cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PERBANDINGAN ANGGARAN BIAYA PADA PROYEK PERUMAHAN VILLA WISATA DAN JOHOR RIVERSIDE BERDASARKAN METODE BOW DENGAN SNI Darwin Krisnajaya
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.473 KB)

Abstract

Abstrak Dalam suatu proyek konstruksi, analisa biaya konstruksi adalah faktor yang penting sekaligus sebagai tahap awal yang dilakukan pengusaha jasa konstruksi untuk mengikuti lelang atau tender. Kecakapan seorang pengusaha jasa konstruksi sangat diperlukan untuk menentukan harga saat proses tender dan mendapatkan keuntungan yang besar.Bila pada lelang harga yang diajukan terlalu tinggi, kemungkinan besar pengusaha akan mengalami kekalahan. Sebaliknya jika harga terlalu rendah, pengusaha akan mengalami kesulitan jika terjadi hal tak terduga. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan pembangunan gedung dan bangunan di bidang konstruksi, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan yaitu Analisa Biaya Konstruksi.Analisa biaya konstruksi yang selama ini dikenal diantaranya analisa BOW dan SNI.Dari perhitungan analisa harga satuan yang dilakukan pada 2 lokasi proyek ,didapatkan perbandingan harga satuan dengan metode BOW dan SNI. Dan menghasilkan anggaran biaya yang ekonomis dengan menggunakan metode SNI yaitu sebesar Rp. 272.832.249,5 sedangkan hasil anggaran biaya dengan metode BOW yaitu sebesar Rp 296.550.758,5 pada Proyek Perumahan Villa Wisata dan menghasilkan anggaran biaya yang ekonomis dengan menggunakan metode SNI yaitu sebesar Rp. 83,166,166.43 sedangkan hasil anggaran biaya dengan metode BOW yaitu sebesar Rp 107,414,833.7 pada Proyek Perumahan Johor Riverside. Kata Kunci: Harga Satuan Pekerjaan, BOW, SNI.
MANAJEMEN PENGADAAN MATERIAL PEMBETONAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (STUDI KASUS : PROYEK SHOWROOM WAHANA MEDAN) Einsteinius Surbakti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.101 KB)

Abstract

Abstrak  Pada pelaksanaan proyek sebuah konstruksi bangunan, tidak akan terlepas dari salah satu komponen utamanya yakni material, material sebagai salah satu komponen penting pada suatu proyek konstruksi memiliki keterkaitan dengan anggaran biaya proyek, namun pada pelaksanaan proyek konstruksi bangunan. Tidak akan dapat dihindari munculnya masalah dalam pengadaan material. Perencanaan dalam pengadaan material merupakan hal yang penting demi menunjang kelancaran seluruh aktifitas pelaksanaan konstruksi.  Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mendapatkan cara yang optimum dalam perencanaan kebutuhan material dalam suatu proyek konstruksi. Sehingga material yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan seusia dengan jadwal dimana material yang dibutuhkan akan digunakan.Maka digunakan suatu teknik rekayasa pengadaan material yang disebut Material Requirement Planning dimana dengan menggunakan 2 teknik losizing yakni lot for lot dan part period balancing bisa kita estimasikan biaya pengadaan dan biaya simpan yang paling optimum dari segi biaya.   Dari analisis menggunakan teknik lot for lot dan part period balancing bisa disimpulkan bahwa biaya pengadaan dengan menggunakan teknik lot for lot lebih besar dibanding dengan teknik part period balancing dimana material semen, pasir, dan kerikil memiliki frekuensi pesan sebanyak 6 kali dengan total biaya pemesanan masing-masing material berjumlah Rp.18.300,00.Namun disisi lain teknik part period balancing memiliki biaya simpan material lebih besar dibanding teknik lot for lot yakni berjumlah Rp.908,00 untuk semen, Rp.884,00 untuk pasir, dan Rp.797,00 untuk kerikil.  Kata Kunci :Material Requirement Planning, Lot for Lot,Part Period Balancing, Persediaan
EVALUASI PEMERIKSAAN KUAT TEKAN PADA BENDA UJI JOBMIX DAN BENDA UJI CORE DRILL Eri Roki Natanael
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.586 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode core drill beton adalah suatu metoda pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil (bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian Kuat Tekan. Beton Jobmix dalam hal ini ialah beton Ready Mix sampel yang Mix Designya sama dengan Benda Uji Beton Core Drill, serta memiliki mutu dan pabrikan serta di cor pada saat yang sama dengan benda uji balok beton yang nantinya di core, tetapi di cetak dalam silinder beton berukuran 15x30 cm tetapi tidak di core yang nantinya akan diuji pada waktu yang sama. Pengujian kuat tekan (ASTM C-39) dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti”. Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Evaluasi didapat dari hasil uji kuat tekan sampel yang di core drill dan sampel beton Jobmix. Kata Kunci : Benda Uji Core Drill, Benda UjiJob Mix, Kuat Tekan, Evaluasi
ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BETON BERTULANG PADA PONDASI BERDASARKAN ANALISA PADA PROYEK DAN PERMEN PUPR MENGGUNAKAN SOFTWARE MICROSOFT PROJECT (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Apartemen The Wahid Residences) Fahmi Rahman
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.444 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya koefisien harga satuan pekerjaan di lapangan, membandingkannya dengan PERMEN PUPR, mengetahui harga satuan pekerjaan yang paling efisien, dan membandingkan rasio harga satuan pekerjaan di lapangan dengan PERMEN PUPR.. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien tenaga kerja aktual mandor 0,117; tukang 0,336; pembantu tukang 0,438 untuk membuat 1 m3 beton. Mandor 0,001; tukang 0,008; pembantu tukang 0,010 untuk pekerjaan 100 kg pembesian. Mandor 0,017; tukang 0,050; pembantu tukang 0,073 untuk pekerjaan 1 m2 pembekistingan. Nilai koefisien aktual pembetonan lebih besar dibandingkan dengan PERMEN PUPR. Namun pada Pembesian dan Pembekistingan lebih kecil dibandingkan dengan PERMEN PUPR. Harga satuan kondisi lapangan lebih efisien dibandingkan dengan PERMEN PUPR. Rasio perbandingan harga satuan pekerjaan pada pekerjaan pembetonan, pembesian dan pembekistingan pada kondisi aktual lebih kecil dibandingkan dengan PERMEN PUPR.  Kata Kunci : estimasi biaya, RAB (Rencana Anggaran Biaya), Permen PUPR, Ms.Project, harga satuan, beton bertulang.
ANALISIS KINERJA PROSES PELELANGAN PEKERJAAN KONSTRUKSI SECARA ELEKTRONIK DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Pemerintah Kota Medan) Abdul Zailani
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.014 KB)

Abstract

ABSTRAK   LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/lnstitusi Lainnya (K/L/D/I) untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN yang tidak membentuk LPSE dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya untuk melaksanakan pengadaan secara elektronik. Selain memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik LPSE juga melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan.  Pengadaan barang/jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Dasar hukum pembentukan LPSE adalah Pasal 111 Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah yang ketentuan teknis operasionalnya diatur oleh Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 tentang Layanan pengadaan Secara Elektronik. LPSE dalam menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.  Ditinjau dari segi waktu, pengumuman harus ditulis di surat kabar selama 1 hari dan selama 7 hari pengumuman di Kantor Pemerintah Kota Medan, sedangkan dengan menggunakan sistem elektronik hanya perlu memasukkannya didalam website resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Kota Medan. Ditinjau dari segi biaya, terdapat beberapa faktor kenapa pelelangan secara elektronik lebih hemat dibandingkan secara manual karena pada pelelangan secara manual Pokja layanan Pengadaan harus melakukan pembayaran pada pembelian kertas, tinta, pembelian perangkat komputer dan printer, penyewaan gedung, dan sampai biaya pengamanan dari pihak kepolisian sedangkan dengan meggunakan sistem pelelangan secara elektronik hanya perlu mengunggah (upload) ke website resmi LPSE Kota Medan.  Kata Kunci: Pelelangan Secara Elektronik, Unit Layanan Pengadaan
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER REINFORCED POLYMER PADA KOLOM BATA Benny Karnadi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.694 KB)

Abstract

Abstrak Kolom memegang peranan penting dalam struktur suatu bangunan karena kolom memikul beban aksial, momen lentur dan gaya geser. Seiring perkembangan teknologi, ada beberapa cara untuk memperkuat kolom secara eksternal. Salah satunya dengan penggunaan Fiber Reinforced Polymer (FRP). FRP memiliki kekakuan, kekuatan yang tinggi, dan material ini mudah digunakan. Dalam penelitian ini,peneliti menggunakan FRP jenis Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai perkuatan eksternal. Kolom dibuat dengan batu bata yang disusun menjadi kolom. Kolom yang digunakan adalah kolom pendek berukuran 22 cm x 22 cm dengan tinggi 100 cm. Kolom yang diujikan adalah kolom tanpa perkuatan dan kolom dengan perkuatan GFRP. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat tekan pada kolom tanpa perkuatan dan kolom dengan perkuatan GFRP. Secara teoritis didapatkan peningkatan kuat tekan sebesar 30,02% dari kekuatan awal dan berdasarkan hasil pengujian diperoleh peningkatan kuat tekan sebesar 29,41% dari kekuatan awalnya. Berdasarkan hasil pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa perkuatan kolom dengan GFRP mampu menghambat retakan awal dan juga meningkatkan kekuatan pada struktur kolom bata yang dilapisi GFRP dari pada kolom bata tanpa perkuatan GFRP.   Kata Kunci: GFRP, kolom pendek, kuat tekan
STUDI STRUKTUR RUMAH ADAT TRADISIOBAL BATAK TOBA TERHADAP GAYA GEMPA Banri Sondarto Hutabalian
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.543 KB)

Abstract

Abstrak : Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang menakutkan bagi manusia. Gempa bumi terjadi karena beberapa hal, seperti pergeseran lempeng bumi dan aktivitas gunung berapi. Akibat gempa bumi yang sering terjadi banyak bangunan yang runtuh, tetapi rumah adat tradisional batak Toba masih bertahan dari beberapa gempa bumi yang terjadi di Sumatera Utara beberapa tahun terakhir.  Rumah adat batak Toba (Rumah Bolon) merupakan rumah adat tradisional yang memiliki umur ratusan tahun yang masih kokoh berdiri. Rumah adat batak Toba memiliki aspek arsitektur yang unik yaitu berbentuk solu dengan atap yang simetris, dan pola bangunan yang kongruen, dibangun dengan menjalin satu bagian dengan bagian lainnya. Rumah adat batak Toba memiliki prinsip- prinsip bangunan yang tahan terhadap gempa bumi. Rumah adat batak Toba yang diteliti berada  di desa Siallagan “Batu Parsidangan, Huta Siallagan”. Secara teoritis rumah adat batak Toba memenuhi prinsip-prinsip bangunan tahan gempa, tetapi untuk analitis belum dilakukan secara penelitian secara rinci. Hal yang perlu dilakukan dalam penelitian ini yaitu penelitian  secara analitis yaitu mencari nilai frekuensi alami struktur (natural frekuensi), periode getar, gaya geser dasar (base shear), dan simpangan (displacement) yang terjadi akibat gaya gempa.  Perhitungan atau analisa ketahanan rumah adat batak Toba terhadap gaya gempa yang dilakukan dengan menggunakan software SAP2000 didapat bahwa periode getar dan natural frekuensi struktur  sebesar 0,494841 detik dan 161,22 rad/detik. Gaya lateral (base shear) yang terjadi akibat gaya gempa diperoleh sebesar 28,87 kN, simpangan pada rumah adat batak toba diambil dari titik paling tinggi yaitu pada joint 69 adalah sebesar 0,0401 m dari deformasi pada mode 1.    Kata kunci : rumah tradisional, frekuensi alami, gaya geser dasar, simpangan
PENGEMBANGAN BATA BETON (PAVING BLOCK) MENGGUNAKAN ABU VULKANIK ERUPSI GUNUNG SINABUNG YANG DIBERIKAN PEMBEBANAN SELAMA 90 HARI (STUDI EKSPERIMENTAL) Brian Halomoan Putra1 Halomoan Putra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.107 KB)

Abstract

ABSTRAK Jembatan dibangun untuk menunjang lalu lintas yang bekerja di daerah tersebut sampai jangka waktu tertentu. Namun seiring perkembangan zaman, pengguna jalan semakin banyak dan padat sehingga membuat struktur yang tersedia tidak mampu menampung beban yang bekerja di atasnya. Salah satu inovasi yang berkembang untuk mengatasi hal tersebut adalah sistem konstruksi beton prategang eksternal. Perbedaan mendasar dari sistem prategang eksternal adalah letak tendon yang berada di luar struktur yang ada. Pada tugas akhir ini penulis melakukan kajian mengenai jembatan prategang internal dengan penampang T Girder yang diperkuat dengan sistem prategang eksternal. Perkuatan jembatan dilakukan akibat adanya peningkatan beban yang awalnya direncanakan beban B.M 70 ditingkatkan menjadi B.M 100. Hasil yang didapat dari kajian ini adalah sistem prategang eksternal cukup efektif digunakan sebagai perkuatan pada struktur yang sudah ada dan diperoleh perbandingan nilai antara kabel prategang yang diletakkan di sisi samping jembatan dengan yang diletakkan di sisi bawah jembatan. Kata Kunci: jembatan beton prategang, perkuatan, prategang eksternal
ANALISA KETERSEDIAAN AIR PADA DAS SEI SILAU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA KISARAN Christo Tri Agung Tri Agung Tambunan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.623 KB)

Abstract

ABSTRAK  Kebutuhan akan sumberdaya air pada saat ini cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam memenuhi kebutuhan di sektor kebutuhan air baku. Sungai Sei Silau merupakan salah satu sumber mata air yang digunakan untuk kebutuhan air baku baik domestik dan non domestik di Kota Kisaran Kabupaten Asahan.  Lokasi studi penelitian berada di Sungai Sei Silau, di Kota Kisaran Kabupaten Asahan. Setelah memperoleh data yang diperlukan, di hitung besarnya ketersediaan air Sungai Sei Silau dengan menggunakan metode F.J Mock. Dari hasil analisis didapat besarnya debit andalan DAS Sei Silau. Menghitung kebutuhan air domestik dan non domestik untuk Kota Kisaran, dengan proyeksi sampai 30 tahun mendatang.   Berdasarkan perhitungan, debit andalan yang didapat berdasarkan metode F.J Mock adalah sebesar 9,69 m3/detik. Kebutuhan air domestik dan non domestik untuk Kota Kisaran Kabupaten Asahan untuk proyeksi 10 tahun kedepan adalah sebesar 0,193 m3/detik dan 30 tahun mendatang adalah sebesar 0,199 m3/detik.  Berdasarkan penelitian ini, kebutuhan air domestic dan non domestic sebesar 1,99% pada proyeksi 10 tahun kedepan dan 2,06% pada 30 tahun mendatang. Maka, ketersediaan air sungai Sei Silau hingga 30 tahun mendatang masih mencukupi kebutuhan air keseluruhan untuk Kota Kisaran.  Kata kunci: Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, DAS Sei Silau
PENGARUH PENAMBAHAN PERKUATAN GLASS FIBER REINFORCED POLYMER PADA KOLOM BULAT Delvin Saudalimka Saudalimka
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.17 KB)

Abstract

Abstrak Kolom merupakan suatu elemen struktur yang sangat penting dari suatu bangunan. Seiring berkembangnya zaman, penggunaan struktur beton lebih banyak digunakan dari struktur baja karena lebih efisien dan murah. Namun pada kenyataannya sering terjadi kegagalan pada kolom sehingga dibutuhkan perkuatan untuk mengatasi hal tersebut. Berbagai metode yang cukup populer adalah dengan menggunakan perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Dalam penelitian ini, peneliti membahas perbandingan kuat tekan beton tanpa tulangan menggunakan Glass Fiber Reinforced Polymer ( GFRP) sebagai perkuatan eksternal pada kolom beton. Dimensi kolom berukuran 150 x 800 mm. Berdasarkan hasil teoritis, kekuatan kolom dengan GFRP mengalami kenaikan sebesar 42,035 % dari kuat tekan beton normal. Berdasarkan hasil eksperimen, kekuatan kolom dengan GFRP mengalami kenaikan sebesar 35,29 % dari kuat tekan beton normal. Berdasarkan hasil pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa perkuatan kolom dengan GFRP mampu menahan kuat tekan aksial yang lebih besar daripada yang tidak diberi perkuatan. Kata Kunci: GFRP, kolom bulat, kuat tekan, Retrofitting