cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 272 Documents
Efek kapilaritas absorber pada unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal Doddy Purwadianto; FA Rusdi Sambada; I Gusti Ketut Puja
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1659

Abstract

Permasalahan umum pada alat destilasi air energi surya jenis vertikal saat ini adalah masih rendahnya efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini akan meneliti pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) membuat model alat destilasi air energi surya jenis vertikal, (2) menganalisis pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya jenis vertikal dan (3) menganalisis pengaruh temperatur kaca penutup dan jumlah energi surya yang diterima terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya jenis vertikal. Alat destilasi air energi surya pada penelitian ini terdiri dari 4 (empat) konfigurasi sebagai berikut: (1) Alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa, (2) alat destilasi berpendingin air tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa, (3) alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa dan (4) alat destilasi jenis konvensional sebagai pembanding. Variabel yang divariasikan adalah (1) jenis aliran kapilaritas sebanyak 2 variasi (alami dan paksa), (2) temperatur kaca penutup, divariasikan dengan mevariasikan fluida pendingin kaca sebanyak 2 variasi (udara dan air) dan (3) jumlah energi surya yang diterima sebanyak 2 variasi (divariasikan dengan menggunakan dan tidak menggunakan reflektor). Hasil penelitian menunjukkan pada variasi pendingin air dan reflektor alat destilasi vertikal dengan aliran kapilaritas alam menghasilkan efisiensi teoritis 14,69 %, efisiensi aktual 5,76 % dan air destilasi 0,87 liter/m2 per hari pada kondisi yang sama efisiensi aktual alat destilasi konvensional mencapai 27,56 % dan air destilasi 1,85 liter/m2 per hari. Alat destilasi vertikal dengan aliran kapilaritas paksa menghasilkan efisiensi teoritis 47,26%, efisiensi aktual 26,26% dan air destilasi 1,12 liter/m2 per hari pada variasi pendingin udara. Pada kondisi yang sama alat destilasi konvensional dapat menghasilkan efisiensi teoritis sebesar 32,63% dan air destilasi 1,34 liter/m2 per hari.
Pendekatan metode bayes untuk menentukan jenis penyakit pada ternak babi Patrisius Batarius; Frengky Tedy
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model penentuan jenis penyakit yang dialami oleh ternak babi. Metode yang digunakan adalah metode bayes. Gejala-gejala yang digunakan sesuai dengan gejala umum yang terdapat pada ternak babi. Metode penelitian dilakukan dengan proses observasi dan wawancara pada pelaku ternak babi. Selain itu dilakukan wawancara dengan dokter hewan yang mengetahui persis tentang ternak babi. Diambil 2 tempat ternak babi yang ada di Kota Kupang dan 1 di Kabupaten Kupang. Penelitian ini belum mewakili semua ternak babi secara keseluruhan di Kota dan Kabupaten Kupang. Namun bisa dijadikan sebuah model penentuan jenis penyakit sebuah ternah babi.Penelitian ini belum sampai pada sebuah solusi terhadap penyakit ternak babi. Penelitian ini masih dikembangkan sampai pada tingkat diagnosis penykait ternak babi. Dan pada akhirnya dibuatkan sebuah aplikasi. Hasil penelitian ini masih sebatas model penentuan penykait ternak babi berdasarkan gejala yang dialami dan diamati secara fisik pada ternak babi
Reduksi produk cacat pada kegiatan pencetakan Nismah Panjaitan; Dini Wahyuni; Mangara Tambunan
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1661

Abstract

Kualitas hasil kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi tempat kerja, metode kerja, dan kemampuan operator yang melaksanakan kerja tersebut. Penelitian ini dilakukan di sepuluh usaha percetakan yang berlokasi di Kota Medan. Penelitian bersifat deskriptif, observasi dilakukan terhadap aktivitas kerja pencetakan, kondisi kerja, jumlah produk cacat, penelusuran penyebab terjadinya cacat dan upaya untuk mereduksi jumlah cacat. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah kriteria produk cacat pada kegiatan pencetakan dokumen, buku, koran, garment, sablon, dan undangan. Aktivitas kognitif yang utama pada operator pencetakan adalah eksekusi dan merupakan kegagalan fungsi kognitif yang memiliki persentase terbesar. Sebagian besar operator bekerja berdasarkan pengalaman, tanpa pelatihan yang memadai sehingga menimbulkan dampak terjadinya produk cacat. Upaya penanganan produk cacat yang direkomendasikan untuk masing-masing jenis produk dituangkan ke dalam 3 bagian prosedur yaitu pra operasi, saat operasi, dan pasca operasi. Tindakan penanganan produk cacat memerlukan kemampuan, ketelitian, dan kesiagaan operator dalam menjalankan tugasnya
Mesin pengering kapasitas limapuluh baju sistem tertutup PK Purwadi
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1662

Abstract

Bagi pengusaha laundry, mesin pengering baju sangat diperlukan. Dengan adanya mesin pengering baju, pada saat musim hujan tiba, pengusaha laundry tidak perlu merasa cemas dan takut kalau bajunya tidak akan kering, jika sewaktu-waktu hujan datang. Selain itu, dengan adanya mesin pengering, target jumlah baju yang akan dikeringkan per hari mudah ditentukan, karena waktu pengeringan baju tertentu dan bersifat tetap. Proses pengeringan juga dapat dilakukan setiap saat, baik siang hari maupun malam hari. Selain merakit mesin pengering baju, tujuan dari penelitian ini adalah (a) mengetahui kondisi udara masuk ruang pengering baju, dan (b) mendapatkan waktu yang diperlukan mesin pengering untuk mengeringkan 50 baju secara serentak. Mesin pengering baju bekerja dengan sumber energi listrik, mempergunakan mesin yang bekerja dengan siklus kompresi uap. Energi listrik dipergunakan untuk menggerakkan kompresor dari mesin kompresi uap dan menggerakkan kipas angin untuk mengalirkan udara yang dipergunakan untuk proses pengeringan baju. Komponen utama mesin siklus kompresi uap adalah: kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator dan peralatan tambahan filter, dengan fluida kerja R134a. Kompresor yang dipergunakan sebanyak 2 buah, masing masing dengan daya 1,5 PK, sedangkan ukuran komponen yang lain menyesuaikan dengan besarnya daya kompresor. Kipas angin yang dipergunakan sebanyak 2 buah masing masing dengan daya sebesar 54 watt yang dipasang di dekat kondensor, dan 2 buah kipas, masing masing dengan dengan daya 50 watt, yang difungsikan untuk mengalirkan udara dari ruang pengering ke ruang mesin siklus kompresi uap. Almari pengering dirancang untuk kapasitas 50 baju, dengan sistem tertutup. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kondisi awal pakaian basah: (a) hasil perasan tangan dan (b) hasil perasan mesin cuci. Jenis pakaian: batik, ukuran XL. Penelitian memberikan hasil, mesin pengering baju yang dirakit dapat bekerja dengan baik, dan (a) mampu mengkondisikan udara masuk ke dalam ruang pengeringan baju dengan suhu udara bola kering (Tdb) sekitar 74 C dan suhu udara bola basah sekitar 34 C. (b) mampu mengeringkan 50 baju basah hasil perasan tangan secara serentak dalam waktu sekitar 150 menit dan mampu mengeringkan 50 baju basah hasil perasan mesin cuci secara serentak dalam waktu sekitar 70 menit.
Optimalisasi faktor-faktor yang berpengaruh pada beban lentur genteng beton dengan metode response surface Amsal Dwi Nugroho; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1663

Abstract

Genteng beton adalah unsur bangunan yang digunakan untuk atap yang terbuat dari campuran merata antara semen portland, agregat dan air dengan atau tanpa menggunakan pigmen. Produk Genteng di UD X menggunakan bahan baku fly ash yang memiliki keuntungan dapat meningkatkan kekuatan genteng beton. Namun penggunaan fly ash perlu dipertimbangkan kembali karena termasuk dalam Bahan Berbahaya dan Beracun sehingga pengelolaannya memerlukan ijin dan pengawasan khusus. Langkah menghilangkan penggunaan fly ash memerlukan seting parameter ulang untuk komposisi pasir, semen, dan kapur mill terhadap beban lentur genteng beton yang dioptimalkan menggunakan response surface method. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kombinasi level Pasir : Semen : Kapur Mill:Air dengan perbandingan 45 : 32 : 9 :14 akan menghasilkan nilai respon beban lentur sebesar 265.7 Kg. Model optimum antara faktor-faktor yang mempengaruhi nilai beban lentur adalah sebagai berikut : Y = 257.269 + 7.571X1 + 15.852 X2 – 14.580 X1 2 – 7.718 X2 2 – 3.430 X1X2
Pembuatan, modifikasi dan pemanfaatan material nano-pori Sandy Budi Hartono; Lannie Hadisoewignyo; . Antaresti
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1664

Abstract

Pemanfaatan Teknologi-Nano (Nanotechnology) dalam pembuatan berbagai jenis nanoparticles (partikel berukuran nanometer atau material nano) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Aplikasi dari material nano telah meluas di berbagai bidang antara lain: katalis, pangan dan farmasi. Material nano dengan ukuran partikel antara 100 sampai 1000 nm memiliki keunggulan terutama pada luasan permukaan yang sangat besar dibandingkan dengan bulk material. Material nano-pori (MNP) sebagai bagian dari material nano memiliki karakteristik khusus dengan keberadaan struktur pori pada bahan tersebut. Salah satu jenis yang banyak dipelajari adalah Material Nano-Pori berbahan dasar silika (MNPS). Keunggulan dari (MNPS) terletak pada luasan permukaan yang sangat besar (dapat mencapai 1000 m2/g), ukuran pori yang dapat dirubah serta karakternya yang mudah untuk dimodifikasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat tentang beberapa contoh MNPS, modifikasi dari MNPS serta pemanfaatannya. Aplikasi Material Nano-Pori ini meliputi gene delivery dan juga drug delivery diantaranya ibuprofen dan kurkumin. Materi dari review singkat ini berasal dari penelitian penulis serta dari beberapa artikel terkait di bidang MNPS yang dibuat oleh peneliti lain.
Perbaikan postur kerja untuk menurunkan gangguan musculoskeletal pada industri kecil kerajinan pembuatan sapu Chandra Dewi Kurnianingtyas
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1665

Abstract

Daerah Magelang Jawa Tengah Yogyakarta, terdapat banyak industri kecil kerajinan. Salah satunya adalah industri kercil kerajinan membuat sapu. Para pekerja bekerja dengan postur kerja membungkuk dan kaki menekuk dengan posisi duduk statis dan dalam jangka waktu yang lama. Posisi kerja pekerja membungkuk.Pada saat bekerja, pekerja merasakan adanya beberapa keluhan musculoskeletal, yaitu pada otot leher, bahu, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang bagian bawah, dan kesemutan pada kaki. Permasalahan musculoskeletal terjadi saat bekerja. Posisi postur kerja yang tidak baik dapat menimbulkan potensi cedera. Metode yang dgunakan untuk mengevaluasi postur kerja ada RULA (Rapid Upper Limb Body Assessment). Analisis postur kerja RULA memberikan penilaian 7, yang artinya harus dilakukan segera perbaikan terhadap postur kerja tersebut. Perbaikan yang dilakukan dengan memperbaiki fasilitas kerja. Adanya perbaikan fasilitas kerja dapat mengurangi kemungkinan adanya cedera. Perbaikan fasiliats kerja dilakukan dengan simulasi menggunakan software Catia V5R20. Nilai skor postur kerja turun, setelah dilakukan perbaikan fasilitas kerja.
Improvement waktu pelayanan pasien bagian ultrasonografi dengan metode lean di RSUP Prof dr. R.D Kandou Indra Tjen; T.M.A. Ari Samadhi; Ronald Rachmadi
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1666

Abstract

Patient care process for the ultrasound section starting from the registration of patients and will be conducted further examination schedule patient and the patient will perform an ultrasound process according a predetermined time. Based on the observations made, in the process of scheduling a patient to wait long to turn the examination, this is because the number of patients that a lot of time and service time, so the capacity of patient care on average per day is 8 people with the time of service with service time 47 minutes / people . By using Lean with VALSAT (value stream mapping analysis tools) to identify waste that does not provide added value (non-value added activity), the type of waste that often occurs is waiting and overproduction. Furthermore, the fishbone diagram sought the cause of waste that is then given to the proposal in the form of recommendations to the party responsible for such repairs SOP and supervision at each ultrasound process. Based on the minimization of waste the time of patient care becomes 31.28 minutes / person. By the time the patient care capacity increased to 11 people / day.
Lampu tangga otomatis Rofieko Tehuayo; Hartono Pranjoto; Albert Gunadhi
Widya Teknik Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i2.1730

Abstract

Telah dibuat alat dengan judul “Lampu Tangga Otomatis“. Alat ini berfungsi untuk variasi (dekorasi) pada tangga dan penerangan pada tangga. Dengan adanya lampu tangga ini, pengguna dapat dengan mudah mengakses tangga ketika tangga tersebut dalam keadaaan gelap dan disisi lain dapat menambah keindahan pada tangga. Lampu tangga otomatis ini akan bekerja dengan mikrokontroler sebagai kontrolernya dan menggunakan dua buah sensor sebagai pendeteksi ada orang yang naik atau turun tangga. Sensor ini dipasang pada bagian atas (sensor naik) dan bawah tangga (sensor turun). Sedangkan, untuk men-drive lampu tangga yang menggunakan LED (Light Emitting Diode), digunakan driver lampu yang terdiri dari relay dan transistor. Jika sensor naik dan sensor turun tidak dilewati orang maka LED akan mati semua. Saat ada orang naik, maka sensor naik akan aktif sehingga LED akan menyala dari bawah ke atas satu persatu dan menyala semua selama beberapa detik dan kemudian mati dari bawah ke atas satu persatu. Begitu sebaliknya, bila ada orang turun maka sensor turunakan aktif sehinggaakan menyala dari atas ke bawah satu persatu dan menyala semua selama beberapa detik dan kemudian mati dari atas ke bawah satu persatu.Bila sensor naik dan turun aktif bersamaan maka LED akan menyala semua selama beberapa detik dan mati tergantung sensor yang aktif lebih dahulu. Pengontrol alat ini dirancang agar mudah instalasinya dan dapat di-cascade dengan modul yang lain apabila jumlah anak tangga yang digunakan melebihi kapasitas maka dapat ditambah dengan modul yang lain. Alogaritma finite state machine (FSM) digunakan dalam perancangan kontroler alat ini sehingga diharapkan lampu tangga dapat menyala dan mati sesuai dengan state-state yang terdapat di alogaritma lampu tangga. Selain itu, proses pengaturan pada tahap instalasi alat akan lebih mudah sebab operator/ pengguna hanya tinggal memasang jumper pada konektor yang tepat untuk memilih jumlah anak tangga. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa bagian mulai dari sensor, driver sensor, mikrokontroler ATMega8535 dan driver LED dapat bekerja dengan baik. Selain itu, dari hasil pengujian menunjukkan daya yang diserap LED strip dan dummy load rata-rata adalah 3,91 W.
Equalizer digital dengan pengontrol menggunakan komputer Adrian Suryadinata Suryadinata; Hartono Pranjoto
Widya Teknik Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i2.1731

Abstract

Equalizer adalah suatu kumpulan elektronik filter yang berguna untuk mengontrol respon frekuensi pada suatu sound system. Melalui equalizer kita dapat mengubah karakter suara secara total atau sebagian. Equalizer terbagi menjadi 3 jenis, yaitu shelving equalizer, parametric equalizer, graphic equalizer. Pada graphic equalizer, pengaturan dilakukan di awal penginstalan sistem audio di suatu ruangan. Graphic equalizer berfungsi untuk mengkompensasi respon frekuensi dari speaker akibat peletakan speaker, memperbaiki masalah akibat acoustic ruangan, dan mereduksi feedback. Untuk keperluan tugas akhir kali ini, jenis equalizer yang dibuat adalah graphic equalizer 2/3 oktaf. Adapun dalam pembuatan equalizer jenis filter yang digunakan adalah jenis filter IIR. Graphic equalizer akan dibuat pada DSP board dengan menggunakan modul OMAP-L137 EVM. Equalizer yang dibuat akan dioperasikan dengan menggunakan komputer. Pengontrol yang dibuat pada komputer akan dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman C#. Untuk menghubungkan antara interface yang ada pada komputer dengan board DSP, digunakan teknik komunikasi serial menggunakan RS-232 melalui konektor DB 9 yang ada pada komputer dan board DSP. Hasil pengujian dari tugas akhir ini menunjukan bahwa equalizer yang dibuat mampu mengubah karakter suara dari musik yang dimainkan dengan cara mengatur besar gain atau attenuasi yang diberikan pada lagu.