cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PENGARUH PENGEKANGAN EKSTERNAL DENGAN TULANGAN BAJA TERHADAP KEKUATAN BETON Herman Limarto
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.187 KB)

Abstract

Abstrak Beton dapat dikekang secara eksternal baik menggunakan baja, maupun FRP untuk meningkatkan kekuatan dari beton tersebut. Banyak percobaan yang telah dilakukan oleh peneliti yang menunjukkan bahwa pengekangan eksternal sangat meningkatkan tegangan dan regangan dari beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kekuatan tekan pada beton silinder. Benda uji berupa beton silinder dengan dimensi diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang dikekang secara eksternal dengan baja tulangan polos berdiameter 12 mm = 386,422 Mpa dan baja tulangan ulir bukan SNI berdiameter 12 mm = 395,075 Mpa dengan variasi jarak antar yang sama yaitu 5 cm, 10 cm, dan 15 cm. Berdasarkan hasil pengujian penambahan cincin tulangan baja meningkatkan kekuatan beton dimana benda uji yang dikekang menggunakan baja tulangan polos kuat tekan naik sebesar 15,46% untuk jarak antar sengkang 15cm, 43,92% untuk jarak antar sengkang 10 cm, 98,625% untuk jarak antar sengkang 5cm. Sedangkan untuk cincin baja tulangan ulir sebesar 36,36% untuk jarak antar sengkang 15 cm, 61,513% untuk jarak antar sengkang 10 cm, dan 131,2% untuk jarak antar sengkang 5 cm. Dari hasil pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa perkuatan beton silinder dengan tulangan baja sangat dipengaruhi oleh jarak antar sengkang dan mutu dari tulangan pengekang. Dimana semakin tinggi mutu tulangan pengekang dan jarak antar yang semakin kecil maka semakin naik juga kekuatan beton yang terkekang. Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa rumus Empiris yang diajukan oleh Richart et al lebih mendekati hasil percobaan.  Kata Kunci: Mutu Tulangan Pengekang, Jarak Antar Sengkang, Kuat Tekan, Tulangan Baja.
ANALISIS OPTIMASI JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI DENGAN JUDESA Hydrowansi Siregar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.691 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu permasalahan yang sering menghambat perkembangan suatu daerah atau desa karena kurangnya infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Sebagai komponen infrastruktur yang paling mahal, jembatan kerap tidak dibangun bersamaan dengan pada saaat pembukaan jalan. Sistem jembatan yang sederhana untuk bentang yang panjang adalah jembatan gantung pejalan kaki. Umumnya jembatan gantung pejalan kaki dibuat simetris. Penelitian pusat penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan menunjukkan bahwa dengan perencanaan struktur jembatan gantung asimetris untuk pedesaaan (Judesa) menghasilkan suatu jembatan gantung pejalan kaki yang lebih praktis dalam pengerjaan dan bisa dilaksanakan dari salah satu sisi jembatan. Pada skripsi ini dibuat pemodelan jembatan gantung pejalan kaki dan jembatan gantung asimetris untuk pedesaan (judesa) dengan bentang 20 meter, 40 meter, dan 60 meter tanpa gelagar pengaku. Hal yang paling membedakan pada kedua jenis jembatan ini adalah pada menara. Beban statik yang digunakan pada masing-masing model adalah 500 kg/m2 untuk beban hidup, dan beban mati berupa berat sendiri jembatan sebesar 64.1 kg/m2. Gaya-gaya pada lantai jembatan, gelagar memanjang, gelagar melintang, batang penggantung, kabel utama dan kabel angkur akan dinalisis dan dibuat perencanaannya. Dari hasil perencanaan dapat diperoleh seberapa besar optimasi jembatan gantung asimetris untuk pedesaan dalam penggunaan material jembatan dengan bentang yang berbeda.  Hasil perencanaan jembatan gantung pejalan kaki dan jembatan gantung asimetris untuk pedesaaan diperoleh bahwa penggunaan material baja, kawat sling, dan beton lebih minimum pada jembatan gantung asimetris untuk pedesaan. Kata kunci : jembatan gantung, judesa, penggunaan material
ANALISIS SAMBUNGAN BAUT TERHADAP GAYA GESER DENGAN PERHITUNGAN MANUAL DAN PROGRAM ANSYS Ignatio Sahat Parulian Manalu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.586 KB)

Abstract

Abstrak: Joint atau sambungan pada struktur seringkali menjadi masalah utama karena sumber terjadinya kegagalan struktur. Kegagalan struktur paling banyak disebabkan oleh desain sambungan yang buruk serta besarnya ketidakcocokan antara perilaku yang dianalisis dan perilaku aktual. Untuk Struktur baja, salah satu sambungan yang sering digunakan  adalah sambungan baut (mechanical joint). Dewasa ini ada dua metode yang sering digunakan dalam menganalisa struktur baja yaitu metode tegangan kerja yang diacu oleh American institute of Steel Construction  (AISC) sebagai Allowable Stress Design ( ASD ) dan juga metode Beban Terfaktor yang diacu oleh AISC sebagai Load and Resistance Factor Design ( LRFD ). Dan dalam 20 tahun terakhir prinsip perencanaan struktur baja mulai bergeser ke konsep LRFD yang dianggap jauh lebih rasional. Penggunan konsep LRFD pada perencanaan sambungan masih memiliki beberapa kekurangan terutama pada perhitungan tahanan nominal sambungan baut , dimana pendistribusian pembebanan pada masing-masing baut diasumsikan sama.  Analisa Sambungan Baut tipe geser yang dilakukan pada tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan distribusi tegangan , gaya  serta displacement yang terjadi pada sambungan baut dengan simulasi program ANSYS  Workbench V.15 dan membandingkanya dengan metode perhitungan manual berdasarkan LRFD yang mengacu pada SNI 1729:2015 dengan memperhitungkan pengaruh jarak baut pada konfigurasi sambungan.  Dari hasil analisa yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa distribusi tegangan dan gaya yang diterima setiap baut pada sambungan memiliki besar yang berbeda , dan juga besarnya dipengaruhi oleh konfigurasi jarak antar baut di sambungan tersebut. Pada simulasi ansys , menunjukan bahwa baut yang menerima pembebanan paling besar terjadi pada baut terluar (baut no.1). Displacement/deformasi terbesar terjadi pada sambungan berjarak 1,5db–3db , dari hasil tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jarak baut pada sambungan akan mempengaruhi stabilitas dan dsitribusi tegangan dari sambungan baut tersebut.  Kata kunci : tegangan geser, deformasi, ANSYS, sambungan baut
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN ELASTIK PONDASI TIANG BOR (BORED PILE) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA (STUDI KASUS PROYEK JALAN LAYANG KERETA API MEDAN-BANDAR KHALIPAH KM 2+600) Iman Teguh Pradira
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.532 KB)

Abstract

Abstrak Penggunaan pondasi bored pile pada Proyek Jalan Layang Kereta Api oleh Direrktorat Jenderal Perkeretaapian yang berada di tengah kota yang padat merupakan pilihan tepat, karena dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitarnya jika menggunakan tiang pancang serta desain diameter pile yang dibutuhkan relatif besar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai daya dukung aksial perencanaan pondasi bored pile berdasarkan data SPT menggunakan metode Reese and Wright, Metode Elemen Hingga dengan Software Plaxis dan program Allpile. Daya dukung lateral menggunakan metode Broms, serta dihitung penurunan elastik bored pile yang terjadi. Metode pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi lapangan serta pengambilan data dari Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara. Perhitungan daya dukung aksial tiang bor dengan program Allpile pada titik Bore Hole 49 adalah 1576,056 Ton pada kedalaman 29,800 m. Nilai ini tidak berbeda jauh dari hasil perhitungan menggunakan data SPT dengan metode Reese & Wright yaitu sebesar 1575,005 Ton pada kedalaman 30,450 m. Dari hasil PDA test juga didapat daya dukung ultimit pada kedalaman 30,100 m adalah 810,0 ton tidak jauh berbeda dengan Metode Elemen Hingga sebesar 845,267 ton pada kedalaman 29,800 m. Daya dukung lateral berdasarkan Metode Broms pada Bore Hole 49 secara analitis sebesar 154,424 Ton dan secara grafis sebesar 127,714 Ton. Penurunan elastis tunggal yang dihasilkan sebesar 24,186 mm. Penurunan dengan Metode Elemen Hingga adalah sebesar 3,610 mm. Dari keseluruhan metode perhitungan daya dukung serta penurunan yang terjadi akibat beban kerja, pondasi bored pile masih dalam kategori aman.  Kata Kunci: Kapasitas Daya Dukung, SPT, PDA, Metode Elemen Hingga, Penurunan Elastis, Bored Pile
STUDI PENENTUAN PRIORITAS FAKTOR KETAHANAN RUAS JALAN NASIONAL TARUTUNG – SIMPANG PAL XI TERHADAP BENCANA Irpanur rosyid
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.662 KB)

Abstract

Abstrak Transportasi merupakan suatu kegiatan perpindahan orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sarana prasarana.Sistem jaringan adalah jaringan infrastruktur dan pelayanan transportsi yang menunjang pergerakan penduduk dengan kegiatannya (supply system). Makin tinggi kuantitas dan kualitas jaringan infrastruktur serta pelayanan transportasi, makin tinggi pula kuantitas dan kualitas pergerakan yang dihasilkan (Kusbiantoro, 2005). Resilience ( ketahanan) di bidang infrastruktur transportasi diperlukan agar mengurangi atau menghilangkan risiko jangka panjang terhadap orang dan harta benda dari dampak bahaya ( Godschalk 2002). Penelitian ini bertujuan untuk megetahui faktor (Resilience) ketahanan ruas jalan nasional Tarutung – Simpang Pal XI terhadap bencana yang dipakai dan untuk mengetahui pemilihan prioritas dalam ruas jalan nasional dan mengurangi resiko jangka panjang pada jalan nasional. Dari hasil wawancara kita dapat mengambil prioritas untuk faktor ketahanan Transportasi. Dari hasil analisis dengan menggunakan Analytical Hierarci Process (AHP) didapat kriteria Teknik dan Kelembagaan mempunyai perbedaan yang relatif rendah yaitu: Teknik 46,25 % dan Kelembagaan 53,75%. Untuk Subkriteria Teknik, Kecepatan penanganan mempunyai bobot yang paling besar yaitu 31,69%, sedangkan untuk Subkriteria Kelembagaan bobot yang paling besar adalah Alokasi Sumber daya yaitu 17,01%. Kata Kunci : Sistem Transportasi, Resilience ( Ketahanan), Analytical Hierarchi Process (AHP)
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA PADA 1C HELVETIA STA 4+600 (STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JALAN BEBAS HAMBATAN MEDANBINJAI) Ivan K Situmeang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.962 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam suatu perencanaan bangunan, pondasi merupakan bagian bawah konstruksi bangunan yang memiliki peranan peranan penting memikul dan meneruskan beban seluruh bangunan dan beban lainnya, serta meneruskannya ke dalam tanah sampai kedalaman tertentu, untuk itu pondasi suatu struktur bangunan harus diperhitungkan daya dukungnya agar dapat menjamin kestabilan bangunan dalam menahan beban yang bekerja .  Tujuan penelitian ini untuk menghitung dan membandingkan besarnya daya dukung tiang pancang dengan menggunakan data SPT, kalendering dan Metode Elemen Hingga dengan bantuan program Plaxis, menghitung kapasitas daya dukung lateral tiang tunggal, menghitung penurunan yang terjadi pada tiang tunggal secara analitis, grafis, dan Metode Elemen Hingga, dan menghitung nilai efisiensi tiang pancang. Hasil analisis daya dukung ultimit (Qu) tiang pada kedalaman  yaitu 20 m, untuk SPT dengan metode Mayerhoff diperoleh 677,123 ton, untuk Kalendering  dengan metode Danish 1142,643 ton dan metode ENR 3117,375 ton , dan dengan Metode Elemen Hingga diproleh 643.500 ton. Daya dukung lateral ultimit tiang pancang tunggal dengan  metode  Broms  secara  analitis  bernilai  24,65  Ton dan  secara  grafis bernilai 23 , 734 ton. Penurunan yang terjadi untuk tiang apung atau friksi diperoleh sebesar 3,260 mm untuk tiang dukung ujung sebesar 3,070 mm penurunan elastis tiang tunggal sebesar 8,330 mm dan berdasarkan Metode Elemen Hingga sebesar 16,91 mm. Untuk kapasitas kelompok tiang menggunakan metode Converse-Labore diperoleh efisiensi grup tiang pancang sebesar 0,66, metode Los Angeles diperoleh efisiensi sebesar 0,72 dan metode Feld diperoleh efisiensi sebesar 0,6. Terdapat perbedaan daya dukung dan penurunan dengan beberapa metode yang digunakan. Perbedaan daya dukung dan penurunan tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan jenis tanah, cara pengujian yang bergantung pada ketelitian operator dan perbedaan parameter yang digunakan dalam perhitungan.  Kata Kunci :  Tiang Pancang, SPT, Kalendering, Daya Dukung, Metode Elemen Hingga
EKSPERIMEN PEMBUATAN BETON RINGAN DENGAN PENAMBAHAN ABU SINABUNG DAN SILICA FUME PADA BETON FOAM UNTUK KEPERLUAN STRUKTURAL Jefry Stanley Ginting
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.815 KB)

Abstract

ABSTRAK Beton ringan menjadi material yang populer digunakan dalam konstruksi modern. Beton busa adalah salah satu bagian dari beton ringan tersebut. Beton busa dalam penelitian ini dibuat dengan campuran air, semen, pasir, busa dan penambahan abu vulkanik gunung Sinabung dan Silica Fume  dengan variasi  kadar busa (foam Agent) sebanyak 10% dan 20%.  Penambahan  busa  pada campuran akan membentuk pori-pori pada beton sehingga beton tersebut menjadi ringan karena berkurangnya jumlah material yang digunakan. Busa di sini dibentuk dari  foaming agent yang dicampur dengan air yang akan menghasilkan busa yang stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kadar foam 10% dengan penambahan abu vulkanik gunung Sinabung  diperoleh penambahan kuat tekan sebesar 12% dan dengan penambahan silica fume peningkatan kuat tekan sebanyak 7,1%. Pada kadar foam 20% peningkatan kuat tekan dengan penambahan abu vulkanik gunung Sinabung sebesar 15,8% dan 15,4% dengan penambahan silica fume. Dengan penambahan abu vulkanik dan silica fume maka berat isi beton juga akan bertambah yaitu sebesar 1,9% dengan penambahan abu vulkanik dan 0,4% dengan penambahan silica fume pada kadar foam 10%. Pada kadar foam 20% peningkatan berat isi hanya sebesar 0,9% dengan penambahan abu vulkanik dan 0,45% dengan penambahan silica fume. Menurut SNI 03-3449-2002 maka beton foam memenuhi untuk digunakan pada struktural ringan karena memenuhi menurut batasan kuat tekan dan berat isi beton yang diatur dalam peraturan tersebut. Kata kunci : Beton foam, Abu vulkanik gunung Sinabung, Silica fume, Foam   agent
ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA TAHAP PELAKSANAAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NILAI HASIL Joy Uluna Bangun
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.715 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan  waktu  yang  direncanakan, salah  satunya  dengan  menggunakan  metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan (forecasting) sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Earned Value Analysis (EVA) dalam memperkirakan waktu akhir penyelesaian proyek untuk setiap minggunya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ini adalah deskriptif kualitatif dengan durasi pengerjaan proyek selama 76 minggu. Studi  ini  menghasilkan, waktu  penyelesaian  proyek  sesuai  dengan  rencana  awal jadwal  proyek.  Waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana awal jadwal proyek. Prakiraan waktu penyelesaian proyek berdasarkan minggu ke-76 adalah 456 hari (4 Maret 2018), Sedangkan apabila kita menggunakan perhitungan tiap minggu, prakiraan waktu penyelesaian pro yek berdasarkan minggu ke-97 adalah 677 hari (29 Juli 2018). Berdasarkan perbandingan antara nilai ACWS, VAC beserta durasi pekerjaan hingga selesai, maka proyek ini mengalami percepatan 2 hari. Kata Kunci : Proyek konstruksi, Pengendalian waktu, Konsep Nilai Hasil
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN TERHADAP NILAI CBR TANAH GAMBUT PEMATANG SELENG KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU SUMATERA UTARA Linus Yasman Gea
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.427 KB)

Abstract

ABSTRAK Gambut adalah tanah yang terbentuk dari timbunan sisa - sisa tanaman yang telah mati, baik yang sudah lapuk maupun belum. Timbunan terus bertambah karena proses dekomposisi terhambat oleh kondisi anaerob dan kondisi lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pengurai. Pembentukan tanah gambut merupakan proses geogenik yaitu pembentukan tanah yang disebabkan oleh proses deposisi dan transportasi, berbeda dengan proses pembentukan tanah mineral yang pada umumnya merupakan proses pedogenik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat - sifat fisik dan mekanik dari tanah gambut melalui pengujian CBR (California Bearing Ratio) Laboratorium dan mengetahui perubahan parameter nilai CBR tanah gambut setelah mengalami pemadatan dan variasi waktu perendaman yang berbeda. Dari penelitian ini diperoleh bahwa tanah gambut Pematang Seleng kecamatan Bilah Hulu kabupaten Labuhan Batu memiliki kadar air sebesar 589,260 %; berat spesifik sebesar 1,381; angka pori sebesar 1,558; berat volume basah sebesar 1,820 gr/   ; berat volume kering sebesar 0,265 gr/   ; kadar abu sebesar 0,830 % dikategorikan sebagai low ash peat; kadar organik sebesar 99,170 % dan pH sebesar 5 dikategorikan sebagai moderately acidic. Nilai CBR pada tanah asli sebesar 1,380 % untuk pengujian CBR tidak terendam (unsoaked), sedangkan untuk nilai CBR 1 hari perendaman sebesar 1,360 % , untuk 3 hari perendaman  sebesar 1,320 % , untuk 7 hari perendaman sebesar 1,220 % dan untuk CBR terendah terjadi pada peredaman 10 hari yaitu sebesar 1,100 %. Sedangkan pada pengujian pemadatan standar didapat nilai berat isi kering maksimum adalah sebesar 0,432 gr/    dengan kadar air optimum 42,600 %.  Kata Kunci : Gambut, California Bearing Ratio, soaked, unsoaked
ANALISIS KUAT TEKAN TERHADAP UMUR BETON DENGAN MENGGUNAKAN ADMIXTURE SUPERPLASTICIZER VISCOCRETE-3115 N Lukas Raymon Sitorus
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.228 KB)

Abstract

Abstrak : Superplasticizer adalah bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) yang lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. Penggunaan superplasticizer dapat mengurangi jumlah pemakaian air, mempercepat waktu pengerasan, mempermudah pengerjaan campuran beton (workability) dan membuat beton kedap air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan superplasticizer Viscocrete-3115 N terhadap kuat tekan beton mutu tinggi. Kadar superplasticizer yang digunakan sebanyak 1%, 1,5%, dan 2% dari berat semen. Mutu beton yang direncanakan f’c 42 MPa yang diuji pada 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari setelah terlebih dahulu dilakukan curing. Penggunaan superplasticizer meningkatkan kuat tekan terhadap mutu rencana sebesar 10,95% untuk variasi SP 1%, 16,59% untuk variasi SP 1,5%, sedangkan yang tertinggi diperoleh pada variasi SP 2% yaitu sebesar 22,75% menggunakan benda uji silinder Ø15 cm x 30 cm. Ditinjau dari nilai slump-flow, superplasticizer memberikan dampak pada peningkatan nilai slump-flow. Untuk variasi SP 1% diperoleh nilai slump-flow sebesar 630 mm sedangkan pada variasi SP 1,5%  nilai slump-flow sebesar 650 mm dan yang tertinggi diperoleh pada variasi SP 2% yaitu sebesar 690 mm. Nilai koefisien umur maksimum dicapai pada variasi penggunaan SP 2%.  Kata kunci: Superplasticizer Viscocrete-3115 N, Beton Mutu Tinggi, Slump-Flow, Koefisien Umur 1