cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 272 Documents
Sistem Pelacakan dan Pengamanan Kendaraan Berbasis GPS dengan Menggunakan Komunikasi GPRS Yosephat Suryo Susilo; Hartono Pranjoto; Albert Gunadhi
Widya Teknik Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i1.1460

Abstract

Sistem pelacakan kendaraan berbasis GPS dengan menggunakan komunikasi GPRS (GPS based vehicle tracking and security system over GPRS) merupakan sebuah sistem dimana posisi sebuah kendaraan dapat diketahui secara pasti. Sistem pelacakan ini menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System) untuk menentukan posisi kendaraan tersebut dan perangkat GPRS untuk berkomunikasi dengan server di Internet melalui jaringan nirkabel telepon seluler. Modul komunikasi GPRS dan perangkat GPS untuk keperluan ini menggunakan Simcom SIM908. Kendaraan yang dilengkapi dengan sebuah GPS – sistem koordinat dengan bantuan sinyal satelit dan dengan konsep trianggulasi – maka lokasi kendaraan dapat dideteksi dengan baik. Sistem GPS mengguakan prototol NMEA-0183 untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler ATMEGA164PA dan juga sebuah modem GPRS untuk berkomunikasi dengan sebuah server basis data. Mikrokontroler ATMega164PA digunakan untuk menghubungkan system GPS (menggunakan protocol NMA-0183) dan GPRS melalui komunikasi serial TTL (UART). Mikrokontroler bertugas memilah data yang dikirimkan modul GPS untuk kemudian dikirimkan kepada server menggunakan komunikasi GPRS. Mikrokontroler melalui protokol AT+Command memerintahkan modul GSM untuk mengirimkan data-data tersebut kedalam databse server. Pengiriman data kepada server menggunakan protokol HTTP dengan metode GET yang dibangun didalam protocol TCP/IP pada layer applikasi. Koordinat lokasi kendaraan yang telah disimpan didalam database ditampilkan pada halaman web yang telah dilengkapi dengan peta (menggunakan Google Map) dan didalamnya disertai marker posisi kendaraan. Pengendara dapat memberitau keadaan darurat di kendaraan kepada operator dengan menekan tombol darurat (emergency) lebih dari dua kali dalam satu detik. Perangkat ini telah dibuat dan diimplementasikan dengan baik. Pada halaman web telah dapat ditampilkan posisi kendaraan dan informasi lain. Pada saat tombol darurat ditekan, terlihat adanya tanda darurat pada halaman web tersebut.
Perancangan Preventive Maintenance pada Mesin Corrugating dan Mesin Flexo di PT. Surindo Teguh Gemilang Sandy Dwiseputra Pandi; Hadi Santosa; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i1.1461

Abstract

PT. Surindo Teguh Gemilang (PT.STG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan corrugated carton box yang berlokasi di Gresik. PT. STG memiliki masalah berupa seringnya kerusakan yang timbul pada mesin utama produksi, yaitu mesin corrugating dan mesin flexo. Masalah ini menyebabkan berkurangnya jumlah waktu saat produksi sehingga tejadi kerugian yang besar. Langkah perawatan yang selama ini digunakan adalah mengganti komponen jika terjadi kerusakan. Pembuatan jadwal perawatan yang baru dilakukan dengan cara menentukan interval waktu perawatan optimal berdasarkan hasil perhitungan C(tp) terendah. Kemudian dilanjutkan dengan penggabungan jadwal agar mengurangi mesin berhenti untuk melakukan perbaikan dan meminimalkan kehilangan jam untuk mesin beroperasi. Perbandingan biaya perawatan sebelum dan sesudah penjadwalan, menghasilkan penghematan sebesar Rp 31,072,364 atau 22.16% jika dibandingkan dengan jadwal korektif perusahaan.
Usulan Perbaikan Tata Letak Pabrik di PT. A dengan Metode Graph Theoretic Approach Elly Setia Budi; Julius Mulyono; Dian Retno Sari Dewi
Widya Teknik Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i1.1462

Abstract

Tata letak pabrik adalah tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik secara efektif dan efisien pada area yang telah disediakan, sehingga dapat meminimasi pergerakan. Perpindahan material yang pendek akan meminimasi total momen perpindahan dan akan membuat waktu yang dibutuhkan semakin kecil, hal tersebut dapat memperkecil biaya material handling yang harus dikeluarkan. Perpindahan material yang pendek dilakukan dengan merancang tata letak pabrik yang baik. Untuk memecahkan masalah perancangan tata letak pabrik yang melibatkan banyak departemen, dapat digunakan salah satu metode heuristik, yakni Graph Theoretic Approach, yang dilakukan dengan mengidentifikasi Maximal PAG departemen-departemen pada lantai produksi. Tempat penelitian dilakukan pada PT. A, sebuah industri yang bergerak pada bidang manufaktur yang memproduksi furniture dan merupakan perusahaan job shop. Beberapa macam produk yang dihasilkan, seperti meja belajar dan meja komputer. Layout lantai produksi PT. A tidak pernah berubah secara signifikan dari awal pendirian. Selama ini hanya dilakukan peletakan mesin baru pada area yang kosong. Pada lantai produksi PT.A akan dilakukan perancangan tata letak yang dapat meminimasi total momen perpindahan yang terjadi dengan menggunakan Graph Theoretic Approach. Layout usulan didapatkan dengan membuat Maximal PAG dari beberapa iterasi, kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Dari hasil penelitian, diperoleh pengurangan total momen perpindahan sejumlah 1.155.006,2603 kg.m dengan persentase minimasi 47,9323 % dari layout awal.
Penerapan Model Optimasi Line Balancing dan Genetic Algorithm (Studi Kasus: PT Karya Mekar Dewatamali) Andy Lisanto; Dian Retno Sari Dewi; Dini Endah Setyo Rahaju
Widya Teknik Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i1.1463

Abstract

Keseimbangan dalam suatu lintasan perakitan (Line Balancing) sangatlah penting bagi industri perakitan. Sebuah produk yang memiliki N elemen kerja memerlukan suatu keseimbangan lintasan karena jika keseimbangan tidak tercapai, maka keterlambatan akan terjadi akibat dari kemacetan. Dua permasalahan utama dalam lintasan perakitan adalah menyeimbangkan stasiun kerja sekaligus mempertahankan lintasan perakitan agar terus menerus berproduksi. PT. Karya Mekar Dewatamali (PT. KMD) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri perakitan sepatu. Pada perusahaan ini akan diterapkan model Algoritma Genetik yang kemudian akan divalidasi oleh model Subiantoro. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi jumlah stasiun kerja dan mengalokasikan elemen kerja yang ada agar menjadi optimal sehingga biaya pengadaan stasiun kerja, biaya waktu siklus, biaya operator, dan biaya idle operator dapat diminimalkan. Adapun penelitian dimulai dari tahap pengamatan awal, studi literatur, pengumpulan data, input data (model optimasi Subiantoro dan Algoritma Genetik), verifikasi dan validasi model, analisa dan pembahasan, serta kesimpulan. Hasil dari penerapan model ini adalah Algortima genetik hanya menyimpang 0,0001% dari hasil model optimasi dan terbentuk 5 stasiun kerja dengan total biaya sebesar Rp 75.017.690,98.
Prototipe Alat Pengekstrak Kunyit Otomatis Menggunakan Aktuator Motor DC Bernadeta Wuri Harini; Rini Dwiastuti; Y. B. Savio Surya Amanda
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1469

Abstract

Di dalam kunyit terdapat kurkuminoid dengan kandungan utama berupa kurkumin. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat alat ukur kadar kurkuminoid portabel. Sebelum kadar kurkumin diukur, kunyit harus diekstrak dahulu. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibuat prototipe alat pengekstrak kunyit otomatis. Alat pengesktrak otomatis terdiri dari motor DC sebagai komponen utama penumbuk kunyit. Setelah kunyit selesai ditumbuk maka mikrokontroler akan mengaktifkan solenoid valve sehingga cairan etanol keluar ke tempat penumbuk kunyit sehingga kunyit larut dalam etanol. Larutan ini kemudian diukur absorbansinya menggunakan alat ukur spektrofotometer. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan hasil pengekstrakan kunyit secara manual. Sampel kunyit yang diambil adalah satu ruas kunyit pada bagian pangkal, tengah dan ujung. Dari hasil pengukuran ekstraksi secara manual, ekstrak kunyit pada bagian pangkal mempunyai absorbansi sebesar 1,083, bagian tengah 0,888 dan bagian ujung 0,62. Hasil ekstraksi secara otomatis menunjukkan semakin lama penumbukan maka error absorbansi semakin kecil. Penumbukan selama 15 detik diperoleh error absorbansi sebesar 66,76% dan penumbukan selama 3 menit 26,87%. Dengan hasil ini maka dapat diketahui bahwa proses penumbukan optimal dalam waktu 5 menit. Dengan penambahan proses pelarutan maka total waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 8 menit. Waktu proses pengekstrakan secara otomatis ini lebih singkat daripada proses pengekstrakan secara manual (15 menit).
Simulasi Berbasis Agen untuk Evakuasi Bencana Kerumunan Lapangan Indoor Gor X Tryadi Wilhelmus Tumewu
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1522

Abstract

Perencanaan dan persiapan sebelum terjadi bencana merupakan kunci aktivita dalam manajemen keadaan darurat. Penerapan langkah-langkah keamanan yang tepat dapat mengurangi dampak bahaya yang terjadi ketika bencana pada kerumunan manusia di lapangan indoor GOR (Gelanggang Olah Raga) X. Namun evaluasi dan pemlihan langkah-langkah kemananan yang tepat sulit dilakukan dikarenakan banyaknya skenario penanggulangan bencana yang ada dilingkungan, ditambah dengan biaya yang tinggi terkait skenario tersebut. Makalah ini menyajikan model komputasi yang mensimulasikan evakuasi bencana, dimana manusia sebagai agent mempunyai aktivitas interaksi secara otonom atau berkelompok terhadap lingkungan yang mempunyai jalur evakuasi, susunan tepat duduk, dan sistem pendukung keputusan untuk mencari jalan keluar terdekat. Tujuan prototipe simulasi ini yaitu untuk mendapatkan presentasi jumlah kapasitas penonton lapangan indoor GOR X. Eksperimen dilakukan dengan skenario simulasi menurut 2 faktor yang dimiliki agent yaitu Number of Agent dan Number Scared of Agent. Berdasarkan hasil eksperimen skenario dengan waktu evakuasi terbaik ada pada skala 60-80% dimana hasil setelahnya waktu yang diperlukan cenderung konstan. Model simulasi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk pendukung sistem keputusan dalam memberikan rekomendasi perencanaan kapasitas penonton yang akan diambil oleh pihak manajemen atau penyelenggara kegiatan di lapangan indoor GOR X.
Penentuan Karakteristik Kanal Komunkasi dengan Metode Fourier pada Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai Pius Yozy Merucahyo; Andreas Bagus Sadewo
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1523

Abstract

Monitoring kualitas air sungai sebagai sumber air bagi petani ikan membutuhkan komunikasi antar mikrokontroler dengan bantuan sistem komunikasi nirkabel, dalam hal ini menggunakan kanal video dari video sender. Keberhasilan pembuatan komunikasi antar mikrokontroler dengan video sender diukur dari keberhasilan semua data yang dikirimkan dapat diterima dengan benar. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisa matematika yaitu metode Fourier untuk menganalisa bentuk sinyal yang dikirim dan diterima pada komunikasi yang sukses dan yang gagal. Hasil penggunaan metode Fourier adalah nilai-nilai besaran koefiesien Fourier yang merupakan besaran frekuensi-frekuensi harmonisa yang merupakan tanggapan frekuensi kanal komunikasi yang selanjutnya disebut karakeristik kanal komunikasi. Metode pengujian komunikasi dilakukan dengan mengirimkan sinyal listrik yang sama dari mikrokontroler kemudian mengubah-ubah jarak pengirim dan penerima video sender. Dari pengujian ini akan didapatkan bentuk-bentuk sinyal yang diterima yang menghasilkan gagal dan sukses komunikasi. Sinyal yang didapatkan disampling sehingga menjadi sinyal diskrit dan dianalisa dengan metode Fourier Diskrit untuk penentuan karakteristik kanal komunikasi yang sukses dan gagal. Hasil penelitian ini adalah pada jarak kurang dari 40 meter komunikasi sukses dan bentuk sinyal dikirim dan diterima hampir sama. Pada jarak yang lebih dari 40 meter sinyal diterima berbeda secara signifikan dengan sinyal yang dikirim dan komunikasi antar mikrokontroler gagal.
Aplikasi Pengenalan Citra Warna Dasar Yosef Yudha; Dhesa Ardhiyanta; Laurensius Haris; Anastasia Rita Widiarti
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1524

Abstract

Pengenalan warna primer dan sekunder menjadi salah satu hal mendasar yang harus diajarkan kepada seorang anak, karena banyak peraturan yang berlaku di dalam kehidupan hanya disimbolkan dengan warna, demikian juga dengan berbagai hal penting lain yang memerlukan pemahaman mengenai warna. Contoh penggunaan simbol warna adalah pada rambu-rambu peraturan lalu lintas di jalan raya yang berlaku sama di seluruh tempat di dunia ini. Paper ini menyodorkan sebuah contoh aplikasi deteksi warna merah, hijau, biru, cyan, magenta, dan kuning atau warna RGB-CMY pada suatu citra warna masukan. Prinsip yang dipergunakan untuk mendeteksi warna adalah dengan melihat rentang warna setiap piksel di kanal merah, hijau, dan biru. Apabila dalam rentang intensitas warna suatu piksel di setiap kanal berada dalam jangkauan warna tertentu sesuai aturan rentang warna yang ditetapkan, maka piksel tersebut berwarna tertentu. Dari hasil pengujian pada 20 citra data uji, diperoleh informasi bahwa untuk setiap citra masukan dengan tingkat kecerahan yang baik, warna pada citra tersebut dapat dideteksi dengan baik. Namun, untuk citra masukan yang mempunyai intensitas warna keabuan dan hitam, sistem tidak dapat mendeteksi warna yang muncul, karena rentang warna keabuan dan hitam berlaku dari 0 sampai dengan 255.
Enfleurage Essential Oil From Jasmine and Rose Using Cold Fat Adsorbent Siswati Soe’eib; Nyoman Puspa Asri; A. S Dwi Saptati N. H.; Diah Agustina P
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1525

Abstract

Flower essential oils can’t be taken by distillation, which is the oils’ component will damage because of hydrolysis and polymerization process. High-boiling components can’t be transported by water vapor so its yield and quality of the oil product is low. The alternative method for producing flower essential oils is an enfleurage process. Enfleurage is essential oil extraction process using cold fat, where the scent of flowers is absorbed by fat. The aim of the research is to obtain information about the optimum conditions based on essential oils of flowers through enfleurage method. Enfleurage process was begun with prepared the adsorbent which was made from mixing of vegetable fat and animal fat in ratio of 1:1. Fat was heated up to 60 0C further stirring for 15 minutes. As long as stirring, the fat mixture was mixed with benzoate and stirred for 2 hours. After the adsorbent was ready, a chassis was smeared with a layer of fat and flowers were palced in surface of fat for 1, 3, 5, 7, 9 and 11 days. The process was repeated with change the flowers every 24 hour with fresh flowers. When contact time had finished, fat was extracted using alcohol and it was separated by vacum distillation. The maximum yield was obtained for 5 days 0.89 % for jasmine, 0.88 % for rose and 0.84 % for frangipani. The enfleurage process is an effective method to produce flowers essential oils. The success of it depends on type of adsorbent, the level of florescence, as well as enfleurage’s period.
Perancangan sistem kelistrikan hybrid (tenaga matahari dan Listrik PLN) untuk menggerakkan pompa air submersibel 1 phase Perancangan sistem elektrik tenaga hybrid untuk pompa air Andrew Joewono; Rasional Sitepu; Peter R Angka
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1658

Abstract

Energi listrik merupakan suatu energi yang sangat diperlukan. Matahari (sinar matahari) adalah salah satu energi terbarukan, dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Indonesia merupakan negara tropis, sehingga sinar matahari tersedia cukup banyak. Untuk mendapatkan energi listrik yang efisien dan aman (konsisten), dapat digunakan energi matahari yang di backup dengan energi listrik PLN (sistem hybrid) off grid. Sistem hybrid yang direncanakan menggunakan peripheral Solar panel 100 WP (2 buah), Baterai 100 Ah 12 V (2 buah), Sistem kontroler hybrid dengan inverter 1400 watt. Aplikasi yang dirancangan untuk menggerakkan pompa air sumur dalam (submersibel) 1 phase diameter 3 inci yang membutuhkan daya 370 watt. Dengan menggunakan sistem yang dirancang didapat suatu aplikasi sistem kelistrikan untuk menggerakan pompa tersebut dengan hasil pengukuran kerugian energi listrik 1,78 % - 2,03% pada pemakaian daya 417-441 watt diukur selama 4 jam, dengan hasil penyedotan air 14.400 liter per 4 jam atau 1 liter per detik.