cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025): Mei" : 7 Documents clear
Komplikasi Pemberian Radioterapi Pada Pasien Karsinoma Nasofaring di Poli THT-KL RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 - Januari 2022 Supra, Yofita
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.66

Abstract

Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan salah satu jenis tumor ganas yang terjadi pada sel epithel nasofaring yang disebabkan oleh Eibstein-Barr Virus (EBV). Manajemen terapi KNF adalah radioterapi karena tumor umumnya bersifat radiosensitif. Komplikasi pemberian radioterapi pada pasien KNF dapat terjadi di kulit (hiperpigmentasi), gigi dan mulut (xerostomia), mata (gangguan penglihatan), telinga (ototksisitas), hidung (nasopharyngeal hemorrage) dan saraf limfe (benjolan unilateral). Tujuan dari peneltian ini untuk mengetahui komplikasi radioterapi pasien karsinoma nasofaring di poli THT-KL RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 – Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian menggunakan pasien KNF dengan radioterapi yang memiliki komplikasi pada kulit, gigi dan mulut, mata, telinga, hidung dan saraf limfe yang tercatat di rekam medis Poli THT-KL RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 – Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan 40 kasus pasien KNF dengan radioterapi yang memiliki komplikasi. Angka kejadian komplikasi kulit didapatkan 0 kasus (0%). Angka kejadian komplikasi gigi dan mulut didapatkan 30 kasus (35%) dengan kasus tertinggi pada pasien odinofagia sebanyak 13 kasus (43%). Angka kejadian komplikasi mata didapatkan 7 kasus (8%) dengan kasus tertinggi pasien kebutaan sebanyak 3 kasus (43%). Angka kejadian komplikasi telinga didapatkan 18 kasus (21%) dengan kasus tertinggi pada pasien tinnitus sebanyak 10 pasien (56%). Angka kejadian komplikasi hidung didapatkan 15 kasus (17%) dengan kasus tertinggi pasien rhinorrhea sebanyak 11 pasien (73%). Angka kejadian komplikasi saraf didapatkan 8 kasus (9,5%) dengan kasus tertinggi pasien sefalgia sebanyak 7 pasien (87%). Angka kejadian komplikasi limfe didapatkan 8 kasus (9,5%) pembesaran KGB.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN HASIL UJIAN SOOCA PADA MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG TUAH Ramadhani, Dinda Sofiahadi
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.68

Abstract

Abstrak Mahasiswa baru sering dikaitkan dengan proses penyesuaian diri atau adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda di perguruan tinggi. Banyaknya perbedaan aspek kehidupan yang dihadapi oleh mahasiswa baru menjadi sebuah stimulus yang dapat memicu terjadinya kecemasan. Banyaknya ujian yang ditempuh mahasiswa kedokteran, salah satunya ujian SOOCA menyebabkan mahasiswa mengalami kecemasan. SOOCA merupakan salah satu syarat kelulusan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Kondisi pandemi yang mengakibatkan proses perkuliahan dilakukan secara daring mengganggu beberapa angkatan dalam pelaksanaan ujian, terlebih mahasiwa semester II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan berdasarkan Zung Self Rating-Anxiety Scale (ZSAS) dengan hasil ujian SOOCA di masa transisi pembelajaran offline pada mahasiswa semester II tahun akademik 2021-2022 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional. Jumlah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebesar 101 mahasiswa. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada 101 orang responden menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 78 responden (77,2%) mengalami tingkat kecemasan normal/tidak cemas, responden yang mengalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 20 responden (19,8%), dan 3 responden (3,0%) lainnya mengalami tingkat kecemasan sedang. Setelah dilakukan analisis statistik dengan uji korelasi Spearman dinyatakan terdapat hubungan yang tidak signifikan antara tingkat kecemasan dengan hasil ujian SOOCA di masa transisi pembelajaran offline pada mahasiswa semester II Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (p=0,916). Kata kunci : SOOCA; masa transisi; tingkat kecemasan
EFEK TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL PADA TIKUS WISTAR MODEL NEFROPATI DIABETIK YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Eloy Fariyanto Kartosinggih, Noel
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.70

Abstract

Abstract Study aims : Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in glucose levels in the body which causes various complications, one of which is diabetic nephropathy which is the main cause of chronic failure cases in Indonesia. The purpose of this experimental research is to determine the decrease in the number of neutrophils after hyperbaric therapy in wistar rats in diabetic nephropathy. Method: This research method used a posttest only control group design method which consisted of three sample groups, namely the negative control group, the positive control group, and the treatment group. The negative control group consisted of healthy rats, the positive control group consisted of ND model rats induced with 75 mg/kg streptozotocin, while the treatment group consisted of ND model rats treated with TOHB. In these three groups, IL-1β inflammatory serum and blood were collected on the fourteenth day to determine IL-1β levels and number of neutrophils in each group. Result: There was a significant decrease in number of neutrophils (p<0,001) in the kidneys of Wistar rats of the diabetic nephropathy model after Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) Conclusion: Hyperbaric oxygen therapy has an effect on the number of neutrophils.
Efektivitas Senyawa Kurkumin pada Kunyit (Curcuma longa) terhadap Pencegahan Retinopati Diabetik Shafiyah, Farah
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.105

Abstract

Retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan permanen yang terjadi pada dewasa usia pekerja. Penyakit yang merupakan komplikasi dari diabetes melitus ini berkembang pada vaskular retina, menghasilkan perubahan mikrovaskular secara progresif, neovaskularisasi, edema makular, dan perubahan pada permeabilitas retina. Penyebab utama retinopati diabetik yaitu inflamasi dan stres oksidatif yang pada hal ini banyak diinduksi oleh hiperglikemia pada kondisi diabetes melitus. Kurkumin sebagai senyawa bioaktif disinyalir memiliki kandungan antiinflamasi dan dapat menurunkan stres oksidatif dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu efektivitas senyawa kurkumin pada kunyit (Curcuma longa) terhadap pencegahan retinopati diabetik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan mengambil sampel dari artikel internasional yang terindeks pada Scopus, SCImago, Thomson Reuters, Web Science, dan artikel nasional yang terindeks pada SINTA dalam kurun waktu terbitan 5 tahun terakhir, dan terkumpul sepuluh artikel dari pencarian. Penelitian ini berlangsung pada bulan Maret hingga Desember 2022. Hasil dari penelitian ini melaporkan bahwa senyawa kurkumin pada kunyit (Curcuma longa) terbuktif efektif terhadap pencegahan retinopati diabetik. Pengaruh yang didapatkan antara lain kurkumin menurunkan kadar ROS, mengurangi indikator inflamasi seperti TNF-α, IL-1, IL-2, dan IL-6, mengurangi ketebalan pembuluh darah retina, meningkatkan viabilitas sel, menurunkan kadar VEGF, dan menjaga kadar glukosa tetap rendah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kurkumin yang terkandung pada kunyit (Curcuma longa) secara efektif mampu mencegah retinopati diabetik.
PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PERBAIKAN PERSEPSI COCHLEAR PADA SUDDEN DEAFNESS aliya zahira, azzeldine
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.107

Abstract

Tujuan Penelitian: Gangguan pendengaran sensorineural mendadak adalah kondisimenurunnya kemampuan pendengaran atau tuli secara mendadak yang ditandai dengan penurunan pendengaran untuk mendengar setidaknya 30 dB yang diukur lebih dari tiga frekuensi secara berturutan yang terjadi dalam waktu 72 jam. Salah satu manajemen tuli mendadak yang sering dilakukan dalam jangka waktu yang pendek adalah terapi oksigen hiperbarik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap perbaikan persepsi koklea pada gangguan pendengaran mendadak.Metode: Penelitian ini disusun dengan desain deskriptif, dengan metode studi literatur dengan jurnal yang dipublikasikan tahun 2017 hingga 2022.Hasil: Temuan menunjukkan bahwa terapi oksigen hiperbarik diketahui berpengaruh terhadap perbaikan persepsi koklea pada pasien yang mengalami gangguan pendengaran mendadak,setelah pemberian terapi dengan rata-rata waktu satu hingga dua minggu, dengan tekanan 1,8 ATA hingga 2 ATA, baik dikombinasikan dengan kortikosteroid maupun terapi oksigen hiperbarik saja.Kata kunci: Gangguan Pendengaran Mendadak, Koklea, Terapi Oksigen Hiperbarik
ANGKA KEJADIAN KOMPLIKASI PASCA OPERASI TURP (Transurethral Resection Of The Prostate) PADA PASIEN BPH DI RSPAL Dr. RAMELAN SURABAYA PADA TAHUN 2021-2023 Dzakiy, Muhammad Dzakiy Taufiiqul Hakiim
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.135

Abstract

Abstrak Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan suatu masalah kesehatan yang terjadi pada pria dengan prevalensi kejadian yang cukup tinggi di dunia yaitu mencapai 2.4 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil komplikasi pasca operasi Transurethal Resection Of The Prostate (TURP) pada pasien BPH di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif di RSPAL dr Ramelan pada periode Januari 2021 sampai dengan September 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan data sekunder dari rekam medis sesuai kriteria inklusi, dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan September 2023 dengan total 127 kasus. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil Penelitian menunjukkan komplikasi yang sering muncul pada pasien pasca operasi TURP di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode 2021 sampai dengan 2023 berturut-turut yaitu retensi urin sebanyak 24,49%, Urinary Tract Infections (UTI) sebanyak 24,49%, hematuria sebanyak 18,37%, serta komplikasi lainnya sebanyak 32,65%. Kelompok usia terbanyak yaitu >71 tahun (41.4 %) disusul dengan kelompok usia antara 61-70 tahun (27.6 %) dan kelompok usia antara 51-60 tahun (27.6 %). Kesimpulan pada penelitian ini adalah angka kejadian komplikasi pasca operasi TURP pada pasien berusia di atas 71 tahun paling banyak mengalami UTI dan Retensi Urin yaitu 8 orang (0,06%) serta Striktur pada 4 orang (0,03%). Sedangkan angka kejadian komplikasi pasca operasi TURP terbanyak dengan penyakit penyerta Diabetes Militus dan Hipertensi yaitu UTI dan Retensi Urin, masing masing pada 6 orang (0.05%). Kata kunci : BPH, TURP, Komplikasi TURP Abstract Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a health issue that occurs in men with a relatively high prevalence worldwide, reaching 2.4 million people. This study aims to describe the profile of complications after Transurethral Resection of the Prostate (TURP) surgery in BPH patients at Dr. Ramelan Surabaya Army Hospital. This is a quantitative descriptive retrospective study conducted at Dr. Ramelan Surabaya Army Hospital start from January 2021 to September 2023. Data collection was done using secondary data from medical records based on inclusion criteria, carried out in September to October 2023, with a total of 127 cases. Data were analyzed univariately and presented in tables and graphs. The results of the study showed that the most common complications in pasca-TURP surgery patients at Dr. Ramelan Surabaya Army Hospital from 2021 to 2023 were urinary retention (24.49%), Urinary Tract Infections (UTI) (24.49%), hematuria (18.37%), and other complications (32.65%). The majority of patients were in the age group >71 years (41.4%), followed by the age group 61-70 years (27.6%), and the age group 51-60 years (27.6%). The conclusion of this study is that the patients experiencing the most complications post TURP surgery are those aged over 71 years, with the most common complications being UTI and urinary retention, each occurring in 0.06% and the most common complications post TURP surgery in patients with various accompanying diseases such as Diabetes Mellitus, Hypertension, Dyslipidemia, Heart Failure and COPD are UTI and urinary retention. Keyword: BPH, TURP, TURP Complication
Pengaruh Fortifikasi Besi pada Makanan dalam Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi pada Anak Romdloni, Ahmad Iqbal; Ramadhini, Adinda Rizka; Satrioaji, Abdillah Maulana; Abdullah, Adil; Syam, Agam Febbrian; Wisanti, Retno
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.151

Abstract

Tujuan Penelitian: Defisiensi besi adalah masalah nutrisi paling banyak di seluruh dunia melampaui malnutrisi energi protein. Anemia defisiensi besi pada anak berdampak negatif terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, akademik, dan imunitas. Di seluruh dunia, tercatat 273 juta anak kurang dari 5 tahun menderita anemia dengan 60% di antaranya dikarenakan defisiensi besi. Fortifikasi besi disebut sebagai pendekatan preventif terbaik untuk mencegah anemia defisiensi besi. Meskipun demikian, pengetahuan terkait fortifikasi besi di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi besi pada makanan dalam tatalaksana anemia defisiensi besi pada anak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan sampel berupa 16 artikel pada jurnal internasional yang terindeks SCIMAGO dengan tahun publikasi 2019 hingga 2024. Artikel pada studi literatur ini diambil melalui Mendeley, Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Hasil: Fortifikasi besi berperan dalam menurunkan angka kejadian anemia defisiensi besi pada anak. Fortifikasi besi berguna sebagai upaya preventif dan terapi adjuvan terhadap suplementasi besi oral atau parenteral. Peran fortifikasi besi diperkuat dengan penambahan vitamin A, vitamin C, dan antihelmintik dalam regimen suplementasi besi. Kesimpulan: Fortifikasi besi pada makanan berpengaruh positif dalam tatalaksana anemia defisiensi besi pada anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7