cover
Contact Name
Ullya Vidriza
Contact Email
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Phone
+628116611491
Journal Mail Official
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta MH Thamrin Building 1st Floor Jl. RS Fatmawati No. 1, Pondok Labu, South Jakarta, Indonesia 12450 Email : jded@upnvj.ac.id
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Development Economic and Digitalization
ISSN : 29636221     EISSN : 29628520     DOI : https://doi.org/10.59664/jded
Core Subject : Economy, Social,
The Journal of Development Economic and Digitalization (JDED) is a peer-reviewed research journal published twice a year, in February and August, by the Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veterans Jakarta. JDED accepts scientific articles on research results and theoretical and conceptual papers in Indonesian and English using qualitative and quantitative methods. JDED focuses on Development Economics and economic digitalization, including Development Economics, economic and Digitalization, Monetary and Fiscal Policy, economic and Public Policy, Environment, Natural resources, Industrial Organization, Regional and urban economics, and Big Data Economy. E-ISSN 2962-8520
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024" : 7 Documents clear
ANALISIS PENGARUH INDIKATOR KEBIJAKAN MONETER TERHADAP TINGKAT INFLASI DI INDONESIA Bianca Puspita Riadina; Sugianto
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7666

Abstract

Abstrak Kebijakan moneter suatu negara memiliki peranan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam menjaga tingkat inflasi. Riset ini bertujuan untuk memahami beberapa faktor kebijakan moneter terhadap kondisi tingkat inflasi di Indonesia. Fokusnya adalah menjaga tingkat inflasi agar sesuai dengan target, terutama di periode inflasi rendah. Objek riset adalah Indonesia, dengan sampel bulanan dari periode 2017 sampai dengan periode 2022. Metode analisis menggunakan regresi linear berganda dengan OLS (Ordinary Least Square), serta uji signifikansi seperti uji t-statistik, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan validitas riset. Hasil menunujukan bahwa IndONIA dan BI7DRR memnerikan dampak positif yang singnifikan terhadap inflasi, jumlah uang beredar memberikan dampak positif yang tidak signifikan terhadap inflasi, sedangkan nilai tukar memberikan dampak negatif yang tidak signifikan terhadap inflasi. Kata Kunci: Inflasi; IndONIA; BI7DRR; Jumlah Uang Beredar; Nilai Tukar Abstract A country's monetary policy has a role in influencing economic growth, especially in maintaining the inflation rate. This research aims to understand several monetary policy factors on the condition of the inflation rate in Indonesia. The focus is on maintaining the inflation rate in the line with target, especially in periods of low inflation. The research objects is Indonesia, with monthly samples from 2017 to 2022. The analysis method uses multiple linear regression with OLS (Ordinary Least Square), as well as significance tests such as the statistical t-test, F-test, and coefficient of determination (R2). The classic assumption test was carried out to ensure the validity of the research. The result show that IndONIA and BI7DRR have a significant positive impact on inflation, the Money Supply has an insignificant positive impact on inflation, while the Exchange Rate has an insignificant negative impact on inflation. Keywords: Inflation Rate; IndONIA; BI7DRR; Money Supply; Exchange Rate  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Devi Yuliana Putri; Renea Shinta Aminda
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7667

Abstract

Abstrak Provinsi D.I Yogyakarta termasuk wilayah yang kaya akan potensi pariwisata dan pendidikan serta menjadi salah satu wilayah pusat pertumbuhan ekonomi, namun masih terjadi permasalahan ketimpangan pendapatan yang mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis adanya pengaruh antara pengeluaran per kapita, inflasi, upah minimum, dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) terhadap ketimpangan pendapatan di Kabupaten/Kota Provinsi D.I Yogyakarta. Pada penelitian ini sampel digunakan teknik non-probability sampling yang menggunakan jenis purposive sampling di Kabupaten/Kota Provinsi D.I Yogyakarta tahun 2010-2022. Sehingga jumlah sampel 65 data yang didapatkan melalui Badan Pusat Statistik Provinsi D.I Yogyakarta. Analisis data panel digunakan pada penelitian ini yang merupakan gabungan data time series dan cross section dengan model terbaik menggunakan Common Effect Model (CEM). Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pengeluaran per kapita berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi D.I Yogyakarta, inflasi memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi D.I Yogyakarta, upah minimum berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi D.I Yogyakarta, dan Rata-Rata Lama Sekolah berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi D.I Yogyakarta. Hasil penelitian secara simultan memperlihatkan bahwa pengeluaran per kapita, inflasi, upah minimum, dan RLS berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi D.I Yogyakarta. Kata kunci: Ketimpangan Pendapatan, Pengeluaran Per Kapita, Inflasi, Upah Minimum, Rata-Rata Lama Sekolah Abstract D.I Yogyakarta Province is an area that is rich in tourism and education potential and is one of the central areas of economic growth, however there is still the problem of income inequality which may be influenced by several factors. This research aims to analyze the influence of per capita expenditure, inflation, minimum wage, and Average Years of Schooling (RLS) on income inequality in the District/City of D.I Yogyakarta Province. In this study, the sample used a non-probability sampling technique using purposive sampling in the District/City of D.I. Yogyakarta Province in 2010-2022. So the total sample is 65 data obtained through the D.I Yogyakarta Provincial Central Statistics Agency. Panel data analysis is used in this research, which is a combination of time series and cross section data with the best model using the Common Effect Model (CEM). The findings of this research reveal that per capita expenditure has an insignificant negative effect on income inequality in D.I Yogyakarta Province, inflation has an insignificant negative effect on income inequality in D.I Yogyakarta Province, the minimum wage has a significant positive effect on income inequality in D.I Yogyakarta Province, and the average Average Years of Schooling has a significant positive effect on income inequality in D.I Yogyakarta Province. The research results simultaneously show that per capita expenditure, inflation, minimum wage, and RLS have a significant effect on income inequality in D.I. Yogyakarta Province. Keywords : Income Inequality, Per Capita Expenciture, Inflation, Minimum Wage, Mean Years of Schooling
ANALISIS INDUSTRI MANUFAKTUR, INVESTASI, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Julian Ichwanul Eka Pratama; Nucke Widowati Kusumo Projo
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7668

Abstract

Abstrak Kawasan Timur Indonesia merupakan kawasan yang memiliki permasalahan kemiskinan yang perlu untuk diperhatikan meskipun strategi-strategi pembangunan yang diterapkan sudah memperhatikan isu kemiskinan, namun kemiskinan di kawasan tersebut masih tinggi. Adanya kemiskinan cenderung memperburuk kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, yang dikarenakan kurangnya investasi dan ketidaksempurnaan pasar. Hal inilah yang membuat masyarakat miskin apabila tidak mendapatkan intervensi eksternal, akan tetap terjebak di dalam lingkaran kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh industri manufaktur, investasi, dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih sampel provinsi di Kawasan Timur Indonesia periode 2010-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dengan total 117 observasi. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi data panel, dan model terbaik yang diperoleh adalah fixed effect model yang diperluas menggunakan feasible generalized least square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: industri manufaktur memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Investasi memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kemiskinan di kawasan tersebut. Pengangguran memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia. Kata Kunci: Industri Manufaktur, Investasi, Kemiskinan, Pengangguran Abstract The Eastern Region of Indonesia is a region that is still very concerned about poverty, even though it has become a major strategic factor in national development, poverty in this region is still high. Nurske's (1953) theory of poverty tends to worsen the economic and social conditions of society, this is due to lack of investment and market imperfections. This is what makes poor people, if they do not receive external intervention, they will remain trapped in the cycle of poverty. This research is a quantitative study which aims to determine the influence of the manufacturing industry, investment and unemployment on poverty in the Eastern Region of Indonesia. The purposive sampling method was used to select samples in the Eastern Region of Indonesia for the 2010-2022 period. Secondary data obtained from the Central Statistics Agency with a total of 117 observations. The analysis technique applied is panel data regression, and the best model adopted is the fixed effect model which is extended using feasible generalized least squares. The research results concluded that: The manufacturing industry has a significant negative influence on poverty levels in the Eastern Region of Indonesia. Investment has a significant negative impact on poverty in the region. Unemployment has a significant positive influence on poverty levels in the Eastern Region of Indonesia. Keywords: Manufacturing Industry, Investment, Poverty, Unemployment                                                                              
ANALISIS FLUKTUASI EKONOMI DI INDONESIA TERHADAP OUTPUT GAP POTENSIAL TAHUN 1993 - 2022 Mariatul Qibtiyah; Purwanto Widodo
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7671

Abstract

Abstrak Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kondisi ekonomi yang kondusif. Fluktuasi ekonomi dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti faktor politik, sosial, ekonomi, dan lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang positif tidak selalu menunjukkan peningkatan output riil yang sebenarnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan optimal jika masih terdapat gap antara output riil dan output potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi output gap potensial di Indonesia menggunaka data time series periode tahun 1989 – 2021 secara kuaral dan metode analisis Hodrick Prescott Filter dan Autoregresssive Distibuted Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model jangka pendek variabel pertumbuhan belanja pemerintah dan tingkat suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap output gap potensial, dan variabel inflasi dan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap output gap potensial. Dalam model jangka panjang, variabel pertumbuhan belanja pemerintah, tingkat suku bunga, dan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap output gap potensial. Sedangkan variabel inflasi dalam jangka panjang berpengaruh negatif signifikan terhadap output gap potensial. Kata Kunci: Output Gap Potensial, Pertumbuhan Belanja Pemerintah, Inflasi, Tingkat Suku Bunga, dan Pertumbuhan Penduduk. Abstract Sustainable development requires conducive economic conditions. Economic fluctuations can occur due to various factors, such as political, social, economic and other factors. Positive economic growth does not always indicate an actual increase in real output. High economic growth will not be optimal if there is still a gap between real output and potential output. This research aims to analyze the influencing factors output gap potential in Indonesia using time series data for the period 1989 – 2021 in a quarterly manner and analytical methods Hodrick Prescott Filter and Autoregressive Distributed Lag (ARDL). The research results show that in the short-term model the variables of government spending growth and interest rates have a significant negative effect on output gap potential, and the inflation and population growth variables have a significant positive effect on output gap potential. In the long-term model, the variables growth in government spending, interest rates and population growth have a significant positive effect on output gap potential. Meanwhile, the inflation variable in the long term has a significant negative effect on output gap potential. Keywords: Output Gap Potential, Government Spending Growth, Inflation, Interest Rates, and Population Growth.  
ANALISIS PDRB, TINGKAT PENGANGGURAN, DAN PENDIDIKAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Nunung Suharti; Anugerah Karta Monika
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7672

Abstract

Abstrak Kemiskinan adalah masalah yang sulit untuk diatasi dan telah menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, dan peningkatan angka kematian. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB, tingkat pengangguran terbuka dan rata-rata lama sekolah terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statitik (BPS) untuk 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tahun 2012-2022. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PDRB dan tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Namun, rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan positif terhadap kemiskinan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan. Selain itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan. Kata Kunci : Kemiskinan; PDRB, Tingkat Pengangguran Terbuka; Rata-rata Lama Sekolah Abstract Poverty is a difficult problem to overcome and has become a challenge for many countries, including Indonesia. Poverty can cause various problems, such as economic hardship, social inequality, and increased mortality rates. Therefore, efforts are needed to reduce poverty and improve people's welfare. This study aims to analyze the effect of GRDP, open unemployment rate and average years of schooling on poverty in East Kalimantan Province. This study uses secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS) for 10 districts/cities in East Kalimantan from 2012-2022. Data analysis was conducted using panel data regression. The results showed that partially GRDP and the open unemployment rate had no significant effect on poverty. However, the average years of schooling has a significant positive effect on poverty. Simultaneously, the three variables have a significant effect on poverty. These findings suggest that increasing the average years of schooling can be one way to reduce poverty. In addition, efforts are needed to improve the quality of education so that it can be more effective in reducing poverty. Keyword : Poverty; GRDP, Open Unemployment Rate; Average Years of School
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA PERDAGANGAN INDONESIA TAHUN 2018-2022 Riana Widyasari; Raden Parianom
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7673

Abstract

Abstrak Dalam perdagangan internasional, laporan keuangan tentang kegiatan ekspor dan impor komoditas di negara dicatat dalam neraca perdagangan selama periode atau tahun tertentu. Teori David Hume menekankan bahwa perdagangan salah satu cara yang paling signifikan untuk memberikan kesempatan untuk menaikkan standar hidup orang-orang dan untuk membawa kemajuan dan perbaikan budaya ke mayoritas besar populasi suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspor, impor, jumlah uang beredar, dan nilai tukar terhadap neraca perdagangan Indonesia tahun 2018-2022. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan Error Correction Model (ECM) guna menganalisis perkiraan jangka panjang atau jangka pendek dengan program Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ekspor berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan pendek, variabel impor berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang dan pendek, variabel jumlah uang beredar berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan berpengaruh negatif dalam jangka pendek, variabel nilai tukar berpengaruh negatif tidak signifikan dalam jangka panjang dan berpengaruh positif tidak signifikan dalam jangka pendek. Kata Kunci: ekspor, impor, jumlah uang beredar, nilai tukar, neraca perdagangan Abstract In international trade, financial reports about commodity export and import activities in a country are recorded in the trade balance during a certain period or year. David Hume's theory emphasizes that trade is one of the most significant means of providing opportunities to raise people's standards of living and to bring progress and cultural improvement to the vast majority of a country's population. This research aims to determine exports, imports, money supply and exchange rates on Indonesia's trade balance in 2018-2022. Hypothesis testing in this research uses Error Correction Model (ECM) to analyze long-term or short-term estimates with the Eviews 12 program. The results of the research show that the export variable has a significant positive effect in the long and short term, the import variable has a significant negative effect in the long and short term, the money supply variable has a significant positive effect in long term and negative effect in the short term, the exchange rate variable has an insignificant negative effect in the long term and an insignificant positive effect in the short term. Keywords: exports, imports, money supply,exchange rate, trade balance  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA TAHUN 2017 – 2022 Luthfiah Syahrazad; Ullya Vidriza
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7674

Abstract

Abstrak Provinsi Papua memiliki beragam potensi yang dapat menunjang perekonomian. Akan tetapi, Provinsi Papua masih belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki ditandai oleh sangat tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Papua sehingga dikenal sebagai provinsi termiskin pertama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik tahun 2017 – 2022 digunakan sebagai data pada penelitian ini. Penelitian menggunakan analisis regresi data panel dengan random effect model (REM) dan pengujian asumsi klasik serta hipotesis dengan STATA 17. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Secara individu, jumlah penduduk berpengaruh signifikan positif terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka dan indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan negatif terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi pemerintah Provinsi Papua untuk mengiringi peningkatan jumlah penduduk dengan kualitas sumber daya manusia, peningkatan indeks pembangunan manusia dengan kualitas manusia yang riil, dan menekan angka pengangguran dengan memperluas dan menyamaratakan persebaran sektor lapangan kerja. Kata Kunci: Indeks Kedalaman Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Provinsi Papua   Abstract Papua Province has various potentials that can support the economy. However, Papua Province is still unable to optimize its potential marked by the very high level of poverty in Papua Province so that it is known as the first poorest province in Indonesia. This study aims to analyze and determine the effect of population, open unemployment rate, and human development index (HDI) on the poverty depth index in Papua Province. The data used in this study is secondary data from Badan Pusat Statistik in 2017 – 2022. The study used panel data regression analysis with random effect model and testing classical assumptions and hypotheses with STATA 17. The result is the population, open unemployment rate, and HDI together have a significant effect on the poverty depth index in Papua Province. Individually, population has a significant positive effect on the poverty depth index. Meanwhile, the open unemployment rate and HDI have a significant negative effect on the poverty depth index in Papua Province. The Papua Provincial government is expected to accompany the increase in population with the quality of human resources, increase the HDI with real human quality, and reduce unemployment by expanding and generalizing the distribution of the employment. Keywords : Poverty Depth Index, Population, Open Unemployment Rate, Human Development Index, Papua Province

Page 1 of 1 | Total Record : 7