cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025)" : 4 Documents clear
Kebijakan Pengelolaan Tailing Tambang Terkait Stabilitas Geokimia Pada Tailing Storage Facility (TSF) di Indonesia Akbar, M. Anshari; Rosyid, Fadhila Achmadi
JENERAL Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JENERAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60000

Abstract

Kegiatan pertambangan mineral menghasilkan volume limbah padat signifikan berupa tailing, material residu halus yang sering mengandung mineral sulfida dan logam berat. Tanpa pengelolaan yang tepat, tailing berpotensi menimbulkan Air Asam Tambang (AAT) dan pelindian logam berat, menyebabkan pencemaran lingkungan serius pada air tanah dan permukaan, membahayakan kesehatan masyarakat dan ekosistem. Di Indonesia, isu stabilitas geokimia tailing menjadi perhatian krusial, diperparah oleh curah hujan tinggi dan tantangan implementasi pada perusahaan skala kecil-menengah meskipun kerangka regulasi sudah komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis regulasi yang berlaku terkait pengelolaan tailing pada Tailing Storage Facility (TSF) di Indonesia, serta mengevaluasi kondisi pengelolaan tailing dari aspek stabilitas geokimia dalam konteks perlindungan kualitas air. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan, mengumpulkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan dan literatur ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia telah menyediakan kerangka hukum dan teknis yang cukup komprehensif untuk pengelolaan tailing. Namun, kondisi TSF eksisting menunjukkan tantangan signifikan, terutama pada perusahaan kecil-menengah, dengan banyak yang masih memiliki potensi AAT tinggi, lepasan logam berat melebihi baku mutu, karakterisasi geokimia terbatas, serta kurangnya sistem penutupan dan pemantauan kualitas air yang memadai. Kesimpulannya, pengelolaan tailing di TSF Indonesia diatur regulasi yang lengkap, namun implementasinya masih menghadapi tantangan besar, sehingga penguatan penerapan regulasi dan pengawasan teknis sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan pertambangan dan perlindungan lingkungan jangka panjang. Kata kunci: Tailing, Tailing Storage Facility (TSF), Air Asam Tambang (AAT), Regulasi
Pengaruh Pelapukan Berdasarkan Nilai Indeks Durability Terhadap Stabilitas Lereng: Studi Kasus Lereng Jalan Jalur Lintas Selatan Segment Legundi – Planjan, Gunungkidul, Yogyakarta Winonazada, Rety; Ardhan Ismail
JENERAL Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JENERAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60001

Abstract

Pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul memotong formasi batugamping dengan geometri lereng tinggi dan curam yang berpotensi mengalami ketidakstabilan akibat proses pelapukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat pelapukan terhadap stabilitas lereng menggunakan pendekatan nilai indeks durabilitas. Metode penelitian meliputi pengujian laboratorium untuk menentukan sifat fisik dan mekanik batuan (kuat tekan uniaksial dan kuat geser), uji slake durability berdasarkan standar ISRM untuk klasifikasi tingkat pelapukan, serta pemodelan numerik metode elemen hingga menggunakan Rocscience RS2 untuk analisis stabilitas. Hasil menunjukkan sampel batugamping dari STA 0+700 dan STA 3+800 termasuk kelas pelapukan II (slightly weathered) dengan indeks durabilitas 96,18-96,75%. Nilai SRF bervariasi: STA 0+700 sebesar 4,62; STA 3+800A sebesar 2,14; dan STA 3+800B sebesar 3,46. Penurunan nilai indeks durabilitas menyebabkan penurunan nilai SRF, menunjukkan bahwa pelapukan mempengaruhi stabilitas lereng batugamping. Selain itu kestabilan lereng juga dipengaruhi oleh parameter kuat geser efektif dan kondisi massa batuan, sehingga penilaian kestabilan lereng menggunakan pendekatan indeks durabilitas perlu dianalisis bersama hasil uji mekanik dan model numerik.
Evaluasi Produktivitas Alat Gali Muat Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness pada Proses Pengupasan Overburden di PT. Berkah Bakti Guna Arif, Arif; Maulana, Muhammad Fadel; Dzakir, La Ode; Nurfasiha, Nurfasiha
JENERAL Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JENERAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60003

Abstract

Proses pengupasan overburden bergantung pada kinerja alat gali muat untuk mencapai target produksi. Namun, kendala operasional dan penggunaan alat berat yang tidak optimal menjadi penghambat efisiensi produksi. Overall Equipment Effectiveness (OEE) menilai ketersediaan, efisiensi performa, dan tingkat kualitas peralatan, serta memberikan dasar untuk perencanaan pemeliharaan dan peningkatan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas alat gali muat guna memaksimalkan waktu kerja alat pada proses pengupasan overburden di PT. Berkah Bakti Guna. Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang dapat mengukur berbagai jenis kehilangan dan mengidentifikasi potensi perbaikan. Selain itu, metode fishbone digunakan untuk menganalisis sebab-akibat yang menyebabkan ketidakefisienan dalam produksi pengupasan overburden. Selanjutnya, upaya perbaikan dilakukan dengan menerapkan metode 5W+1H untuk mengatasi kehilangan waktu yang terjadi. Setelah dilakukan analisis dan perbaikan pada proses pengupasan overburden di PT. Berkah Bakti Guna, diperoleh hasil bahwa produktivitas alat gali muat Excavator Caterpillar 320 GX dan Excavator Kobelco SK 200 pada bulan Mei 2024 mencapai 27.059,44 bcm. Angka ini menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 82% dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang hanya 14.858,14 bcm. Meskipun demikian, nilai OEE alat gali muat setelah perbaikan tercatat sebesar 43% dan 42%, yang masih lebih rendah dari standar kelas dunia yang mengharuskan nilai OEE ≥ 85%.
Identifikasi Sumber Pencemaran Kualitas Air Berdasarkan Rasio Nitrat dan Klorida Serta Parameter Bakteri Fecal Coliform di Mata Air Mrutu dan Sekitarnya, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Manek, Emanuel Gracek; Amirrul, Hafids Galant; Rachman, Mochammad Hasmannoor
JENERAL Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JENERAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60004

Abstract

Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur secara administratif terletak pada lereng gunung api Bromo sehingga memiliki banyak mata air. Salah satu mata air tersebut adalah mata air Mrutu yang terletak di bagian timur Gunung Bromo dengan debit 1.750 Liter/detik yang potensi menjadi penyedia air melalui SPAM regional dimasa yang akan datang selama kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan peruntukannya. Oleh karena itu dilakukan fokus kajian pada sumber pencemar yang berpotensi mendegradasi kualitas mata air Mrutu dan sekitarnya. Pengambilan sampel mata air untuk mengetahui kandungan nitrat, ion klorida dan bakteri fecal coliform pada air tanah dilakukan sebanyak 10 sampel di sekitar wilayah mata air Mrutu. Rata-rata rasio nitrat dan klorida pada air tanah di daerah penelitian berada pada rasio 3:1. Sebagian besar nitrat yang terdapat pada air tanah di daerah penelitian berasal dari feses, sumber dari feses tersebut dapat berasal dari kebocoran pada sistem sanitasi pada rumah, adanya peternakan, dan penggunaan pupuk yang berbahan dari feses hewan pada area perkebunan dan tegalan/ladang yang juga berperan besar juga dalam pencemaran dikarenakan wilayah penelitian yang masih jarang pemukiman dan didominasi oleh wilayah perkebunan dan ladang.berdasar pada kelas air dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Peyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup maka MA 13, MA 19 melebihi ambang batas kelas I. Perlu di perhatikan bahwa selain di MA 16 dan MA 26 yang mengandung fecal coliform yang < 1,8  teridentifikasi mengandung fecal coliform sehingga pemberlakuan zona perlindungan mata air perlu diimplementasikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4