cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
KARAKTERISTIK STRUKTUR KOTA DAN PENGARUHNYA TERHADAP POLA PERGERAKAN DI KOTA MEDAN Daniel S Pasaribu Surbakti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.222 KB)

Abstract

ABSTRAK Transportasi selalu menjadi masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar. Usaha pemerintah dalam memecahkan masalah transportasi dapat dilakukan melalui pemecahan sektoral, dengan meningkatkan kapasitas jaringan jalan ,pembangunan jaringan jalan baru, rekayasa manajemen lalu lintas dan pengaturan transportasi angkutan umum, kemudian dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan struktur tata ruang kota terpadu. Struktur kota yang efisien akan mengakomodasikan pusat dan sub pusat kota sedemikian rupa sehingga mampu mengurangi ketergantungan kawasan kota hanya pada satu kawasan pusat atau dapat disimpulkan struktur kota yang baik akan mampu  menyebarkan pola pergerakan secara merata di seluruh kawasan, tidak terpusat pada pusat kota. Hal ini secara langsung dapat mengurangi persoalan transportasi, antara lain kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur kota Medan kemudian menjelaskan pengaruhnya terhadap pola pergerakan. Jenis penelitian deskriptif, digunakan analisis deskriptif melalui analisis pencarian fakta berdasarkan sumber data sekunder yang berasal dari instansi terkait yang sesuai dengan referensi yang ada. Hasil penelitian ini menyimpulkan struktur tata ruang kota Medan yang diarahkan berpola multiple nuclei (pola berpusat banyak) dengan jaringan jalan pola gradual/grid dengan faktor perdagangan yang menjadi faktor utama dari struktur kota yang mempengaruhi pola pergerakan di kota Medan.   Kata kunci : Struktur kota, grid, pola pergerakan, multiple nuclei
STUDI SISTEM DRAINASE RESAPAN UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR DI LINGKUNGAN III, PASAR III, PADANG BULAN, MEDAN Maulidi Al Kahfi Maulidi Al Kahfi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.79 KB)

Abstract

ABSTRAK Kondisi daerah Lingkungan III Pasar III Kecamatan Padang Bulan Medan merupakan daerah rawan banjir setiap kali musim penghujan datang dikarenakan berkurangnya daerah tangkapan hujan dan drainase yang tidak berfungsi semestinya. Penerapan sistem drainase resapan adalah salah satu solusi dalam penanggulangan banjir di Kota secara berkelanjutan. Secara teori laju infiltrasi f konstan pada daerah studi adalah 15 cm/jam, sedangkan nilai permeabilitas k tanah adalah 8.97×10-4 cm/jam pada kedalaman tanah 1,5 meter. Sedangkan debit banjir yang dapat direduksi adalah sekitar 40%. Sedangkan tundaan waktu yang diberikan sumur resapan sebelum melimpas kedalam drainase adalah selama 1,45 jam. Debit banjir setelah direduksi oleh sistem drainase resapan sebesar 0,3745 m3/detik. Sementara untuk debit banjir rumah sebesar 0.00102 m3/detik, dalam hal ini sumur resapan mampu mereduksi debit banjir rumah sebesar 83% menjadi 0.000175 m3/detik untuk setiap rumah. Sistem drainase resapan ini juga telah diterapkan pada rumah penulis, dan dapat merdeuksi banjir sebesar 48,75 %. Dapat disimpulkan penerapan sistem drainase resapan cukup siknifikan dalam menanggulangi masalah banjir di Lingkungan III Pasar III Kecamatan Padang Bulan Medan. Kata kunci: Drainase resapan, sumur resapan, infiltrasi, permeabilitas
PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI DENGAN METODE ACI (AMERICAN CONCRETE INSTITUTE) Krisman Aprieli Zai
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.586 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi beton terutama beton mutu tinggi sekarang ini sangat pesat. Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaan. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tuntutan dan tantangan yang semakin tinggi terhadap pemakaian beton mutu tinggi itu sendiri. Sifat beton sendiri akan mengalami penurunan kekuatan akibat adanya bahan tambah semen, agregat, dan adanya pori-pori. Pengurangan faktor air semen (fas) dan penambahan additive seperti silica fume sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi porositas. Pengurangan fas mengakibatkan menurunnya porositas beton dan pori-pori, namun kelecakan beton juga akan berkurang sehingga sulit dikerjakan. Agar mudah dikerjakan maka perlu digunakan superplasticizer dengan dosis tertentu terhadap berat semen sehingga akan meningkatkan kelecakan pasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan silica fume dan superplasticizer terhadap kuat tekan beton mutu tinggi. Kadar silica fume yang digunakan sebanyak 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen dan superplasticizer sebanyak 2% dari berat semen untuk semua variasi. Mutu beton yang direncanakan f’c 70 MPa yang diuji pada umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari setelah terlebih dahulu dilakukan curing. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder ukuran Ø 15 cm x 30 cm, sebanyak 100 benda uji dimana untuk setiap variasi sebanyak 20 benda uji. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada penambahan silica fume 10% dan superplasticizer 2% dari berat semen diperoleh kuat tekan beton optimum sebesar 81,76 MPa pada umur 28 hari dan mempunyai kuat tekan beton karakteristik sebesar 960 kg/cm2.   Kata kunci: beton mutu tinggi, kuat tekan, superplasticizer, silica fume.
PEMANFAATAN LIMBAH KALENG BEKAS SEBAGAI SERAT DAN PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Luhut Parulian Bagariang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.513 KB)

Abstract

ABSTRAK   Salah satu upaya tersebut adalah dengan memanfaatan limbah kaleng bekas yang diolah menjadi serat dan limbah pembakaran batu bara seperti fly ash. Limbah kaleng bekas dan fly ash ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada campuran beton. Dalam penelitian ini, serat kaleng dan fly ash ditambah dalam satu campuran beton. Variasi I merupakan beton normal, variasi II dengan penambahan serat kaleng sebesar 20%, dan variasi III dengan penambahan serat kaleng sebesar 20% dan fly ash sebesar 15% dari volume semen. Pengujian yang dilakukan berupa slump tes, kuat tekan, kuat tarik belah, absorbsi beton dan pola retak beton. Dari hasil pengujian diperoleh kenaikan pada nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan absorbsi. Namun peningkatan yang paling besar adalah perawatan basah daripada perawatan awal basah 7 hari maupun awal kering 7 hari. Peningkatan kuat tekan yang paling besar adalah variasi III sebesar 8,333% dari beton normal. Kuat tarik belah yang mengalami peningkatan sebesar 18,414% dari beton normal. Absorbsi beton mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,183% dan 0,392% dari beton normal. Untuk pola retak, setiap variasi menunjukkan adanya pengurangan jumlah retak dan panjang retak.   Kata kunci: serat kaleng, fly ash, kuat tekan, tarik belah, absorbsi, pola retak
KAJI ULANG SISTEM DRAINASE UNTUK MENGATASI BANJIR GENANGAN DI PERUMAHAN VILLA JOHOR, KEC. MEDAN JOHOR Elgina Febris Manalu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.656 KB)

Abstract

ABSTRAK Drainase merupakan sebuah sistem yang dibuat untuk menangani persoalan kelebihan air, baik kelebihan air yang berada di atas permukaan tanah maupun di bawah permukaan tanah. Pengendalian banjir merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya air yang lebih spesifik untuk mengendalikan debit air, salah satunya melalui peningkatan saluran pembawa atau drainase. Dalam penelitian ini, data curah hujan diperoleh dari Stasiun Polonia selama 20 tahun terakhir. Curah hujan dianalisis dengan menggunakan empat Metode Distribusi; Distribusi Normal, Distribusi Log-Normal, Distribusi Log Pearson-III dan Distribusi Gumbel. Debit rencana dihitung dengan menggunakan Rumus Rasional dan intensitas hujan dengan menggunakan Rumus Mononobe dan mencari dimensi dengan Rumus Manning. Perencanaan sumur resapan dengan menggunakan Metode Sunjoto. Dari perhitungan, diperoleh curah hujan harian maksimum (R24) dengan Distribusi Gumbel yaitu R24 = 412 mm/jam untuk periode ulang 2 tahun dan R24 = 513 mm/jam untuk periode ulang 5 tahun. Debit banjir maksimum akibat curah hujan terjadi di Saluran Sekunder-1 yaitu sebesar 0,474 m3/detik. Debit air pembuangan atau air kotor maksimum sebesar 0,0033 m3/detik pada saluran Tersier-D. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dimensi drainase eksisting tidak mampu lagi untuk menampung debit kumulatif maksimum yang terjadi di Perumahan Villa Johor. Solusi paling efektif adalah dengan perencanaan sumur resapan. Sumur resapan dapat menampung maksimum 430 liter dengan dimensi D = 1m dan H = 5,5 m.   Kata kunci : banjir perumahan, curah hujan, drainase, sumur resapan
ANALISIS PERBANDINGAN KOLOM BETON BERTULANG BERBENTUK BULAT DAN PERSEGI MENGGUNAKAN CARBON FIBER WRAP TERHADAP VARIASI PEMBEBANAN AKSIAL (EKSPERIMEN). Jimmy Carter Tarigan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.069 KB)

Abstract

ABSTRAK Kolom memegang peranan penting dari suatu bangunan karena memikul beban aksial, momen lentur, dan gaya geser. Dengan adanya perkembangan teknologi, ditemukanlah material jenis baru yang dapat memperkuat beton tanpa harus mengganti beton lama yang telah mengalami kerusakan yaitu  Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Dengan adanya teknik perbaikan dengan menggunakan carbon fiber tersebut, maka akan terjadi peningkatan kapasitas kolom beton bertulang setelah perbaikan sehingga variasi pembebanan yang dilakukan dapat menunjukkan seberapa besar pengaruh carbon tersebut untuk mengembalikan kekuatan kolom seperti pada kekuatan awalnya. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kolom berpenampang bulat dan kolom berpenampang persegi akibat pengaruh Carbon Fiber terhadap kapasitas aksial ultimate kolom dan kekangan yang diberikan oleh tulangan transversal dan CFRP. Peningkatan kapasitas beban aksial ultimate yang signifikan akan memberikan faktor keamanan yang tinggi pada perencanaan kolom. Selain itu, efek kekangan yang diberikan oleh CFRP dan tulangan transversal akan memberikan ketahanan dari gaya-gaya luar maupun gaya-gaya dalam, serta nilai daktilitas yang tinggi. Dalam tugas akhir ini, penulis membahas mengenai pembebanan aksial sentris pada kolom serta peningkatan kekuatan kolom yang digambarkan dalam bentuk output diagram interaksi. Dari hasil analisis diperoleh bahwa peningkatan kuat tekan setelah dilapisi dengan CFRP pada kolom bulat adalah sebesar 46,05% sementara pada kolom persegi meningkat sebesar 31,4%. Dan pada pembebanan sentris pada kolom hasil eksperimen diperoleh peningkatan kapasitas aksial sebesar 73,26% pada kolom bulat, dan peningkatan kapasitas aksial sebesar 67,42% pada kolom persegi. Kata Kunci : Kolom,Carbon Fiber Reinforcer Polymer (CFRP),Kuat Tekan, Kapasitas Aksial.
ANALISA BALOK TINGGI DENGAN VARIASI PERLETAKAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA MENGGUNAKAN ELEMEN SEGIEMPAT (BILINEAR QUADRILATERAL) Eviroza Indah Savitri
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.22 KB)

Abstract

ABSTRAK Kekuatan struktur merupakan hal yang paling diperhatikan dalam mendesain struktur seperti balok tinggi. Kekuatan struktur mengacu pada kekuatan bahan saat menerima beban. Analisa kekuatan bahan bertujuan untuk menentukan tegangan ataupun regangan yang terjadi, selanjutnya menentukan ataupun mengevaluasi dimensi konstruksi. Sampai saat ini analisa tegangan - regangan dilakukan dengan dasar hukum Hooks. Sekarang ini telah berkembang metode lain yang dapat digunakan untuk mengetahui distribusi tegangan dan menganalisa kekuatan bahan, yaitu metode elemen hingga. Pemodelan metode ini yaitu dengan membagi-bagi dalam bagian yang kecil yang secara keseluruhan masih mempunyai sifat yang sama dengan benda yang utuh sebelum terbagi dalam bagian yang terkecil. Untuk melakukan analisa ini penulis menggunakan bantuan program Microsoft Excel untuk mempermudah perhitungan. Dalam tulisan ini penulis akan membahas penggunaan elemen segiempat dengan sebuah beban terpusat sebesar 2000 KN untuk balok tinggi perletakan sederhana dan tiga buah beban terpusat sebesar 2000 KN untuk balok tinggi menerus dengan tumpuan empat buah sendi. Output yang didapat dalam analisis metode elemen segiempat ialah nilai defleksi, tegangan dan regangan, dari hasil output tersebut akan dianalisis lagi bagaimana penulangannya, kemudian di bandingkan dengan analisis metode konvensionalnya. Pada balok tinggi perletakan sederhana untuk nilai defleksi pada titik tinjau 4 dengan metode elemen    segiempat  adalah  sebesar -0,000314635 m  dan  secara analitis  sebesar -0,00039511 m, terdapat suatu penyimpangan terhadap nilai analitisnya sebesar 20,367, sedangkan untuk perencanaan penulangan lenturnya terhadap nilai As perlu terdapat selisih sebesar 30.56 %. Nilai perbandingan yang didapat pada balok tinggi perletakan empat buah sendi untuk nilai defleksi pada titik tinjau 4 dengan metode elemen    segiempat  adalah  sebesar -0.000287602 m  dan  secara analitis  sebesar -0.00021731 m, terdapat suatu penyimpangan terhadap nilai analitisnya sebesar 32,346, sedangkan untuk perencanaan penulangan lentur positifnya terhadap nilai As perlu terdapat selisih sebesar 4,47 % dan penulangan lentur negatifnya terhadap nilai As perlu terdapat selisih sebesar 8,08 %.   Kata Kunci : Balok Tinggi, Defleksi , Metode elemen hingga, Elemen segiempat, Penulangan, Metode Konvensional.
ANALISA DAN PERENCANAAN BALOK TINGGI DENGAN VARIASI PERLETAKAN MENGGUNAKAN METODE STRUT AND TIE Putri Mutia Hafni Nasution
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.696 KB)

Abstract

ABSTRAK Balok tinggi (deep beam) biasanya memikul beban yang besar dan aksi balok tinggi dapat dijumpai pada dinding pondasi (foundation wall), topi pancang (pile cap), dan dinding geser (shear wall) yang mengalami tegangan yang cukup besar pada elemen-elemennya. Balok tinggi dapat berupa bentangan tunggal maupun menerus. Pada balok tinggi perbandingan tinggi dengan lebarnya dapat mencapai dua kali lipat atau kurang. Balok tinggi  dapat dianalisa dengan analisis non-linier dan dapat juga menggunakan metode strut-and-tie. Metode ini menggunakan analogi rangka batang. Dengan metode ini aliran tegangan dapat digambarkan dengan bentukan seperti rangka batang  yang menunjukkan loadpath yang paling realistis. Metode Strut and Tie membagi elemen struktur menjadi dua bagian yaitu daerah B (Beam atau Bernoulli) dan daerah D (Disturbed atau Discontinued) yaitu bagian struktur yang mengalami perubahan geometri atau bisa juga bagian yang ditempati beban terpusat yang menyebabkan aliran tegangan pada bagian itu memiliki distribusi tegangan non linier. Dapat dilihat bahwa metode Strut and Tie menghasilkan penulangan yang lebih efisien dan efektif daripada dengan metode konvensional. Selisih antara kedua metode ini mencapai 15.93 % untuk rata-rata nilai perhitungan tulangan lentur dimana hasil yang lebih kecil didapat dari Metode Strut  and Tie. Kata kunci : balok tinggi, strut and tie model, daerah D, ACI Building Code 2002.
ANALISIS PERBANDINGAN NILAI IRI BERDASARKAN VARIASI RENTANG PEMBACAAN NAASRA Doan Arinata Siahaan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.608 KB)

Abstract

ABSTRAK Tingkat kerataan jalan (International Roughness Index, IRI) merupakan salah satu parameter yang sering digunakan untuk menentukan tingkat kondisi pelayanan suatu ruas jalan yang berpengaruh pada kenyamanan pengemudi (riding quality). Syarat utama jalan yang baik adalah kuat, rata, kedap air, tahan lama dan ekonomis sepanjang umur yang direncanakan. Untuk memenuhi syarat tersebut perlu dilakukan monitoring dan evaluation secara periodik/berkala sehingga dapat ditentukan metode perbaikan konstruksi yang tepat. Untuk mengetahui tingkat kerataan permukaan jalan dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan salah satu cara/metode yang direkomendasikan oleh Bina Marga maupun AASHTO yaitu metode NAASRA, seperti yang akan dilakukan pada studi ini. Tujuan pengukuran dan analisis kerataan jalan menggunakan metode NAASRA adalah: mengetahui nilai ketidakrataan jalan pada setingan rentang 100 m pada profil memanjang, menganalisis perbandingan nilai ketidakrataan berdasarkan setingan rentang 100 m dengan rentang 50 m dan 200 m, serta mengurutkan prioritas perbaikan kerusakan perkerasan yang terjadi. Hasil dari analisis/studi memperlihatkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik yaitu nilai IRI yang relatif kecil, maka setingan halda 50 akan lebih baik digunakan. Namun dengan tingkat yang lebih baik maka sensitivitas penanganan jalan akan cenderung tereduksi. Hal ini berkebalikan dengan setingan halda 100 yang akan menghasilkan nilai yang cenderung lebih besar, namun dengan hasil yang didapat maka tingkatan prioritas penanganan pada setingan halda ini akan lebih baik.
EVALUASI KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO ( PLTM ) HUTARAJA DI KECAMATAN DOLOK SANGGUL KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN PROPINSI SUMATERA UTARA Junmiflin Sihite
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.975 KB)

Abstract

ABSTRAK Krisis listrik yang terjadi mendorong pengimplementasian energi terbarukan sebagai upaya untuk memenuhi pasokan listrik Negara. PLTM adalah jenis pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air sebagai bahan bakarnya sehingga dapat menghasilkan listrik. Besarnya listrik yang dihasilkan oleh PLTM tergantung pada debit alirannya dan tinggi jatuh atau head pada instalasinya. Debit aliran dan tinggi jatuh berbanding lurus dengan daya yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan studi ini dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer mencakup inventarisasi komponen PLTM, mulai dari intake, saluran pembawa, hingga rumah pembangkit (power house). Data sekunder meliputi data curah hujan, topografi, as back drawing, daerah tangkapan air (catchment area), UKL & UPL, dll. Setelah data terkumpul, akan dilanjutkan pada tahap analisa. Analisa yang dilakukan meliputi analisa hidrologi yang bertujuan untuk mengetahui out put daya yang dapat dihasilkan PLTM, analisa Pekerjaan Sipil & Mekanikal Elektrikal, dan analisa Finansial yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari sisi ekonomi. Study ini akan membahas bagaimana kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Hutaraja apakah PLTM tersebut layak untuk dikembangkan? Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa perhitungan debit andalan dengan Metode F.J. Mock menghasilkan debit andalan sebesar 3,312 m3/dtk dan daya yang dihasilkan sebesar 26.280.000 KwH/Thn. Dari perhitungan, biaya yang digunakan untuk pembangunan PLTM Hutaraja adalah ± Rp. 56.920.000.000,00. Berdasarkan hasil analisa hidrologi dan analisa finansial maka PLTM Hutaraja layak untuk dikembangkan mengingat waktu pengembalian biaya pembangunan jauh lebih kecil yaitu 7thn dari umur PLTM yaitu 20thn.   Keywords : PLTM, Pembangkit Listrik, Mini Hidro