cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK GULA (TETES TEBU) SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON Ahmad Prima Syahnan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.196 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring meningkatnya perindustrian di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang terus berkembang. hal ini mengakibatkan munculnya benda-benda tak habis pakai (limbah) menumpuk. Salah satu limbah yang belum begitu banyak diteliti sebagai bahan dalam campuran beton yaitu tetes tebu (molase). Pada penelitian ini tetes tebu (molase) sebagai penambahan dari penggunaan semen dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan kadar tetes tebu dari penggunaan semen terhadap waktu ikat semen,  nilai slump, mutu kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Komposisi penambahan kadar tetes tebu sebanyak 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% dari penggunaan semen. Mutu beton yang direncanakan 20 MPa dan lamanya waktu perendaman 14 dan 28 hari. Dari pengujian kuat tekan beton pada sampel dengan berbagai variasi tetes tebu diperoleh kesimpulan bahwa kuat tekan yang optimal diperoleh pada penambahan tetes tebu pada variasi penambahan 0,25%. untuk kuat tarik belah diperoleh kuat tarik belah yang optimal pada penambahan tetes tebu 0,5%.   Kata Kunci : tetes tebu, waktu ikat, kuat tekan beton, kuat tarik belah.
PENGARUH LIMBAH ABU BOILER DAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEMEN DALAM CAMPURAN BETON Muhammad Reza
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.729 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan berkembangnya zaman di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat mengakibatkan munculnya benda-benda tak habis pakai (limbah) dimana sering dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, seperti bidang rekayasa bahan bangunan, yang mana limbah-limbah tersebut sudah diteliti sebelumnya. Salah satu limbah yang bisa dimanfaatkan sebagai campuran beton yaitu abu boiler dan abu terbang (fly ash). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan abu boiler dan abu terbang (fly ash) terhadap, nilai slump, mutu kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Komposisi penggantian semen dengan abu boiler dan abu terbang (fly ash) masing-masing sebanyak 2,5% dan 2,5%; 5% dan 5%; 7,5% dan 7,5%; 10% dan 10%; 12,5% dan 12,5% dari penggunaan semen. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan beton tertinggi terdapat pada campuran beton penggantian semen dengan abu boiler dan abu terbang (fly ash) masing-masing 2,5%, yaitu sebesar 9,47% atau 34,91 MPa dan kuat beton terendah terdapat pada campuran beton penggantian semen dengan abu boiler dan abu terbang (fly ash) masing-masing 12,5%, yaitu sebesar 48,40% atau 16,46 MPa. Sedangkan pada pengujian kuat tarik belah, kuat tarik belah tertinggi pada variasi 2,5% yaitu sebesar 6,43% atau 78,05 kg/cm2 dan kuat tarik belah terendah pada variasi 12,5% yaitu sebesar 29,76% atau 51,51 kg/cm2.   Kata kunci : beton, abu boiler, fly ash, kombinasi, kuat tekan beton, kuat tarik belah
ANALISA DAN EKSPERIMENTAL PERILAKU TEKUK KOLOM GANDA KAYU PANGGOH DENGAN SAMBUNGAN BAUT Ihsanuddin Saputra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.017 KB)

Abstract

ABSTRAK Kayu panggoh merupakan nama lain untuk sisi luar pohon aren di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Karo. Kayu panggoh dipakai oleh masyarakat Karo sebagai kandang hewan peliharaan  mereka. Kayu  panggoh digunakan karena sifatnya yang dikenal sangat kuat sehingga dapat menahan gigitan hewan tersebut. Penggunaan kayu panggoh sebagai kolom bisa dijadikan alternatif terhadap minimnya penggunaan kayu sebagai kolom akhir-akhir ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor tekuk dari kayu panggoh ganda dengan sambungan baut agar didapat nilai kuat tekan maksimum dan nilai tekuk maksimum dari kayu panggoh ini. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan dudukan benda uji terlebih dahulu yang telah dianalisis kekuatan sehingga dapat menahan gaya tekan yang akan diberikan pada benda uji kemudian merancang kayu panggoh ganda dengan dimensi 2x 3 cmx 6 cm,panjang 200 cm, yang kemudian disambung dengan menggunakan baut berdiameter ½“ (12.7 mm). Dari hasil mechanical properties, didapat nilai kadar air sebesar 3.8758%; berat jenis sebesar 0.876 gr/cm2;, kuat tekan sejajar serat sebesar 794.748 kg/cm2;, kuat tarik sejajar serat sebesar 1664.05 kg/cm2;, elastisitas lentur kayu sebesar 132900 kg/cm2;, tegangan lentur kayu sebesar 1366.95 kg/cm2; dan kuat geser sejajar serat sebesar 110.188 kg/cm2. Menurut ketentuan Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu (PKKI 2002), kuat acuan berdasarkan pemilahan secara mekanis diambil berdasarkan modulus lentur. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa menurut ketentuan kuat acuan Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu (PKKI 2002) seperti yang tercantum pada tabel II.1, maka kayu yang digunakan dengan modulus elastisitas 132900 kg/cm2 termasuk kayu dengan kode mutu E13 = 14000 Mpa. Dari hasil uji kuat tekan kayu panggoh ganda dengan sambungan baut diperoleh nilai Pelastis = 3250 kg; 90.278  kg/cm2, Pultimate = 6500 kg;  180.556 kg/cm2 dan Pcr =4500 kg ;125.000 kg/cm2 dengan nilai tekuk maksimum yaitu 294 mm.   Kata Kunci : kayu panggoh,sambungan ganda, kuat tekan, tekuk kolom, baut
PENGARUH PERSENTASE BUBUK PERLIT SEBAGAI WAKTU IKAT SEMEN Lia Kartika Sitompul
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.807 KB)

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya kebutuhan semen merupakan salah satu latar belakang permasalahan pada industri konstruksi saat ini. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian lebih jauh lagi tentang material tambah ataupun material pengganti yang dapat digunakan sebagai pengganti semen. Perlit (perlite) merupakan salah satu jenis batuan gelas vulkanik yang mengembang dan berpori ketika dipanaskan. Perlit dapat juga didefinisikan sebagai batuan gelas silikat yang mengandung sekitar 70% SiO2, dan jika dipanaskan pada suhu tertentu bisa mengembang 4 hingga 20 kali volume semula. Di dalam penelitian ini, digunakan bubuk perlit sebagai campuran pasta semen. Campuran variasi yang digunakan adalah 0%,  5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen.  Berdasarkan SNI, waktu ikat awal dan waktu ikat akhir dengan menggunakan alat vicat. Waktu Ikat awal adalah waktu dari pencampuran air dan semen menjadi pasta semen. Sedangkan waktu ikat akhir adalah waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras dan  cukup kaku untuk menahan tekanan. Persentase kadar air yang akan digunakan diperoleh dari pengujian konsistensi normal semen. Semakin besar persentase bubuk perlit yang digunakan, semakin besar nilai konsistensi yang didapatkan. Data hasil analisa waktu ikat awal menunjukkan bahwa penambahan bubuk perlit mempengaruhi waktu ikat awal dan waktu ikat akhir pasta semen. Diketahui bahwa variasi bubuk perlit 20% merupakan  dengan waktu ikat awal, yaitu 4% lebih lama dari pasta semen normal tanpa subtitusi. Sedangkan pada waktu ikat akhir tidak terdapat pengaruh karena penambahan bubuk perlit.
ANALISA KAJIAN TEGANGAN BETON DENGAN CAMPURAN SERAT AMPAS TEBU (BAGGASE) Desi Pardede
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.624 KB)

Abstract

ABSTRAK Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang sering digunakan pada konstruksi bangunan. Pada beton, serat dapat dijadikan sebagai material tambahan baru contohnya serat ampas tebu. Dalam penelitian ini, serat ampas tebu digunakan sebagai bahan tambahan lain dalam campuran beton yang dibandingkan dengan beton normal untuk mengetahui nilai absorbsi, kuat tekan, dan elastisitas beton. Adapun variasi serat ampas tebu yang digunakan adalah 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%.  Dari hasil pengujian diperoleh hasil peningkatan pada nilai slump dan elastisitas, serta penurunan pada kuat tekan. Pada pengujian, absorbsi beton meningkat hingga 8,53% dengan serat ampas tebu 40%. Kekuatan tekan beton yang memenuhi kriteria perencanaan beton 14,525 MPa terdapat pada serat ampas tebu 15% sebesar 178,037 kg/cm2. Peningkatan elastisitas beton hingga 462,341% (elastisitas naik sebesar 4 kali lipat dari elastisitas rata-rata beton normal). Pada penelitian ini semakin besar persentase campuran serat ampas tebu, maka porositas yang terjadi akan semakin besar. Sehingga terjadi penurunan pada kuat tekan dan meningkatnya nilai absorbsi pada beton. Penggunaan serat ampas tebu berhasil meningkatkan elastisitas beton.   Kata Kunci :  serat ampas tebu, absorbsi, kuat tekan dan elastisitas
KAJIAN PERBANDINGAN RESPON DINAMIK LINIER DENGAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU (TIME HISTORY ANALYSIS) MENGUNAKAN MODAL ANALISIS (MODE SUPERPOSITION METHOD) DAN INTEGRASI LANGSUNG (DIRECT TIME INTEGRATION METHOD) Kevin kevin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.734 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah negara yang dilalui 2 jalur seismik.Hal ini menyebabkan gempa bumi sering terjadi di negara ini.Bagi seorang insinyur teknik sipil khususnya struktur, beban gempa menjadi aspek penting yang perlu diperhitungkan dalam mendesain bangunan terutama dari segi struktural.Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha penyederhanaan agar model analisis pengaruh gempa terhadap respon struktur dapat diperhitungkan oleh kebanyakan insinyur. Penyederhanaan yang dipakai adalah bahwa rekaman dari free field dianggap sebagai rekaman di bawah fondasi bangunan . Terdapat beberapa penyederhanaan untuk memperhitungkan efek gempa terhadap analisis struktur bangunan yaitu menggunakan Beban Ekivalen Statik, Spektrum Respon dan dengan Analisis Riwayat Waktu .Untuk memperhitungkan efek gempa terhadap analisis struktur bangunan yang digunakan pada tugas akhir saya ialah Model Analisis Riwayat Waktu adalah dasar struktur bangunan digetar oleh gempa yang pada umumnya memakai rekaman gempa tertentu.Untuk menganalisis masalah dinamik linier riwayat waktu  terdapat dua metode, yaitu Modal Analisis dan Integrasi Langsung . Pada tugas akhir ini dianjurkan untuk menggunakan Metode Modal Analisis, karena hasilnya lebih akurat walaupun pengerjaannya memerlukan waktu yang lama dibandingkan dengan Metode Integrasi langung baik menggunakan  Metode Newmark maupun Metode Wilson yang hasilnya kurang akurat namun waktu pengerjaan yang lebih cepat. Kata Kunci :Analisis Riwayat Waktu, Modal analisis, Integrasi langsung, respon dinamik
PERENCANAAN STABILITAS LERENG DENGAN SHEET PILE DAN PERKUATAN GEOGRID MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Erin Sebayang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.471 KB)

Abstract

Abstrak   Kelongsoran pada lereng yang disebabkan karena menurunnya kekuatan geser tanah sehingga tidak dapat memikul beban kerja yang terjadi dapat diperbaiki dengan menggunakan sheet pile atau dengan perkuatan geogrid. Pada kasus jalan Kota Pematang Siantar dengan Parapat di Km. 171 badan jalan mengalami kelongsoran sehingga diperlukan penanganan untuk kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh counterweight di belakang sheet pile, pengaruh kedalaman penanaman sheet pile dan pengaruh letak geogrid terhadap stabilitas lereng menggunakan Metode Elemen Hingga dengan Program Plaxis. Dari hasil perhitungan diperoleh lereng tanpa counterweight memiliki faktor keamanan sebesar 1,16 sedangkan lereng dengan counterweight memiliki faktor keamanan sebesar 2,29. Maka lereng dengan counterweight memiliki faktor keamanan yang lebih besar. Lereng dengan penambahan panjang sheet pile memiliki faktor keamanan sebesar 2,41 sedangkan lereng dengan pengurangan panjang sheet pile memiliki faktor keamanan sebesar 2,23. Maka lereng dengan penambahan panjang sheet pile memiliki faktor keamanan yang lebih besar. Lereng dengan pemasangan geogrid yang sebidang memiliki faktor keamanan sebesar 2,10 sedangkan lereng dengan pemasangan geogrid  tidak sebidang memiliki faktor keamanan sebesar 2,29, maka geogrid yang tidak sebidang memiliki faktor keamanan yang lebih besar daripada geogrid yang sebidang. Kata Kunci : sheet pile, geogrid, counterweight,metode elemen hingga, faktor keamanan lereng  
ANALISIS EFEKTIFITAS PENEMPATAN TUNED MASS DAMPER PADA BANGUNAN BERTINGKAT DALAM MEREDUKSI RESPON STRUKTUR AKIBAT BEBAN GEMPA Agus Budiman Sikumbang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.707 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas moderat hingga tinggi. Maka sebaiknya untuk rekonstruksi dibutuhkan pembangunan rumah dan gedung perkantoran yang kuat terhadap beban gempa shingga mengurangi korban dan kerugian materi. Berbagai metode telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja bangunan dalam menerima beban gempa, salah satu metode yang dikembangkan adalah dengan  menggunakan peredam atau damper untuk mengontrol respon struktur yang menerima pembebanan gempa, dengan jalan mendisipasikan energi gempa melalui peredam yang dipasang pada struktur utama. Salah satu alat kontrol yang menggunakan damper pada struktur yang berdasarkan penggunaan massa tambahan sebagai sistem penyerap energi adalah Tuned Mass Damper (TMD). Alat ini dapat dipasang pada bermacam-macam struktur: gedung bertingkat tinggi, menara, bentangan yang panjang, dan jembatan. Tujuan utama pemasangan TMD pada gedung tinggi untuk mengurangi goyangan gedung akibat gaya angin dan akibat gaya gempa. Pemasangan TMD ini dapat dipasang di berbagai lantai pada gedung. Namun pemasangan dilantai yang berbeda memiliki nilai fungsi TMD yang berbeda juga. Sehingga dibutuhkan penempatan TMD yang efektif pada lantai tertentu untuk mendapat nilai fungsi TMD yang maksimum dan nilai perpindahan gedung yang minimum. Dan dengan menggunakan perhitungan analisis modal dan respon spectra design diperoleh hasil bahwa Tuned Mass Damper (TMD) yang dipasang pada lantai paling atas dari sebuah bangunan bertingkat memiliki efektifitas maksimum dalam mereduksi gaya gempa dibandingkan pemasangan Tuned Mass Damper (TMD) pada lantai tengah dan lantai terbawah bangunan. Kata Kunci: respon Spectra dan Tuned Mass Damper.
ANALISA TEGANGAN DUA DIMENSI PADA BALOK TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA DAN METODE HEFT 240 Ovit Samuel Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.65 KB)

Abstract

ABSTRAK Menurut ACI Committe 318, balok tinggi didefinisikan sebagai komponen struktur dengan beban  bekerja pada salah satu sisinya dan perletakan pada sisi lainnya sehingga strut tekan dapat terbentuk diantara beban dan perletakan.Salah satu  metode lain yang bisa dipakai untuk mencari  tegangan pada balok tinggi dapat menggunakan metode elemen hingga. Untuk melakukan analisis ini dipergunakan elemen segitiga(constant strain triangle ). Penulis memakai program Microsoft Excel dalam menyelesaikan perhitungan yang nantinya nilai tegangan yang didapat akan dibandingkan dengan menggunakan metode Heft 240. Hasil analisis dengan metode elemen hingga bahwa balok tinggi dengan balok biasa mempunyai karakteristik tengangan yang sangat berbeda, karena pada balok biasa tidak diperhitungkan tegangan normal ( tegangan vertikal ). Akibatnya melalui pengaruh tegangan normal menghasilkan distribusi tegangan lentur menjadi tidak linier. Kata kunci :balok tinggi, , metode elemen hingga, elemen segitiga,  metode Heft 240, Microsoft Excel , strut.
STUDI EXPERIMENTAL PERBANDINGAN PERILAKU KUAT GESER PADA TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN BAHAN PENCAMPUR GYPSUM DAN SEMEN Elisa Dwijayanti Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.165 KB)

Abstract

ABSTRAK Untuk mengatasi masalah akibat sifat fisik dan mekanis tanah yang kurang baik dilakukan proses stabilisasi tanah. Jenis tanah yang sering dilakukan proses stabilisasi adalah tanah yang bersifat kohesif seperti lempung. Dalam penelitian ini akan dilakukan percobaan stabilisasi tanah secara kimiawi yaitu dengan mencampur bahan tambahan berupa gypsum dan juga semen terhadap tanah lempung dan dilakukan percobaan kuat tekan bebas tanah untuk mengetahui perbandingan kuat geser yang dihasilkan oleh masing-masing bahan pencampur tersebut. Variasi kadar campuran untuk masing-masing bahan pencampur terhadap tanah lempung adalah 4%, 8%, 10% dan 15% dengan masa peram selama 15 hari. Diperoleh hasil untuk variasi kadar campuran sebesar 15%, kuat tekan bebas tanah yang dihasilkan oleh bahan pencampur gypsum mencapai 9,388 kg/cm2 sedangkan dengan bahan pencampur semen mencapai 6,063 kg/cm2. Jika dibandingkan terhadap hasil pengujian kuat tekan bebas tanah pada tanah asli sebesar 2,883 kg/cm2 , kedua bahan pencampur ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil kuat tekan bebas tanah. Akan tetapi hasil penstabilisasian dengan bahan pencampur gypsum selalu menunjukkan nilai kuat tekan bebas tanah yang lebih besar. Kata kunci : stabilisasi tanah, lempung, gypsum, semen, uji kuat tekan bebas tanah.