cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+62813-2575-8841
Journal Mail Official
ljmh.linkep@gmail.com
Editorial Address
Golden Wood Blok D32 Citragrand, Sambiroto, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276, Indonesia, Email: link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Mental Health
ISSN : 30892880     EISSN : 30892589     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health, Science,
Journal of Mental Health accepts articles from mental health and nursing research, including: mental medicine, mental illness, psychosocial problems, adolescent mental health, psychogeriatrics, psychotics and homelessness, and other mental health sciences. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 34 Documents
Penerapan terapi musik sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengontrol halusinasi pendengaran Magdalena Rumapasal
Link Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2027): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v4i1.203

Abstract

Latar Belakang: Salah satu gejala utama skizofrenia adalah halusinasi. Skizofrenia adalah gangguan mental yang diubah oleh perubahan dalam persepsi, kognitif, dan perilaku laku. Halinasi pendengaran yang  tidak ditangani  secara maksimal berpotensi mengganggu fungsi sosial dan meningkatkan risiko perilaku kekerasan. Sebagai intervensi nonfarmakologis, terapi musik dikenal mampu memodifikasi aktivitas sistem limbik untuk mengurangi intensitas halusinasi dan tingkat kecemasan. Tujuan: menjelaskan bagaimana terapi musik dikombinasikan dengan strategi perdarahan (SP1–SP4) digunakan untuk mengatasi halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia yang dirawat di Ruang Dewarucih RSJ Dr. Amino Gondohutomo di Semarang.​​​​​  Metode : Studi kasus deskriptif dilakukan pada satu pasien berusia 36 tahun yang didiagnosis menderita halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dengan durasi dua puluh hingga tiga puluh menit per sesi. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan dokumen. Data di analisis secara naratif deskriptif. Hasil : Frekuensi halusinasi telah menurun secara signifikan, tingkat ansietas telah turun, dan pasien menjadi lebih baik dalam melakukan halusinasi berbicara dan terlibat dalam aktivitas yang direncanakan. Kesimpulan: Pada pasien skizofrenia, terapi musik adalah intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengendalikan halusinasi pendengaran, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan interaksi sosial. Terapi ini dapat dilakukan dengan strategi perawatan lainnya. Terapi musik layak dipertimbangkan sebagai bagian dari protokol asuhan keperawatan jiwa standar, terutama untuk pasien dengan halusinasi pendengaran.
Hubungan re-admisi pasien gangguan mental berat dengan tingkat stres keluarga Destinawati
Link Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2027): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v4i1.223

Abstract

Latar belakang: Proses pemulihan pada pasien gangguan mental berat berlangsung panjang dan sering diwarnai oleh fase respons, remisi, dan relaps, tanpa jaminan pemulihan yang stabil. Re-admisi yang berulang tidak hanya berdampak pada kondisi klinis pasien, tetapi juga memberikan konsekuensi besar bagi keluarga sebagai caregiver utama. Tujuan: menganalisis hubungan re-admisi pasien gangguan mental berat dengan tingkat stress keluarga di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatannya cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu melibatkan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah keseluruhan responden pada penelitian ini sebanyak 61 responden yang terdiri dari 41 responden kelompok keluarga pasien yang re-admisi dan 20 responden kelompok keluarga pasien yang tidak re-admisi. Kuesioner Perceived Stress Scale (PSS)-10 untuk mengukur tingkat stress pada keluarga pasien gangguan mental berat. Analisis data menggunakan uji Chi Square/Fisher’s exact Test. Hasil: Sebagian besar responden keluarga yang re-admisi sebanyak 27 responden (65,9%) mengalami stress sedang, sedangkan 14 responden (34,1%) mengalami stress berat. Sedangkan untuk keluarga tidak re-admisi keseluruhan responden mengalami stress sedang (20 responden, 100%). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara re-admisi pasien gangguan mental berat dengan tingkat stres keluarga (p=0,002). Kekuatan hubungan termasuk kategori sedang (Cramer's V=0,381). Hal ini menunjukkan bahwa keluarga memerlukan perhatian sebagai caregiver melalui skrining stress secara berkala, psikoedukasi mengenai pencegahan kekambuhan, konseling keluarga serta program pendampingan setelah pasien pulang.
Hubungan kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual Sylvia Molina
Link Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2027): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v4i1.225

Abstract

Pendahuluan: remaja dengan disabilitas intelektual memiliki keterbatasan fungsi adaptif, terutama dalam kemampuan komunikasi. Hambatan komunikasi dapat menyebabakan kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan emosi sehingga meningkatkan risiko munculnya perilaku agresif sebagai bentuk komunikasi maladaptif. Tujuan: menganalisis hubungan antara kemampuan komunikasi dengan tangkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual di SLB N Sungailiat. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 36 remaja disabilitas yang dipilih dengan menggunakan Teknik total sampling. Kemampuan komunikasi diukur menggunakan Communication Matrix, sedangkan Tingkat perilaku agresif diukur menggunakan Modified Overt Aggresion Scale (MOAS) versi adaptasi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Fisher’s exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kemampuan kategori baik (50,0%) dan tidak menunjukkan perilaku agresif (91,7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual di SLB N Sungailiat dengan nilai p = 0,700 (p > 0,05). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual. Diharapkan sekolah tetap mempertahankan dan mengembangkan program pembelajaran yang berfokus pda peningkatan kemampuan komunikasi, keterampilan sosial, dan perilaku adaptif serta penguatan regulasi emosi.
Hubungan kesehatan mental dengan prestasi akademik pada remaja Nia Lutfiatul Munawaroh; Suib Suib; Bety Agustina Rahayu; Ardhian Indra Darmawan
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.228

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang signifikan, yang dapat memengaruhi fungsi akademik siswa. Masalah kesehatan menta termasuk stres, kecemasan, dan tekanan psikologis dari lingkungan keluarga maupun sekolah dapat mengganggu konsentrasi, motivasi belajar, dan prestasi akademik. Tujuan: mengetahui hubungan antara kesehatan mental dan prestasi akademik pada remaja di SMPN 01 Banguntapan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 60 siswa dari kelas VIII A dan VIII B di SMPN 01 Banguntapan. Teknik total sampling digunakan, sehingga diperoleh 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesehatan mental remaja yang terdiri dari 16 butir pernyataan serta catatan nilai rapor siswa untuk data prestasi akademik. Normalitas data diuji menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov, yang menunjukkan distribusi data normal (p = 0,200). Hubungan antara kesehatan mental dan prestasi akademik dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment. Hasil: Skor rata-rata kesehatan mental adalah 48,27 ± 6,69, sedangkan skor rata-rata prestasi akademik adalah 84,05 ± 5,15. Analisis Pearson Product-Moment menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kesehatan mental dan prestasi akademik (r = 0,360; p = 0,005). Korelasi tersebut mengindikasikan adanya hubungan positif yang lemah antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesehatan mental dengan prestasi akademik pada remaja di SMPN 01 Banguntapan. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan mental melalui pengelolaan stres, keseimbangan antara kegiatan akademik dan istirahat, membangun hubungan sosial yang positif, serta mencari bantuan kepada guru BK, orang tua, atau tenaga profesional apabila mengalami masalah psikologis.

Page 4 of 4 | Total Record : 34