cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 6 (2020)" : 10 Documents clear
Antihyperglycemia Effects of Ethanol Extract of Rambutan Leaves (Nephelium lappaceum L.) in Glucose-Induced Male Mice (Swiss Webster) Nova Suliska; Sri Maryam; Neng Leni
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.1833

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan kadar glukosa dalam darah ?200 mg/dL Rambutan merupakan salah satu tanaman yang sangat dikenal masyarakat mampu menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek antihiperglikemia dari daun rambutan pada mencit jantan yang diinduksi glukosa. Penelitian dilakukan menggunakan 25 ekor mencit jantan swiss webster yang dibagi menjadi 5 kelompok: kelompok kontrol positif, kelompok pembanding metformin dosis 65 mg/kgBB, kelompok ekstrak dosis 10 mg/kgBB, dosis 25 mg/kgBB, dan dosis 50 mg/kgBB. Induksi dilakukan dengan pemberian glukosa 1 g/kgBB. Sediaan uji diberikan kepada semua kelompok dan dilakukan pengukuran kadar glukosa darah pada menit ke 30, 60, 90 dan 120. Hasil penelitian menunjukkan semua kelompok uji ekstrak daun rambutan dosis 10 mg/kgBB, dosis 25 mg/kgBB, dan dosis 50 mg/kgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol postifi pada pengamatan menit ke-30 hingga pengamatan menit ke-120. Kelompok ekstrak daun rambutan dosis 50 mg/kgBB menunjukkan efek penurunan kadar glukosa darah terbaik dibandingkan dengan kelompok ekstrak dosis 25 mg/kgBB dan dosis 10 mg/kgBB. Simpulan, ekstrak daun rambutan memiliki efek antihiperglikemia pada mencit jantan yang diinduksi glukosa. Kata kunci: antihiperglikemia; daun rambutan; diabetes mellitus; kadar glukosa darah
The Difference in Incision Wound Closure Time Between 10% Povidone-iodine Solution and Chloramphenicol 2% Ointment in Swiss Webster Mice Selina Wissen; Borman Sumaji; Dian Lesmana
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2036

Abstract

Luka adalah cedera fisik yang mengakibatkan rusaknya kulit. Penanganan luka diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi. Agen topikal untuk luka insisi ekstraoral yang umumnya tersedia di puskesmas dan klinik-klinik kesehatan umum maupun gigi yaitu solutiopovidone iodine 10% dan unguentum kloramfenikol 2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan waktu penutupan luka insisi yang diaplikasikan solutiopovidone iodine 10% dengan unguentum kloramfenikol 2% pada mencit Swiss Webster. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik, menggunakan 30 ekor mencit Swiss Webster yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I adalah luka insisi pada paha kanan mencit dan diaplikasikan solutiopovidone iodine 10%. Kelompok II adalah luka insisi pada paha kiri mencit dan diaplikasikan unguentum kloramfenikol 2%. Data yang diukur adalah rerata waktu penutupan luka insisi untuk kedua kelompok, kemudian dianalisis menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Rerata waktu penutupan luka insisi yang diaplikasikan solutiopovidone iodine 10% adalah 5,07±0,691 hari, dan yang diaplikasikan unguentum kloramfenikol 2% adalah 5,03±0,765 hari. Simpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan waktu penutupan luka insisi yang diaplikasikan solutio povidone iodine 10% dengan unguentum kloramfenikol 2% pada mencit Swiss Webster. Kata kunci: waktu penutupan luka, luka insisi, solutio povidone iodine 10%, unguentum kloramfenikol 2%
The Effect of Acute High Intensity Interval Training on Alertness and Executive Function in Basketball Player Yenni Limyati; Iwan Budiman; Ryan Setyadi Harja; Iqbal Ibrahim
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2120

Abstract

Kelelahan dan kurang tidur pada pemain basket dapat menyebabkan penurunan kewaspadaan dan fungsi eksekutif sehingga mengganggu kinerja olahraga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh High Intensity Interval Training (HIIT) akut terhadap peningkatan kewaspadaan dan fungsi eksekutif pada pemain basket. Metode penelitian ini adalah eksperimental semu yang bersifat analitik dengan desain pre test-post test. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang laki- laki pemain basket yang diberi perlakuan HIIT dengan melakukan 12 gerakan yang masing – masing gerakannya berdurasi 30 detik dan diselingi dengan istirahat antara gerakan satu dengan gerakan lainnya selama 10 detik sesuai dengan aplikasi 7-minute workout dalam satu kali pertemuan (akut). Data yang diukur adalah waktu (detik) yang dibutuhkan dalam menyelesaikan Johnson-Pascal Test dan Trail Making Test Part ‘B’ sebelum dan sesudah melakukan HIIT. Analisis data menggunakan uji “t” berpasangan (? = 0,05). Hasil penelitian rerata Johnson Pascal Test post test 108,17 detik (SD ± 14,842) lebih cepat daripada rerata pre test 129,43 detik (SD ± 19,977) (p<0,05). Hasil rerata Trail Making Test Part ‘B’ post test 29,64 detik (SD ± 11,99) lebih cepat daripada rerata pre test 44,91 detik (SD ± 16,33) (p<0,05). Disimpulkan bahwa HIIT akut meningkatkan kewaspadaan dan fungsi eksekutif pada pemain basket. Kata kunci: HIIT; kewaspadaan; fungsi eksekutif; kurang tidur; pemain basket
Perbedaan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja di RSU Hermina Kota Bogor Aqila Tsusayya Putri; Stella T Hasianna; July Ivone
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2239

Abstract

Breast milk has important and beneficial nutrients for the growth and development of an infant, resulting in the recommendation of exclusive breastfeeding until the child is 6 months old. This study aimed to determine the difference in the success of exclusive breast milk provision between working and non-working mothers. This is an observational analytic study with a cross-sectional design, with working and non-working mothers as the independent variable and exclusive breast milk provision as the dependent variable. This study involved 52 mothers that met inclusion criteria and data were taken through a questionnaire at Hermina Bogor Public Hospital. Data were then analyzed with the Chi-Square statistical test. The results showed that 15 (57.70%) working mothers provided breastmilk exclusively and 19 (73.10%) non-working mothers also provided breastmilk exclusively for their babies. The statistical analysis showed a p-value of 0.191 (> 0.05), showing no significant relationship between the working status of the mother with the success of exclusive breast milk provision. It was concluded there was no significant difference in the success of exclusive breast milk provision between working and non-working mothers. Keywords: Exclusive breast milk provision; working mothers; non-working mothers
Time to Hospital Admission of Stroke Patients in Department of Neurology Hasan Sadikin General Hospital Bandung Rainaldo Yeremia Salvador; Andi Basuki; Cep Juli
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2431

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dalam 15 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran waktu kedatangan pasien stroke ke rumah sakit yang dirawat di Departemen Neurologi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan studi desain deskriptif analitik yang dilakukan dari Juli-Agustus 2018. Sampel didapat dari seluruh rekam medis pasien stroke iskemik dan hemoragik di Departemen Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dari Mei 2017-Desember 2017. Dari penelitian didapatkan median waktu kedatangan pasien stroke adalah 16,50 jam (0,5-336 jam). Sebanyak 65,93% pasien stroke datang ke rumah sakit di atas delapan jam setelah mengalami gejala. 9,26% pasien stroke datang ke rumah sakit dalam jangka waktu 6-8 jam, 11,48% pasien stroke datang ke rumah sakit dalam jangka waktu 4,5 -6 jam, 9,63% pasien datang ke rumah sakit dalam jangka waktu 3- 4,5 jam dan hanya 3,70% pasien stroke yang datang ke rumah sakit dibawah 3 jam setelah mengalami gejala. Dari penelitian dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan waktu kedatangan pasien berdasarkan jenis stroke, cara kedatangan dan hasil terapi pasien. Kata kunci: stroke iskemik; stroke hemoragik; waktu kedatangan
Potency of Spirulina platensis Extract as Sunscreen on Ultraviolet B Exposure Gede M C T Pratama; I Gusti N B R M Hartawan; I Gusti A T Indriani; Mirani U Yusrika; Sang A A Suryantari; Prima S S Sudarsa
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2484

Abstract

Radiasi sinar matahari berupa sinar ultraviolet (UV) dapat menembus lapisan ozon dan berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Dampak paparan sinar UVB jangka panjang adalah pigmentasi kulit, penuaan dini, kulit terbakar, dan juga kanker. Pemanfaatan tabir surya alami sedang diteliti lebih lanjut untuk mengurangi efek samping tabir surya dengan bahan kimia. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menelaah lebih lanjut potensi ekstrak Spirulina platensis sebagai tabir surya alami terhadap paparan UVB. Ekstrak Spirulina platensis mengandung antioksidan fikosianin dan fikosianobilin yang berpotensi sebagai tabir surya. Ekstrak Spirulina platensis mampu menurunkan kadar malondialdehid (MDA) setelah paparan sinar UVB, sehingga menekan degradasi seluler, perubahan biokimia dan fungsional, serta menurunkan terjadinya apoptosis sel. Efek lain setelah pemaparan UVB pada sel kulit dengan ekstrak Spirulina platensis adalah terjadi peningkatan viabilitas fibroblast dan deposisi kolagen, yakni dengan menekan terbentuknya MMP serta kandungan tinggi vitamin C dalam ekstrak berperan sebagai konversi prokolagen menjadi kolagen. Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa ekstrak Spirulina platensis memiliki potensi sebagai agen protektif terhadap paparan sinar UVB. Kata kunci: Ultraviolet B (UVB); Fibroblas; Spirulina platensis; Antioksidan
Comparation Carminative Effects of Ethanol Extract of Turmeric (Curcuma longa L.) and Kaempfria galanga Angga T Buana; Diana K Jasaputra; Hartini Tiono
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2759

Abstract

Gangguan saluran cerna yang sering dialami pasien adalah kembung. Kembung ialah gejala yang menunjukkan adanya udara dalam usus. Kunyit/Curcuma longa L., dan Rimpang kencur/Rhizoma Kaempfria galanga L., secara empirik memiliki efek karminatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek karminatif antara ekstrak etanol kunyit (EEK) dengan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dengan parameter peningkatan motilitas usus. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lingkup penelitian laboratorium ekperimental sungguhan. Hewan coba yang digunakan adalah 30 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dan dibagi dalam 6 kelompok (n=5), kelompok 1 EEK dosis 7mg/20gBB mencit, kelompok 2 EEK 14mg/20gBBmencit, kelompok 3 EERK 7mg/20gBB mencit, kelompok 4 EERK 14mg/20gBB mencit), kelompok 5 sebagai kontrol pembanding (sediaan merk ‘TA’) 0,39ml/20gBB mencit, dan kelompok 6 sebagai kontrol negatif (larutan CMC1%) 0,5 ml. Parameter yang diukur adalah motilitas usus yang dinilai dari rasio panjang usus yang dilalui norit dibandingkan panjang usus seluruhnya. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara EEK dosis 1 (85,80%) EEK dosis 2 (89,36%) dan EERK dosis 1 (86,08%) EERK dosis 2 (90,04%) dengan kontrol negatif (CMC1% (76,27%)) dan berbeda tidak bermakna dengan kontrol pembanding (90,14%). Simpulan, EEK, EERK, dan kontrol pembanding mempunyai efek karminatif yang setara dalam meningkatkan motilitas usus mencit galur Swiss Webster. Kata kunci: Kunyit; Rimpang Kencur; Karminatif; Motilitas Usus
Characteristic of Intratemporal Complication in Chronic Suppurative Otitis Media Patient with and without Cholesteatoma at Hasan Sadikin General Hospital Bandung Ilman F Martanegara; Bambang Purwanto; Shinta F Boesoirie
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2763

Abstract

Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan penyakit telinga umum di negara-negara berkembang. Kasus OMSK dengan kolesteatoma sering disebut sebagai tipe bahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik komplikasi intratemporal pada pasien OMSK dengan dan tanpa kolesteatoma di Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dari pasien yang datang ke poliklinik THT-KL RSHS Bandung periode 2014-2017. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang radiologi. Didapatkan 791 kasus baru OMSK; pria (51,20%), sebanyak 30,59% kasus berada di rentang usia 21-30. Gejala dan tanda klinis yang paling sering terjadi adalah telinga berair (70,92) %, tipe gangguan dengar yang paling sering terjadi adalah tuli konduktif (83,94%). Pada proyeksi foto Schuller, 64,72 % menunjukkan gambaran mastoiditis kronis dengan kolesteatoma. Dari hasil kultur dijumpai 19,97 % kasus disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa. Komplikasi mastoiditis didapatkan pada 86,34%. Pada operasi Canal Wall Down ditemukan kolesteatoma pada 60, 42% kasus. Komplikasi terbanyak intratemporal pasien OMSK dengan dan tanpa kolesteatoma adalah mastoiditis kronis. Simpulan, komplikasi terbanyak intratemporal pasien OMSK dengan dan tanpa kolesteatoma adalah mastoiditis kronis. Profil penderita OMSK tipe bahaya dengan komplikasi intratemporal di RSUP Dr. Hasan Sadikin masih tinggi. Kata kunci: karakteristik; kolesteatoma; mastoiditis kronis; otitis media supuratif kronik
Influencing Factors of Hypertension on Fixed-Wing Pilots Christy Angeline; July Ivone; Abram Pratama
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2771

Abstract

Hipertensi merupakan suatu peningkatan tekanan darah arterial sistol ? 140 mmHg dan diastole ? 90 mmHg. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi hipertensi pada pilot fixed-wing. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan pada data rekam medis pilot fixed wing sebanyak 422 orang. Faktor-faktor yang diteliti yaitu: usia, obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi alkohol, denyut nadi, dan total jam terbang. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi square dengan a = 0,05. Dari penelitian ini didapatkan bahwa usia (p=0,000002), obesitas (p=0,00007; OR= 4,69), kebiasaan merokok (p=0,000005; OR= 3,89), kebiasaan konsumsi alkohol (p=6,3x10-18; 11,91), denyut nadi (p=0,029; OR= 3,17), dan jam terbang total (p=0,003; OR= 2,46) berhubungan dengan hipertensi pada pilot fixed-wing. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor usia, obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi alkohol, denyut nadi, dan total jam terbang berhubungan dengan hipertensi pada pilot fixed-wing. Kata kunci: faktor risiko; hipertensi; pilot; fixed-wing
Is Cancer Immunotherapy More Hype Than Hope? Ronny Lesmana; Edward J Hadi; Hanna Goenawan
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2826

Abstract

The immunosurveillance system in the human body can detect and eradicate abnormal cells. However, cancer cells can avoid immune destruction by exploiting the immunosuppression system. Extensive research has been done to find therapeutic agents that could reverse this condition. Novel drugs called checkpoint inhibitors have been developed and showed a promising result. Besides, “living’’ drug, an engineered T-cells which can accurately target cancer cells, has increased public attention in immunotherapy. These immunotherapies might bring a new era of cancer management, a highly effective and specific treatment with fewer adverse effects. Keywords: Immunosurveillance; T-Cell; Therapeutic agents; Immunotherapies

Page 1 of 1 | Total Record : 10