cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
EVALUASI WASTE DAN PENERAPAN LEAN PROJECT MANAGEMENT PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI 4 MEDAN) Candra Hutagaol
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.848 KB)

Abstract

ABSTRAK Material merupakan komponen yang sangat penting dalam pekerjaan konstruksi yang merupakan penyumbang biaya yang sangat besar pada prosesnya. Menghindarkan kerugian dari material sangat perlu dengan cara meminimalisir adanya waste dari setiap bahan dan material. Untuk itu perlu dilakukan manajemen untuk memperkecil kerugian dari waste yang ditimbulkan. Perlu dilakukan identifikasi material yang baik dan mengidentifikasi penyebab terjandinya waste dengan menggunakan metode lean construction untuk melihat proses apa saja yang berpotensi menghasilkan waste material. Pada proyek pembangunan Gedung Sekolah Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan, banyak ditemukan masalah dalam proses konstruksi, seperti perubahan gambar proyek dan masalah teknik di lapangan yang menyebabkan timbulnya waste material. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi jenis waste apa saja yang dihasilkan dalam proyek konstruksi, mengidentifikasi proses yang menghasilkan waste pada proyek konstruksi dengan menggunakan metode lean construction, dan untuk mengetahui waste level tertinggi dan terendah yang ada di proyek. Dari hasil identifikasi material yang berbiaya besar dan berpotensi menghasilkan waste dengan menggunakan analisa pareto, didapat 5 material yang berpotensi menimbulkan waste yang tinggi, yaitu: bekisting, beton ready mix K 250, keramik uk. 60x60 homogeneus, besi beton ulir D16 mm, dan besi beton ulir D10 mm. Dari hasil analisa waste level didapat persentase limbah dari yang terbesar sampai yang terkecil, yaitu: besi beton ulir D10 sebesar = 4.04 %, keramik homogeneus uk. 60x60 sebesar = 2.38 %, besi beton ulir D16 sebesar = 1.67 %, bekisting sebesar = 1.35 %, dan beton ready mix k 250 sebesar = 0.72 %. Dari identifikasi proses yang menghasilkan limbah dengan lean construction, didapatka nover processing, transportation, over production dan waiting yang merupakan penyebab dari waste material di proyek pembangunan Gedung Sekolah Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan. Proses yang menyebabkan waste pada lean construction, waste material terjadi disebabkan oleh over production, waste material terjadi dikarenakan kurangnya optimasi material di proyek oleh pelaksana sehingga pemesanan material yang berlebihan. Sedangkan over procecessing, waste material yang terjadi karena lambatnya proses kerja sehingga penggunaan material yang ada seperti beton ready mix K 250 mengalami cacat atau pengerasan. Sedangkan pada inventory, waste material terjadi karena tempat penyimpanan material yang masih kurang baik. Inventory yang kurang baik ini menyebabkan material yang rusak diakibatkan cuaca, hilangnya beberapa material, dan terhambatnya pengambilan material. Sedangkan pada waiting, waste in time terjadi dikarenakan adanya waktu tunggu yang terjadi pada logistik material, sehingga menyebabkan penurunan efektifitas kerja.  Kata Kunci :Waste Material, Lean Construction, Waste Hierarchy
Rancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Menggunakan Pompa Hidram Untuk Kebutuhan Rumah Tangga Dharma Teguh Pribadi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.225 KB)

Abstract

ABSTRAK Energi erat kaitannya dengan alam dan teknologi. Dari alam energi dihasilkan,dan dengan teknologi energi dapat digunakan secara optimal. Saat ini kebutuhan energi sangat meningkat, hal ini di pengaruhi adanya peningkatan pertambahan penduduk dan aktivitas manusia. Air merupakan salah satu potensi untuk pengembangan energi terbarukan, sepeti PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang di terapkan pada sungai dan waduk. Pembuatan PLTA pasti memerlukan anggaran yang besar, dan butuh  riset yang tidak sederhana, serta harus meninjau aspek lingkungan agar tidak mengganggu mekanisme alam. Jika rumah tangga memiliki sumber energi sendiri maka penggunaan energi yang dihasilkan oleh  pembangkit listrik tenaga besar dapat dialokasikan sepenuhnya pada kebutuhan industri, pendidikan dan proyek yang membutuhkan energi dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat pembangkit listrik dengan kapasitas kecil, sebagai alternatif sumber energi untuk konsumsi rumah tangga khususnya diperkotaan. Pada rancangan yang dibuat, pompa hidram dipasang sebagai bagian penting untuk memperpanjang durasi pembangkitan listrik oleh turbin dan generator. Pada pembuatan pompa hidram terdapat 12 variasi uji yang terdiri dari perubahan panjang pipa inlet 3 meter sampai 5 meter, tinggi pipa outlet 3 meter dan 4 meter, serta diameter pipa outlet ¾” dan 1”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata kinerja optimum pompa hidram pada penelitian ini didapatkan pada panjang pipa inlet 5 meter dan diameter pipa outlet 1”. Efisiensi debit terbesar yang dihasilkan terdapat pada variasi panjang pipa inlet 5 meter dengan diameter pipa outlet 1” dan tinggi pipa outlet 3 meter yaitu sebesar 21,783%. Dengan beda tingggi air dengan turbin sebesar 2 meter, pipa inlet berdiameter 1/2”,dan debit masuk turbin sebesar 0,2 liter/detik generator dapat membangkitkan energi listrik sebesar 10996,55 Wh setiap 1 jam beroperasi. Durasi pengoperasian ditentukan oleh debit penggunaan air rata-rata rumah tangga perkotaan yaitu 1250 liter per hari, sesuai dengan jumlah tersebut hidram mampu memperpanjang durasi pengoperasian menjadi 4,5 jam dengan energi bangkitan sebesar 24407,10943 Wh. Perbandingan yang dilakukan pada hidram dengan dimensi berbeda menunjukkan hubungan linear antara volume tabung udara dengan daya yang dapat dibangkit.  Kata kunci: pompa hidram,energi, head loss, pipa inlet, debit, turbin
PENGARUH PERLETAKAN ROUGHNESS SENSOR PADA EVALUASI KETIDAKRATAAN JALAN MENGGUNAKAN ALAT ROUGHOMETER III Doly Manurung
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.087 KB)

Abstract

Abstrak  Kenyamanan pengemudi dipengaruhi oleh tingkat ketidakrataan permukaan jalan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kondisi jalan secara berkala. Pemeriksaan kondisi ketidakrataan jalan tidak cukup untuk merepresentasikan kondisi dilapangan yang sebenarnya, sebab pada beberapa kasus hasil survei hanya memberikan gambaran bagaimana kondisi yang dilewati oleh roda dimana sensor roughness dipasang. Evaluasi setiap bagian jalan perlu dilakukan dengan membandingkan nilai IRI yang dihasilkan dari alat Roughometer III dengan perletakan sensor di sebelah kanan untuk mengukur kondisi permukaan jalan yang dilewati ban kanan kendaraan dan  perletakan sensor di sebelah kiri untuk mengukur kondisi permukaan jalan yang dilewati ban kiri kendaraan. Dalam penelitian ini digunakan ARRB Roughometer III untuk menghitung nilai ketidakrataan jalan dalam pada ruas jalan nasional Sumatera Utara, yaitu Jalan Medan –Binjai (Monumen TD Pardede – RSU Latersia) sepanjang 7 km pada empat lajur di kedua arah. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, pada ruas Medan-Binjai untuk lajur lambat perbandingan nilai rata-rata IRI kanan dan kiri adalah 3,03 m/km : 3,28 m/km, untuk lajur cepat 3,26 m/km : 3,07 m/km, Sedangkan untuk arah Binjai – Medan perbandingan nilai rata-rata IRI kanan dan kiri pada lajur lambat adalah 4,10 m/km : 3,95 m/km, pada lajur cepat 4,20 m/km : 3,94 m/km. Terdapat perbedaan Nilai IRI wheelpath kanan dan kiri. Namun tidak terjadi perbedaan nilai yang signifikan antara nilai IRI pada perletakan sensor di sebelah kanan dan di sebelah kiri pada lajur cepat maupun lajur lambat yaitu hanya menghasilkan selisih 0,26. Namun dari hasil survey pada Lajur Binjai menuju Medan kategori kondisi ketidakrataan jalan jelas berbeda sehingga perlu kebutuhan penanganan pemeliharaan jalan yang berbeda pula.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN TERHADAP NILAI CBR (CALIFORNIA BEARING RATIO) TANAH GAMBUT PERKEBUNAN IV AJAMU PANAI HULU LABUHAN BATU UTARA Erik Ribwan Sitohang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.059 KB)

Abstract

ABSTARAK Gambut adalah tanah yang terbentuk dari timbunan sisa-sisa tanaman yang telah mati, baik yang sudah lapuk maupun belum. Timbunan terus bertambah karena proses dekomposisi terhambat oleh kondisi anaerob dan kondisi lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pengurai. Pembentukan tanah gambut merupakan proses geogenik yaitu pembentukan tanah yang disebabkan oleh proses deposisi dan transportasi, berbeda dengan proses pembentukan tanah mineral yang pada umumnya merupakan proses pedogenik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan mekanik dari tanah gambut melalui pengujian CBR (California Bearing Ratio)Laboratorium dan mengetahui perubahan parameter nilai CBR tanah gambut setelah mengalami pemadatan dan variasi waktu perendaman yang berbeda. Dari penelitian ini diperoleh bahwa tanah gambut Tanjung  Medan Labuhan Batu Selatan memiliki kadar air sebesar 455,310 %; berat spesifik sebesar 1,287;berat volume basah (γb) sebesar 1,387; berat volume kering (γd) sebesar 0,273, angka pori awal 3,716 dan  nilai kadar abu sebesar 4,290 % dikategorikan low ash peat, nilai kadar organik sebesar 95,210 %, kalium sebesar 0,027 %, natrium sebesar  0,020 %, silica sebesar 10,2 %, besi sebesar 4,47 %, kalsium sebesar 0,02 %, magnesium sebesar 48,3 %, nilai pH sebesar 5dikategorikan sebagai moderately acidic ,nilai CBR pada tanah asli sebesar 3,728 % untuk pengujian CBR tidak terendam (unsoaked) , sedangkan untuk nilai CBR 1 hari perendaman sebesar 3,457 %, untuk 3 hari perendaman  sebesar 2,847 %, untuk 7 hari perendaman sebesar 2,271 % dan untuk CBR terendah terjadi pada peredaman 10 hari yaitu sebesar 1,932 %. Sedangkan untuk berat isi kering maksimum adalah sebesar 0,560 dengan kadar air optimum 37,977 %.  Kata Kunci : Gambut, California Bearing Ratio, soaked, unsoaked
EVALUASI EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK APBD TINGKAT II DI KABUPATEN DELI SERDANG Hazriaty Astrid Meivira
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.353 KB)

Abstract

ABSTRAK Kendala – kendala yang ditemukan pada keterlamabatan proyek dikelompokkan dalam tiga hal, meliputi: pengelolaan proyek, prasarana dan sarana, acuan dan pengendalian pelaksanaan. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa proses perencanaan dan pengendalian pelaksanaan selama proses konstruksi bila tidak direncakan dan dilaksanakan dengan seksama akan berdampak pada menurunnya kinerja proyek yang bersangkutan. Maka dari itu dengan menurunnya kinerja proyek, diperlukan perbandingan antara perencanaan terhadap parameter pelaksanaan proyek, yaitu biaya, waktu, dan mutu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan konsep manajemen proyek dan besar efektifitas manajemen proyek pada proyek APBD tingkat II. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang didapat dari hasil kuesioner dan sumber data sekunder yang didapat dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Deli Serdang. Data dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Data diolah dengan menggunakan statistical package for the social science (SPSS). Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu kurang efektif penerapan konsep manajemen proyek, karena persentase setiap variabelnya kurang dari 50%. Kata Kunci: Manajemen, Proyek, Efektivitas, Uji Validitas, Uji Reliabilitas.
Manajemen Risiko K3 Pada Proyek Tower Transmisi (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jaringan Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 275 kV Galang – Simangkuk) Hilman Wardhana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Dalam pelaksanaan proyek konstruksi selalu ada potensi bahaya atau risiko yang dapat menyebabkan kerugian yang cukup banyak mengenai biaya, material, dan waktu. Setiap tempat kerja selalu memiliki risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu aktivitas pekerjaan dalam sebuah proyek. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja adalah kurangnya pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik dan juga kurangnya penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) pada proyek. Pengerjaan proyek tower transmisi merupakan salah satu dari infrastruktur memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi  dalam dunia konstruksi dikarenakan kurangnya kesadaran pekerja untuk menggunakan APD dan terlepas dari faktor peralatan dan mesin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko K3, penilaian risiko, dan menentukan pengendaliannya. Metode yang digunakan dalam penilaian risiko pada penelitian ini adalah AS/NZS 4360. Penelitian ini menggunakan teknik kuesioner yang dibagikan kepada responden, dalam hal ini responden yang dituju adalah pihak kontraktor yang memiliki pengetahuan tentang K3 dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat 34 variabel risiko, dengan 4 variabel risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, 20 variabel risiko yang termasuk dalam kategori risiko sedang, dan 10 variabel risiko yang termasuk dalam kategori risiko rendah. Risiko tertinggi yang didapat adalah terjatuh dari ketinggian dengan indeks risiko sebesar 10,439. Dengan adanya pengendalian, diharapkan risiko – risiko yang ada mengalami penurunan dalam tingkatan indeks risiko sebesar 1 tingkatan, dengan indeks risiko tertinggi sebesar 4,715 dengan tingkat risiko sedang.  Kata kunci: AS/NZS 4360, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Tower Transmisi
Manajemen Risiko K3 Pada Proyek Tower Transmisi (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jaringan Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 275 kV Galang – Simangkuk) Hilman Wardhana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.627 KB)

Abstract

ABSTRAK  Dalam pelaksanaan proyek konstruksi selalu ada potensi bahaya atau risiko yang dapat menyebabkan kerugian yang cukup banyak mengenai biaya, material, dan waktu. Setiap tempat kerja selalu memiliki risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu aktivitas pekerjaan dalam sebuah proyek. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja adalah kurangnya pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik dan juga kurangnya penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) pada proyek. Pengerjaan proyek tower transmisi merupakan salah satu dari infrastruktur memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi  dalam dunia konstruksi dikarenakan kurangnya kesadaran pekerja untuk menggunakan APD dan terlepas dari faktor peralatan dan mesin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko K3, penilaian risiko, dan menentukan pengendaliannya. Metode yang digunakan dalam penilaian risiko pada penelitian ini adalah AS/NZS 4360. Penelitian ini menggunakan teknik kuesioner yang dibagikan kepada responden, dalam hal ini responden yang dituju adalah pihak kontraktor yang memiliki pengetahuan tentang K3 dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat 34 variabel risiko, dengan 4 variabel risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, 20 variabel risiko yang termasuk dalam kategori risiko sedang, dan 10 variabel risiko yang termasuk dalam kategori risiko rendah. Risiko tertinggi yang didapat adalah terjatuh dari ketinggian dengan indeks risiko sebesar 10,439. Dengan adanya pengendalian, diharapkan risiko – risiko yang ada mengalami penurunan dalam tingkatan indeks risiko sebesar 1 tingkatan, dengan indeks risiko tertinggi sebesar 4,715 dengan tingkat risiko sedang.  Kata kunci: AS/NZS 4360, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Tower Transmisi
Evaluasi Derajat Konsolidasi Timbunan menggunakan Preloading dan PVD dengan Metode Asaoka ( Studi Kasus Proyek Container Port Phase 2 Pelabuhan Belawan) Jeremy Natama Manihuruk
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.065 KB)

Abstract

ABSTRAK  Penurunan konsolidasi tanah merupakan masalah geoteknik yang sering ditemukan pada kasus timbunan pada tanah lunak. Hal ini menyebabkan perlunya perbaikan tanah dengan menggunakan teknik Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat waktu konsolidasi seperti yang dilakukan pada Proyek Container Port Phase 2 Pelabuhan Belawan. Proses konsolidasi adalah suatu proses disipasi air pori terhadap fungsi waktu. Kombinasi antara metode preloading dan PVD akan mempersingkat waktu dalam proses penurunan tanah. Dalam kajian ini menggunakan data pembacaan instrumen geoteknik Settlement Plate (SP) yang digunakan untuk menghitung prediksi penurunan akhir (settlement final / SF) dan derajat konsolidasi aktual dengan menggunakan metode observasi Asaoka. Kajian ini juga menunjukkan efektifitas penggunaan PVD dalam mempercepat waktu untuk mencapai derajat konsolidasi (U) sebesar 90% dan juga untuk melakukan evaluasi kenaikan kekuatan geser lapisan tanah setelah dilakukannya soil improvement dengan menggunakan preloading dan PVD.  Hasil kajian ini menunjukkan bahwa nilai penurunan akhir (SF) menggunakan Metode Asaoka, jika menggunakan data sejak awal preloading sampai dengan unloading, nilai settlement final lebih besar jika dibandingkan dengan nilai settlement final jika hanya menggunakan data sejak puncak preloading sampai dengan unloading. Sementara dalam hal waktu untuk mencapai derajat konsolidasi (U) sebesar 90% jika menggunakan data hasil prediksi penurunan akhir (settlement final) dengan Metode Asaoka, waktu yang diperlukan untuk mendapatkan (U) sebesar 90% lebih lama jika menggunakan data sejak awal preloading sampai dengan unloading. Dalam hal efektifitas penggunaan PVD dalam mempercepat waktu konsolidasi, didapatkan bahwa jika menggunakan PVD waktu yang diperlukan untuk mencapai derajat konsolidasi (U) 90% berkisar pada 38 hari, dimana pada jumlah hari yang sama, derajat konsolidasi tanpa menggunakan PVD masih sekitar 6,9%. Untuk evaluasi kenaikan kekuatan geser lapisan tanah didapatkan bahwa, jika semakin tinggi timbunan, maka nilai kenaikan kekuatan geser lapisan tanah juga akan semakin besar. Kenaikan kekuatan geser lapisan tanah berbanding lurus dengan kenaikan tegangan vertikal efektif tanah dengan asumsi bahwa sudut geser dalam tanah pada setiap lapisan tidak berubah.   Kata Kunci : Tanah Lunak, Preloading, Penurunan Final (Settlement final), Derajat Konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Kuat Geser Lapisan Tanah, Metode Asaoka.
EVALUASI KINERJA SEISMIK STRUKTUR BANGUNAN RANGKA BAJA DENGAN MENGGUNAKAN BRESING TERKEKANG TEKUK Juvianto Juvianto
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.079 KB)

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan daerah yang rawan terjadi gempa. Gempa tersebut merusak bangunan dan mengakibatkan kerugian harta benda dan korban jiwa serta melumpuhkan kegiatan perekonomian pada daerah – daerah tersebut. Bangunan di Indonesia membutuhkan sistem struktur  yang dapat mencegah kegagalan struktur yang disebabkan oleh gempa bumi. Metode bresing dengan menggunakan bresing terkekang tekuk merupakan bresing yang sangat efektif pada dissipasi energi tetapi sangat rentan terhadap deformasi yang besar dan storey drift. Bresing ini dirancang untuk memungkinkan bangunan menahan beban lateral siklik yang biasanya diakibatkan oleh gempa. Ada lima tipe struktur yang akan dievaluasi, yaitu struktur rangka baja tanpa bresing (bare frame), struktur rangka baja dengan konfigurasi single diagonal bracing, struktur rangka baja dengan konfigurasi chevron bracing, struktur rangka baja dengan konfigurasi single diagonal alternate direction bracing (zigzag), struktur rangka baja dengan konfigurasi pola X yang akan dianalisis dengan metode respons spektrum. Respon yang akan dievaluasi adalah storey displacement, strory stiffness, dan storey acceleration. Setelah dianalisis, dapat diamati bahwa bresing dapat membantu menahan beban lateral. Dari lima tipe struktur yang dianalisis, konfigurasi pola X   menahan gaya lateral lebih baik daripada empat tipe struktur lainnya. Kata kunci: bresing tahan tekuk, respons spektrum, storey acceleration, storey displacement, storey stiffness
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN PROGRAM PLAXIS V.8.6 PADA JEMBATAN SEI SEMAYANG 12 +200 BORE HOLE 2 (STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JALAN BEBAS HAMBATAN MEDANBINJAI ) M. Ilham Manurung
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.201 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan  yang  berhubungan  langsung dengan tanah, atau bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan tanah yang mempunyai fungsi memikul beban bagian bangunan lain diatasnya. Proyek pembangunan  jalan  bebas hambatan Medan – Binjai (jembatan Sei Semayang station 12+200). Tujuan tugas akhir ini tiang pancang  menghitung besarnya daya dukung berdasarkan standard penetration test (SPT), kalendering  dan  membandingkan  dengan  menggunakan  Plaxis V. 8.6.  Kapasitas daya  dukung  lateral, penurunan elastis ,  efisiensi dan daya dukung ultimite kelompok. Pada penelitian ini jenis tanah digunakan lebih didominasi pasir dimana pada pasir hampir tidak mengalami proses pemampatan sehingga ukuran rongga antara butiran tanah tetap, baik sebelum maupun setelah proses konsolidasi. Ujung  tiang pancang  jatuh di tanah pasir, sehingga tidak memperhitungkan penurunan konsolidasi primer yang diperhitungkan adalah penurunan elastisnya. Dari perhitungan program Plaxis V. 8.6, diperoleh lamanya waktu proses konsolidasi berlangsung adalah sebesar 1 hari. Tanah yang dimodelkan didominasi oleh tanah pasir. Metode kapasitas daya dukung lateral tiang pancang  hanya dapat digunakan pada satu jenis  tanah saja, misalnya untuk lapisan pasir saja atau lapisan lempung saja. Sehingga, apabila tanah tersebut mempunyai lapisan yang bervariasi, maka akan diambil lapisan yang dominan untuk mewakili semua lapisan. Dari hasil pengujian SPT diketahui bahwa lapisan yang dominan adalah pasir. Nilai efisiensi yang mewakili adalah metode feld Sebesar 0,54.  Kata kunci : daya dukung, penurunan, SPT, kalendering, Plaxis V. 8.6, dan efisiensi kelompok