cover
Contact Name
Alfian Rokhmansya
Contact Email
dohgisinunmul@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dohgisinunmul@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak, Universitas Mulawarman, Gedung LP2M Universitas Mulawarman, Jl. Krayan, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75242
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Doh Gisin
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 30902614     DOI : https://doi.org/10.30872/dohgisin
Core Subject : Humanities, Social,
Doh Gisin originates from the Dayak language and signifies a woman who is strong and resilient, both in thought and action, in facing various struggles and challenges in life. Doh Gisin is an open-access scientific journal published by Mulawarman University and managed by the Pusat Penelitian Kesaraan Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) Universitas Mulawarman. Doh Gisin was first published in 2024 and is published every six months in June and December. Doh Gisin contains articles from gender, women, and children studies and multidisciplinary fields (sociology, psychology, law, science and technology, medicine, education, language and literature, culture, and other fields of science).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Penegakan Hukum Pidana Kekerasan Seksual yang Terjadi di Perguruan Tinggi Kota Samarinda Lidiana, Mita; Lisi, Ivan Zairani; Wati, Agustina
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.v1i2.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan hukum pidana terhadap kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi Kota Samarinda dan untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang dapat menyebabkan terjadinya kekerasan seksual dalam kajian. Penelitian ini menggunakan metodologi sosio-legal, dengan menggunakan data primer yang bersumber langsung dari lapangan. Sumber data sekunder berkaitan dengan informasi tambahan mengenai subjek penelitian yang berkaitan dengan penegakan hukum pidana mengenai kekerasan seksual di Universitas Samarinda. Beberapa aspek penegakan hukum pidana terkait kekerasan seksual di Universitas Mulawarman sudah berjalan namun belum sepenuhnya optimal. Faktor-faktor potensial yang berkontribusi terhadap kekerasan seksual di perguruan tinggi, seperti yang dikaji dalam kriminologi, termasuk faktor internal yang berasal dari pelaku, seperti moral yang kurang baik, dinamika kekuasaan yang tinggi, dan kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi. Selain itu, faktor eksternal meliputi pengaruh keluarga, kondisi lingkungan, kemajuan teknologi, dan tekanan teman sebaya.
Pentingnya Penerapan Gender Mainstreaming dalam Segala Aspek Kerja Profesional: Strategi untuk Mewujudkan Keadilan dan Efisiensi Organisasi Suryaningsi, Suryaningsi; Johan, Herni; Mulawarman, Widyatmike Gede; Herliah, Endang
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.v1i2.2944

Abstract

Penerapan gender mainstreaming di lingkungan kerja profesional merupakan strategi penting untuk menciptakan organisasi yang adil, setara, dan efisien. Pendekatan ini tidak hanya memiliki landasan moral dan hukum, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas tim, serta daya saing institusi. Gender mainstreaming dipahami sebagai proses sistemik yang mengintegrasikan kebutuhan perempuan dan laki-laki secara setara dalam seluruh kebijakan dan praktik organisasi. Berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan budaya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar gender mainstreaming dalam kerja profesional, menelaah urgensi serta tantangan pelaksanaannya, dan merumuskan strategi guna mewujudkan organisasi yang inklusif dan responsif gender. Metode studi pustaka dengan pendekatan normatif dan sosiologis digunakan untuk mengkaji hubungan antara kebijakan, struktur, budaya organisasi, dan transformasi institusional menuju kesetaraan gender. Gender mainstreaming menuntut kepemimpinan visioner, regulasi mendukung, dan perubahan budaya kerja. Hambatan resistensi struktural dan kultural menuntut sinergi kebijakan, edukasi, dan advokasi. Dalam konteks globalisasi, pengarusutamaan gender menjadi pilar penting bagi tata kelola organisasi modern yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi dalam Upaya Mencegah Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Tinjauan Berdasarkan Perspektif Gender Rahayu, Ana; Pujianti, Titin; Elvira, Alma; Puspitasari, Ratiani; Pratama, Ali Gilang; Suryaningsi, Suryaningsi; Herliah, Endang
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.v1i2.2956

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pendidikan antikorupsi dalam mencegah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) melalui pendekatan perspektif gender. Dengan desain eksperimen semu, 200 mahasiswa FKIP Universitas Mulawarman dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan modul berbasis gender) dan kelompok kontrol (menggunakan modul standar). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan uji-t dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam sikap antikorupsi dan kesadaran HAM dibanding kelompok kontrol. Modul berbasis gender terbukti menumbuhkan kesadaran kritis, empati, dan partisipasi aktif mahasiswa, khususnya perempuan. Pendekatan ini juga meningkatkan efektivitas pendidikan antikorupsi secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi yang inklusif gender memiliki dampak transformasional dalam mencegah pelanggaran HAM dan membangun budaya integritas yang lebih adil.
Tinjauan Hukum dan HAM terhadap Kasus Perdagangan Organ Ilegal pada TKI di Kamboja Wibowo, Najwa Putri Pratama; Rahayu, Umi; Ibrahim, Jihan Fhadillah; Fadillah, Ridha Khusnul; Samdi, Abizar Kausar; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peningkatan kasus perdagangan organ ilegal yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kamboja pasca-pandemi COVID-19. Banyak korban terjerat modus penipuan berupa tawaran pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian dipaksa menjual organ tubuh mereka, bahkan hingga meninggal dunia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur, menganalisis jurnal, laporan, dan studi kasus dari sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa faktor utama yang menghambat perlindungan hak TKI adalah lemahnya pengawasan hukum, keberangkatan ilegal atau non-prosedural, serta perbedaan sistem hukum antara kedua negara. Kasus Soleh Darmawan menjadi contoh nyata dari tindak pidana perdagangan manusia (TPPO) ini, yang tidak hanya melanggar hukum nasional tetapi juga hak asasi manusia mendasar, seperti hak hidup, kebebasan, dan integritas tubuh. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi hukum bagi calon TKI, penguatan kerja sama bilateral, serta pengoptimalan peran lembaga berwenang seperti pemerintah dalam mencegah kasus serupa di masa depan dan menegakkan hak asasi manusia warga negaranya.
Eksploitasi dalam Dunia Hiburan: Studi Kasus Skandal Oriental Circus Indonesia dalam Perspektif Hukum, HAM, dan Pancasila Sainah, Saniah; Saputri, Fadhila Dwi Saputri; Syafira, Auliya Defi; Azizah, Imroatul; Lahdjie, Muhammad Zain Luthfi; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.v1i2.3342

Abstract

Skandal Oriental Circus Indonesia (OCI) yang terungkap pada April 2025 menjadi sorotan nasional karena mengandung dugaan eksploitasi sistematis dan kekerasan terhadap mantan pemain sirkus, termasuk anak-anak. Praktik ini tidak hanya melanggar nilai-nilai luhur Pancasila, tetapi juga mencerminkan kegagalan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skandal OCI dari perspektif hukum, HAM, dan ideologi Pancasila, serta menyoroti peran negara dalam mencegah pelanggaran serupa di masa depan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data diperoleh dari dokumentasi media, kesaksian korban, dan regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kemanusiaan, keadilan sosial, dan perlindungan anak. Ditemukan pula adanya kegagalan sistemik dalam implementasi undang-undang yang seharusnya menjamin perlindungan hukum bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, mekanisme pengawasan industri hiburan, serta pemulihan hak dan keadilan bagi para korban.

Page 1 of 1 | Total Record : 5