cover
Contact Name
Ullya Vidriza
Contact Email
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Phone
+628116611491
Journal Mail Official
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta MH Thamrin Building 1st Floor Jl. RS Fatmawati No. 1, Pondok Labu, South Jakarta, Indonesia 12450 Email : jded@upnvj.ac.id
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Development Economic and Digitalization
ISSN : 29636221     EISSN : 29628520     DOI : https://doi.org/10.59664/jded
Core Subject : Economy, Social,
The Journal of Development Economic and Digitalization (JDED) is a peer-reviewed research journal published twice a year, in February and August, by the Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veterans Jakarta. JDED accepts scientific articles on research results and theoretical and conceptual papers in Indonesian and English using qualitative and quantitative methods. JDED focuses on Development Economics and economic digitalization, including Development Economics, economic and Digitalization, Monetary and Fiscal Policy, economic and Public Policy, Environment, Natural resources, Industrial Organization, Regional and urban economics, and Big Data Economy. E-ISSN 2962-8520
Articles 49 Documents
Analisis Keseimbangan dan Efesiensi Ekonomi Industri Gula Indonesia Azrimultiya, Viyolanda; Ghania, Sarah; Khatimah , Khusnul
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10589

Abstract

Gula merupakan salah satu hasil industri pertanian yang diatur ketetapannya dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 dan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Hasil survei Kementerian Perdagangan tahun 2013 –2015 mengindikasikan bahwa terdapat sekitar 100.000 ton gula rafinasi yang penyalurannya tidak sesuai peruntukan. Selain itu, pemisahan pasar gula juga mengakibatkan kenaikan margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) berkisar 30% - 33,18% sehingga menyebabkan kenaikan harga gula di tingkat eceran sebesar 3 - 6% (Kementerian Perdagangan, 2020). Karena kebijakan pemisahan pasar gula justru menyebabkan inefisiensi industri gula, maka diperlukan kebijakan alternatif untuk meningkatkan efisiensi ekonomi industri gula, misalnya melalui kebijakan penyatuan pasar gula. Penyatuan pasar gula diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kinerja industri nasional sehingga industri gula nasional makin efisien dan berdaya saing. Penyatuan pasar gula akan mengubah harga keseimbangan gula sehingga diperlukan analisis keseimbangan dan efisiensi ekonomi industri gula jika kebijakan penyatuan pasar gula dilaksanakan. Dengan adanya penyatuan pasar gula maka harga gula akan lebih stabil karena penawaran dan permintaan gula menjadi lebih elastis karena GKP bisa masuk ke pasar industri dan sebaliknya GKR bisa juga masuk pasar konsumsi langsung. Kata kunci: Kebijakan Tata Niaga, Industri Gula, Efisiensi Ekonomi Abstract Sugar is one of the agricultural industry products regulated by Presidential Regulation Number 71/2015 and Number 59 of 2020 concerning the Determination and Storage of Basic Needs and Essential Goods. The Ministry of Trade's survey results in 2013-2015 indicated that around 100,000 tonnes of refined sugar had not distributed as intended. In addition, the separation of the sugar market also resulted in an increase in trading and transportation margins (MPP) ranging from 30% to 33.18%, causing an increase in sugar prices at the retail level by 3 - 6% (Ministry of Trade, 2020). Since the sugar market separation policy causes inefficiency in the sugar industry, alternative policies are needed to improve the economic efficiency of the sugar industry, such as a sugar market unification policy. The unification of the sugar market is expect to positively impact the performance of the national sugar industry so that the sugar industry can become more efficient and competitive. The sugar market's unification will change the sugar's equilibrium price, so an analysis of the balance and economic efficiency of the sugar industry is needed if the sugar market unification policy is implemented. With the sugar market's unification, sugar prices will be more stable because the supply and demand of sugar become more elastic. GKP can enter the industrial market and vice versa; GKR can also enter the direct consumption market. Keywords: Trade Policy, Sugar Industry, Economic Efficiency    
Pengaruh Variabel Makroekonomi dan Fundamental Terhadap Harga Saham pada Sektor Manufaktur Widodo, Purwanto; Virsa Oktaviany, Nanda
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.7809

Abstract

Industri barang konsumsi merupakan salah satu jenis menunjukkan daya tahannya,  industri ini yang paling defensif, karena industri ini mampu bertahan saat terjadi Covid-19, meskipun tidak dapat tumbuh pada tingkat yang tinggi ketika perekonomian sedang booming. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio, Return On Equity, Nilai Tukar, Suku Bunga, dan Neraca Transaksi Berjalan terhadap Harga Saham. Sedangkan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang termasuk kedalam sector barang konsumsi periode 2013 – 2022. Penelitian ini menggunakan perusahaan yang termasuk kedalam kelompok industry barang konsumsi, terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan  telah IPO sebelum 2013 dan selama periode pengamatan tidak mengalami delisting. perusahaan sampel yang masuk kedalam daftar perusahaan barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang memenuhi syarat sebanyak 18 perusahaan. Analisis data yang dipergunakan adalah data panel. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Current Ratio, Nilai Tukar, Suku Bunga dan Neraca Transaksi Berjalan berpengaruh terhadap Harga Saham, sedangkan Return On Equity tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hasil juga menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel bebas berpengaruh terhadap Harga Saham. Kata Kunci: Harga Saham; Current Ratio; Return On Equity; Nilai Tukar; Suku Bunga; Neraca Transaksi Berjalan   Abstract The consumer goods industry is one type that shows its durability, this industry is the most defensive, because this industry is able to survive during Covid-19, although it cannot grow at a high rate when the economy is booming. This study was conducted to determine the effect of Current Ratio, Return on Equity, Exchange Rate, Interest Rate, and Current Account Balance on Stock Price. While the samples used in this study are companies included in the consumer goods sector for the period 2013 - 2022. This study uses companies that are included in the consumer goods industry group, listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and have IPO before 2013 and during the observation period have not experienced delisting. sample companies that are included in the list of consumer goods companies on the Indonesia Stock Exchange. There are 18 companies that meet the requirements. The data analysis used is panel data. Partial research results show that Current Ratio, Exchange Rate, Interest Rate and Current Account Balance have an effect on Stock Price, while Return on Equity has no effect on Stock Price. The results also show that simultaneously the five independent variables affect the Stock Price. Keywords: Stock Price; Current Ratio; Return On Equity; Exchange Rate; Interest Rate; Current Account Balance
Analisis Determinan Neraca Transaksi Berjalan di Indonesia Shellyna Rahma Nur Fitria; Desmintari
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.8971

Abstract

Abstrak Neraca transaksi berjalan merupakan salah satu komponen neraca pembayaran yang mencerminkan kesehatan ekonomi suatu negara dalam hubungannya dengan perdagangan internasional. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan ekonomi dan analis pasar dapat menggunakan neraca transaksi berjalan sebagai alat penting untuk memahami dinamika ekonomi global dan menentukan arah kebijakan yang tepat guna mencapai keseimbangan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi neraca transaksi berjalan di Indonesia menggunakan data time series triwulanan dari tahun 2007 hingga 2023 serta metode analisis Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam model jangka pendek, variabel ekspor pada tahun berjalan tidak memiliki pengaruh signifikan, sedangkan pada lag 1, lag 2, dan lag 3, variabel ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan. Variabel cadangan devisa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan, sementara variabel nilai tukar dan inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan. Dalam model jangka panjang, variabel ekspor dan nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap neraca transaksi berjalan, sedangkan variabel cadangan devisa memiliki pengaruh positif dan signifikan, dan variabel inflasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan. Kata kunci: Neraca Transaksi Berjalan; Ekspor; Cadangan Devisa; Nilai Tukar; Inflasi Abstract The current account balance is one component of the balance of payments that reflects a country's economic health in relation to international trade. Therefore, economic policymakers and market analysts can use the current account balance as a crucial tool to understand global economic dynamics and determine appropriate policies to achieve sustainable economic balance. This study aims to analyze the factors influencing the current account balance in Indonesia using quarterly time series data from 2007 to 2023 and the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) analysis method with the assistance of Eviews 12 software. The results show that in the short-term model, the export variable for the current year does not have a significant impact, whereas at lag 1, lag 2, and lag 3, this variable has a positive and significant effect on the current account balance. The foreign exchange reserves variable has a positive and significant effect on the current account balance, while the exchange rate and inflation variables do not have a significant effect. In the long-term model, the export and exchange rate variables do not have a significant effect on the current account balance, while the foreign exchange reserves variable has a positive and significant effect, and the inflation variable has a negative and significant effect on the current account balance. Keywords: Current Account Balance; Exports; Foreign Exchange Reserves; Exchange Rate; Inflation
Analisis Hilirisasi Perikanan di Indonesia Nababan, Regina Pati; Nofrian , Fachru
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.9008

Abstract

Indonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi perekonomian dari sektor perikanan dan kelautan yang sangat besar. Potensi perikanan dapat dimaksimalkan melalui peningkatan nilai tambah. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pengaruh realisasi investasi sektor perikanan, pengeluaran barang modal perusahaan perikanan, jumlah perusahaan dan rumah tangga perikanan, jumlah nelayan, serta nilai ekspor perikanan terhadap nilai produksi perikanan di Indonesia. Data penelitian ini diolah dengan menggunakan software Stata versi 17 dan meliputi data sekunder serta jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data panel pada tahun 2016 sampai tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi investasi sektor perikanan dan pengeluaran barang modal perusahaan perikanan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai produksi perikanan, hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel ini tidak langsung mempengaruhi output produksi perikanan di Indonesia. Sebaliknya, jumlah perusahaan dan rumah tangga perikanan serta jumlah nelayan menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap nilai produksi perikanan, hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan serta aktivitas perusahaan perikanan dan nelayan memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan nilai tambah perikanan di Indonesia. Selain itu, nilai ekspor perikanan juga berpengaruh signifikan terhadap nilai produksi perikanan, hasil ini semakin mempertegas peran ekspor sebagai pendorong penting dalam peningkatan nilai tambah perikanan di Indonesia. Keywords : Hilirisasi; Perikanan; Produksi.   Abstract Indonesia is a maritime country that has enormous economic potential from the fisheries and marine sectors. Fisheries potential can be maximized through an increase in added value. Therefore, this study examines the effect of investment realization in the fisheries sector, capital expenditure of fisheries companies, the number of fisheries companies and households, the number of fishermen, and the value of fisheries exports on the value of fisheries production in Indonesia. This research data is processed using Stata software version 17 and includes secondary data and quantitative descriptive research type using panel data from 2016 to 2020. The results showed that the realization of investment in the fisheries sector and capital goods expenditure of fisheries companies did not have a significant influence on the value of fisheries production, these results indicate that these two variables do not directly affect the output of fisheries production in Indonesia. In contrast, the number of fisheries companies and households as well as the number of fishermen showed a significant positive effect on the value of fisheries production, indicating that the existence and activities of fisheries companies and fishermen have a direct contribution to the increase in the added value of fisheries in Indonesia. In addition, the value of fisheries exports also has a significant effect on the value of fisheries production, this result further emphasizes the role of exports as an important driver in increasing the added value of fisheries in Indonesia. Keywords : Downstream; Fisheries; Production.
Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka dan PDRB Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat Yulianti, Yolanda; Widowati Kusumo Projo, Nucke
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.9014

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu problema bagi pemerintahan khususnya pada Negara yang sedang berkembang, Indonesia masih mengalami tantangan dalam menangani permasalahan kemiskinan yang belum berhasil hingga saat ini terutama pada Provinsi Papua Barat. Meskipun memiliki sumber daya alam yang kaya dengan potensi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, Provinsi Papua Barat belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki dengan memanfaatkan sumber daya alam secara efektif hal ini yang menyebabkan tingginya tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh faktor-faktor Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat dari 2017 hingga 2022. Temuan analisis menunjukkan beberapa hasil penting: pertama, hubungan negatif yang signifikan antara Indeks Pembangunan Manusia dan Kemiskinan; kedua, hubungan negatif yang signifikan antara Tingkat Pengangguran Terbuka dan Kemiskinan; dan ketiga, hubungan positif yang signifikan antara PDRB dan Kemiskinan. Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia; Tingkat Pengangguran Terbuka; PDRB; Kemiskinan   Abstract Poverty is one of the major problems faced by governments, particularly in developing countries. Indonesia continues to struggle with poverty issues, particularly in West Papua Province. Despite its rich natural resources and potential to support economic growth, West Papua Province has yet to effectively optimize these resources, resulting in high poverty levels in the region. This study aims to evaluate the impact of the Human Development Index, Open Unemployment Rate, and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on poverty levels in the 13 regencies/cities of West Papua Province from 2017 to 2022. The analysis reveals several key findings: first, there is a significant negative relationship between the Human Development Index and poverty; second, there is a significant negative relationship between the Open Unemployment Rate and poverty; and third, there is a significant positive relationship between GRDP and poverty. Keywords: Human Development Index; Open Unemployment Rate; GRDP; Poverty
Analisis Pengaruh Kurs, Suku Bunga, dan Inflasi Terhadap Ekspor 4 Negara ASEAN Sagita, Intan; Achmad Nur Hidayat
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.9017

Abstract

Ekspor merupakan salah satu dari beberapa faktor yang memiliki pengaruh terhadap dinamika ekonomi suatu negara dan aktivitas ekspor tidak dapat dilepaskan dari sejumlah faktor internal negara, seperti kenaikan dan penurunan kurs, besaran suku bunga, dan tingkat inflasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meneliti dampak fluktuasi kurs, besaran suku bunga, dan tingkat inflasi terhadap ekspor di empat negara di Asia Tenggara yakni Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand selama tahun 2007-2022. Metode dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel, dari penelitian didapatkan hasil bahwa model terbaik yang diperoleh adalah fixed effect. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa secara parsial, kurs berpengaruh terhadap volume ekspor di keempat negara tersebut, sementara untuk suku bunga didapatkan hasil bahwa suku bunga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor, dan inflasi juga memengaruhi volume ekspor di negara-negara tersebut. Sedangkan, secara simultan, kurs, suku bunga, dan inflas berpengaruh terhadap volume ekspor di keempat negara ASEAN. Kata Kunci: Kurs; Suku Bunga; Inflasi; Ekspor; Negara ASEAN   Abstract Exports are one of several factors that have an influence on the economic dynamics of a country and export activities cannot be separated from a number of internal factors, such as increases and decreases in exchange rates, interest rates, and inflation rates. This study was conducted with the aim of examining the impact of fluctuations in exchange rates, interest rates, and inflation rates on exports in four countries in Southeast Asia, namely Indonesia, the Philippines, Vietnam, and Thailand during 2007-2022. The method in this study uses panel data regression, from the research obtained the result that the best model obtained is fixed effect. From this study, it is found that partially, the exchange rate affects the export volume in the four countries, while for interest rates, it is found that interest rates do not have a significant effect on the export volume, and inflation also affects the export volume in these countries. Meanwhile, simultaneously, exchange rates, interest rates, and inflation affect the export volume in the four ASEAN countries. Keywords: Exchange Rate; Interest Rate; Inflation; Export; ASEAN Countries
Analisis Pengaruh Credit Union Terhadap Persepsi Kesejahteraan Masyarakat di Desa Lingga Julu Hosea Lorensius Sitepu; Karta Monika, Anugerah
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.9113

Abstract

Credit Union (CU) berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa ini melalui penyediaan layanan keuangan yang inklusif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi masyarakat terhadap CU dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Lingga Julu, khususnya melalui tiga faktor utama: persepsi kemudahan peminjaman, persepsi tingkat suku bunga, dan persepsi dividen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 130 responden yang merupakan anggota aktif CU di Desa Lingga Julu. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan peminjaman memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Presepsi Masyarakat terhadap Tingkat suku bunga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam konteks penelitian ini, meskipun tetap merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Presepsi Masyarakat terhadap Pembagian dividen dari CU terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CU memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Lingga Julu melalui persepsi kemudahan peminjaman dan pembagian dividen. Kata Kunci: Credit Union; Perpsepsi Kesejahteraan Masyarakat; Perpsepsi Kemudahan Peminjaman; Perpsepsi Tingkat Suku Bunga; Dividen   Abstract The Credit Union (CU) plays an important role in improving the economic welfare of the village community by providing inclusive and affordable financial services. This study aims to analyze the influence of community perceptions of the CU and its impact on the welfare of the Lingga Julu Village community, particularly through three main factors: the perception of loan accessibility, the perception of interest rates, and the perception of dividends. The research method used is quantitative, with data collected through questionnaires distributed to 130 respondents who are active members of the CU in Lingga Julu Village. Data analysis was conducted using logistic regression to measure the influence of each variable on community welfare. The results of the study show that the perception of loan accessibility has a positive and significant effect on community welfare. The community's perception of interest rates does not show a significant effect in this study's context, although it remains an important factor to consider. The community's perception of dividend distribution from the CU has been proven to have a significant positive impact on community welfare. This study concludes that the CU plays an important role in improving the welfare of the Lingga Julu Village community through the perception of loan accessibility and dividend distribution. Keywords: Credit Union; Community Welfare Perception; Loan Accessibility Perception; Interest Rate Perception; Dividends  
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Bank Terhadap Penyaluran Kredit Bank Umum Swasta Ibnu Fadhil Ramadhan; Sugianto
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.9127

Abstract

Peran dari perbankan dalam perekonomian salah satunya yaitu penyaluran kredit. Lembaga keuangan bank menjadi penyalur terbesar dari penyaluran kredit ini. Tidak hanya bank dalam negeri, bank umum swasta juga menjadi penyumbang penyaluran kredit. Terdapat 50 perbankan umum swasta yang terdaftar di OJK. Dalam penyaluran kredit terdapat beberapa faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi penyaluran kredit. Faktor internal yaitu Non-Performing Loan (NPL) dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), sedangkan faktor eksternal Inflasi dan Suku Bunga. Penelitian ini menguji pengaruh NPL, BOPO, Inflasi dan Suku Bunga terhadap penyaluran kredit. Sampel digunakan secara tahunan dengan periode 2015-2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dan asumsi klasik. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode Fixed Effect Model menunjukkan bahwa NPL, BOPO, Inflasi dan Suku Bunga memiliki pengaruh secara simultan terdahap penyaluran kredit. Secara parsial variabel NPL memiliki pengaruh positif signifikan terhadap penyaluran kredit. Variabel BOPO memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap penyaluran kredit. Sedangkan variabel Inflasi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit, dan yang terakhir variabel suku bunga memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit. Kata Kunci: NPL; BOPO; Inflasi; Suku Bunga; Penyaluran Kredit   Abstract One of the roles of banking in the economy is credit distribution. Banking financial institutions are the largest distributors of this credit distribution. Not only domestic banks, but private commercial banks also contribute to credit distribution. There are 50 private commercial banks registered with the Financial Services Authority (OJK). Several internal and external factors can influence credit distribution. Internal factors include Non-Performing Loans (NPL) and Operating Expenses to Operating Income (BOPO), while external factors include Inflation and Interest Rates. This study examines the effect of NPL, BOPO, Inflation, and Interest Rates on credit distribution. The sample used is annual for the period 2015-2023. This study uses panel data regression analysis and classical assumptions. The results of the study, conducted using the Fixed Effect Model method, indicate that NPL, BOPO, Inflation, and Interest Rates have a simultaneous influence on credit distribution. Partially, the NPL variable has a significant positive effect on credit distribution. The BOPO variable has a significant negative effect on credit distribution. Meanwhile, the inflation variable has a negative and insignificant influence on credit distribution, and finally the interest rate variable has a positive and insignificant influence on credit distribution. Keywords: NPL; BOPO; Inflation; Interest Rates; Credit Distribution
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Khalishah Surend Mahmud; Parianom, Raden
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.10291

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik, Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki tingkat pengangguran terbanyak kedua seindonesia, tetapi provinsi ini juga memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua. Hal ini yang menandakan bahwa Jawa Barat memiliki fenomena jobless growth. Fenomena ini merupakan permasalahan yang berhubungan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja, di mana fenomena ini merupakan permasalahan suatu wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi wilayah tersebut juga mengalami krisis ketersediaan lapangan pekerjaan karena pertumbuhan tersebut tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokuskan apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja, seperti pendidikan, upah minimum, jumlah penduduk dan produk domestik regional bruto. Penelitian ini memfokuskan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2017-2023. Metode yang digunakan adalah data panel dengan model yang terpilihnya adalah FEM. Hasil penelitiannya adalah variabel jumlah penduduk dan produk domestik regional bruto memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel pendidikan berdasarkan rata-rata lama sekolah dan upah minimum tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja; Pendidikan; Upah Minimum; Jumlah Penduduk; Produk Domestik Regional Bruto   Abstract According to the Central Statistics Agency, West Java is the province with the second highest unemployment rate in Indonesia, but this province also has the second largest economic growth rate. This indicates that West Java has a jobless growth phenomenon. This phenomenon is a problem related to the level of labor absorption, where this phenomenon is a problem of a region that has a high level of economic growth, but the region is also experiencing a crisis in the availability of jobs because this growth is unable to create jobs. Therefore, this research focuses on anything that can influence the level of labor absorption, such as education, minimum wage, population and gross regional domestic product. This research focuses on 27 districts/cities in West Java Province in 2017-2023. The method used is panel data with the model chosen being FEM. The results of the research are that the population and gross regional domestic product variables have a significant positive influence on labor absorption, while the education variable based on average years of schooling and minimum wage does not have a significant influence on labor absorption. Keywords: Labor Absorption;  Education;  Minimum Wage;  Population;  Gross Regional Domestic Product