cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
Potensi Tilapia Hepsidin 1-5 (Th1-5) Pada Ikan Mujair (Oreochromismossambicus) Sebagaiagen Antiviral, Neuroprotektif, Dan Imunomodulator: Solusi Mutakhir Permasalahan Japanese Encephalitis Di Bali Mahfira Ramadhania; Rido Maulana; Riyan Sopiyan
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Japanese encephalitis virus (JEV) adalah penyebab utama dari wabah epidemik ensefalitis di kawasan Asia. Saat ini belum ditemukan obat antivirus yang efektif dalam menangani permasalah Japanese encephalitis (JE). Penelitian terbaru menemukan bahwa terdapat antimicrobial peptides (AMPs) yang memiliki aktivitas biologis meliputi aktivitas antimikroba dan imunomodulator untuk menangani permasalahan JE, yaitu tilapia hepcidin1-5 (TH1-5). Penelitian terakhir menunjukan bahwa hepsidin juga mampu diproduksi oleh beberapa spesies ikan. Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan spesies yang mengandung TH1-5 dalam jumlah besar sehingga banyak dimanfaatkan oleh peneliti untuk mengatasi permasalahan JE. Aktivitas yang dimiliki oleh TH1-5 dalam menangani masalah JE antara lain: aktivitas antivirus, neuroprotektif, antioksidan, imunomodulator, merangsang pembentukan antibodi anti-JEV, dan aktivitas lain seperti penurunan ekspresi gen yang berhubungan dengan sekresi sitokin-sitokin proinflamasi dan proteksi dari infeksi JEV yang telah diuji secara in vivo. Dengan demikian, dengan pemanfaatan yang maksimal dari TH15 sebagai double deal penatalaksanaan preventif dan kuratif diharapkan dapat meminimalkan insiden kasus JE, mencegah transmisi JE pada turis, dan mewujudkan safety travelling di Indonesia, khususnya Bali.
Umbilical Cord-Mesenchymal Stem Cells (Ucmscs) Dan Stem Cell Marker Tra-1-60: Interaksi Seluler Sel Multipoten Dalam Mengatasi Gagal Ginjal Kronik* Riyan Sopiyan; Haifa Auriana Sagita Putri; Rido Maulana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang harus dihadapi terkait gagal ginjal kronik (GGK) tidak hanya prevalensi yang tinggi, tetapi juga efektivitas dan efek samping pengobatan serta biaya pengobatan yang masih sangat mahal. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa Umbilical Cord-Stem Cells (UC-MSCs) serta interaksinya dengan TRA-1-60 sebagai markerstem cell pada ginjal yang rusak dapat menjadi solusi alternatif.UC-MSCs merupakan sel multipoten yang berasal dari plasenta bayi yang baru dilahirkan sehingga penggunaan stem cell ini lebih aman dan jauh dari permasalahan etis. Pada aplikasinya, stem cell diinjeksikan ke dalam kapsul ginjal pasien GGK sebanyak 15-20 juta sel/kgBB. Sitokin yang dikeluarkan oleh sel-sel ginjal yang rusak mengundang stem cell berakumulasi di tempat yang mengalami kerusakan. Di lain sisi, sel-sel ginjal yang rusak juga mengekspresikan TRA-1-60 untuk kemudian dikenali oleh stem cell sehingga stem cell mampu menjalankan fungsi repair system dengan baik. Mekanisme perbaikan sel ginjal terbagi menjadi dua jalur, yaitu jalur parakrin dan endokrin yang mampu mempengaruhi dediferensiasi dan regenerasi sel nefron.Dengan melihat keuntungan-keuntungan yang dimiliki UC-MSCs membuat sel ini berpotensi untuk dijadikan solusi alternatif terapi yang lebih baik bagi GGK. Namun, untuk mendukung hal tersebut perlu adanya pusat pengembangan dan pemeliharaan stem cell di Indonesia, serta publikasi kepada masyarakat luas mengenai potensi stem cell dalam mengatasi GGK.
PEDOMAN DIAGNOSIS BRONKIOLITIS AKUT Surya Wijaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkiolitis akut merupakan infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang sering terjadi pada bayi. Kasus ini menimbulkan tingkat perawatan di rumah sakit, morbiditas, dan mortalitas yang cukup tinggi. Namun, diagnosis bronkiolitis akut sering kali salah didiagnosis sebagai asma atau bronkopneumonia. Pengetahuan tentang diagnosis bronkiolitis penting untuk diketahui untuk mencegah kejadian tersebut. Pada anamnesis, anak pernah terpajan dengan anggota keluarga yang menderita infeksi virus beberapa minggu sebelumnya. Gejala awal berupa gejala infeksi respiratorius atas akibat virus, seperti pilek ringan, batuk, dan demam; dapat disertai dengan sesak napas. Pemeriksaan fisik pada anak yang mengarah ke diagnosis bronkiolitis adalah adanya takipnea, takikardi, peningkatan suhu di atas 38,5°C, napas cuping hidung dan retraksi interkostal ekspirasi memanjang hingga wheezing pada auskultasi paru. Pemeriksaan penunjang pada kasus disesuaikan dengan kebutuhan berupa pemeriksaan darah rutin, saturasi oksigen, dan analisis gas darah.Kriteria bronkiolitis terdiri dari (1) wheezing pertama kali, (2) umur 24 bulan atau kurang, (3) pemeriksaan fisik sesuai dengan gambaran infeksi virus misalnya batuk, pilek, demam dan (4) menyingkirkan pneumonia atau riwayat atopi yang dapat menyebabkan wheezing. Diagnosis banding kasus adalah asma dan bronkopneumonia. Oleh karena itu, diagnosis bronkiolitis akut dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
HUBUNGAN ANTARA PREVALENSI DEPRESI DENGAN TIPE LOCUS OF CONTROL (LOC) MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Putu Ayu Astri Pranara Iswara
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi depresi, kelelahan dan penyakit mental pada mahasiswa kedokteran memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum seusianya. Depresi ditemukan berhubungan dengan tipe Locus of Control (LOC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prevalensi depresi dengan tipe LOC, serta faktor risiko lain yang berhubungan dengan prevalensi depresi pada mahasiswa kedokteran Universitas Udayana. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik potong-lintang (cross sectional) yang dilaksanakan dari tanggal 2 November 2013 sampai 15 Desember 2013. Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama hingga ketiga pada tahun ajaran 2013-2014. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling. Dari 300 sampel terpilih, 284 sampel (response rate=94,67%) telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Ditemukan hubungan yang signifikan antara prevalensi depresi dengan tipe LOC (p<0,001). Hubungan ini tetap bermakna ketika dilihat berdasarkan tahun angkatan mahasiswa tahun pertama p<0,001; tahun kedua p=0,009; tahun ketiga p<0,001. Terdapat hubungan terbalik dengan kekuatan sedang antara skor LOC dan BDI [r=-0,4; 95%CI (-0,50) –(-0,28)], artinya mahasiswa yang memiliki LOC tipe internal (LOC-i) cenderung tidak mengalami depresi.Sebaliknya, mahasiswa dengan LOC tipe eksternal (LOC-e) memiliki kecenderungan untuk mengalami depresi yang lebih tinggi dibandingkan tipe LOC lainnya.
POTENSI IMUNOMICELLE POLIMERIK PLGA-PEG-MCOOH SPESIFIK VCAM-1 BERBASIS SENYAWA CAPSAICIN SEBAGAI MODALITAS MUTAKHIR DALAM PENATALAKSANAAN ATEROSKLEROSIS I Made Yoga Prabawa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Kardiovaskular (PKV) masih menjadi penyebab mortalitas terbesar. Pada tahun 2008, diperkirakan 17.3 juta jiwa meninggal akibat PKV, dan lebih dari 80% kematian akibat PKV berasal dari Negara berkembang. Aterosklerosis dilaporkan sebagai penyebab utama terjadinya PKV. Modalitas terapi terbaru untuk aterosklerosis dengan menggunakan agonis dari TRPV1 sudah ditemukan. Jing Feng Zhao (2013) melaporkan bahwa senyawa agonis TRPV1, yaitu Capsaicin, yang terkandung dalam Capsicum spp; rempah termasyhur di Indonesia. Waktu paruh Capsaicin yang singkat (24 jam) dan sifatnya yang tidak spesifik terhadap lesi aterosklerotik dapat diatasi dengan mengenkapsulasi Capsaicin ke dalam polimerik immunomicelle PLGA-PEG-MCOOH spesifik VCAM-1, yang dapat meningkatkan waktu paruhnya hingga 28 hari. Aktivasi TRPV1 oleh Capsaicin akan mengaktifkan kompleks LXR?-RXR-LXRE yang mengakibatkan terjadinya peningkatan transporter ABCA1, ApoE, dan SOAT yang secara akumulatif akan meningkatkan plasma HDL dan menurunkan tingkat makrofag sel busa sebanyak empat kali (52,5%) dan delapan kali (70,13%). Hal tersebut juga mampu menekan jumlah NF-kB (81,37%) dan p65 (87,54%), sehingga meningkatkan IkB (72,57%). Penambahan MCOOH pada immunomicelle akan menghambat ambilan oxLDL sebanyak 88%. Modalitas terbaru ini dapat direkomendasikan karena memiliki efek kuratif dan kardio protektif dengan efikasi tinggi, hanya memerlukan sekali injeksi, dan efek samping lebih rendah jika dibandingkan dengan modalitas konvensional.
Pengaruh Diatermi terhadap Perbaikan Kualitas Nyeri dengan Menggunakan Skor VAS pada Penderita Osteoartritis Lutut di Instalasi Rehabilitasi Medik RSMH Palembang Benny Afriansyah; Surya Wijaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoartritis (OA) adalah sekelompok kondisi heterogen yang menyebabkan timbulnya gejala dan tanda pada sendi yang berhubungan dengan defek integritas kartilago. Salah satu sendi yang paling sering diserang OA adalah sendi lutut. Nyeri adalah alasan utama pasien OA datang ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Diatermi merupakan pilihan terapi yang banyak digunakan pada penderita OA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan nyeri pada pasien OA lutut sebelum dan setelah diterapi dengan diatermi yang diukur dengan Visual Analogue Scale (VAS). Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian pretest and posttest group design. Penelitian ini melibatkan penderita OA yang memenuhi kriteria inklusi, yakni sebanyak 51 orang. Analisis data dilakukan dengan uji T berpasangan dengan program SPSS 20.0. Setelah dilakukan analisis data dengan menggunakan uji T berpasangan dengan interval kepercayaan 95%, diperoleh nilai sig.2-tailed lebih kecil daripada nilai 0,05 (0,00<0,05) berarti H0 dapat ditolak. Oleh karena, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan rerata skor VAS yang bermakna sebelum dan sesudah diterapi dengan diatermi di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang.
METODE HLIT [SHLA-G (SOLUBLE HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN-G) DAN LILRB1 (LEUKOCYTE IMMUNOGLOBULIN-LIKE RECEPTOR B1) IMMUNOLOGY TEST] SEBAGAI TEROBOSAN TERBARU DIAGNOSIS DINI PREEKLAMPSIA I Gusti Ayu Agung Pritha Dewi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan penyakit pada kehamilan yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas cukup tinggi bagi ibu dan anak. Diperkirakan angka kematian ibu akibat preeklampsia adalah sebesar 23%. Terjadinya preeklampsia sering tidak disadari wanita hamil dan bahkan sudah berkembang menjadi komplikasi sehingga diperlukan metode diagnosis dini terbaru. Patogenesis preeklampsia yang sangat penting adalah maladaptasi imun ibu terhadap fetus yang diperankan oleh HLA-G. sHLA-G dihasilkan oleh sel trofoblas dan beredar bersama peredaran darah ibu pada usia perkembangan plasenta dimulai(4 minggu). sHLA-G yang berikatan dengan reseptor pada sel imun pada desidua akan menghambat lisis oleh sel NK dan sitotoksik oleh sel T sehingga fetus tidak akan diserang oleh sistem imun ibu. Reseptor yang dominan pada sel-sel ini adalah LILRB1. Metode HLIT melakukan pemeriksaan terhadap sHLA-G pada serum ibu dengan mendeteksi ikatan antara reseptor LILRB1 pada monosit perifer dengan sHLA-G pada serum ibu dengan teknik ELISA Direct. Metode HLIT memiliki berbagai kelebihan dan keuntungan sehingga memiliki prospek yang cerah di masa depan.
POTENSI PEMANFAATAN GREEN TEA-DERIVED POLYPHENOLS (GTPS) TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) SEBAGAI INOVASI PENGEMBANGAN TERAPI ADJUVAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS Surya Wijaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang mengkhawatirkan Setiap tahun, tercatat 2 juta penduduk dunia meninggal akibat tuberkulosis. Penyebab utama kekurangefektifan terapi adalah karakteristik M. tuberculosis yang mampu menghindari sistem pertahanan tubuh manusia. Melalui beberapa mekanisme green tea-derived polyphenols (GTPs) yang tidak dimiliki oleh obat antituberkulosis first-line saat ini, diharapkan dapat menjadi terapi adjuvan tuberkulosis baru yang lebih aman dan efektif. Potensi imunomodulator GTPs akan merangsang respon imun seluler dengan meningkatkan produksi maupun aktivitas dari beberapa sitokin penting, seperti IL-12, IFN- ?, dan TNF-?. GTPs juga berpotensi untuk menurunkan kerusakan jaringan paru permanen yang terjadi akibat proses infeksi dengan menghambat respon imunopatologis dari TNF-?, histamin, ROS dan RNI. Selain itu, GTPs terbukti mampu menghambat Sp1, yang merupakan faktor transkripsi yang paling berperan dalam ekspresi gen TACO, molekul host-protein yang paling berperan dalam kemampuan M. tuberculosis untuk hidup di dalam makrofag, Oleh karena itu, GTPs berpotensi untuk diaplikasikan sebagai terapi adjuvan pada pasien tuberkulosis karena memiliki efek imunomodulator, antioksidan kuat, dan penghambatan transkripsi gen TACO. Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN TINGKAT PENGETAHUAN SEPUTAR KLINIK WISATA PADA WISATAWAN DOMESTIK MAUPUN MANCANEGARA TERHADAP PEMANFAATAN KLINIK WISATA DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA, BALI I Putu Yuda Prabawa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan tingkat pengetahuan seputar klinik wisata pada wisatawan domestic maupun mancanegara terhadap pemanfaatan klinik wisata yang terdapat di kawasan wisata pantai Kuta, Bali. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan desain Cross-sectional. Metode: Pengambilan sampel menggunakan metode Consecutive sampling di kawasan wisata Pantai Kuta. Variabel yang dinilai meliputi data deskriptif dan analitik dengan Chi-square dan Pearson correlation. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa wisatawan Jakarta (24%) dan Australia (22%) terbanyak. Usia 26-45 tahun serta tujuan berlibur dominan pada domestik (40%;62%) maupun mancanegara (46%;80%). Pembahasan: Informasi diperoleh dari teman/keluarga, mengunjungi Pantai Kuta lebih dari sekali, tidak mengetahui dan tidak pernah mengunjungi klinik wisata dominan pada domestik (30%, 76%, 76%, 94%) dan mancanegara (56%, 68%, 62%, 94%). Keindahan pantainya alasan utama pada domestik (48%) dan berselancar pada mancanegara (28%). Sebagian besar wisatawan memiliki kemauan memanfaatkan klinik wisata serta mempunyai sikap dan tingkat pengetahuan yang baik: domestik (64%, 58%, 64%) dan mancanegara (66%, 62%, 62%). Kesimpulan: Terdapat hubungan serta korelasi positif kuat antara sikap dan tingkat pengetahuan (P=0,000) seputar klinik wisata terhadap pemanfaatan klinik wisata pada domestik (r=0,570; r=0,557) dan mancanegara (r=0,589; r=0,662) yang terdapat di kawasan Pantai Kuta, Bali.
POTENSI PSIKOBIOTIK SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF GANGGUAN DEPRESIF MAYOR Agustinus M. Sarayar; Patrick Reteng; Richard Kowel
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang umum ditemukan di semua negara di seluruh dunia. Diperkirakan satu dari setiap 10 orang di dunia mengalami gangguan cemas ataupun depresi. Banyak pasien dengan depresi tidak terdiagnosis. Selain itu, hanya sekitar setengah yang akan mengalami perbaikan dengan terapi antidepresan yang ada. Pembahasan: Psikobiotik merupakan organisme hidup yang ketika dikonsumsi dapat memberikan perbaikan kesehatan pada pasien yang menderita penyakit jiwa. Mikroorganisme dengan inang berkomunikasi melalui serangkaian signal hormonal yang disebut cross-kingdom cell-to-cell signaling. Psikobiotik ini memperbaiki hiperaktivitas aksis HPA, memperbaiki respon imunologis yang abnormal, dan mempengaruhi kadar neurotransmitter pada penderita gangguan depresif mayor. Keunggulan terapi ini dibandingkan dengan terapi antidepresan yang tersedia saat ini antara lain, konsumsi psikobiotik lebih aman dan mudah, tidak memerlukan prosedur reguler seperti penggunaan obat-obatan psikotropika, dan dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh manusia. Kesimpulan: Terapi alternatif menggunakan psikobiotik efektif dalam menangani gangguan depresif mayor.

Page 2 of 33 | Total Record : 326


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue