cover
Contact Name
Nurdin Rahman
Contact Email
nurdinrahman.untad@gmail.com
Phone
+6285253587076
Journal Mail Official
jurnaldedikatifkesmas@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako. Jln. Soekarno Hatta Km. 9 Kota Palu, Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 2746699X     DOI : -
Core Subject : Health,
Focus & Scope: fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Scope Gizi dan Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Pertanian, Sosial dan Ekonomi, Kependidikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2023): April 2023" : 6 Documents clear
Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Baduta Stunting di Kelurahan Pengawu Kota Palu Sitti Radhiah; Nurhaya S Patui; Elvaria Mantao
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.560

Abstract

Anak yang memiliki awal tumbuh kembang yang baik akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang lebih sehat, hal ini dipengaruhi oleh hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Pengawu salah satu lokus stunting Kota Palu dengan jumlah anak Baduta pada tahun 2022 berjumlah 331 orang dan 54 orang (16,6%) diantaranya stunting. Status stunting saat ini hanya menggunakan indikator fisik yakni panjang badan per umur (PB/U) dan tinggi badan per umur (TB/U) padahal jika kita meneliti definisi stunting menurut WHO adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Tujuannya adalah membantu petugas kesehatan melaksanakan screening komprehensif sebelum anak ditetapkan berstatus stunting hanya karena anak tersebut memiliki indikator fisik berupa PB/U dan TB/U dibawah -2 SD tanpa meneliti lebih jauh riwayat penyakit infeksi serta perkembangan psikososial anak.. Hasil pemantauan tumbuh kembang ditemukan bahwa dari 12 orang anak Baduta stunting yang memiliki indikator tumbuh kembang yang tidak optimal berdasarkan nilai Z score, sebagian besar anak tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (72,3%), serta 66,67% masih memiliki perkembangan psikososial yang baik. Hal ini berarti petugas kesehatan belum melaksanakan sepenuhnya pemantauan tumbuh kembang anak sebelum menetapkan status stunting pada anak tersebut, dengan pemantauan yang komprehensif petugas kesehatan dapat memetakan masalah yang ada dan menentukan terapi yang tepat bagi setiap anak agar dapat membantu anak tumbuh kembang secara optimal.
Penyuluhan untuk Pengurangan Kejadian ISPA pada Pekerja Kapuk di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Lusia Salmawati; Marselina Marselina; Pertiwi Pertiwi
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.562

Abstract

ISPA yaitu salah satu penyebab kematian terbesar di negara berkembang. ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan atas atau bawah yang biasanya menular dapat menimbulkan penyakit yang berkisar penyakit tanmpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung dari faktor lingkungan, factor penjamu. Namun demikian sering juga ISPA di artikan sebagai penyakit saluran penyakit akut yang disebabkan oleh agent infeksius yang ditularkan dari manusia kemanusia. Berdasarkan laporan dari Kemenkes RI (2017) kasus ISPA mencapai 28% dengan 533,187 kasus yang di temukan pada tahun 2016 di 18 provinsi diantaranya mempunyai prevalensi di atas nasional. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak” di rumah sakit dan puskesmas. Target pengabdian ini yaitu pekerja kapuk di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi/penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang merupakan pekerja kapuk, diharapkan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan saat bekerja serta terjadinya penurunan jumlah penderita ISPA pada pekerja di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di Desa Dalaka.
Pemeriksaan Status Gizi Dan Hemoglobin Untuk Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Ummu Aiman; Nurulfuadi nurulfuadi; Devi Nadila; Hijra Hijra; aulia rakhman; Nurdin Rahman; I Made Tangkas; Siti Ika Fitrasyah; Linda Ayu Rizka Putri; Ariani Ariani; Kurniawati Mappiratu; Aldiza Intan Randani; Diah Ayu Hartini
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.590

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Remaja putri memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan remaja putra, hal ini dikarenakan remaja putri setiap bulannya mengalami haid (menstruasi). Remaja di indonesia terutama remaja putri sebagian besar mengalami anemia, hal ini dikarenakan kurangnya konsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi yang mudah diserap oleh tubuh. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai status gizi yang diukur menggunakan pengukuran antropometri dan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk pencegahan anemia. Peserta dalam kegiatan pemeriksaan ini adalah siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Khairat Kota Palu. Alamat JL. SIS Al-Jufri, No. 36, Siranindi, Kec. Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pemeriksaan ini adalah metode ceramah. Hasil dari kegiatan pemeriksaan status gizi dan hemoglobin sebagian besar siswi memiliki gizi normal (72%) dan lainnya memiliki gizi tidak normal, yakni gizi kurang (12%), gizi lebih (12%) dan obesitas (4%). Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin didapatkan bahwa ada 48% siswi yang tidak anemia, sehingga 52% siswi mengalami anemia. Hasil ini menunjukkan bahwa memang remaja putri rentan untuk menderita anemia.
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kualitas Diet Untuk Pencegahan Anemia Nurul fuadi; Devi Nadila; Ummu Aiman; Linda Ayu Rizka Putri; Septianindi Septianindi; Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Adila Humaira Afadil
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.600

Abstract

Prevalensi anemia pada perempuan usia 15-49 tahun di seluruh dunia pada tahun 2019 mencapai 29,9%. Di Indonesia pada tahun 2018 prevalensi anemia pada remaja putri usia 15-24 tahun mencapai 48,9%. Kejadian anemia pada remaja putri menjadi perhatian penting karena calon ibu yang dari saat usia remaja menderita anemia cenderung berisiko melahirkan bayi dengan kondisi berat badan lahir rendah. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan remaja tentang kualitas diet untuk pencegahan anemia. Mitra pada kegiatan ini yaitu SMKS Al-Khairat Pusat Kota Palu. Metode kegiatan yang diterapkan meliputi ceramah dan bermain game isi piringku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Kegiatan pendidikan gizi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan aspek positif pengetahuan remaja.
Edukasi Program PESPA (Pentingnya Sarapan Pagi) Bagi Kesehatan Pada Siswa Siswi SMPN 15 Kota Kendari Sulawesi Tenggara hartati bahar; Devi Savitri Effendy; Hariati Lestari; Ramadhan Tosepu
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.607

Abstract

Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang, baik itu orang dewasa maupun anak dan remaja yang bersekolah sekalipun. Jika tidak sarapan dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti menurunnya kadar gula darah, tubuh mengambil cadangan hidrat arang dan jika ini habis, maka cadangan lemak tubuh tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan terkait pentingnya sarapan pagi kepada siswa/siswi Sekolah Menengah Pertama 15 Kendari. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan cara memberikan media edukasi berupa leaflet untuk menambah motivasi dan mengubah perilaku mereka untuk teratur konsumsi sarapan pagi. Dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi juga pemberian pre-post test untuk mengukur efektifitas penyuluhan kesehatan.Berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test yang dilakukan, didapatkan perbedaan yang signifikan antara rata-rata pre-test dan post-test setelah diberikan penyuluhan dengan t hitung 5,330 > t table 1,711. Hal ini berarti pemberian leaflet sebagai media dalam penyuluhan berhasil merubah pengetahuan dan sikap mereka.
Penyuluhan Program GEMILA (Gerakan Memilah Sampah) Pada Siswa SDN 78 Kendari hartati bahar; Febriana Muchtar; Laode Ali Imran Ahmad
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.609

Abstract

Sampah merupakan hasil dari kegiatan atau aktifitas manusia yang mempunyai dampak terhadap lingkungan. Pada dasarnya pengetahuan dalam mengolah sampah sudah harus diterapkan sejak dini. Jika sampah tidak diolah dengan baik maka berdampak buruk terhadap kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan terkait sampah serta cara pengolahan atau pemilahannya kepada siswa siswi Sekolah Dasar Negeri 78 Kendari. Kegiatan penyuluhan ini dilakuan dengan cara memberikan media edukasi berupa poster yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan merubah sikap mereka. Berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test yang dilakukan, didapatkan perbedaan yang signifikan antara rata-rata pre-test dan post-test setelah diberikan penyuluhan dengan t hitung (10,588) > t tebel (2,019) sehingga Ho ditolak. dengan demikian, terdapat perbedaan antara rata-rata hasil pre-test dan post-test. Hal ini berarti pemberian poster sebagai media dalam penyuluhan telah berhasil mengubah pengetahuan dan sikap mereka. Dengan demikian, edukasi terkait pemilahan sampah kepada murid-murid di sekolah-sekolah lain pun perlu dilakukan agar dapat mengetahui mengenai pengolahan dan pemilahan sampah yang tepat agar lingkungan terjaga dan derajat kesehatan dapat ditingkatkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6