cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN METODE KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF BALANCE) PADA PROYEK KONSTRUKSI UNTUK PEKERJAAN REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK THE MANHATTAN MALL & CONDOMINIUM - MEDAN) Utama Prabowo
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.171 KB)

Abstract

ABSTRAK : Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya dilaksanakan satu kali dan umumnya mempunyai waktu yang pendek dimana awal dan akhir proyek relatif pasti. Keberhasilan suatu proyek konstruksi sangat tergantung pada tahap planning dan scheduling. Tugas akhir ini menerapkan metode LOB pada penjadwalan proyek dimana awalnya proyek direncanakan dengan menggunakan metode Bar Chart. Line-of-Balance (LOB) adalah variasi dari metoda penjadwalan linier yang memungkinkan keseimbangan operasi sehingga setiap kegiatan dapat terus berlangsung. Proyek tersebut yaitu Gedung The Manhattan Mall & Condominium di Kota Medan. Dalam Tugas Akhir ini, metode penelitian dalam menghitung menggunakan LOB dilakukan penyederhanaan hierarki kegiatan sehingga memudahkan untuk dilakukan analisa konflik setelah dilakukan penggambaran ke dalam diagram garis. Hasil perhitungan perencana dengan menggunakan metode LOB, setelah dilakukan penggabungan aktifitas, analisa konflik dan penggambaran diagram didapat durasi akhir pekerjaan sebesar 277 hari.  Kata Kunci : scheduling, Line-of-Balance (LOB), dan Tipikal.
STUDI PENENTUAN BOBOT INDIKATOR TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI KOTA MEDAN Zaki Fikri
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.475 KB)

Abstract

Abstrak Transportasi dapat didefinisikan sebagai pemindahan manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan suatu teknik atau cara tertentu untuk maksud dan tujuan tertentu (Miro, 1997). Transportasi berkelanjutan didfinisikan sebagai suatu sistem transportasi yang penggunaan bahan bakar, emisi kendaraan, tingkat keamanan, kemacetan, serta akses sosial dan ekonominya tidak akan menimnulkan dampak negatif yang tidak dapat diantisipasi oleh generasi yang akan datang (Richardson, 2000). Persoalan transportasi kota Medan hampir sama dengan yang dihadapi di kota besar di indonesia. Masalah transportasi disebabkan karena tidak seimbangnya jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan, sarana pendukung transportasi seperti marka jalan. Secara umum, sistem transportasi berkelanjutan di kota Medan masih belum memenuhi kriteria berkelanjutan, yang di tandai rendahnya kualitas jalan raya ataupun meningkat nya polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep transportasi kota yang berkelanjutan, untuk mengetahui bobot indikator transportasi berkelanjutan yang dipakai serta menganalisis faktor-faktor/indikator dari transportasi berkelanjutan di kota medan. Dari hasil wawancara kita dapat mengambil bobot prioritas untuk transportasi berkelanjutan di kota Medan. Dari hasil analisis dengan menggunakan Analytical Hierarci Process (AHP) didapat kriteria Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial mempunyai perbedaan yang cukup tinggi yaitu : Ekonomi 40,18%, Lingkungan 31,22%, dan Sosial 28,90%. Untuk subkriteria Ekonomi, aktivitas transportasi yang efisien mempunyai bobot paling besar yaitu 15,92%, subkriteria Lingkungan, pencemaran lingkungan akibat dampak dari transportasi yang minim mempunyai bobot paling besar yaitu 18,27%, sedangkan untuk subkriteria Sosial, pelayanan transportasi yang adil mempunyai bobot paling besar yaitu 11,49%. Kata Kunci : Sistem Transportasi, Suistainable transportation, Analitycal Hierarchi Process (AHP)
Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Secara Analitis Dan Numeris Pada Proyek Jalan Tol Medan-Binjai Seksi IA Jembatan Sei Deli STA 1+600 Ahmad Fadli Lubis
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.03 KB)

Abstract

Abstrak Pada suatu pekerjaan konstruksi pondasi memiliki peranan yang sangat penting. Pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimal yang mungkin terjadi. Sehingga, pondasi suatu struktur bangunan harus diperhitungkan daya dukung agar dapat menjamin kestabilan bangunan dalam menahan beban yang bekerja dan juga penurunan pada pondasi tidak boleh melebihi batas yang telah ditentukan sebesar 25,4 mm.  Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai Jembatan Sei Deli akan dicari nilai daya dukung ultimit pondasi tiang pancang tunggal berdasarkan data SPT dengan metode Mayerhof, data Kalendering dengan metode Danish, ENR, dan Hiley, data PDA, dan daya dukung dengan Metode Elemen Hingga. Daya dukung lateral dihitung berdasarkan metode Broms. Penurunan yang terjadi dengan metode Poulos dan Davis, penurunan elastis, dan penurunan dengan Metode Elemen Hingga. Efisiensi tiang dengan metode Converse-Labarre, Los Angles dan Seiler-Keeney. Berdasarkan hasil perhitungan data SPT nilai daya dukung ultimit tiang tunggal pada Bore Hole I dengan metode Mayerhof diperoleh 231,34 ton, untuk Kalendering dengan metode Hiley 435,58 ton, metode ENR 720,23 ton, metode Danish 589,29 ton, berdasarkan perhitungan PDA diperoleh 196 ton, dan dengan Metode Elemen Hingga diperoleh 267,4 ton. Daya dukung lateral tiang pancang tunggal dengan metode Broms secara analitis sebesar 41,45 ton dan secara grafis sebesar 41,43 ton. Penurunan yang terjadi berdasarkan Poulos dan Davis sebesar 4,2 mm, penurunan elastis tiang tunggal sebesar 1,15 mm, dan penurunan berdasarkan Metode Elemen Hingga sebesar 25,16 mm. Efesiensi kelompok tiang dengan metode Converse-Labarre sebesar 0,606, metode Los Angeles sebesar 0,675 dan metode Seiler-Keeney sebesar 0,722 Kata Kunci : SPT, Kalendering, PDA, Efisiensi Tiang Pancang, Penurunan Elastis, Plaxis 8.6
ANALISIS KONSOLIDASI DENGAN MENGGUNAKAN PVD PADA TANAH LUNAK MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA (STUDI KASUS PEMBANGUNAN CONTAINER YARD AREA PELABUHAN KUALA TANJUNG) Alya Nafisa
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.774 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah lunak memiliki daya dukung tanah, kuat geser, dan permeabilitas yang rendah, serta kompresibilitas yang tinggi, sehingga menyebabkan tanah lunak memerlukan waktu yang lebih lama untuk konsolidasi. Maka dari itu, untuk membangun konstruksi di atas tanah lunak, diperlukan suatu teknik perbaikan tanah yang dipilih berdasarkan kondisi lapangan dan kriteria yang telah ditentukan. Pada proyek pembangunan container yard area Pelabuhan Kuala Tanjung, perbaikan tanah lunak menggunakan prefabricated vertical drain (PVD). Penggunaan PVD menyebabkan terjadinya aliran drainase arah vertikal sehingga air pori dapat dikeluarkan lebih cepat.  Dalam tugas akhir ini, penurunan dan waktu untuk mencapai derajat konsolidasi 95% dihitung dengan menggunakan metode analitis (unit sel PVD) dan metode elemen hingga. Kemudian akan dibandingkan besar penurunan secara metode analitis, metode elemen hingga, dan penurunan di lapagan. Dari hasil perhitungan, dengan besar penurunan 0,963 m, untuk mencapai konsolidasi 95%, tanah lunak tanpa penggunaan PVD memerlukan waktu selama 3.824 hari, sedangkan tanah lunak dengan penggunaan PVD memerlukan waktu selama 83 hari. Dari analisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan PVD dapat mempercepat proses konsolidasi. Jika dibandingkan, besar penurunan dengan metode analitis jauh lebih kecil dibandingkan dengan penurunan dengan metode elemen hingga, yaitu 1,547 m, dan penurunan di lapangan, yaitu 1,597 m. Kata kunci: Tanah Lunak, Penurunan, Derajat Konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang dengan Metode Analitis dan Metode Elemen Hingga (Proyek Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 Lokasi Jembatan Sungai Deli STA 1+575) Amirah Hanun
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.012 KB)

Abstract

Abstrak Pondasi adalah struktur bangunan yang paling bawah yang berhubungan dengan tanah yang berfungsi memikul seluruh beban struktur yang berada diatas dan diteruskan dibawah lapisan tanah. Studi ini bertujuan untuk menghitung dan membandingkan hasil dari daya dukung ultimit aksial tiang pancang tunggal dari data SPT dengan metode Meyerhof, data Kalendering dengan beberapa metode, serta membandingkan dengan data PDA, dan dengan Metode Elemen Hingga. Sedangkan untuk perhitungan daya dukung lateral menggunakan metode Broms. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung aksial tiang tunggal dengan data SPT = 112,69 Ton, ENR = 755,36 Ton, Danish = 840,38 Ton,  data PDA = 228,00 Ton, dengan Metode Elemen Hingga bernilai 308,00 Ton. Sedangkan perhitungan daya dukung lateral tiang tunggal dengan menggunakan metode Broms diperoleh hasil secara analitis = 41,77 Ton, secara grafis = 37,68 Ton. Penurunan Poulus and Davis = 3,90 mm, penurunan elastis tiang tunggal = 1,35 mm, dan penurunan dengan Metode Elemen Hingga = 13,84 mm.  Nilai efisiensi kelompok tiang dengan metode Converse Laberre = 0,60.  Maka, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan bahwa nilai daya dukung yang terdapat pada SPT dan program Plaxis tidak jauh berbeda sehingga dapat digunakan sebagai pembanding. Kata Kunci : Meyerhof, Broms, Plaxis, Danish Formula, ENR
DAMPAK KENAIKAN MUKA AIR LAUT TERHADAP PELABUHAN BELAWAN Azzedi Putra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.269 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pelabuhan belawan dermaga ujung baru merupakan salah satu dermaga yang berfungsi sebagai terminal penumpang dan terminal curah kering dan basah. Terminal ini memiliki luasan sebesar 13329.3 m2. Dermaga ini memilki bagian-bagian antara lain bagian 101-103 dan 104-107 dengan keterangan dermaga 101-103 untuk kapal kecil hingga sedang sedangkan 104 sampai 107 untuk kapal besar. Dalam penelitian ini seluruh dermaga ujung baru dibagi atas 8 section dan memiliki masing-masing ketinggian. Dalam masing-masing section juga memiliki karakteristik kedalaman yang berbeda antara 3-6 meter. Untuk masing-masing section akan dievaluasi terhadap faktor penurunan tanah dan kenaikan air.  Metode penilitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan data yang digunakan adalah data pasang surut tahun 2015-2017 stasiun belawan, trend kenaikan suhu dan laju kenaikan muka air antara CPH dan Merge400. Data pasang surut kemudian dihitung menggunakan metode Least Square.   Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa kenaikan  muka air akibat data pasang surut dengan metode Least Square adalah 0.1 mm, kenaikan CPH adalah 1.8 m dengan laju sebesar 18 mm pertahun, kenaikan Merge400 sebesar 0.9 dengan laju 8 mm pertahun kenaikan Berdasarkan Iklim (Rahmstorf) 0.56 meter dengan laju kenaikan 1.6 mm/tahun/0C. Masing-masing kenaikan akan dijumlahkan dengan muka air max (HHWL) 1.86 Meter. Jumlah tinggi total CPH adalah 3.66 Meter, tinggi total Merge400 2.76 Meter dan Tinggi total Rhamstorf 2.42 Meter. Nilai kenaikan muka air laut menurut hasil perhitungan Least Square sangat kecil dikarenakan siklus pasang surut hampir sama untuk setiap tahun karena gerak astronomis yang disiplin (tidak berubah) setiap tahun menyebabkan nilai-nilai parameter konstituen menjadi hampir sama. Tinggi freeboard juga ditambahkan dengan asumssi 1 meter untuk operasional dermaga ujung baru. Penurunan tanah (Land Subsidence) Menurut Chaussard, E (2012) pada wilayah medan terjadi penurunan dengan rerata 2.5 cm/tahun. Hasil evaluasi akhir yang melibatkan tiap-tiap kenaikan muka air dan penurunan tanah menunjukkan tinggi banjir sebesar 0.3 sampai 2.7 Meter. Dalam penelitian ini juga terdapat analisa hasil draft kapal terhadap tinggi MLWL (tinggi terendah selama 19 tahun) dan kedalaman persection dermaga dimana untuk 101-103 hanya bisa dilalui oleh Kapal Tunda (Tugboat) sedangkan 104-107 dapat dilalui oleh kapal barang DWT 1000 Ton.   Katakunci : Dermaga, CPH, Merge400, Pasang surut, Draft, Least Square, Rhamstorf, Land Subsidence
Perbandingan Analisis Daya Dukung Vertikal Pondasi Bored Pile Berdasarkan Data Pengujian SPT dengan Software Plaxis (Studi Kasus Jalan Layang Kereta Api Medan – Araskabu KM 3+200) Catrin Monica Gultom
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.449 KB)

Abstract

Abstrak Direktorat Jendral Perkeretaapian sedang melaksanakan pembangunan Jalan Layang KA (Elevated Track) dari Stasiun Medan – Stasiun Araskabu. Dalam pembangunan Jalan Layang Medan-Araskabu, digunakan pondasi bor (bored pile) sebagai pondasi pada bangunan. Pondasi adalah struktur bangunan yang paling bawah yang berhubungan dengan tanah yang berfungsi memikul seluruh beban struktur yang berada diatas dan diteruskan dibawah lapisan tanah. Setelah pengerjaan pondasi selesai, diperlukan analisa terkait daya dukung vertikal berdasarkan data SPT (Standard Penetration Test) pondasi tersebut, yang bertujuan untuk mengetahui apakah pondasi tersebut memenuhi rencana awal atau tidak. Analisa tersebut menggunakan program Plaxis atau yang dikenal juga sebagai program perhitungan soil and rock mechanics. Daya dukung ultimit pondasi bored pile diameter 1,2 m panjang 29,2 m pada bore hole 47 dengan data SPT didapat Qu = 1.158,288 ton, dengan data PDA didapat Qu = 855 ton, sedangkan dengan program plaxis didapat Qu sebelum konsolidasi = 1.175,917 ton, dan Qu setelah konsolidasi = 1.177,195 ton. Hasil perhitungan penurunan bored pile secara analitis sebesar 6,372 mm, dan dengan program plaxis didapat penurunan sebelum konsolidasi sebesar 2,22 mm dan setelah konsolidasi sebesar 2,26 mm, dan secara PDA sebesar 1 mm. Hasil perhitungan dengan program plaxis didapatkan tekanan air poti sebelum konsolidasi sebesar 11,54 kN/m2 dan setelah konsolidasi sebesar 647,65×〖10〗^(-3)kN/m2. Maka, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan bahwa nilai daya dukung yang terdapat pada SPT dan program Plaxis tidak jauh berbeda sehingga dapat digunakan sebagai pembanding. Kata Kunci : Pondasi, Program Plaxis, Standard Penetration Test (SPT), Daya Dukung, Bored Pile
Perbandingan Analisis Daya Dukung Vertikal Pondasi Bored Pile Berdasarkan Data Pengujian SPT dengan Software Plaxis pada BH 63 (Studi Kasus Jalan Layang Kereta Api Medan – Kualanamu KM 4+800) Cindy Mariani Dwifitri Silalahi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.515 KB)

Abstract

Abstrak Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya. Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan daya dukung ultimit bored pile dari hasil uji SPT dan Metode Elemen Hingga. Metode perhitungan untuk data SPT menggunakan metode Reese dan Wright.  Perhitungan daya dukung aksial bored pile dengan program Plaxis versi 8.6 pada titik Bore Hole 63 adalah 964,752 ton sebelum konsolidasi dan 1.018,810 ton sesudah konsolidasi pada kedalaman 30 m. Nilai ini tidak berbeda jauh dari hasil perhitungan menggunakan data SPT dengan metode Reese dan Wright yaitu sebesar 995,675 ton pada kedalaman 30 m. Dari hasil uji PDA didapat daya dukung ultimit pada kedalaman 30 m adalah 545 ton. Daya dukung lateral berdasarkan metode Broms pada Bore Hole 63 secara analitis sebesar 156,78 ton dan secara grafis sebesar 172,70 ton. Penurunan elastis tunggal yang dihasilkan sebesar 24,23 mm. Penurunan tanah dengan Metode Elemen Hingga adalah sebesar 3,00 mm sebelum konsolidasi dan 3,55 mm sesudah konsolidasi. Terdapat sedikit perbedaan daya dukung dan penurunan dengan beberapa metode yang digunakan. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan jenis tanah, kedalaman yang ditinjau, cara pelaksanaan pengujian, faktor keamanan dan perbedaan parameter yang digunakan dalam perhitungan.  Kata Kunci : Reese dan Wright, SPT, PDA, Plaxis, Bored pile.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATASN SHEET PILE MENGGUNAKAN PLAXIS V.8 DAN METODE BISHOP (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN TPA SIPIROK) Farid Fahlevi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.43 KB)

Abstract

ABSTRAK Lereng adalah kenampakan permukaan alam yang memiliki beda tinggi. Stabilitas lereng berkaitan dengan longsor yang merupakan proses perpindahan massa tanah dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Penelitian ini bertempat di Pembangunan TPA Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Maka tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan dari keadaan lereng sebelum dan setelah diberi perkuatan. Dalam tugas akhir ini stabilitas lereng dianalisis dengan 2 metode, yaitu dengan Plaxis 2d V8 dan metode analitis yaitu Metode Bishop. Adapun kondisi yang di analisis adalah kondisi awal lereng dan kondisi setelah diberi perkuatan, dimana perkuatan yang digunakan pada analisis ini adalah sheet pile. Pada analisis lereng dengan perkuatan sheet pile digunakan 3 (tiga) kondisi titik pemasangan.  Dari hasil perhitungan didapat nilai faktor keamanan pada kondisi awal dengan metode Plaxis adalah sebesar 1,172 dan dengan metode Bishop adalah sebesar 1,052. Nilai faktor keamanan pada kondisi lereng dengan menggunakan perkuatan sheet pile  dengan metode Plaxis untuk kondisi 1, 2, dan 3 berturut-turut sebesar 1,4171; 1,4525; 1,4524. Sedangkan nilai untuk metode Bishop pada kondisi 1, 2, dan 3 berturut-turut sebesar 1,37;1,395;1,452. Maka dapat disimpulkan bahwa lereng menjadi stabil jika diberi perkuatan sheet pile dibandingkan dengan kondisi tanpa perkuatan Hal ini dapat dilihat dengan adanya kenaikan nilai faktor keamanan. Kata kunci: stabilitas lereng, faktor keamanan, sheet pile, bishop, plaxis
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PADA MIKROBAKTERI BIOCONC SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Felix Tanoto
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.468 KB)

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan bakteri jenis tertentu pada beton terbukti mampu mengurangi penggunaan semen, meningkatkan kekuatan, dan menutupi retak halus dalam beton. Bakteri sangat bergantung pada kondisi termperatur yang mana akan mempengaruhi proses hidup dan berkembang biaknya, oleh sebab itu, penelitian ini difokuskan pada pengaruh temperatur mikrobakteri terhadap kekuatan beton yang menggunakan bakteri ‘Bioconc’ dengan dosis 500 ml/m3 dan mereduksi kadar semen sebesar 15%, serta dikaji dengan 4 jenis variasi temperatur bioconc yaitu 10oC, 20oC, 30oC dan 40oC. Pengukuran temperatur bioconc dilakukan dengan termometer sesaat sebelum dicampurkan menjadi benda uji beton silinder sebanyak 5 buah untuk tiap variasi dengan kuat tekan rencana yaitu 30 MPa. Hasil yang diperoleh ialah nilai slump pada beton bakteri menurun hingga 3cm. Selanjutnya, penambahan bioconc kedalam beton sedikit meningkatkan berat volume beton tersebut. Disamping itu, absorbsi air oleh beton bakteri juga menurun untuk seluruh variasi. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan oleh beton dengan variasi temperatur bioconc 10oC, dan 20oC, dapat terlihat adanya peningkatan kuat tekan rata-rata sebesar 10,84% dan 23,03% secara berturut-turut. Selain itu, beton dengan variasi temperatur bioconc 30oC dan 40oC menunjukkan penurunan kuat tekan rata-rata yang secara berturut-turut adalah sebesar 0,94% dan 10,19%. Kata Kunci: beton bakteri, bioconc, temperatur, kuat tekan.