal untuk digunakan pada bangunan gedung yang direncanakan tersebut. Hasil yang diperoleh kolom komposit baja – beton lebih optimal digunakan pada struktur gedung yang direncanakan karena dimensinya lebih kecil sehingga mengurangi biaya material. Selain itu kolom komposit juga memiliki keuntungan terhadap bahaya kebakaran. Kata kunci: Kolom Beton bertulang, Kolom Baja, Kolom Komposit Baja-Beton
DESAIN JEMBATAN DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL SINGLE TWIN CELLULAR BOX GIRDER PRESTRESS Ramot David Siallagan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.921 KB)

Abstract

ABSTRAK Gelagar jembatan berfungsi untuk menahan beban yang dipikul oleh lantai jembatan untuk kemudian ditransfer kepada pondasi jembatan. Salah satu jenis gelagar jembatan berupa gelagar box dengan menggunakan sistem prategang. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan profil box yang akan diaplikasikan pada bentang 120 m dengan lebar 9 m. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membandingkan efisiensi dari profil Single Twin Cellular Box Girder dengan profil Single Trapezoidal Box Girder dimana kedua profil menggunakan volume beton yang identik dan pembebanan yang sama. Perencanaan kedua profil box ini berdasar pada peraturan-peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku. Analisa struktur akan disimulasikan dengan bantuan program komputer. Pada kesimpulan dari tugas akhir ini akan diperoleh hasil bahwa profil Single Twin Cellular Box Girder menggunakan 480 strands sedangkan profil Single Trapezoidal Box Girder menggunakan 496 strands. Untuk perbandingan kehilangan gaya prategang, profil twin box mengalami kehilangan gaya prategang sebesar 22,124% sedangkan profil single box mengalami kehilangan gaya prategang sebesar 24,624% dari gaya prategang awal. Sedangkan untuk penulangan, profil single box menggunakan tulangan lebih banyak 34,89 % daripada profil twin box. Kata kunci: Jembatan, Prestress, Box Girder.
ANALISA KEBUTUHAN PARKIR PADA RUMAH SAKIT KELAS B DI KOTA MEDAN Firdayni Tumangger
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.711 KB)

Abstract

ABSTRAK Parkir merupakan salah satu unsur sarana yang tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi jalan raya secara keseluruhan. Perparkiran merupakan masalah yang sering dijumpai dalam sistem transportasi perkotaan baik di kota kota besar maupun di kota yang sedang berkembang. Masalah perparkiran juga merupakan hal yang tidak bisa ditangani beberapa rumah sakit. Banyaknya fasilitas rumah sakit akan mendorong masyarakat mengunjungi rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan parameter rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan lahan parkir, dimana diharapkan parameter tersebut dapat membantu dalam mengestimasi jumlah kebutuhan parkir pada rumah sakit kelas B di kota Medan. Parameter rumah sakit digunakan sebagai variabel adalah, tempat tidur, dokter, paramedis, karyawan dan ,pengunjung. Sebagai objek studi diambil rumah sakit Pirngadi dan rumah sakit Herna. Survey dilakukan dengan cara pengamatan selama 12 jam dalam waktu 2(dua) hari pada masing masing rumah sakit.Berdasarkan hasil analisa statistik dengan menggunakan spss 20 didapat hasil regresi sederhana baik secara linear maupun non linear. Regresi non linear terdiri dari logarithmic, eksponensial, power dan inverse. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kebutuhan parkir mobil adalah jumlah tempat tidur dengan persamaan dan model yang terbaik untuk menentukan kebutuhan parkir sepeda motor juga berdasarkan jumlah tempat tidur terisi dengan persamaan .Sebahagian besar mobil dan motor parkir selama >330 menit (5 jam 30 menit). Akumulasi maksimum kendaraan parkir pada Rumah Sakit Pirngadi telah melebihi kapasitas parkirnya, sehingga diperlukan tinjauan ulang terhadap luas parkir yang tersedia agar didapat kesimpulan apakah perlu dilakukan pembangunan gedung parkir pada rumah sakit tersebut.
EVALUASI WADUK PUSONG SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DI KOTA LHOKSEUMAWE KABUPATEN ACEH UTARA Khatab Khatab
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.765 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan banjir bukanlah persoalan yang sederhana, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Misalnya faktor permasalahan drainase dalam perencanaan ini antara lain, pertambahan debit banjir, penyempitan dan pendangkalan saluran akibat desakan permukiman dan endapan sedimen, permasalahan sampah. Dalam evaluasi Waduk Pusong sebagai upaya pengendali banjir ini yang pertama dilakukan adalah pengumpulan data sekunder dari instansi terkait, seperti data curah hujan, data iklim, data tampungan waduk dan gambar-gambar teknik yang menunjang dalam penulisan. Data-data tersebut digunakan dalam analisa hidrologi dan menghitung kapasitas waduk. Data analisa debit banjir rencana periode ulang tahunan menggunakan perhitungan data curah hujan yang diperoleh dari Badan Meteorologi Kota Lhokseumawe dengan menggunakan metode distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Log Person III, distribusi Gumbel. Berdasarkan hasil evaluasi Waduk Pusong sebagai upaya pengendali bajir, waduk masih bisa menampung air yang masuk ke waduk tersebut baik dari aliran drainase maupun curah hujan yang langsung jatuh ke waduk tersebut dengan kapasitas tampungan Waduk Pusong sebesar 850.000 m3 sedangkan debit maksimal yang masuk ke waduk tersebut sebasar 364.887,9 m3. Sedangkan dari drainase daerah yang sering terjadi banjir juga masih sanggup menampung air yang masuk ke drainase dengan kapasitas rata-rata debit existing drainase 2,657 m3/det sedangkan debit rencana drainase maksimum 1,664 m3/det maka drainase daerah terjadinya banjir masih sanggup memenuhi debit yang ada. Kata kunci : Waduk, Kapasitas Drainase, Kapasitas Waduk
STUDI KARAKTERISTIK FISIK MUARA SUNGAI BATANG NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL Diva Yudha Utama Rangkuti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.441 KB)

Abstract

ABSTRAK Muara merupakan perairan pantai dimana mulut sungai bertemu dengan laut dan dimana air tawar bercampur dengan air asin yang berasal dari laut. Muara mempunyai nilai ekonomis yang penting karena dapat berfungsi sebagai alur penghubung antara laut dan daerah yang cukup dalam di daratan. Pentingnya pengetahuan tentang muara akan dapat membantu perkembangan bagi muara tersebut, salah satunya dengan cara studi karakteristik fisik muara yang mencakup pemodelan matematis pada muara tersebut. Pemodelan matematis muara dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel yang meliputi pemodelan bathimetri, pasang surut, arus dan salinitas. Pemodelan bathimetri telah menunjukkan lebar saluran dan kedalaman yang mengecil bila ditinjau dari mulut muara. Pemodelan pasang surut telah berhasil mensimulasi siklus pasang surut semidiurnal yaitu dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari semlam. Selain itu, siklus spring dan neap tides yang terjadi dua minggu sekali juga dapat disimuluasikan. Pemodelan arus berhasil menunjukkan arus pasang dan surut yang berbeda fase (90o) dengan air pasang surutnya. Pemodelan salinitas menggambarkan distribusi konsentrasi salinitas yang mengecil dari mulut muara ke arah hulu dengan pola distribusi normal. Kata kunci: Muara, Pemodelan Matematis, Bathimetri, Pasang Surut, Arus, Salinitas
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA TEBING TINGGI Gom Gom E P Manalu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.69 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan sangat diperhatikan untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya memahami karakteristik kecelakaan. Pada penelitian ini dibahas masalah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Tebing Tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisitik kecelakaan, mengetahui lokasi rawan kecelakaan (black spot) di Kota Tebing Tinggi, mengetahui besaran biaya kecelakaan.Metode yang digunakan untuk mengetahui karateristik kecelakaan adalah metode karateristik. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan antara lain metode frekuensi dan metode tingkat kecelakaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui besaran biaya kecelakaan dengan Metode Groos Output. Daerah / lokasi rawan kecelakaan (black spot) adalah suatu lokasi dimana tingkat kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu. Data yang digunakan adalah data jumlah kecelakaan yang terjadi di Kota Tebing Tinggi yang terjadi pada tahun 2007-2011 yang dikelompokkan berdasarkan karateristik.Gambaran komposisi karakteristik kecelakaan adalah sebagai berikut : Hari Sabtu sebanyak 101 kecelakaan (21,12%), waktu terang sebanyak 247 kecelakaan (51,67%), kecelakaan fatal sebanyak 295 kecelakaan (61,71%), tabrakan depan-depan sebanyak 193 kecelakaan (40,37%), sepeda motor sebanyak 552 unit (63,59%), luka ringan sebanyak 410 orang (41,22%), laki-laki sebanyak 999 orang (78,84%), usia diatas 46 tahun sebanyak 255 orang (20,12%), pekerjaan pegawai swasta/karyawan sebanyak 363 orang (28,65%). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat 4 titik lokasi rawan kecelakaan (black spot) di segmen ruas jalan Kol. Yos Sudarso yaitu Sta 74+800, Sta 75+00, Sta 75+300 dan Sta 75+50 . Hasil analisis juga didapat biaya korban kecelakaan lalu lintas dengan total biaya Rp. 11.293.830.194 dan biaya kecelakaan lalu lintas dengan total biaya Rp. 14.175.152.920. Kata Kunci : karateristik kecelakaan, Blackspot, biaya kecelakaan.
PENGARUH PUSAT HIBURAN HERMES PLACE POLONIA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN W. MONGONSIDI Hendra Sihombing
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.513 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Medan sebagai kota sentral ekonomi di daerah Sumatera Utara adalah kota yang mempunyai perkembangan yang tumbuh dengan pesat. Dengan berdirinya Hermes Place Polonia di kota Medan maka akan menimbulkan tarikan dan bangkitan lalu-lintas pada jalan–jalan sekitar Hermes Place Polonia dan akan menambah volume lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja lalu lintas pada ruas jalan yang terpengaruh oleh adanya pusat kegiatan Hermes Place Polonia. Metode yang digunakan untuk mengetahui karakteristik lalu lintas adalah MKJI ‘97.Data yang digunakan adalah data geometrik jalan, data arus dan komposisi lalu lintas.Volume lalu lintas maksimum Jln. W.Mongonsidi (arah Jln. Juanda) yang terjadi pada waktu pengamatan pukul 16.30-16.35 adalah sebesar 1141.2 smp/jam dengan kecepatan ruang rata-rata 29,67 km/jam. Dan volume lalu lintas maksimum Jln. W.Mongonsidi (arah Jln. Jamin Ginting) sebesar 1598.4 smp/jam dengan kecepatan ruang rata-rata 25,03 km/jam. Nilai Kapasitas Jln. W.Mongonsidi sebesar 1599,84 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan Jln. W.Mongonsidi (arah Jln. Juanda) sebesar 0,88 dan Jln. W.Mongonsidi (arah Jln. Jamin Ginting) sebesar 0,99. Kata kunci: kinerja, MKJI 1997.
APLIKASI SHOCK WAVE ANALYSIS DAN QUEUEING ANALYSIS UNTUK MENGHITUNG PANJANG ANTRIAN PADA PERLINTASAN SEBIDANG Rikki H Malau
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.734 KB)

Abstract

ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan terjadinya peningkatan mobilitas penduduk dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup namun tidak diimbangi dengan peningkatan prasarana transportasi. Salah satu dampaknya dapat dilihat pada perlintasan sebidang jalan dan jalan rel, yaitu peningkatan panjang antrian, tundaan dan peningkatan resiko kecelakaan. Penelitian ini dilakukan pada perlintasan sebidang jalan dengan jalan rel yang ada di Jalan Asrama, Medan. Untuk analisa karakteristik arus lalu lintas dan antrian pada perlintasan sebidang jalan dengan jalan rel digunakan 2 metode yaitu shock wave analysis dan queueing analysis. Dari hasil perhitungan diperoleh model greenshield sebagai model terbaik yang menggambarkan kondisi di lapangan. Perhitungan dengan shock wave analysis menghasilkan nilai panjang antrian terbesar 468.75 m yang terjadi ketika kereta api melintas pukul 17.12, dan perhitungan dengan queueing analysis menghasilkan panjang antrian terbesar 64.04 m yang terjadi pada waktu kereta api melintas pukul 16.40. Kata kunci : Antrian, Shock Wave, Queueing Analysis
PENGARUH GERAK U-TURN PADA BUKAAN MEDIAN TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DI RUAS JALAN KOTA (STUDI KASUS : JL. SISINGAMANGARAJA MEDAN) Erick A Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.406 KB)

Abstract

ABSTRAK Bukaan median dengan fasilitas u-turn tidak secara keseluruhan mengatasi masalah konflik, sebab gerak u-turn itu sendiri akan menimbulkan masalah konflik tersendiri dalam bentuk hambatan terhadap arus lalu lintas searah dan juga arus lalu lintas yang berlawanan arah. Salah satu pengaruh ketika melakukan gerak u-turn yaitu terhadap kecepatan kendaraan di mana kendaraan akan melambat atau berhenti. Perlambatan ini akan mempengaruhi arus lalu lintas pada arah yang sama. Metode penelitian ini mempelajari tundaan kendaraan searah bagi kendaraan yang tidak akan melakukan u-turn akibat kendaraan yang melakukan u-turn di bukaan median. Lokasi yang diamati pada ruas jalan 6/2 D, yaitu bukaan median Jln. Sisingamangaraja, depan Taman Makam Pahlawan, di seberang Showroom Daihatsu, Kota Medan. Dari hasil perhitungan waktu tempuh rata-rata kendaraan yang akan melakukan u-turn sangat dipengaruhi oleh jumlah lajur dan arah serta bukaan median, memiliki 6 lajur 2 arah dengan lebar bukaan median lebih dari 8.00 m, untuk kendaraan 12.76 detik dan untuk sepeda motor 8.38 detik. Kata kunci : U-Turn, Waktu Tempuh,Tundaan Kendaraan
ANALISA KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA PEMATANG SIANTAR Paulus Gerhard Gama Saragih
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.727 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan sangat diperhatikan untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya memahami karakteristik kecelakaan. Pada penelitian ini dibahas masalah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Pematang Siantar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan, mengetahui lokasi rawan kecelakaan (black spot) di Kota Pematang Siantar,dan mengetahui hubungan jumlah kecelakaan dengan faktor penyebab kecelakaan di Kota Pematang Siantar. Metode yang digunakan untuk mengetahui karateristik kecelakaan adalah metode karateristik. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan antara lain metode tingkat kecelakaan dan metode angka ekivalen kecelakaan. Daerah / lokasi rawan kecelakaan (black spot) adalah suatu lokasi dimana tingkat kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu. Data yang digunakan adalah data jumlah kecelakaan yang terjadi di Kota Pematang Siantar yang terjadi pada tahun 2007-2011 yang dikelompokkan berdasarkan karateristik. Gambaran komposisi karakteristik kecelakaan adalah sebagai berikut : Hari Sabtu sebanyak 241 kecelakaan (32,40%), waktu terang sebanyak 399 kecelakaan (53,22%), kecelakaan ringan sebanyak 327 kecelakaan (43,96%), tabrakan depan-depan sebanyak 236 kecelakaan (31,72%), sepeda motor sebanyak 664 unit (64,46%), luka ringan sebanyak 602 orang (54,28%), laki-laki sebanyak 1.283 orang (73,18%), usia diantara 16 - 30 tahun sebanyak 963 orang (55,80%), pekerjaan pegawai swasta/karyawan sebanyak 526 orang (27,61%). Berdasarkan hasil karakteristik kecelakaan diketahui bahwa faktor penyebab kecelakaan tertinggi di Kota Pematang Siantar adalah karena faktor manusia, yaitu sebesar 92,88%. Dari hasil analisis lokasi kecelakaan (Blackspot) dengan metode tingkat kecelakaan dan metode angka ekivalen kecelakaan disimpulkan bahwa ruas Jln. SM. Raja adalah daerah rawan kecelakaan. Kata Kunci : kecelakaan, Blackspot, faktor.