cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanstikesicme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEPERAWATAN
ISSN : 20882173     EISSN : 25804782     DOI : https://doi.org/10.35874/jkp.v22i2.1365
Core Subject : Health,
jurnal keperawatan memuat karya ilmiah tentang keperawatan di bidang keperawatan maternal, anak, geronti, komunitas dan lain lain
Articles 256 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANGGOTA YANG MENGALAMI HIPETENSI DENGAN KETIDAKMAMPUAN KOPING KELUARGA MENGATASI NYERI AKUT DI DESA BADANG NGOROJOMBANG Wiwit Puri Jayanti; Maharani Tri Puspitasari; Nita Arisanti Y
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit dan pembuluh darah. Tujuan Penelitian : Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Keluarga dengan Masalah Ketidakmampuan Koping Keluarga Mengatasi Nyeri Akut. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Partisipan yang digunakan adalah 2 keluarga dan klien yang mengalami Hipertensi dengan masalah ketidakmampuan koping keluarga mengatasi nyeri akut. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil Penelitian : Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut Berdasarkan data pengkajian diketahui bahwa keluarga Ny. A dan keluarga Ny. R memiliki koping yang tidak efektif mengenai penanganan nyeri salah satu anggota keluarganya yang mengalami Hipertensi.  Kesimpulan : Diagnosa keperawatan yang ditetapkan untuk kedua klien adalah terkait dengan ketidakmampuan koping keluarga, dimana skor prioritas kedua keluarga yaitu keluarga Ny. A dan Ny. R adalah 4 2/3. Intervensi keperawatan yang dilakukan pada ketidakmampuan koping keluarga mengatasi nyeri akut disusun berdasarkan kriteria NIC NOC tahun 2015 yang meliputi coping enhancement dan caregiver support. Implementasi kepada Keluarga Ny. A dan Keluarga Ny. R dikembangkan dari hasil kajian intervensi yang dilakukan dalam 4 kali pertemuan, serta hasil evaluasi setiap akhir sesi implementasi yang di sesuaikan dengan keadaan klien. Saran : Saran bagi keluarga klien untuk terus meningkatkan kemampuan kopingnya dan mengenal masalah penyakit hipertensi, sehingga dapat mengenali dan menangani kasus tersebut sedini mungkin sebelum dibawa ke fasilitas pelayanan terdekat. Kata Kunci :    Asuhan Keperawatan Keluarga, Hipertensi, Ketidakmampuan Koping Keluarga.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN FEBRIS CONVULSION DENGAN MASALAH HIPERTERMIA DI RUANG ANAK RSUD BANGIL Meti Yuni Susanti; Maharani Tri Puspitasari; Dwi Puji
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Febris convulsion atau yang biasa disebut kejang demam, merupakan penyakit neurologi pada anak yang  paling sering terjadi dan memerlukan kecermatan diagnosis dalam memberikan penanganan secara keseluruhan, beberapa faktor diduga menjadi penyebab kejang demam salah satunya adalah peningkatan suhu tubuh (Hipertermi). Metode Penelitian:  Metode yang digunakan dalam asuhan keperawatan an “R” dan an “B” yang mengalami febris convulsion dengan masalah hipertermia adalah metode deskriptif.dalam bentuk studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil Penelitian:  Hasil asuhan keperawatan secara komprehensif pada An “R” dan An “B”  dari data pengkajian kasus pada pengkajian data subjektif dan data objektif didapatkan melalui ungkapan bahwa keluarga klien 1 mengeluh kejang dan panas.keadaan umum klien lemas,  kesadaran komposmentis, GCS 4-5-6. Tanda-tanda vital tekanan darah 90/50 mmHg, Suhu : 38,8ºC, Nadi : 120 x/menit,  Respiration rate  : 26 x/menit. Kesimpulan: Kesimpulan dari asuhan keperawatan pada an “R” dan an “B” yang mengalami febris convulsion dengan masalah hipertermia yaitu terjadi perbedaan perkembangan, hal ini dapat dilihat dari segi perkembangannya. Anak dengan perkembangan lebih tinggi akan mampu menyerap informasi dan pengetahuan lebih cepat sehingga perkambangan kesehatannya cepat berkembang. Kata Kunci :Asuhan keperawatan,Febrile Convulsion,Hipertermia.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI STROKE HEMORAGIK DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN SEREBRAL (Studi Kasus di Ruang Flamboyan RSUD Jombang) Wiwin Wulan Sari; Inayatur Rosyidah; Agus Muslim
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stroke Hemoragik merupakan kerusakan pada otak yang terjadi ketika aliran darah atau suplai darah ke otak terhambat adanya perdarahan atau pecahnya pembuluh darah. Perdarahan atau pecahnya pembuluh darah pada otak dapat menimbulkan terhambatnya penyediaan oksigen dan nutrisi ke otak sehingga, mengakibatkan penurunan perfusi darah.Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami Stroke hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral Di Ruang Flamboyan RSUD Jombang. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriftif yaitu klien yang mengalami Stroke hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral di Ruang Flamboyan RSUD Jombang. Jumlah subyek penelitian adalah 2 klien dengan masalah keperawatan dan diagnosis medis yang sama.Hasil Penelitian:  Berdasarkan hasil penelitian pada kedua klien didapatkan perbedaan dari keluhan maupun hasil evaluasi antara klien 1 dan klien 2. Hasil evaluasi antara klien 1 dan klien 2 terdapat perbedaan di sebabkan klien 1 serangan stroke dengan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral serangan yang diderita lebih berat karena perdarahan intraserebral dibanding perdarahan subrakchoid lebih ringan yang dialami klien 2. Kesimpulan:  Dalam studi kasus maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa menemukan perbedaan dari keluhan dan evaluasi  karena setiap respon klien berbeda antara pada klien 1 dan klien 2 di akibatkan serangan stroke  yang diderita klien 1 lebih berat di banding klien 2.  Saran:  Saran yang ditujukan  pada klien dan keluarga sebagai tambahan pengetahuan bagi klien dan keluarga untuk memahami keadaanya, sehingga dapat mengambil suatu keputusan yang sesuai dengan masalah serta ikut memperhatikan dan melaksanakan tindakan yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Kata kunci : Klien, Stroke,Ketidakefektifan Perfusi  Jaringan.
ASUHAN KEPERAWATAN KELURGA YANG MENGALAMI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DENGAN DEFISIENSI PENGETAHUAN MERAWAT BALITA DENGAN ISPA DI DESA BADANG NGORO JOMBANG Agus Edy Susanto; Ruliati Ruliati; Nita Arisanti Y
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, sebagian besar disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Tingkat mortalitas sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia, terutama di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah. Tingginya angka kejadian ISPA pada bayi di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh pengetahuan ibu yang kurang tentang ISPA. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan kemampuan keluarga merawat balita dengan ISPA di desa Badang, Ngoro, Jombang. Desain Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 keluarga dengan salah satu anggota keluarga yang mengalami ISPA terutama anak usia di bawah lima tahun dengan masalah defisiensi pengetahuan di desa Badang, Ngoro, Jombang. Hasil Penelitian : Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan dari asuhan keperawatan keluarga ini di dapatkan 2 keluarga sudah mampu memahami tentang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), tanda dan gejala, serta penyebab ISPA. Kesimpulan : Berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan selama empat kali kunjuan disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pengetahuan pada keluarga Tn. F, dimana pada kunjungan keempat masalah yang dihadapi sudah teratasi, namun pada keluarga Tn. B walaupun ada peningkatan, tetapi pada evaluasi akhir diperoleh hasil bahwa masalah sebagian teratasi karena faktor sosial ekonomi yang kurang. Jadi asuhan keperawatan yang diberikan pada keluarga Tn. F lebih efektif dibandingkan dengan asuhan keperawatan yang diberikan pada keluarga Tn. B. Saran : Saran untuk keluarga diharapkan pengetahuan keluarga 1 dan keluarga 2 dapat bertambah tentang penyakit Infeksi  Saluran Pernafasan Akut (ISPA) serta mampu untuk merawat keluarga yang sakit terutama pada anak usia di bawah lima tahun dan mampu memodifikasi lingkungan yang bersih untuk mengurangi faktor resiko penyebab ISPA, serta dapat membantu proses asuhan keperawatan keluarga dengan masalah defisiensi pengetahuan merawat balita dengan ISPA. Kata kunci : Asuhan Keperawatan Kelurga, ISPA, Pengetahuan
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN DIABETES MELITTUS DENGAN MASALAH DEFISIENSI PENGETAHUAN TENTANG POLA MAKAN DI DESA BADANG KECAMATAN NGORO JOMBANG Prasetya Dia K N; Ruliati Ruliati; Bambang Tutuko
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relatif (Padila. 2012). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada klien diabetes mellitus di Desa Badang Ngoro Jombang. Metode Penelitian : Desain penelitian yang di gunakan adalah studi kasus subjek yang digunakan penelitian ini adalah 2 kluarga yang mengalami diabetes mellitus dengan masalah defisiensi pengetahuan tentang pola makan di Desa Badang Ngoro Jombang. Hasil Penelitian : Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada keluarga di dapatkan evaluasi perkembangan klien belum memenuhi target karena klien kurang koopratif sehingga kriteria hasil yang sudah ditentukan belum bisa tercapai semua, tetapi klien sudah mulai mengerti tentang penyakit diabetes  mellitus dan komplikasinya. Kesimpulan : Kesimpulan asuhan keperawatan di dapatkan 2 keluarga dengan keluarga 1 tidak bisa mengontrol pola makan dengan baik dan keluarga 2 kurang mengetahuan diet untuk penyakit diabetes mellitus. Peneliti melakukan implementasi di sesuaikan dengan kondisi klien selama dua minggu yang menfokuskan memberikan health education mengenai lima fungsi keperawatan fungsi keluarga. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga, Defisiensi Pengetahuan, Diabetes Mellitus
HUBUNGAN EFIKASI DIRI (SELF EFFICACY) DENGAN PROBLEM FOCUSSED COPING PASIEN HIPERTENSI (Studi di Puskesmas Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk) Srigati Sutarinik; Agustina Maunaturrohmah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Problem focussed coping sangat diperlukan bagi penderita hipertensi, bila kurang memahami akan berakibat kurang baik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri (self efficacy) dengan problem focussed coping pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Metode Penelitian : Metode penelitian dengan metode analitik, dengan rancangan penelitian dengan pendekatan cross secsional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi primer yang ada di Puskesmas Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk pada bulan Maret sebanyak dengan sampel sebanyak 57 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner dengan analisa data uji korelasi spearman rank. Hasil : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki efikasi diri (self efficacy) yakin sebanyak 32 responden (56,1%). Sebagian besar responden memiliki problem focussed coping cukup sebanyak 34 responden (59,6%), hasil uji korelasi Spearman’s Rho didapatkan nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha (0,05), sehingga H0 ditolak, H1 diterima. Kesimpulan : Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri (self efficacy) dengan problem focussed coping pasien hipertensi dilakukan di  Puskesmas Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Saran : Bagi responden diharapkan agar memiliki efikasi diri (self efficacy) yang baik untuk dapat menstabilkan tekanan darah, karena dengan mengatur pola pikir yang baik dan tidak stress menjadikan hidup makin berkualitas. Kata Kunci : Hipertensi, Efikasi diri, problem focussed coping
PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH (4-5 Tahun) Di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III KaliwunguKabupaten Jombang Hervinda Kristiana; Ucik Indrawati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pendahuluan : Bahasa merupakan alat penting bagi setiap orang karena melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul dengan orang lain keterlambatan bicara dan bahasa menimbulkan hambatan pada anak untuk mengekspresikan emosi, pikiran, pendapat dan keinginannya. Hal ini dapat menimbulkan masalah perilaku, sosialisasi dan pelajaran membaca dan menulis. Tujuan : penelitian ini adalah menganalisis pengaruh media gambar terhadap perkembangan  bahasa  anak pra sekolah  di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III Kaliwungu Jombang. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan pra eksperimen one group pre test post test.Populasi penelitian ini adalah Semua anak Pra Sekolah Kelas A di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III Kaliwungu Jombang yang berjumlah 29 orangTehnik sampling menggunakan simple random  samplingdengan sampelnya sejumlah 27 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasidengan pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukkan sebagian besar dari responden yaitu 17 orang perkembangan bahasa anak pra sekolah sebelum diberi media gambar adalah kurang (63%), sebagian besar dari responden yaitu 20 orang perkembangan bahasa anak pra sekolah sesudah diberi media gambar adalah baik (74,1%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi r = 0,000 <a (0,05), sehingga H1diterima. Kesimpulan : Dari hasil data dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh media gambar terhadap perkembangan bahasa anak pra sekolah di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III Kaliwungu Jombang. Orang tua bisa harus melatih untuk meningkatkan rangsangan dalam berbahasa melalui media gambar sesuai dengan kemampuan dan usia anak. Kata Kunci : Media Gambar, Perkembangan Bahasa, Anak
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA LAKI-LAKI PEROKOK Penelitian Pra Experimental (One Group Pra Test – Post Test Design) Di SMP Negeri 03 Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Ruliati Ruliati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju masa dewasa, sehingga muncul berbagai masalah diantaranya adalah perilaku merokok yang dipengaruhi oleh banyak faktor, faktor tersebut antara lain adalah pengetahuan. Sehingga perlu diberikan suatu penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan bahaya merokok terhadap pengetahuan remaja laki-laki perokok. Desain penelitian ini dengan menggunakan “Pra experimental“ (One Group Pra Test – Post Test Design ). Sampel penelitian ini adalah remaja di SMP 3 Jombang kecamatan Jombang dengan teknik sampling purposive sampling dengan responden sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi, dimana semua responden digunakan sebagai subyek penelitian. Variabel independen penyuluhan kesehatan bahaya merokok dan variabel dependennya pengetahuan remaja laki-laki perokok. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner sebelum dan sesudah pemberian “Penyuluhan Kesehatan”. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon “ dengan tingkat signifikan P < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok pada subyek tingkat signifikansinya adalah P = 0,010 < 0,05, artinya H1 diterima. Oleh karena itu disarankan kepada peneliti selanjutnya dilakukan penelitian pada factor lainya yang mempengaruhi perilaku merokok dengan menggunakan sample yang lebih besar sehingga hasilnya lebih representatif.Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan Remaja, Bahaya Merokok
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN OSTEOPOROSIS DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA (Studi di Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo Tahun 2012) Leo Yosdimiyati R; Imam Fatoni
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang kurang tentang osteoporosis terhadap perilaku pencegahan osteoporosis pada lansia akan mempengaruhi perkembangan dan perilaku lansia tersebut. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan Maret minggu ke- 2, 8 dari 10 lansia tidak mengetahui tentang pengertian osteoporosis.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan lansia tentang perilaku pencegahan osteoporosis.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik dengan metode cross sectional, populasi penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami osteoporosis di Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo sebanyak 34.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sedangkan sampel adalah semua jumlah populasi sebanyak 34 responden.Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan kuesioner, variabel independen adalah pengetahuan osteoporosis pada lansia dan variabel dependennya adalah perilaku pencegahan osteoporosis pada lansia. Data diolah dengan SPSS 16 dan menggunakan uji statistik ”Mann Whitney” dengan tingkat kemaknaan ρ < 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa pengetahuan osteoporosis pada lansia baik 11,7 %, pengetahuan cukup 50 %, dan pengetahuan kurang 44,1 % dengan perilaku osteoporosis positif 20,5 % dan perilaku negatif 79,4 % memiliki tingkat yang signifikan ρ= 0.002 Diperoleh ρ < α atau 0,002 < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan osteoporosis dengan perilaku pencegahan osteoporosis. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan langgeng daripada yang tidak didasari oleh pengetahuan.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Osteoporosis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANJUT USIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DI DESA BANJARAGUNG KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG (Studi di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang) Maharani Tri Puspitasari
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi lanjut usia baik dari segi fisik, mental, dan sosial berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan, sehingga menyebabkan kebutuhan terhadap dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan. Dari permasalahan yang dihadapi usia lanjut tersebut apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan beberapa akibat, yaitu timbulnya penyakit dan menurunnya aktivitas pemenuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang.Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh keluarga yang memiliki lansia di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang sebanyak 149 keluarga dengan jumlah sampel 37 keluarga dengan tehnik Simple random sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga sedangkan variabel dependentnya adalah kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari.Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian di dapatkan bahwa hampir setengah responden memberikan dukungan dengan kriteria sedang sebanyak 18 responden (48,6%) dan diketahui pula kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari adalah memerlukan bantuan sebagian sebanyak 22 orang (57,7%). Berdasarkan hasil analisa melalui uji Spearman Rank’s dengan bantuan program SPSS 16 for windows komputer, diperoleh nilai ρ sebesar 0,004 <  0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Kata Kunci: Dukungan, Keluarga, Kemandirian, Lansia

Page 10 of 26 | Total Record : 256