cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PENGARUH PEMADATAN TERHADAP NILAI KOHESI DAN SUDUT GESER TANAH GAMBUT PERKEBUNAN IV AJAMU PANAI HULU KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA SUMATERA UTARA Elisabet L Y Limbong
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.105 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut terbentuk dari material organik yang berasal dari tanaman-tanaman yang telah membusuk. Tanah gambut memiliki karakteristik kandungan air yang cukup tinggi, kuat geser rendah dan perilaku tanah gambut berbeda pada lokasi yang satu dengan yang lain. Hal ini merupakan tantangan berat dalam merencanakan suatu konstruksi bangunan sipil untuk dibangun diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat-sifat indeks tanah gambut serta klasifikasinya, mengetahui kadar air optimum dan berat volume kering tanah gambut serta mengetahui pengaruh pemadatan Proctor Standar pada nilai kohesi dan sudut geser dalam. Penelitian ini menggunakan tanah gambut dari Perkebunan IV Ajamu Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara. Peneliti menggunakan sampel undisturbed, disturbed, dan sampel yang dipadatkan terlebih dahulu dengan metode Proctor Standar yaitu disturbed 107%, disturbed 105% dan disturbed 102%. Kemudian diuji dengan uji geser langsung dengan pembebanan 98,100 N; 196,200 N; dan 294,300 N. Tanah gambut Perkebunan IV Ajamu Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara memiliki kadar air sebesar 488,601% dan specific gravity sebesar 1,262. Berdasarkan ASTM D4427-92 (2002), sampel tanah gambut diklasifikasikan sebagai low ash peat karena memiliki kadar abu 0,530%,  dan sampel tanah gambut memiliki kadar organik sebesar 99,470% serta tergolong dalam moderately acidic peat karena memiliki pH sebesar 5. Pada pengujian pemadatan Proctor Standar diperoleh berat volume kering maksimum sebesar 0,606 gr/cm3 dengan kadar air optimum sebesar 62,430%. Dari uji geser langsung didapat nilai sudut geser dalam tertinggi pada sampel disturbed 107% Proctor Standar yaitu 3,594° dengan kohesi 0,031 MPa dibandingkan sampel undisturbed yang memiliki sudut geser dalam sebesar 0,295° dengan kohesi 0,030 MPa. Kata Kunci: pemadatan, tanah gambut, uji geser langsung, kohesi, sudut geser dalam
ANALISIS PENGARUH HEAD LOSS PIPA INLET POMPA HIDRAM TERHADAP DEBIT YANG DIHASILKAN Fahrul Rozi Surbakti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.606 KB)

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akan air seringkali menimbulkan permasalahan, salah satunya tentang bagaimana menaikkan air ke elevasi yang lebih tinggi menggunakan pompa air konvensional yang menggunakan sumber tenaga penggerak utama yaitu listrik dan bahan bakar minyak yang cenderung mahal dan akan berpengaruh pada masalah finansial masyarakat. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pompa hidraulik ram (hidram) yang hemat energi dan ramah lingkungan karena tidak membutuhkan energi listrik dan bahan bakar serta pembuatan dan pemeliharaannya yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai variasi pipa inlet terhadap head loss, debit yang dihasilkan, dan efisiensi debit dari pompa hidram sehingga dapat diketahui variasi yang tepat untuk merencanakan sebuah instalasi pompa hidram. Variasi pipa yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan panjang pipa inlet 3 meter sampai 12 meter dengan tinggi pipa outlet 2 meter dan 3 meter, serta diameter pipa outlet ¾” dan 1” dengan total 40 variasi penujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit output terbesar terdapat pada variasi panjang pipa inlet 8 meter, diameter pipa outlet 1” dan tinggi outlet 2 meter yaitu sebesar 1,84 liter/menit dengan efisiensi sebesar 26,9% dan head loss sebesar 0,036599 meter. Efisiensi debit terbesar terdapat pada variasi panjang pipa inlet11 meter, diameter pipa outlet 1” dan tinggi outlet 2 meter yaitu sebesar 27,907% dengan debit output sebesar 1,68 liter/menit dan head loss sebesar 0,039538 meter.Kata kunci: pompa hidram, head loss, pipa inlet, debit.
PERBANDINGAN STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN SEMEN, GYPSUM, DAN KAPUR (CaO) DITINJAU DARI PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED COMPRESSION TEST) Farras Nasywa
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.669 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah lempung dengan plastisitas tinggi perlu di stabilisasi agar memenuhi syarat teknis untuk dijadikan sebagai tanah dasar jalan raya. Salah satu stabilisasi tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia pada tanah. Pada penelitian ini menggunakan bahan stabilisasi yaitu semen, gypsum, dan kapur. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui penambahan 1% sampai dengan 10% semen, 1% sampai dengan 10% gypsum, dan 1% sampai dengan 10% kapur terhadap index properties dan nilai kuat tekan bebas (UCT) dengan pemeraman 14 hari. Dari hasil penelitian diperoleh sampel tanah memiliki kadar air 34,43%; berat spesifik 2,65, batas cair 52,43 % dan indeks plastis 28,09 %. Berdasarkan klasifikasi USCS, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis CH. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis A – 7 – 6. Pada pengujian Kuat Tekan Bebas pada sampel tanah asli diperoleh sebesar 1,4 kg/cm2. Nilai sensitivitas tanah asli didapat 2, termasuk ke dalam tanah moderately sensitive. Nilai UCT dari stabilisasi tanah dengan 10% semen memperoleh nilai sebesar 3,68 kg/cm2, dengan 10% gypsum memperoleh nilai sebesar 2,98 kg/cm2, dan 10% kapur memperoleh nilai sebesar 3,31 kg/cm2.  Kata kunci: Tanah lempung, Stabilisasi tanah, Semen, Gypsum, Kapur, UCT
ANALISIS DAN EKSPERIMEN PERBANDINGAN PENGUJIAN BALOK KAYU YANG DIAWETKAN DENGAN BORAKS 10%, 20%, 30% DAN TANPA PENGAWETAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU Feranita Giofani Sembiring
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kayu merupakan salah satu bahan material struktur yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pengaruh lingkungan berpengaruh besar terhadap kualitas kayu. Oleh karena itu perlu dilakukan pengawetan kayu. Tindakan pengawetan kayu dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memperpanjang umur pakai kayu baik secara kimia maupun fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawetan kayu terhadap kekuatan lentur balok kayu. Penelitian ini menggunakan benda uji yang berupa balok kayu berukuran struktural yang berukuran 3” x 4” x 2m yang diawetkan dengan boraks dengan kadar 10%, 20%, dan 30% dengan variasi 3 (tiga jumlah) tiap jenis benda uji untuk masing-masing kadar boraks. Penelitian ini menggunakan metode rendaman dingin dan direndam selama 10 hari. Balok kayu memiliki perletakan sendi-rol dan diberikan pembebanan terpusat third point loading menggunakan Hydraulic Jack. Dari hasil pengujian secara eksperimen diperoleh bahwa kuat lentur balok kayu mengalami peningkatan untuk kuat lentur balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% secara berturut meningkat sebesar 10,516%, 21,563%, dan 40,968% dibandingkan balok kayu tanpa pengawetan. Sedangkan secara analisis mengalami peningkatan kuat lentur balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% secara berturut adalah 8,486%, 20,289%, dan 32,777% dibandingkan balok kayu tanpa pengawetan.  Kata kunci : Kuat Lentur, Pengawetan Kayu, Boraks, Rendaman Dingin, Balok Kayu Struktural, Third Point Loading.
ANALISIS PERENCANAAN DAN EKSPERIMENTAL PELAT LANTAI PRECAST SATU ARAH DENGAN MENGGUNAKAN BETON RINGAN UNTUK BANGUNAN RUKO DAN TEMPAT TINGGAL Frans B Tampubolon
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Beton ringan menjadi material yang populer digunakan dalam konstruksi modern. Beton busa (Foam Concrete) adalah salah satu bagian dari beton ringan tersebut. Beton busa dalam penelitian ini dibuat dengan campuran air, semen, pasir, busa.  Penambahan  busa  pada campuran akan membentuk pori-pori pada beton sehingga beton tersebut menjadi ringan karena berkurangnya jumlah material yang digunakan. Penggunaan beton ringan biasanya untuk elemen non struktural yang biasa diaplikasikan dalam bata ringan, dalam tugas akhir ini penggunaan beton ringan diaplikasikan ke elemen struktural, yaitu pelat. Dalam hal ini adalah pelat satu arah, pelat beton ringan ini didesain untuk mampu menahan gaya/beban kerja yang di syaratkan dalam peraturan dalam hal ini SNI-2002 sebagai acuan, dengan variabel beban yang dapat ditahan oleh pelat sampai mengalami keruntuhan harus lebih besar dari beban yang direncanakan, lendutan yang terjadi harus lebih kecil dari lendutan izin untuk elemen struktural, dan pola retak yang terjadi akibat lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beban yang direncanakan adalah minimum 227,1 kg dan hasil pengujian untuk sampel 1 mengalami keruntuhan ketika mencapai pembebanan 350 kg, dan sampel 2 mengalami keruntuhan ketika mencapai pembebanan 335 kg, Lendutan/defleksi yang terjadi pada analis dan percobaan sampel 1 dan 2 menunjukkan angka yang tidak terlalu berbeda jauh.dalam persyaratan lendutan, maksimal lendutan yang terjadi adalah 3,541 mm, sedangkan dalam eksperimental, lendutan maksimum masing-masing sampel 1 dan sampel 2 adalah : 2,574 mm dan 2,534 mm. Kata kunci : Beton Foam (foam concrete), Pelat precast satu arah, Lendutan/defleksi, Beban rencana, beban ultimit,Kuat Tekan, Berat Isi, uji lentur
RANCANGAN SISTEM IRIGASI HIDROPONIK NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE) PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) Frans Samuel Nainggolan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.285 KB)

Abstract

ABSTRAK Hidroponik NFT (Nutrient film technique) merupakan model budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan larutan yang tipis. Larutan tersebut bersikulasi selama 24 jam dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Penetapan NFT dalam penelitian ini adalah untuk mempelajari besar koefisien tanaman pakcoy dan kebutuhan air tanaman teoritis serta efektivitas aplikasi kemiringan talang. Penelitian dilakukan dengan menanam tanaman pada talang yang ditopang styrofoam, kemudian melakukan pengambilan data sesuai dengan data yang ada selama periode pertumbuhannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode kemiringan talang 6 % memberikan hasil produk yang lebih baik dibandingkan dengan kemiringan talang 9 %. Dapat disimpulkan dari hasil yang diperoleh bahwa dengan kemiringan talang 6 % lebih efektif pada penelitian ini. Kata kunci : Hidroponik NFT, Koefisien Tanaman Pakcoy, Aplikasi Kemiringan Talang
ANALISIS PERBANDINGAN TEGANGAN BAUT SAMBUNGAN BALOK KOLOM ANTARA METODE MANUAL DENGAN METODE NUMERIK (ANSYS) Handi Utama Thomas
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Konstruksi baja adalah konstruksi yang telah banyak digunakan sekarang karena proses pembangunan yang cepat. Sambungan pada konstruksi baja adalah hal yang tidak dapat ditiadakan sekarang dan akibat kesalahan sambungan juga konstruksi ini biasanya mengalami kegagalan/keruntuhan. Dengan berkembangnya metode dalam menganalisis sambungan, maka tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk menganalisis tegangan geser dan tarik baut pada sambungan balok kolom dengan metode elemen hingga menggunakan program Ansys Workbench 15.0 yang kemudian dibandingkan dengan metode perhitungan secara manual dengan konsep LRFD. Hasil yang di dapat penulis tegangan yang terjadi pada masing masing baut melalui metode elemen hingga (Ansys) baik tegangan tekan maupun tegangan tarik dibawah tahanan tegangan tekan maupun tegangan tarik yang dihitung menggunakan metode manual. Hasil deformasi yang didapat dari program ANSYS adalah cenderung menurun dari baut baris teratas hingga terbawah dimana deformasi maksimum terjadi pada baut baris teratas. Kata kunci: Sambungan balok kolom, ANSYS, LRFD, Metode elemen hingga
ALTERNATIF PENANGANAN BANJIR SUNGAI DELI DENGAN MODEL TEROWONGAN AIR Hartono Himawan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.216 KB)

Abstract

Abstrak: Banjir merupakan suatu bencana alam yang pada umumnya terjadi karena meluapnya debit air sungai akibat tingginya intensitas curah hujan pada suatu daerah. Di kota Medan terdapat sebuah sungai yang membelah kota yaitu Sungai Deli yang membentang sepanjang 72 km dengan cakupan DAS seluas 472 km2 mulai dari kabupaten Karo sampai kota Medan untuk kemudian bermuara di Belawan. Penelitian ini bertujuan menentukan dimensi tunnel yang di akibatkan oleh banjir Q25 dan menentukan jalur yang tepat untuk perencanaan tunnel yang mana perencanaan jalur tunnel harus dimulai pada titik sebelum genangan banjir dan berakhir pada titik yang  melewati genangan banjir. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Kelas I Sampali serta dari jurnal, buku maupun penelitian yang berkaitan. Curah hujan rencana diestimasi menggunakan Distribusi Log Person III. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayas. Dan penelitian ini fokus pada debit banijr dengan periode ulang 25 tahun. Kapasitas kritis Sungai Deli yang dihitung dengan simulasi menggunakan HEC-RAS adalah sebesar 90 m3/dtk. Hasil perhitungan debit banjir Q25 dengan metode HSS Nakayasu adalah sebesar 203 m3/dtk. Adanya kanal pada Sungai Deli yang dirancang mampu menampung debit sebesar 70 m3/dtk saat terjadi banjir Q25 maka debit outflow yang masuk ke Sungai Deli sebesar 135 m3/dtk. Sehingga debit banjir yang dimasukkan ke dalam tunnel sebesar 45 m3/dtk. Dengan asumsi sudut dalam tunnel sebesar 240O diperoleh berdasarkan debit  45 m3/dtk adalah 6,5 meter. Selanjutnya perencanaan jalur tunnel dirancang dengan melewati jalan kota dan memiliki jarak yang tidak terlalu panjang.  Kata Kunci : Hidrograf Satuan Sintetik, Nakayasu, Gamma 1, DAS Deli, terowongan
NILAI KUAT GESER TANAH DENGAN DIRECT SHEAR TEST AKIBAT COMPACTION TANAH GAMBUT DESA PEMATANG SELENG KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU SUMATERA UTARA Hazman Azzahri Siregar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.556 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut merupakan tanah yang secara fisik dan teknik kurang memenuhi persyaratan dan ketentuan dalam perkerjaan konstruksi karena memiliki karakteristik kadar air yang tinggi, kemampuan daya dukung rendah, dan pemampatan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat fisik dari tanah gambut serta klasifikasinya, mengetahui nilai kadar air optimum dari berat isi kering maksimumnya dan mengetahui perubahan nilai parameter kuat geser tanah gambut seperti kohesi dan sudut gesernya setelah mengalami pemadatan yang diuji dengan direct shear test. Peneliti menggunakan sampel dari Desa Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu yang merupakan undisturbed, disturbed, dan sampel yang mengalami compaction terlebih dahulu yaitu disturbed 113%, disturbed 111% dan disturbed 110% dari kadar air optimum. Kemudian diuji dengan metode direct shear test dengan pembebanan 98,100 N; 196,200 N; dan 294,300. Tanah gambut Desa Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu memiliki kadar air sebesar 589,271% dan specific gravity sebesar 1,352. Berdasarkan ASTM D4427-84 (1989), sampel tanah gambut berkadar abu  rendah (Low ash peat) karena memiliki kadar abu 0,830%, dan memiliki kadar organik sebesar 99,170%. Berdasarkan ASTM D4427-92 (2002) tanah gambut Pematang Seleng termasuk dalam moderately acidic peat karena memiliki nilai pH 5. Pada pengujian pemadatan standar didapat nilai berat isi kering maksimum adalah sebesar 0,317 gr/cm3 dengan kadar air optimum 238,511%. Setelah dilakukan pengujian direct shear test terjadi peningkatan nilai sudut geser dalam (ϕ) sampel undisturbed dari 1,474˚ menjadi 8,491˚ pada sampel yang dipadatkan dengan disturbed 113% Proctor Standar serta peningkatan pada nilai kohesi dari sampel undisturbed sebesar 0,019 MPa menjadi 0,021 MPa pada sampel yang dipadatkan dengan disturbed 110% Proctor Standar.  Kata Kunci: tanah gambut, compaction, direct shear test, kohesi, sudut geser dalam.
ANALISA DAN DESAIN RUNWAY BEAM PADA HOIST CRANE DALAM BANGUNAN INDUSTRI Hendry Gunawan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.672 KB)

Abstract

Abstrak : Masalah pengangkatan terutama untuk beban-beban berat merupakan masalah yang telah ada sejak dulu.Seiring dengan berkembangnya zaman maka diciptakan jenis peralatan yang membantu dalam memindakan barang yaitu krane,Ketika beban yang dipikul oleh krane semakin berat hal ini mengakibatkan timbulnya tekuk torsi pada profil yang memikul balok jembatan.Tekuk torsi terjadi karena ketika crane mengangkat/memindahkan beban terjadinya gaya torsi yang sangat besar yang diakibatkan oleh gerak hoist crane baik secara vertical maupun horizontal sehingga profil yang biasanya hanya dirancang untuk menahan balok jembatan tidak dapat menahan dan kemudian terjadilah kegagalan.Tugas akhir ini bertujuan untuk membahas mengenai analisis buckling yang terjadi pada runway beam dengan 3 profil yang berbeda yaitu Profil I,Profil I + UNP dan Profil I dengan system Truss kemudian hasil yang didapat akan dievaluasi dan diambil design profil yang paling ekonomis dan juga aman.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang runway beam 6 m yang memakai profil I dengan sistem truss merupakan profil yang paling ekonomis untuk digunakan jika dilihat dari keekonomisan bahan yang digunakan serta tahan terhadap lateral torsional buckling  Kata kunci: krane,balok runway,balokjembatan,tekuk torsi lateral,sistem truss