cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
Pengaruh Penggunaan Moderate Volume Fly Ash Dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tarik Belah Fiber Reinforced Engineered Cementitious Composites Harwin Harwin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, akan dilakukan penelitian tentang efek penggunaan abu sekam padi (RHA) sebanyak 0 dan 10% serta fly ash (FA) 0%, 25% dan 35% dari berat semen terhadap kuat tarik belah Fibre Reinforced Engineered Cementitious Composite (FR-ECC). Tes sampel dibuat sebanyak 72 buah benda uji silinder ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20cm dengan 6 jenis variasi campuran abu sekam padi dan FA yaitu FA0-RHA0, FA0-RHA10, FA25-RHA0, FA25-RHA10, FA35-RHA0, dan FA35-RHA10 dimana tiap variasi tersebut terdapat 4 variasi fibre yaitu 0%,0.1%,0.2%, dan 0.3%. Jumlah sampel untuk tiap variasi tersebut adalah 3 buah sampel. Sampel yang sudah dicetak direndam di dalam bak rendam (curing) selama 22 hari kemudian diangkat dan dibiarkan kering sampai hari ke-28 kemudian diuji kuat tarik belah dengan menggunakan compression machine test.. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa nilai kuat tarik belah optimum terdapat pada variasi FA35-RHA10 0,2% PP fiber. Adapun nilai kuat tarik belah MVFA FR-ECC FA35-RHA10 untuk PP fiber 0%,0,1%,0,2% dan 0,3% adalah 6,47 MPa, 7,14 MPa, 7,58 MPa, dan 5,13 MPa. Sedangkan kuat tarik belah untuk FA0-RHA0 untuk PP fiber 0%,0,1%,0,2% dan 0,3% adalah 4,78 MPa, 4,83 MPa, 5,10 MPa dan 4,30 MPa. Sehingga persentasi kenaikan kuat tarik belah MVFA FR-ECC FA35-RHA10 dibandingkan dengan untuk FA0-RHA0 adalah 35.3%,47.8%,48.6% dan 19,3%.
Kajian Kuat Lentur Balok Beton Berlapis Polypropylene-Engineered Cementitious Composites (PP-ECC) Yang Berbasis Low Volume Fly Ash (LVFA) Dan Abu Sekam Padi Richard Jordan Ongga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan Kuat Lentur Polypropylene Engineered Cementitious Composites Berbahan Dasar High Volume Fly Ash Dan Abu Sekam Padi M.Yudha Malfikri Srg
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Kuat Tarik Belah Fiber Reinforced Engineered Cementitious Composites yang dimodifikasi dengan Penambahan Low Volume Fly Ash dan Abu Sekam Padi William Wijaya Pratama
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan dan bahan konstruksi yang penggunaannya semakin meningkat tetapi pemenuhan akan bahan baku beton semakin berkurang. Salah satu alternatifnya adalah penggunaan Fiber Reinforced Engineered Cementitious Composites (FR-ECC) dengan cara mengganti sebagian agregat halus dengan Fly Ash dan Abu Sekam Padi serta dengan penambahan serat Polypropylene (PP). Pada penelitian ini, akan dilakukan penelitian tentang dampak penggunaan Low Volume Fly Ash (FA) dengan persentase 0%; 5%; 15% dari berat semen dan Abu Sekam Padi (ASP) dengan konsentrasi 0%; 15% dari berat semen terhadap kuat tarik belah FR-ECC. Sampel dibuat sebanyak 72 buah benda uji berupa silinder dengan ukuran 100 mm x 200 mm dengan 6 jenis variasi campuran abu sekam padi dan FA dimana tiap variasi campuran tersebut terdapat 4 variasi polypropylene fibre (PP) yaitu 0%;0,1%;0,2%;0,3%. Jumlah sampel untuk tiap variasi adalah 3 buah sampel. Sampel yang sudah dicetak direndam di bak rendam selama 22 hari kemudian dikeluarkan dari bak perendam dan dibiarkan kering dengan suhu ruangan sampai hari ke-28. Pengujian kuat tarik belah FR-ECC dilakukan pada umur 28 hari dengan menggunakan compression machine test.
KAJIAN KUAT TEKAN MORTAR ECC BERBASIS LOW VOLUME FLY ASH (LVFA) YANG DIMODIFIKASI DENGAN ABU SEKAM PADI Widi Asti Sibuea
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar ECC merupakan material komposit yang tersusun atas semen, pasir silika, air, zat additive , material cementitious dan tidak menggunakan agregat kasar (kerikil). Proses produksi semen portland menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dilepas ke atmosfir sehingga dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu dalam penelitian ini digunakan semen kurang dari 500 kg/m3. Untuk mendukung mortar ECC yang ramah lingkungan, maka dalam penelitian ini digunakan limbah berupa fly ash dan abu sekam padi sebagai material cementitous. Berdasarkan hasil pengujian chemical content, senyawa silika oksida (SiO2) yang terkandung dalam fly ash dan abu sekam padi secara berurutan adalah sebesar 34,88% dan 81,28%. Kandungan senyawa silika oksida (SiO2) dalam fly ash dan abu sekam padi diharapkan efektif bereaksi pada saat proses hidrasi semen.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental guna mengetahui pengaruh penambahan ASP dan persentase optimum FA sebagai bahan tambah dalam campuran mortar ECC LVFA. Variasi persentase FA dan ASP yang digunakan sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat semen total dengan jumlah benda uji untuk setiap variasinya sebanyak 3 buah. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 1 hari menggunakan benda uji berbentuk silider dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm.Dari hasil pengujian diperoleh kuat tekan optimum sebesar 59,398 MPa pada umur 28 hari yang dihasilkan oleh MD15-10. Hasil ini 109,724% lebih tinggi dari kuat tekan MA0-0 (kontrol) yang menghasilkan kuat tekan 28,322 MPa. Secara keseluruhan penggunaan FA dan ASP sampai dengan 15% memberikan hasil kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan MA0-0 (kontrol).Kata kunci: Mortar ECC, fly ash, abu sekam padi, kuat tekan
ANALISIS KONTRAK KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: RENOVASI/REHABILITASI PUSKESMAS SIRAPIT KABUPATEN LANGKAT) Yuliana Tarigan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tahap pelaksanaan pekerjaan saat dilapangan, sering terjadi beberapa kendala seperti kesalahan dalam penerapan kontrak kerja yang mengakibatkan proyek tidak berjalan sesuai dengan kontrak awal. Penelitian ini dibuat untuk menganalisa penerapan kontrak kerja dan indikator yang mempengaruhinya terhadap kondisi lapangan dari pelaksanaan Renovasi Puskesmas Sirapit Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data wawancara dan kuesioner yang kemudian dianalisis korelasinya dengan Uji Validitas dan Cronbach Alpha (Uji Reabilitas) dengan menggunakan aplikasi SPSS. Dari hasil penelitian didapat bahwa penerapan kontrak kerja pada proyek Renovasi/Rehabilitasi Puskesmas Sirapit Kabupaten Langkat mendapati persentase 41% menyatakan sudah sesuai dan 59% menyatakan belum sesuai serta indikator yang sangat mempengaruhi ialah karena terjadi koordinasi yang lemah dalam siklus proyek dengan nilai yaitu 70% menyatakan sangat setuju. Hal ini dikarenakan permintaan owner yang berubah-ubah yang mengakibatkan adanya perubahan volume pada proyek.Kata Kunci: kontrak kerja, pelaksanaan proyek, aplikasi SPSS.
PENGARUH PENGGUNAAN LOW VOLUME FLY ASH DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN FIBER REINFORCED ENGINEERED CEMENTITIOUS COMPOSITES Nicholas Putra Jaya Ginting
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engineered Cementitious Composites (ECC) merupakan komposit yang terdiri dari semen, pasir, air, zat adiktif, material cementitious, dan tidak menggunakan agregat kasar. ECC memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan beton konvensional, salah satunya adalah memiliki daktilitas yang tinggi. Untuk meningkatkan perkuatan, ECC ditambah dengan fiber dengan persentase tertentu dan disebut Fiber Reinforced Engineered Cementitious Composites (FR-ECC). FR-ECC menggunakan fiber tidak lebih besar dari 2% untuk menghindari pengaruh yang tidak baik daktilitas komposit tersebut. FR-ECC merupakan salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan semen dalam konstruksi. Penggunaan fly ash dan abu sekam padi sebagai material cementitious karena memiliki kandungan SiO2 yang diharapkan dapat membantu proses hidrasi semen sehingga menghasilkan CSH yang baru.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash dan abu sekam padi terhadap kuat tekan FR-ECC serta mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan persentase fly ash dengan kadar Low Volume yang digunakan sebesar 0%, 5%, dan 15% dari berat semen awal. Sedangkan persentase abu sekam padi yang digunakan sebesar 15% dari berat awal semen. Kedua material cementitious tersebut divariasikan dengan persentase fiber sebesar 0%, 0.1%, 0.2%, dan 0.3%. Pengujian dilakukan pada saat umur 28 hari.Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah kuat tekan rata-rata optimum terdapat pada variasi FR-ECC FA 15% - ASP 15% dengan persentase fiber 0%, 0.1%, 0.2%, dan 0.3% secara berurut sebesar sebesar 55.80 MPa, 60.30 MPa, 65.82 MPa, dan 51.38 MPa. Nilai kuat tekan rata-rata terendah terdapat pada variasi FR-ECC FA 0% - ASP 0% (control) dengan persentase fiber 0%, 0.1%, 0.2%, dan 0.3% secara berurut sebesar 28.32 MPa, 45.44 MPa, 50.96 MPa, dan 37.37 MPa. Persentase kenaikan nilai kuat tekan rata-rata variasi FR-ECC FA 15% - ASP 15% dengan persentase fiber 0%, 0.1%, 0.2%, dan 0.3% sebesar 97.03%, 32.70%, 29.16%, dan 37.50%. Persentase fiber dengan nilai kuat tekan tertinggi terdapat pada persentase fiber 0.2%. Dapat disimpulkan bahwa fly ash dan abu sekam padi sebagai material cementitious dapat digunakan untuk meningkatkan nilai kuat tekan ECC.Kata kunci: FR-ECC, fly ash, abu sekam padi, fiber, kuat tekan
ANALISIS GEOTEKNIK TERHADAP KESTABILAN TUBUH BENDUNGAN AKIBAT REMBESAN PADA LOKASI BENDUNGAN LAU SIMEME DENGAN PROGRAM PLAXIS V.8.6 Ferga Vanesa Saragih
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Lau Simeme merupakan bendungan tipe urugan dengan material lempung sebagai inti tubuh. Salah satu masalah yang sering terjadi pada bendungan urugan seperti berpotensi runtuh akibat berubahnya tegangan dalam tanah akibat aliran tanah sehingga diperlukannya analisis rembesan. Pemodelan fisik berbentuk trapesium dengan kombinasi parameter permeabilitas (k). ketinggian muka air (Δℎ)dan panjang lintasan rembesan (l) dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antar parameter dengan satuan yang sama. Elevasi yang digunakan adalah muka air kondisi banjir dengan elevasi 253.78 m dan muka air kondisi normal 246.80 m.Untuk inti material lempung koefisien permeabilitas sebesar 2.61 x 10-6 m/detik. Hasil pengujian rembesan tersebut digunakan dalam dua metode perhitungan. yaitu metode analisis meliputi kecepatan dengan Hukum Darcy. debit rembesan dengan cara Dupuit dan software PLAXIS V.8.6. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini semakin tinggi elevasi muka air di hulu maka debit rembesan pada hilir akan semakin besar . berbanding terbalik dengan faktor keamanan dimana semakain tinggi elevasi muka air di hulu maka faktor keamanan yang didapatkan akan semakin kecil begitu pula sebaliknya.Kata Kunci : bendungan urugan. debit rembesan. kecepatan. PLAXIS V.8.6. faktor keamanan.
ANALISIS DEBIT BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BAH BOLON PEMATANGSIANTAR MENGGUNAKAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK Panji Boi Marihot Siburian
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Bah Bolon merupakan salah satu sungai di Pematangsiantar,provinsi Sumatera Utara. Daerah aliran sungai ini merupakan daerah rawan banjir pada saat musim penghujan datang,banyak hal yang menyebabkan daerah ini rawan banjir salah satunya perubahan tata guna lahan di sekitar aliran sungai Bah Bolon. Perencanaan pengendalian banjir, pengamanan sungai, dan struktur bangunan air lainnya dapat dilakukan dengan baik apabila debit banjir rencana di sungai tersebut di ketahui. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode empiris. Kemudian dianalisa dengan Intensitas Curah hujan jam-jaman dari tiga stasiun hujan yang selanjutnya parameter tersebut menjadi pendukung untuk menentukan debit banjir dari Metode HSS Nakayasu, HSS Snyder, dan HSS Gama-1.Berdasarkan hasil perhitungan dengan kala ulang 10 tahun diperoleh Hasil debit puncak banjir Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu 3824,778 m3/detik pada t = 6,486 jam, Hidrograf Satuan Sintetik Snyder 49841,8 m3/detik pada t = 5 jam dan Hidrograf Satuan Sintetik Gama-1 sebesar 395,461 m3/detik pada t = 5 jam. Hasil dari tiga metode hidrograf satuan sintetik dengan menggunakan data sungai yang sama di peroleh hidrgraf satuan sintetik yang dapat diterapkan untuk kepentingan perhitungan dan perencanaan bangunan air di sungai Bah Bolon adalah Hidrograf Satuan Sintetik Gama-1Kata kunci : Hidrograf Satuan Sintetik
EVALUASI RESPONSE MODIFICATION FACTOR DAN AMPLIFICATION FACTOR UNTUK SRPMK DENGAN VARIASI JUMLAH BAY MENGGUNAKAN ANALISA PUSHOVER Timothy Eka Rikky Ginting
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan bangunan tahan gempa digunakan faktor koefisien modifikasi respon (R) untuk mereduksi kekuatan gempa sampai tingkat tertentu, agar perencanaan lebih ekonomis, oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengevaluasi pengaruh jumlah bay bangunan terhadap faktor modifikasi respons (R) dan faktor pembesaran perpindahan (Cd), dengan nilai yang telah ditentukan pada SNI 1726-2012, dimana pada struktur rangka beton bertulang pemikul momen khusus nilai R ditetapkan sebesar 8 dan nilai Cd sebesar 5,5. Pada penelitian ini terdapat 6 model bangunan struktur beton rangka pemikul momen khusus open frame 6 tingkat dengan jumlah bay arah y sebesar 3 tetapi memiliki jumlah bay arah x yang berbeda yaitu 1 bay, 2 bay, 3 bay, 4 bay, 5 bay dan 6 bay. Dalam penelitian ini digunakan Analisis Statik Non Linear yang menggambarkan hubungan antara gaya geser dasar terhadap perpindahan titik acuan pada atap yang menghasilkan kurva kapasitas sebagai pedoman untuk mendapatkan nilai R dan Cd. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan nilai faktor modifikasi respons (R) keenam model struktur berdasarkan FEMA 356 pada arah X dan pada arah Y lebih kecil dari nilai acuan SNI 1726:2012 sebesar 8 sedangkan nilai faktor modifikasi respons (R) dengan perhitungan berdasarkan ATC-19 pada arah X dan pada arah Y menghasilkan nilai R lebih besar dari nilai acuan SNI 1726:2012 sebesar 8 sedangkan nilai Cd pada arah X arah Y keenam model struktur memiliki nilai Cd lebih kecil dari nilai acuan SNI 1726:2012 sebesar 5,5.Kata kunci : Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus, Nonlinear Static Pushover Analysis, Faktor Modifikasi Respons, Faktor Pembesaran Perpindahan.