cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 276 Documents
Alat Pendeteksi Bradikardia dan Takikardia Berdasarkan Bunyi Denyut Jantung Berbasis ESP32 Lanny Agustine; Ivan Phangliady; Yuliana Asman; Peter R. Angka; Hartono Pranjoto; Albert Gunadhi; Rasional Sitepu
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v25i1.7751

Abstract

Gangguan irama jantung dapat dideteksi dan diidentifikasi melalui bunyi denyut jantung. Metode yang digunakan dalam mendeteksi gangguan irama dinamakan auskultasi. Metode ini dilakukan dengan mendengarkan bunyi denyut jantung menggunakan stetoskop, umumnya menggunakan stetoskop akustik. Alat yang dikembangkan adalah stetoskop digital yang mampu menghitung denyut jantung berdasar bunyinya dan membedakan 3 kondisi yaitu Bradikardia, Takikardia, dan kecepatan normal. Denyut jantung normal berkisar antara 60-100 bpm, kondisi Takikardia jika denyut jantung diatas 100 bpm, dan kondisi bradikardia jika dibawah 60 bpm. Stetoskop digital yang dikembangkan memanfaatkan bagian chest piece dari stetoskop akustik untuk menangkap getaran bunyi. Komponen utama lain yang digunakan adalah modul sensor suara FC-04 untuk menangkap getaran bunyi dari chest piece, dan modul mikrokontroler ESP32. Getaran bunyi yang ditangkap modul FC-04 akan menjadi sinyal-sinyal pulsa yang dihitung mikrokontroler menjadi kecepatan denyut jantung dalam beat per menit (bpm). Alat telah diuji keakuratannya untuk menghitung kecepatan denyut jantung per-menit dengan input rekaman bunyi denyut jantung dan pada 10 orang voluntir. Hasil pengujian dengan input rekaman bunyi denyut jantung menghasilkan ketepatan perhitungan 100%, sedangkan pengujian pada voluntir menghasilkan ketepatan perhitungan sebesar 90% karena noise akibat gesekan alat pada permukaan kulit saat bernafas.
AMP Modifikasi Aspal Konvensional Penetrasi 60/70 Menggunakan Polimer Limbah Plastik Polipropilena (PP) Menjadi Produk Aspal Modifikasi Plastik Herman Hindarso; Aning Ayucitra; Chintya Gunarto; Nathania Puspitasari; Dian Retno Sari Dewi; Gogot Seto Budi
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v25i1.7806

Abstract

Peningkatan volume limbah plastik dan kebutuhan pada aspal jalan dengan kinerja lebih baik menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini mengusulkan modifikasi aspal konvensional penetrasi 60/70 dengan menambahkan limbah plastik jenis Polipropilen (PP) sebagai aditif sebanyak 10%, 20%, 30%, 40%, 50% berat dari berat aspal konvensional yang digunakan melalui proses pencampuran mekanis pada suhu 180°C dan kecepatan pengadukan 500-1000 rpm selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif limbah plastik jenis PP meningkatkan titik lembek (dari 48°C menjadi 72°C), viskositas (dari 350 cP menjadi 2150 cP), dan elastisitas aspal, serta mengurangi kehilangan berat pada Thin Film Oven Test (TFOT), tetapi menyebabkan daktilitas menurun seiring peningkatan jumlah aditif limbah plastik PP. Stabilitas penyimpanan campuran aspal dan aditif limbah plastik optimal tercapai pada penambahan jumlah limbah plastik PP sebanyak 30% berat. Sebagai kesimpulan adalah limbah plastik jenis PP efektif memodifikasi aspal konvensional dengan penambahan jumlah limbah plastik optimum pada 20-30% berat, meningkatkan ketahanan termal dan elastisitas, serta menawarkan solusi pemanfaatan limbah plastik dan peningkatan kinerja perkerasan aspal.
Pengaruh Penambahan NaCl, Addition, dan Faktor Air-Semen terhadap Slump Adukan Beton Rachman Winarto, Yudha; Pranjoto, Hartono
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan air yang mengandung klorida (air PDAM yang dicampur 3% NaCl), penambahan superplasticizer, serta variasi rasio air-semen (FAS 0,40 dan 0,50) terhadap nilai slump beton segar. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian slump menggunakan kerucut Abrams sesuai SNI 1972:2008. Terdapat delapan variasi campuran beton yang diuji untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel serta interaksinya terhadap workability beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan superplasticizer secara signifikan meningkatkan nilai slump, terutama pada campuran dengan FAS 0,50, meskipun menggunakan air garam. Nilai slump tertinggi sebesar 18,7 cm diperoleh pada campuran dengan air mengandung NaCl, superplasticizer, dan FAS 0,50. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut—jenis air, penggunaan superplasticizer, dan rasio air-semen—serta interaksinya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai slump beton segar.
How to Increase Machine Efficiency in the Diaper Production Process Using a Lean Manufacturing Approach Kurnia, Hibarkah; Anggorowati, Adriana Anteng; Nuryono, Arif; Jaelani, Nur Ain
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In today's manufacturing world, competition is increasingly fierce; therefore, every company is trying its best to increase productivity as one of the strategies to be able to compete in the market. PT. XYZ is currently facing problems related to the effectiveness of machine or equipment operations. The problem currently being faced is the length of the diaper change production process, which takes up to 8100 seconds/135 minutes, causing a decrease in machine efficiency by 25%. This study aims to reduce the time of the diaper change production process, which takes a long time. The research method employs the Lean Manufacturing (LM) approach, utilising Value Stream Mapping (VSM) and Single Minute Exchange of Dies (SMED) methods to reduce the production time of diaper item changes, thereby increasing machine efficiency. The results of this study showed a diaper change production process time of 135 minutes, and the time after using LM was reduced to 105 minutes. By presenting a diaper change production process time efficiency of 20%, these results indicate that the VSM and SMED methods can be used to reduce waste and speed up the diaper change production process time.
Damage Detection Based on Recorded Damaged Natural Frequencies Using Binary Bat Algorithm Frans, Richard; Arfiadi, Yoyong
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The health monitoring system cycle for a structure has a significant impact on damage detection. The life cycle of a structure can be improved through the implementation of effective damage detection techniques. This is because the identification, prevention, and repair of damaged structural elements can be conducted with precision and speed. This study suggests a technique for identifying structural components that have been damaged. This approach involves comparing the recorded natural frequency to its actual natural frequency for all potential damage scenarios. The Modal Assurance Criterion (MAC) has been used to compare these two natural frequency values, while a binary value is used to indicate whether an element has been damaged or not. Two types of structures are considered: (1) shear building structures and (2) plane truss structures. Several damage scenarios are used to test the accuracy of the proposed method. According to the results, the binary bat algorithm in conjunction with MAC produces accurate results for the two categories of structures examined under several kinds of damage scenarios, such as single, double, and multiple damage.
Assessment of Water Availability and Demand Balance at Air Keluar Spring, Hutumury Watershed, Ambon City Maelissa, Nelda; Mulyono, Julius; Betaubun, Renny James; Serang, Rudi
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The availability of clean water is a key indicator of sustainable infrastructure, particularly in island and urban regions where water sources are vulnerable to climate and land-use change. This study assesses the balance between water availability and demand at the Air Keluar Spring located within the Hutumury watershed, Ambon city. The research aims to evaluate whether the existing discharge can meet the current and projected water demand in Sirimau district and to identify the technical and environmental factors influencing the imbalance between supply and demand. The methodology integrates field discharge measurement, overlay analysis of land-use change (2018-2022), and clean water demand estimation following SNI 6728.1.2015 standards, supported by secondary data from PDAM Ambon, BMKG, and BPS. The results indicate that the natural discharge fluctuates between 0 and 4783 m3/s, with an annual average of 2.3 m3/s, yet only 0.04m3/s is effectively utilised for public supply. Meanwhile, the current water demand in Sirimau district is 0.379 m3/s and is projected to rise to 0.394m3/s by 2030. This operational deficit of approximately 0.339 m3/s (29,300 m3/day) is primarily due to reduced infiltration capacity following a 44% decrease in forest cover in the upstream watershed. The study concludes that water scarcity in Ambon city is not caused by limited natural resources but by inefficient utilisation and declining environmental function. Technical recommendations include expanding intake and reservoir capacity, reducing non-revenue water, and restoring upstream vegetation to enhance baseflow stability and ensure long-term water sustainability.