cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
EVALUASI TARIF BUS ANTAR KOTA DALAM PROPINSI (AKDP) BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN TRAYEK MEDAN-DOLOKSANGGUL Rico Mark Simamora
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.401 KB)

Abstract

Abstrak Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara tarif resmi, tarif pemerintah, dan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan juga mencari berapa biaya operasional kendaraan setiap bus per km. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) adalah salah satu pengangkutan penumpang yang dioperasikan secara teratur/terjadwal dan tepat waktu. Bus CV. Karya Agung dan PO. SENTOSA Transport merupakan angkutan AKDP dengan trayek Medan-Doloksanggul. Jarak Trayek Medan-Doloksanggul kira-kira 327 km.Metode yang dilakukan untuk mengevaluasi tarif terhadap Biaya Operasional Kendaraan adalah metode perhitungan biaya pokok bus angkutan umum kelas ekonomi yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan dimana merupakan data sekunder. Sedangkan data primer ditujukan untuk mendapatkan gambaran biaya/harga komponen-komponen kendaraan dilakukan dengan wawancara langsung dengan pengusaha angkutan.Berdasarkan hasil evaluasi tarif AKDP didapat BOK bus CV. Karya Agung dengan nilai sebesar Rp. 1525,176 per km dan tarif pokok per km Rp. 117,321. BOK bus PO. SENTOSA Transport dengan nilai sebesar Rp. 2577,653 per km dan tarif pokok per km Rp. 115,074. Dengan tarif yang berlaku saat ini yaitu bus CV. Karya Agung sebesar Rp. 45.000 dan bus PO. SENTOSA Transport sebesar Rp. 50.000, pengusaha angkutan mendapatkan keuntungan dimana tarif yang berlaku saat ini wajar untuk menutupi Biaya Operasional Kendaraan. Kata Kunci :Tarif, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP).
Analisis Kinerja Persimpangan Bersinyal Akibat Perubahan Fase (Studi Kasus : Jl. Brigjend. Katamso – Jl. AH. Nasution) Ricky Edrian
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.591 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota serta meningkatnya aktifitas masyarakat di segala bidang merupakan salah satu penyebab tingginya kemacetan pada jalan khususnya pada persimpangan. Kinerja persimpangan menjadi kebutuhan mendesak dalam kaitannya dengan menejemen lalu lintas yang diterapkan. Untuk mengetahui kinerja persimpangan, penulis melakukan evaluasi terhadap pengaturan fase pada persimpangan bersinyal dan melihat penyebab-penyebab terjadinya kemacetan pada persimpangan. Adapun data-data yang didapatkan dari hasil survey di lapangan dievaluasi dengan menggunakan Metode Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil dari evaluasi hasil perhitungan dan analisa data menunjukkan persimpangan Jl. Brigjen.Katamso - Jl. Jend. A.H Nasution menghasilkan derajat kejenuhan yang tinggi mencapai 1,25( DS > 0,75 ), dan tingginya tingkat antrian dan tundaan. Setelah didapat hasil dari evaluasi data di lapangan, maka dilakukan analisa lanjut yaitu dengan merubah fase persimpangan Jl.Brigjen.Katamso – Jl.Jend.A.H.Nasution yang menggunakan 4 fase menjadi 2 fase dan 3 fase. 2 Fase ini memberikan derajat kejenuhan yang stabil, antrian serta tundaan yang lebih rendah. Untuk persimpangan Jalan Brigjend. Katamso dan Jalan AH. Nasution fase yang lebih baik digunakan adalah dengan menggunakan sistim 2 fase dimana nilainya yaitu 0,79 yang nantinya dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan. Untuk mengurangi kemacetan, panjang antrian dan tundaan yang terjadi pada persimpangan jalan Brigjend.Katamso – jalan AH. Nasution perlu adanya perubahan dari median jalan dan melakukan pelebaran jalan. Kata Kunci : Kemacetan, Derajat Kejenuhan, Fase Persimpangan.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS PEDESTRIAN (STUDI KASUS) Muhajirin Syah Putra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.384 KB)

Abstract

ABSTRAK Pejalan kaki merupakan salah satu cara berlalu lintas dalam sistem transportasi, dan sangat dominan di daerah perkotaan atau lokasi yang memiliki permintaan tinggi dengan periode pendek. Jalur pejalan kaki berupa trotoar merupakan wadah atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki. Studi ini dilakukan untuk menganalisa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki di jalan Jenderal Jamin Ginting(Pasar Padang Bulan/Pajak Sore). Metode yang yang digunakan untuk menganalisa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki adalah metode HCM (Highway Capacity Manual) 2000. Penelitian ini dilakukan berdasarkan terjadinya konflik antar pejalan kaki, dan peluang terjadinya konflik tersebut ketika kepadatan pejalan kaki cukup tinggi oleh karena itu dalam perhitungan kecepatan dan kinerja arus akibat konflik dilakukan pada saat peak. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan data jumlah pejalan kaki km/jam terbanyak pada hari Senin 22 Oktober 2012 pukul 07.25-08.25 WIB sebesar 581 pejalan kaki/jam. Aliran arus pejalan kaki terbesar pada hari Selasa 23 Oktober 2012 pukul 17.00-18.00 WIB pada arah pergerakan 4 sebesar 138 pejalan kaki km/jam. Pada peak pagi arah pergerakan 2 dan 5 memiliki konflik antar pejalan kaki yang cukup tinggi sedangkan pada peak sore adalah arah pergerakan 3 dan 4. Kata kunci : Karakteristik, Arus, Kecepatan
PENGARUH INVESTASI INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI WILAYAH DI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT Youdhi Permadi Ma’ruf
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.23 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum, termasuk infrastruktur jalan, merupakan suatu kegiatan yang amat penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Keberadaan pekerjaan umum tersebut akan mendorong terjadinya peningkatan produktivitas bagi faktor-faktor produksi, dan sebaliknya apabila keberadaan infrastruktur tersebut diabaikan maka akan terjadi penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan korelasi atau pengaruh perkembangan infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan. Dan melalui penelitian ini, indikator-indikator yang berkorelasi kuat diharapkan dapat digunakan dalam mengkaji kebijakan yang bersifat nasional maupun regional, sehingga dapat ditunjukkan pengaruh investasi di bidang infrastruktur pekerjaan umum, khususnya infrastruktur jalan terhadap keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Uji Korelasi dan Regresi yang bertujuan untuk melihat keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih. Sementara data yang digunakan adalah data sekunder yaitu menyangkut data-data lima indikator bidang infrastruktur pekerjaan umum, yang meliputi sub sektor bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air. Selanjutnya adalah data-data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) beserta sembilan komponennya sebagai indikator pertumbuhan ekonomi menurut pendekatan pendapatan. Hubungan indikator pertumbuhan ekonomi dan indikator infrastruktur dinyatakan secara eksplisit melalui sebuah korelasi. Korelasi yang diperoleh dapat berupa korelasi kuat (signifikan) positif atau negatif, serta korelasi lemah (tidak signifikan) posistif atau negatif. Korelasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan nilai ramalan/prediksi, yang selanjutnya dibentuk atas dasar sebuah model umum atau model generik, yang menjelaskan variabel-variabel yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur pekerjaan umum, termasuk infrastruktur jalan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa infrastruktur jalan berkontribusi positif pada delapan macam indikator pertumbuhan ekonomi, yaitu: (a) Jasa, (b) Transportasi dan Komunikasi, (c) Industri Pengolahan, (d) Pertambangan dan Penggalian, (e) Konstruksi/Bangunan, (f) Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan, (g) Listrik, Gas, dan Air Bersih, serta (h) Perdagangan, Hotel, dan Restoran. Walaupun demikian, kontribusi infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari adanya infrastruktur pekerjaan umum yang lain. Kata Kunci : infrastruktur jalan, indikator PDRB, pertumbuhan ekonomi.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA SEKTOR RUNWAY DAN TAXIWAY BANDAR UDARA MEDAN BARU Alexander Leonard Siringoringo
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.139 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu dampak yang dihasilkan oleh gempa bumi adalah peristiwa likuifaksi atau peristiwa hilangnya kekuatan tanah akibat adanya getaran. Likuifaksi biasanya terjadi pada tanah pasir yang bersifat lepas (Loose).Pada wilayah pembangunan Runway dan Taxiway Bandar Udara Medan Baru, perlu dilakukan analisis potensi likuifaksi dikarenakan adanya lapisan tanah pasir yang bersifat lepas.Analisis ini bertujuan untuk mengetahui potensi terjadinya likuifaksi pada lokasi Runway dan Taxiway, sehingga hasilnya dapat dijadikan masukan bagi pihak pengembang Bandar udara Medan Baru dalam perencanaan Runway dan Taxiway.Analisis dilakukan dengan mengumpulkan data sejarah gempa yang pernah terjadi di radius 500 km dari Runway dan Taxiway Bandar Udara kemudian mengumpulkan data lapisan tanah pada daerah penelitian.Dari data tersebut, kemudian dapat dihitung nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) dan nilai Cyclic Resistant Ratio (CRR).Berdasarkan analisa perhitungan yang dilakukan, disimpulkan bahwa area Runway Bandar Udara Medan Baru memiliki lapisan tanah yang berpotensi terlikuifaksi pada kedalaman 4 hingga 11 meter.Pada area Taxiway, memiliki lapisan tanah yang berpotensi terlikuifaksi yaitu pada kedalaman 3 hingga 11 meter dan pada kedalaman 18 meter. Kata kunci: likuifaksi, simplified procedure, cyclic stress ratio, cyclic resistant ratio
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN SWITCHYARD DI KAWASAN PLTU PANGKALAN SUSU – SUMATERA UTARA Sultan Ansyari Utama
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.102 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi tiang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur ke lapisan tanah keras yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya cukup dalam di dalam tanah. Untuk menghitung kapasitas tiang, terdapat banyak rumus yang dapat digunakan dan menghasilkan nilai kapasitas yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk meghitung daya dukung tiang dari hasil Sondir, Standart Penetration Test (SPT), Kalendering dan Loading Test, serta membandingkan hasil daya dukung tiang dari beberapa metode peyelidikan yang terjadi pada tiang tunggal. Hasil perhitungan daya dukung pondasi terdapat perbedaan nilai baik dilihat dari penggunaan metode perhitungan Aoki dan De Alencar, serta metode Meyerhof. Dimana dari data sondir Aoki dan De Alencar Qu=115,640 ton, dari data sondir metode Meyerhof Qu = 280,339 ton, dari data SPT metode Meyerhof Qu = 198,287 ton, dari data kalendering metode Danish Formula Qu = 123,337 ton, dari data kalendering metode Modifield New ENR Qu=133,131ton, dari bacaan loading test metode Davisson Qu = 124,0 ton dan dari data loading test metode Mazurkiewicz Qu= 216,0 ton Dari hasil perhitungan daya dukung tiang, lebih aman memakai perhitungan dari hasil data loading test karena lebih aktual. Kata kunci: pondasi tiang, daya dukung tiang, loading test
ANALISA DEBIT BANJIR SUNGAI INDRAGIRI DI DESA PASIR KEMILU RENGAT, KABUPATEN INDRAGIRI HULU Marlina Silitonga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.791 KB)

Abstract

ABSTRAK Di Sungai Indragiri Hulu sering terjadi gerusan atau erosi di tebing sungai yang disebabkan oleh banjir. Gerusan atau erosi itu sendiri dapat menyebabkan longsor yang membahayakan pemukiman penduduk di sepanjang pinggir sungai. Untuk itu perlu dibangun bangunan air yang berguna untuk megurangi dampak yang merugikan penduduk tersebut. Dalam perencanaan bangunan ini perlu diketahui data debit banjir dan elevasi muka air banjirnya. Metode penelitian dimulai dengan menganalisis data untuk perhitungan debit banjir sungai yaitu dari segi hidrologi, perhitungan debit banjir dan perhitungan hidrolika. Metode dimulai dari uji konsistensi data hujan tahunan, hujan rencana yaitu rata-rata curah hujan harian maksimum dari lima stasiun pencatat curah hujan,yang dihitung dengan rata-rata aljabar.. Lalu analisa frekuensi dan penetapan distribusi curah hujan dengan menggunakan program Smada. Lalu diuji dengan Chi kuadrat dan Smirnov - Kolmogorov, dimana distribusi yang sesuai adalah distribusi Gumbel, sehingga curah hujan rencana menggunakan distribusi Gumbel. Curah hujan yang dipilih selanjutnya akan dipakai untuk menghitung hidrograf dengan Nakayasu dan Snyder. Setelah didapat hidrograf maka debit puncak diketahui sehingga pemodelan debit banjir dengan program HEC-RAS dapat dilakukan. Dari hasil perhitungan untuk debit banjir rencana (Qp),dengan metode Nakayasu untuk periode ulang 25 tahunan, didapat Q puncak = 2568,98 m3/s. Lalu dilakukan pemodelan muka air banjir dengan HEC-RAS. Hasil HEC-RAS dalam bentuk penampang cross section menunjukkan air sungai sudah melebihi daya tampung penampang sungai akibat debit banjir Q25 tahun. Dengan dilakukan pemodelan sungai dengan debit banjir Q25 tahun, maka elevasi antara dasar sungai dan muka air banjir dapat diketahui, sehingga dapat dibuat perhitungan untuk pembuatan bangunan air. Kata kunci : debit banjir, Hidrograf Nakayasu, HEC-RAS
ANALISA SUPPLY DAN DEMAND ANGKUTAN TAKSI DI KOTA MEDAN BERDASARKAN TINGKAT OKUPANSI DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN Guntur C Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.916 KB)

Abstract

ABSTRAK Transportasi merupakan salah satu aspek penunjang kemajuan suatu daerah terutama dalam kegiatan perekonomiannya. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pertambahan jumlah penduduk. Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat kebutuhan sarana dan prasarana transportasi. Kota Medan sebagai pusat kegiatan wilayah perkotaan, pariwisata, industri, pertanian, jasa dan perdagangan, memiliki kegiatan transportasi yang relatif tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di Sumatera Utara, sehingga untuk pemenuhan mobilitas diperlukan sarana angkutan umum yang merupakan pilihan dari mayoritas penduduk kota Medan. Salah satu sarana angkutan umum yang tersedia di kota Medan adalah taksi Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan supply dan demand pada angkutan taksi dengan mengukur tingkat okupansi perjalanan taksi dan menghitung biaya operasional kendaraan yang dikeluarkan per km. Metedologi dari penelitian ini adalah dengan melakukan survey investigasi atau wawancara langsung ke pengemudi taksi. Perhitungan biaya operasional kendaraan dilakukan dengan metode perhitungan biaya pokok angkutan yang diterbitkan oleh Kementrian Perhubungan.. Hasil dari analisis data diperoleh sebagai berikut : Tingkat Okupansi Taksi Blue Bird adalah sebesar 46,73 % dengan besar biaya operasional Rp 1,471.46 per km , tingkat okupansi Taksi Express adalah sebesar 55. 80% dengan besar biaya operasional sebesar Rp 1,381.28 per km dan Tingkat okupansi Taksi Matra adalah sebesar 42.69% dengan besar biaya operasional sebesar Rp 1,278.27 per km. Dari ketiga taksi tersebut diperoleh tingkat okupansi harian rata-rata sebesar 48.41%. Kata Kunci : Okupansi, Biaya Operasional Kendaraan
PENGARUH PARKIR KENDARAN PADA BADAN JALAN TERHADAP ARUS, KECEPATAN DAN KERAPATAN (Studi Kasus : Jalan Kejaksaan, Medan) Dionisius Rajagukguk
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.263 KB)

Abstract

ABSTRAK Dengan perkembangan yang semakin pesat dan peningkatan pendapatan maka penduduk semakin mudah mempunyai kendaraan sendiri. Peningkatan jumlah kendaraan akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena penurunan kapasitas jalan dan peningkatan kebutuhan ruang parkir. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh kegiatan parkir kendaraan di Jalan Kejaksaan dan pengaruh kegiatan keluar parkir kendaraan dari badan jalan di Jalan Kejaksaan terhadap arus, kecepatan, dan kepadatan Metodologi penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data survey dilapangan. Pada hari Senin untuk mewakili hari kerja dan hari Sabtu untuk mewakili hari libur. Dalam penelitian ini analisa data meliputi perhitungan volume lalu lintas, kepadatan lalu lintas, analisa kapasitas ruas jalan, hubungan volume, kecepatan, dan kerapatan, penentuan model, dan perhitungan volume, kecepatan, dan kerapatan dengan model terpilih. Kapasitas Jalan Kejaksaan mengalami penurunan akibat adanya kegiatan parkir badan jalan, untuk lajur arah ke barat dan timur disamakan dengan posisi parkir sejajar dengan ruas jalan, kapasitasnya adalah 2226 smp/jam turun menjadi 1823 smp/jam dengan pengurangan lebar efektif lajur tepi sebesar 1.00 meter dari lebar 2.5 meter. Berdasarkan Model Greenshields terjadi penurunan kecepatan kendaraan pada jalan Kejaksaan. Pada hari Senin untuk lajur arah ke barat tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 21,58 km/jam sedangkan ketika ada kendaraan keluar parkir 12,34 km/jam. Untuk lajur arah ke timur tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 19,87 km/jam dan berkurang saat ada kendaraan keluar parkir 12,62 km/jam. Sedangkan kecepatan rata-rata pada hari Sabtu arah ke barat tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 25,85 km/jam, ada kendaraan keluar parkir 21,80 km/jam dan untuk lajur arah ke timur tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 23,06 km/jam, ada kendaraan keluar parkir 19,85 km/jam. Untuk volume kendaraan pada hari Senin arah ke barat tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 1125,28 smp/jam dan ada kendaraan keluar parkir sebesar 1087,64 smp/jam. Hari Senin arah ke timur tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 1293,36 smp/jam dan ada kendaraan keluar parkir 1095,30 smp/jam. Untuk hari Sabtu arah ke barat tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 1305,80 smp/jam dan ada kendaraan keluar parkir sebesar 1145,19 smp/jam. Hari Sabtu arah ke timur tidak ada kendaraan keluar parkir sebesar 1470,43 smp/jam dan ada kendaraan keluar parkir 1233,52 smp/jam. Dapat disimpulkan bahwa terjadi pengurangan kecepatan kendaraan dan volume lalu lintas pada saat terjadi keluar parkir pada badan jalan. Katakunci: parkir badan jalan, kapasitas jalan.
JURNAL TEKNIK SIPIL USU ANALISA KEKUATAN BALOK BAJA PRATEGANG (PRESTRESSED STEEL GIRDER) Nasib S Simamora
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 3 NO.1 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.985 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan gelagar baja untuk jembatan sampai saat ini masih digunakan untuk bangunan jembatan bentang menengah. Pada dasarnya jembatan baja dirancang sesuai dengan kebutuhan arus lalu lintas yang dilayaninya. Berbagai macam cara digunakan untuk memperbesar daya dukung gelagar baja pada jembatan, salah satunya adalah dengan penggunaan kabel prategang (external prestressing ) pada profil baja, yang disebut juga gelagar baja prategang ( prestressed steel girder ). Gelagar baja pratekan adalah gelagar baja yang dipasangi kabel prestress (tendon) sepertihalnya pada beton pratekan. Pemasangan tendon pada gelagar baja dilakukan diluar penampang profil sehingga disebut External Prestressing. Dengan cara ini, akan menghasilkan momen negatif yang akan mengurangi momen positif, sehingga dapat menambah daya dukung gelagar baja. Untuk itu perlu dikembangkan dan dilakukan penyelidikan untuk menentukan desain gelagar baja pratekan yang ekonomis dan mampu menahan beban yang besar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar beban yang dapat diterima balok baja apabila diberikan perkuatan berupa kabel prategang yang dipasang dibagian badannya . Pada penelitian ini ditinjau sebuah struktur jembatan untuk lalu lintas umum dimana balok girder utamanya diberikan perkuatan berupa kabel prategang . Kata Kunci : balok, gelagar , prategang , baja