cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
STUDI ANALISIS ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS “WHAT IF” (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN DINDING PENAHAN TANAH DAN DERMAGA IKD 3 SERTA PERBAIKAN TANAH IKD BELAWAN) Mhd Garry Satria
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.321 KB)

Abstract

ABSTRAK Bila terjadi keterlambatan pada salah satu jenis aktivitas pada jalur kritis, Seringkali akan menyebabkan keterlambatan durasi proyek secara keseluruhan. Salah satu studi yang telah dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan proyek adalah dengan menggunakan analisa “What If”. Langkah awal adalah memasukkan semua data yang dibutuhkan kedalam program Microsoft Project 2007. Setelah didapatkan sebuah Network Diagram Model Precedence Diagram Method (PDM). Langkah berikutnya model PDM ini di analisa dengan metode “What If” pada salah satu aktivitas pada jalur kritis yang mengalami keterlambatan dengan menggunakan program Microsoft Excel. Perhitungan percepatan durasi dilakukan pada aktivitas-aktivitas pengikut (successor) dari aktivitas yang mengalami keterlambatan. Perhitungan percepatan dibuat sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari durasi awal, dengan batasan jumlah pekerja maksimal 295 orang dan penambahan jam kerja (lembur) maksimal 11 jam. Hasil akhir yang didapat berdasarkan 2 buah grafik penerimaan dan penolakan akibat keterlambatan aktivitas Pekerjaan Perancah Bekisting Balok (4.3.1.1) yang telah dibuat, maka sangat disarankan percepatan dilakukan pada semua aktivitas yang berada dalam daerah penerimaan yaitu aktivitas Pekerjaan Bekisting Balok Beton Expose (4.3.1.2), Pekerjaan Pembesian Ulir (4.3.1.3), Pekerjaan Beton Cor K-350 (4.3.1.4), Pekerjaan Angkur D13-250mm (4.4.6.1), Pekerjaan Pengelasan T:5mm (4.4.6.3), Black Steel Pipe diameter 150mm/6” (5.3.4.1) dan Pipa HDPE diameter 6” (5.3.6.4). Perhitungan penambahan biaya akibat penambahan jumlah pekerja, biaya terendah sebesar Rp. 880.000 dan biaya tertinggi sebesar Rp. 201.500.000 sedangkan perhitungan penambahan biaya akibat penambahan jam kerja, biaya terendah sebesar Rp. 1.785.000 dan biaya tertinggi sebesar Rp. 348.046.875. Kesimpulan yang didapat bahwa metode “What If” dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk mengantisipasi keterlambatan proyek. Dari informasi yang didapat berdasarkan metode “What If” dapat memberikan acuan kepada seorang manager proyek dan pemilik proyek untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk meminimalisasikan keterlambatan proyek secara keseluruhan. Sehingga diharapkan dapat mengembalikan rencana jadwal proyek seperti rencana semula. Kata Kunci : Keterlambatan Proyek, metode “What If”, percepatam durasi, daerah penerimaan.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PEMASANGAN BOX GIRDER (Studi kasus : Proyek Pembangunan Jalan Layang Kereta api) Mhd Salam Harika Nasution
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.649 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan manajemen waktu yang tepat, praktis, cepat dan aman sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga setiap perencanaan yang ditetapkan dapat tercapai. Manajemen waktu sendiri adalah proses merencanakan, menyusun dan mengen- dalikan jadwal kegiatan proyek. Dalam  pelaksanaan  proyek  ini  secara  keseluruhan  pihak  kontraktor bisa menyelesaikan proyek sesuai dengan jadwal. Tapi dalam hal efisiensi waktu, pihak kontraktor seharusnya bisa menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Pada minggu ke-13 realisasi pekerjaan sudah mencapai 4,549 %. Apabila pihak kontraktor bisa mempertahankan kemajuan pekerjaan dengan 4,549% sampai minggu terakhir dengan anggapan kondisi penurunan tidak terjadi, maka pekerjaan akan selesai pada minggu ke-25. Kata Kunci : Manajemen waktu, Surplus.
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN THE REIZ CONDO MEDAN) M. Taqwa Sitompul
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.454 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam bidang manajemen proyek, simulasi Monte Carlo digunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan waktu total dari sebuah proyek. Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi waktu proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Gedung Apartemen The Reiz Condo Medan maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi penjadwalan yang dapat diterima dan probabilitas penjadwalan pada pembangunan gedung tersebut sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan lebih aman.  Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis hasil survey pada pihak kontraktor gedung Apartemen The Reiz Condo Medan. Simulasi pada penilitian ini menggunakan software Crystal Ball dan distribusi data yang di gunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan software Microsoft Project Professional. Sehingga di dapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, optimis, paling disukai, dan pesimis.  Perbedaan jadwal yang di analisis dan di bandingkan pada penelitian kali ini adalah pada total durasi pekerjaan dan besarnya probabilitas selesainya pekerjaan sesuai jadwal. Dari hasil simulasi menggunakan software Crystal Ball telah diketahui probabilitas penyelesaian pekerjaan proyek hasil simulasi Monte Carlo tiap pekerjaan yang telah disusun menjadi jadwal pada software Microsoft Project menghasilkan durasi mean selama 419 hari dengan probabilitas sebesar 71.26%. Jadwal dari hasil simulasi memiliki probabilitas yang lebih besar bila di bandingkan dengan jadwal rencana yang memiliki durasi selama 358 hari dengan probabilitas sebesar 0.89%.   Kata Kunci : Monte Carlo, Durasi, Penjadwalan, Crystal  Ball, Microsoft Project
ANALISA FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI KERJA PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA MEDAN Nia Astri
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.423 KB)

Abstract

ABSTRAK Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam suatu pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dimana sebuah pekerjaan konstruksi dapat berjalan dengan baik apabila sumber daya manusia yang ada memiliki kinerja yang baik pula. Dalam hal ini ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang dalam mengerjakan suatu pekerjaan konstruksi, salah satunya adalah motivasi. Motivasi kerja memiliki peran penting dalam proses pelaksanaan suatu jasa konstruksi mulai dari awal proyek sampai selesainya proyek. Namun demikian tidak semua sumber daya manusia di konstruksi memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja, ada banyak faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi tinggi dan rendahnya motivasi kerja seorang pekerja. Dalam penelitian ini, memaparkan hasil identifikasi faktor-faktor motivasi yang berpengaruh terhadap kinerja para pekerja konstruksi serta  yang ada, antara kondisi yang dihadapi pekerja dengan kondisi yang diharapkannya dengan objek studi proyek-proyek  konstruksi di Medan dan sekitarnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada para pekerja konstruksi di lapangan. Faktor pengaruh motivasi yang menempati urutan pertama adalah faktor kebutuhan psikologis, dengan sub-faktor bonus dan gaji tambahan pada peringkat pertama. Kedua, faktor kebutuhan mencerminkan harga diri, dengan sub-faktor pengakuan atas hasil pekerjaan. Ketiga, faktor kebutuhan aktualisasi diri, dengan sub-faktor kreatifitas dalam pemecahan persoalan. Keempat, faktor kebutuhan psikologi dengan sub-faktor kesesuain gaji/upah dengan pekerja. Kelima, faktor kebutuhan aktualisasi diri, dengan sub-faktor tanggung jawab atas pekerjaan. Kata Kunci: Pekerja, Kinerja, Motivasi, Kebutuhan.
ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU SELESAI PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAST-TRACK (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN MASJID PEMKAB DELI SERDANG) Novia Sari
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.711 KB)

Abstract

ABSTRACK  Projects can be said to be completed if the project work has arrived at a predetermined point which is no longer possible to do the next job. There are several types of scheduling that can be done, and one of them uses the fast track method. Fast Track itself is a project completion system that is faster than the planned time by using more efficient methods so that it can reduce the time of project implementation. The fast track method can shorten implementation time and save project costs compared to traditional (conventional) methods that rely on a rigid sequence of activities. At present the application of the fast track method can help planning so that the implementation is on time or in accordance with the desired completion time. The results of the study showed that the initial implementation time was 420 days while the fast track method was 385 days, then by using the fast track method there is an acceleration of 35 days from the time of the initial implementation of the initial planning  Keywords: completion of the project, planning, control, Fast Track method
Perbandingan Nilai Ketidakrataan Jalan dengan Menggunakan Alat Roughometer III dan Aplikasi Roadroid Puja Adinanta Ginting
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.369 KB)

Abstract

ABSTRAK  Jalan merupakan hal sangat penting dalam perkembangan suatu daerah, dimana keamanan dan kenyamanan berkendara menjadi suatu ukuran dalam konstruksi jalan. Kontruksi jalan dapat kita periksa dengan mendapatkan nilai IRI pada suatu ruas jalan. IRI (International Roughness Index) merupakan goncangan yang dialami pengendara dalam ruas jalan yang dilewati, dimana lebih besar goncangan atau amplitudo naik turun maka nilai IRI juga akan semakin besar dengan satuan m/km. Pengecekan nilai IRI bisa dilakukan dengan menggunakan alat Roughometer III dan aplikasi Roadroid, dimana Roughometer III mempunyai kelebihan lebih teliti daripada Roadroid, tetapi Roughometer III lebih mahal daripada Roadroid dan lebih kompleks daripada Roadroid, sehingga dibuat model mencari perbandingan nilai IRI dan korelasi antara kedua alat tersebut, supaya apabila korelasi anatara kedua alat tersebut dekat, maka kita bisa menggunakan alat yang lebih ekonomis dalam mengoreksi nilai IRI jalan. Hasil dari yang dilakukan menunjukkan bahwa perbandingan nilai IRI Roughometer III dan Aplikasi Roadroid tidak jauh berbeda. Analisa korelasi linear nilai IRI pada  Roughometer III dan nilai eIRI pada Roadroid adalah IRI = 0.8999eIRI + 0.5786  dengan tingkat korelasi sebesar   = 0.8391.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN PELAT BETON DENGAN METODE PELAT BONDEK DAN PELAT KONVENSIONAL PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN RUKO DI BINJAI ) Raihan Muyassar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.805 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan pelat bondek supaya mengurangi biaya pengerjaan, dan waktu pengerjaan pelat lantai beton serta mengurangi jumlah volume beton yang berdampak pada bobot pelat lantai. Dalam proses pengolahan data ini, menghitung analisa harga satuan pekerjaan pelat lantai beton RUKO yang bersumber dari gambar kerja dan berpatokan pada AHS Cipta Karya Kementerian PUPR ( Permen PUPR 28/2016 ) dan harga satuan barang menggunakan Standar Satuan Harga Barang Kebutuhan Pemerintah Kota Medan Tahun Anggaran 2017 pembuatan pelat lantai beton dengan metode konvensional dan metode bondek. Hasil perhitungan analisa harga satuan dan hasil yang diperoleh dari lapangan di rata – ratakan. Selanjutnya menganalisa perbandingan kedua metode pembuatan pelat lantai beton untuk mendapatkan hasil analisa perbandingan antara kedua metode. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh : Pertama, pembuatan pelat lantai beton menggunakan Bondek dengan besi beton rangkai pabrikasi seperti Wiremesh memiliki prosedur kerja yang lebih sederhana dibandingkan dengan metode konvensional. Kedua, pembuatan pelat lantai beton menggunakan pelat bondek dengan besi beton rangkai pabrikasi wiremesh memiliki waktu pekerjaan 0,76 OH/m² yang lebih cepat 1,05 OH/m² atau percepatan pekerjaan 2,38 dibandingkan dengan metode konvensional yang memiliki waktu pekerjaan 1,81 OH/m². Ketiga, pembuatan lantai pelat beton menggunakan pelat bondek dengan besi beton rangkai pabrikasi wiremesh memerlukan biaya lebih murah yaitu Rp. 634.395 /m² dibandingkan dengan  metode konvensional yang memerlukan biaya Rp. 1.189.271,93 /m². Dengan demikian adanya efesiensi biaya sebesar Rp. 554.876,93 per meter persegi, atau efesiensi 46,6 %. Keempat, pembuatan lantai pelat beton menggunakan bondek didapat bobot 182,4 kg/m² dan dengan menggunakan metode konvensional didapat bobot 240 kg/m². Dengan demikan, berat pelat lantai beton menggunakan metode bondek lebih ringan dibandingkan metode konvensional yaitu sebesar 57,6 kg/m².  Kata Kunci : Pelat lantai Bondek, sederhana, dan efisien.
ANALISIS PERHITUNGAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI JACKED PILE 30 CM × 30 CM PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT LABORATORIUM KLINIK PRAMITA MEDAN Ridho Ramadhan Daulay
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.362 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pondasi adalah bagian dari suatu sistem yang meneruskan beban yang di tipang oleh pondasi dan beratnya sendiri kepada dan kedalam tanah dan batuan yang terletak di bawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai daya dukung perencanaan pondasi jacked pile melalui data SPT, Sondir, bacaan manometer HSPD 320 T, dan membandingkannya dengan permodelan program Plaxis 8.6. Daya dukung lateral menggunakan metode Broms. Penurunan elastis jacked pile tunggal, efisiensi, dan daya dukung kelompok tiang juga dihitung. Hasil perhitungan nilai daya dukung aksial jacked pile tunggal yang diperoleh berdasarkan data SPT (BH-1) sebesar 149 Ton, data sondir sebesar 103,7 Ton, bacaan manometer sebesar 114,27 Ton. Hasil perhitungan nilai daya dukung ultimit lateral jacked pile tunggal dengan metode Broms secara analitis didapat sebesar 14,54 Ton dan secara grafis 19,09 Ton. Hasil penurunan Poulus and Davis bernilai 11,79 mm, untuk penurunan elastis tiang tunggal bernilai 9,16 mm, dan menggunakan Plaxis 8.6 bernilai 4,05 mm dengan penurunan ijin tiang sebesar 30 mm. Hasil perhitungan nilai efisiensi kelompok tiang (Eg) dengan metode Converse Labarre bernilai 0,76, untuk efisiensi metode los angeles group sebesar 0,83, berdasarkan kedua metode tersebut, diambil nilai terkecil yaitu metode, Converse Labarre. Kata kunci : SPT, Sondir, manometer, daya dukung, , penurunan Elastis dan Plaxis
ANALISIS RISIKO PADA MASA PEMELIHARAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG PERKANTORAN DI PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR Siti Karina Amaliasukma
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.069 KB)

Abstract

ABSTRAK  Bangunan gedung kantor merupakan bangunan yang termasuk dalam klasifikasi bangunan permanen yang karena fungsinya direncanakan mempunyai umur layan diatas 20 (dua puluh) tahun sehingga harus mendapatkan pemeliharaan yang baik. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dan berkelanjutan dari dibangunnya bangunan gedung kantor ini, maka perlu dilakukan analisis terhadap berbagai risiko yang mungkin akan muncul dalam tahap pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan risiko dominan pada tahap pemeliharaan serta dapat mengetahui tindakan yang tepat untuk menangani risiko tersebut dimana hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya pemeliharaan akibat kerusakan komponen gedung yang ada nantinya.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui studi literatur, kemudian dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan gedung kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Pematangsiantar. Selanjutnya analisa risiko dilakukan dengan cara mencari nilai yang mewakili terlebih dahulu yang berasal dari jawaban responden menggunakan metode Severity Index (SI). Kemudian analisa dilanjutkan dengan menggunakan matriks probabilitas dan dampak.  Terdapat sembilan risiko dominan yang didapatkan, yaitu kurangnya kontrol dan koordinasi, kebijaksanaan dan prosedur yang tidak sesuai, keretakan dan kebocoran, kerusakan komponen arsitektur gedung, kerusakan komponen mekanikal gedung, kerusakan komponen elektrikal gedung, kerusakan komponen luar bangunan gedung, kerusakan komponen tata graha gedung, dan tidak sesuainya metode pemeliharaan yang diterapkan. Setelah risiko tersebut diketahui, pemberian respon risiko dilakukan dengan wawancara kepada pihak responden untuk mengetahui penyebab kemungkinan terjadinya risiko dan mengetahui respon yang harus diberikan untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.  Kata kunci : Manajemen Risiko, Pemeliharaan Gedung, Severity Index, Respon  Risiko
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PENCAMPURAN ASPAL PANAS MENGGUNAKAN ANTI STRIPPING AGENT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Tria Susenita Munthe Susenita Munthe
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.374 KB)

Abstract

ABSTRAK  Anti Stripping Agent (ASA) merupakan bahan anti pengelupasan yang digunakan untuk meningkatkan performance lapisan perkerasan aspal. Temperatur pencampuran memiliki pengaruh dalam proses pembuatan campuran aspal panas yang menggunakan anti stripping agent. Berdasarkan Akzonobel (2003) anti stripping agent stabil pada campuran aspal pada temperatur 170ºC sedangkan berdasarkan Petrochem (2015) anti stripping agent stabil pada campuran aspal pada temperatur 160ºC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi temperatur pada campuran aspal panas dengan adanya penggunaan anti stripping agent.   Campuran aspal panas direncanakan sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3. Aspal yang digunakan adalah aspal Pen 60/70. Agregat berasal dari Patumbak dengan gradasi Ideal.  Anti Stripping Agent yang digunakan adalah jenis Wetfix-Be dan Wetbond-Sp dengan kadar 0.3% dan 0.4% dari berat aspal. Variasi temperatur pencampuran yang digunakan yaitu 140ºC, 150ºC, 160ºC, 170ºC dan 180º.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan kedua jenis anti stripping agent menunjukkan nilai-nilai parameter Marshall seluruhnya memenuhi Spesifikasi Binamarga 2010 Revisi 3. Seiring meningkatnya temperatur yang digunakan nilai density, nilai stabilitas, dan nilai VFB meningkat, namun nilai VIM dan nilai VMA menurun, sedangkan nilai Flow terlihat tidak signifikan.  Begitu pula seiring dengan meningkatnya temperatur maka nilai Retained Stability terus meningkat hingga temperatur 170ºC, namun nilai Retained Stability ini menurun pada temperatur 180ºC. Penggunaan kedua jenis anti stripping agent dengan kadar 0.3% dan 0.4% memberikan nilai Retained Stability maksimum pada temperatur 170ºC.  Kata kunci : Temperatur, Aspal Panas,  Anti Stripping Agent, Karakteristik Marshall.